Rabu, 15 Agustus 2012

Disdik Sulsel Imbau Pemkot Cairkan Sertifikasi Guru



RABU, 15 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR,— Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sulsel mengimbau kepada Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan Makassar segera melakukan pembayaran sertifikasi guru di Makassar.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Abdullah Djabbar mengatakan bahwa imbauan dari Kementerian Keuangan kepada pemerintah daerah untuk segera melakukan pencairan dana sertifikasi itu. Termasuk melakukan koordinasi dengan pusat terkait tunjangan sertifikasi di beberapa daerah yang belum tersalurkan.

“Jelas ini sudah ada keputusan dari Pak Menteri untuk segera dicairkan karena uangnya sudah ada, itu saja. Saya juga sudah tanyakan itu kenapa tidak dicairkan, padahal uangnya kan sudah ada,” kata Abdullah Djabbar melalui telepon gengamnya, Senin, 13 Agustus.
Djabbar menjelaskan, tunjangan sertifikasi tersebut merupakan kebijakan pusat  langsung ke pemerintah kabupaten dan kota. Jika pemkot tidak salurkan, maka evaluasi terakhirnya akan diambil-alih oleh provinsi.
“Kenapa uang itu tidak disalurkan, padahal sudah ada uangnya. Ini juga yang kami bicarakan dengan pemerintah pusat bahwa masalah ini sama dengan dana BOS yang lalu. Dimana banyak pemerintah kabupaten kota yang tidak salurkan tepat waktu, sehingga akhirnya diambil alih oleh provinsi,” jelasnya.
Djabbar juga mempertanyakan sistem pengelolaan tunjangan sertifikasi guru yang dilakukan oleh Pemkot Makassar, sehingga bisa mengalami keterlambatan. Menurutnya, Pemkot seharusnya setiap saat melakukan koreksi uang yang masuk di rekening daerah.
“Apakah tidak pernah melihat uang yang masuk ke kas daerah, paling tidak pemkot harusnya melakukan koreksi uang yang masuk di rekening itu. Karena Pak Menteri Keuangan juga menyalurkan itu setiap triwulan. Apalagi setiap awal tahun ini sudah ada penetapan pencairannya,” katanya
Lebih jauh, ia menegaskan, tunjangan sertifikasi tersebut merupakan hak guru, sebagai upaya mendorong guru melaksanakan tugas dalam proses belajar mengajar dengan maksimal.
“Selain untuk melaksanakan tugas mengajar dengan baik, sertifikasi itu juga untuk peningkatan kesejahteraan guru-guru kita,” ujarnya. (eky/ami)
Read More >>

Idris Syukur: Warga Barru Merasakan Dampak Program Pemprov Sulsel



Rabu, 15 Agustus 2012

Barru Sulsel,KM–Bupati Barru HM Idris Syukur, mengatakan, warga Barru telah merasakan langsung dampak program yang ditetapkan Pemprov Sulsel, khususnya program pendidikan dan kesehatan gratis. Hal itu diungkapkan Idris Syukur, usai shalat Isya berjamaah bersama Syahrul dan ratusan warga lainnya, di Masjid Nurul Yaqin, Desa Bojo, Kabupaten Barru, Rabu (15/8).

“Masyarakat sangat terbantu dengan adanya program pendidikan dan kesehatan gratis. Karenanya, ini semua tidak boleh terhenti sampai disini dan harus dilanjutkan,” kata Idris.
Selain itu, Gubernur Sulsel H. Syahrul Yasin Limpo, juga memiliki program khusus untuk menggenjot hasil-hasil pertanian. Sehingga, produksi terus meningkat dan petani makin sejahtera.
“Kontribusi Pemprov Sulsel terhadap pertanian kita sangat besar. Inilah yang tidak boleh berhenti dan harus tetap berlanjut,” ujarnya.
Sementara, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, Sulsel berhasil menjadi salah satu provinsi terbaik di Indonesia. Hal tersebut bisa dicapai karena adanya kontribusi yang cukup besar dari Kabupaten Barru.
“Barru memberikan kontribusi yang besar dalam kemajuan Sulsel. Inilah yang harus kita jaga,” terang Syahrul.[HMS/KM]
Short URL: http://www.kabarmakassar.com/?p=11278
Read More >>

Sulsel Gandeng India Produksi Motor



RABU, 15 AGUSTUS 2012 

alt
MAKASSAR, - Setelah sukses memproduksi mobil lokal Sulsel, Moko, Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan menjajaki produksi sepeda motor. Sulsel akan bekerjasama dengan India da­lam memproduksi motor lokal.
Perusahaan yang digan­deng adalah Bajaj yang pro­duksi sudah bisa dirasakan di Indonesia dengan varian, sa­lah satunya Pulsar. Rencana tersebut terungkap dalam pertemuan antara Vice President Director Bajaj Distinctly Ahead, Dinesh Kulkarni, dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Ruang Kerja Gubernur, Selasa, 14 Agustus.
Kepala Dinas Perindus­trian dan Perdagangan Sulsel Irman Yasin Limpo menga­takan, Pemprov Sulsel dan Bajaj akan bekerjasama mem­produksi motor. Bahkan, Disperindag Sulsel telah me­nyiap­kan deskripsi motor yang akan dibuat.
Pembuatan motor ini, jelasnya, dasarnya sama dengan saat pembuatan Moko Sulsel yang peruntukkannya khusus untuk masyarakat menengah kebawah.
“Jadi intinya, produksi motor ini untuk rakyat kecil, khususnya pedagang dan sekaligus akan menjadi motor brand lokal Sulsel,” Jelas Irman di kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar,  kemarin.
Ia mengungkapkan, sebelumnya telah melakukan pertemuan sebanyak dua kali dengan pihak Bajaj. Penjajakan kerjasama ini, akan dilakukan hampir sama dengan Bajaj Kawasaki dan Bajaj Philipin.
“Kami akan konsep mo­delnya yang sudah ditawarkan termasuk spesifikasinya. Mereka juga tawarkan model­nya. Kalau jadi, motor ini hanya diproduksi di Sulsel dan hanya bisa didistribusikan oleh Sulsel. Penjualannya bisa di seluruh dunia,” katanya.
Selain itu, Irman juga mengungkapkan bahwa semua onderdil sepeda motor tersebut bisa diproduksi di Sulsel. Tetapi, dalam proses produksinya tetap menggunakan lisensi Bajaj.
Pada tahap awal, kata Irman, yang sudah pasti bisa diproduksi Sulsel adalah sadel, shockbreaker, kaca spion, ban, dan pengecatan.
“Pertama kami diminta ke India dulu untuk melihat jenis apa yang cocok. Kita diundang untuk melihat langsung pabrik disana untuk menyesuaikan dengan kondisi Sulsel,” ujarnya.
Sementara itu, Vice President Director Bajaj Distinctly Ahead, Dinesh Kulkarni, mengatakan, produksi Bajaj di seluruh Indonesia telah mencapai 23 ribu unit. Tetapi, untuk di Sulsel, ia belum bisa meng­ungkapkan varian apa yang cocok dan berapa yang akan diproduksi.
“Kami belum membicarakan sampai ke arah sana. Baru tahap awal kerjasama seperti apa yang akan kita lakukan. Termasuk, mengundang Pemprov Sulsel untuk ke India melihat langsung pabrik Bajaj,” ungkapnya usai mela­kukan pertemuan dengan gubernur.
Menanggapi hal itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, sebelum ke India, harus ada kejelasan dahulu kerjasama yang meng­untungkan Sulsel. Misalnya, beberapa komponen utama yang dibuat lokal.
“Saya pernah ke India dan membuat beberapa MoU kerjasama di sana. Saya berharap, kerjasama ini bisa berlanjut sesuai yang diharapkan dan bisa menguntungkan ke­dua belah pihak,” pungkas­nya. (eky/ute)
Read More >>

Selasa, 14 Agustus 2012

Gubernur Lihat Proses Mudik di Bandara



Rabu, 15 Agustus 2012


MAROS,  -- Kelancaran proses mudik dan arus balik di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin disaksikan langsung Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Selasa, 14 Agustus.

Dalam kunjungannya kemarin, Syahrul Yasin Limpo mengikutkan rombongan dari kepolisian, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, Bantuan Komunikasi Polisi, dan Pramuka. Rombongan ini berangkat dari Kantor Polda Sulsel dan meninjau sejumlah pos pengamanan yang dilintasi menuju bandara.

Di bandara, Syahrul yang mengenakan seragam pegawai negeri sipil langsung menuju lantai dua di terminal keberangkatan penumpang. Sambil meninjau situasi bandara, dia sempat ngobrol dengan salah seorang penumpang dan menanyakan pelayanan bandara dan harga tiket.

Syahrul juga menyempatkan diri berbicara dengan turis asing yang sedang berdiri saat dia melintas. Dalam Bahasa Inggris, Syahrul menanyakan pelayanan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan kesan para turis asing ini. Mereka pun asyik ngobrol di luar pertanyaan yang pertama diajukan.

"Setelah mengecek di satu tempat, kesiapan aparat sangat baik. Tentunya ini demi memberikan rasa aman bagi masyarakat baik dari yang menggunakan jasa angkutan darat, laut dan udara. Aparat tahu persis apa yang mesti dilakukan," jelas Syahrul usai sidak.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura I, Rachman Syafrie, mengatakan menjelang H-5 Idulfitri, lonjakan penumpang menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Ditambah lagi dengan pengadaan extra flight yang terjadi di beberapa maskapai nasional. Seperti Sriwijaya Air, Garuda, Lion Air, Merpati dan Express Air.

"Ada peningkatan penumpang sampai enam persen. Dua belas maskapai reguler dan tiga maskapai carter. Terhitung sejak kemarin (Selasa, 14 Agustus, red) ada 225 flight per hari serta 280 ribu penumpang untuk arus mudik," ungkap Rachman Syafrie.

Dia juga menyinggung kunjungan Gubernur tersebut. Rachman mengaku, tidak ada rekayasa sepanjang kunjungan orang nomor satu di Sulsel itu. Seluruh penumpang bandara berhak mendapatkan fasilitas yang nyaman dan tidak ada masalah. Rachman juga memuji sidak tahun ini melibatkan seluruh unsur pemerintah, serta memantau hingga ke bagian operasional bandara. (rin/yun)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120814221836-gubernur-lihat-proses-mudik-di-bandara
Read More >>

Nurdin: Sulsel Rugi Jika SYL Ogah Jadi Gubernur


SELASA, 14 AGUSTUS 2012 

alt
BANTAENG,  – Bupati Bantaeng Prof Nurdin Abdullah mengatakan, masyarakat Sulsel termasuk golongan yang merugi jika Syahrul Yasin Limpo tak mau lagi menjadi gubernur. Pasalnya, sulit menemukan pemim­pin yang memiliki visi ke depan dan mau me­ngorban­kan kepentingannya untuk rakyat.
“Pak Syahrul adalah ketuanya gubernur se Indonesia. Dia komandannya gubernur. Jadi warga Sulsel rugi, jika Syahrul tak mau jadi gubernur
lagi,” kata Nurdin usai melaksanakan salat Ashar ber­jamaah dengan Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan ma­syarakat Bantaeng di Masjid Pantai Marina, Korongbatu, Kabupaten Bantaeng, Senin, 13 Agustus.
Ia mengungkapkan, ma­sya­rakat Bantaeng selalu memuji kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo sebagai Gubernur Sulsel. Pasalnya, buah pikiran dan terobosan yang berha­sil dilakukan Syahrul telah dinikmati masyarakat, khususnya di Kabupaten Bantaeng.
“Saya menutup MTQ tingkat desa tadi malam. Masyarakat di sana begitu memuji terus Pak Gubernur. Itu tidak salah. Masyarakat Bantaeng menikmati buah pikiran dan terobosan yang dilakukan. Seandainya ada rekamannya, saya ingin perlihatkan pada Pak Syahrul, betapa masyarakat di sana menaruh harapan besar,” ujarnya.
Nurdin mengungkapkan, salah satu bukti dari pemikiran Syahrul adalah pe­lebaran jalan di Loka dari 3,5 meter menjadi 12 meter.
“Jalan itu adalah jalan provinsi, sangat jarang ada pemimpin yang memiliki visi ke depan. Kenapa sampai diperlebar 12 meter? Karena Pak Syahrul melihat perkembangan Loka yang signifikan. Ke depannya bus wisata akan banyak menuju ke Loka,” terangnya.
Ia menambahkan, Pantai Marina juga bukan hasil kerja kerasnya sendiri sebagai bupati, tetapi juga ada campur tangan Gubernur Sulsel.
“Kami menaruh harapan besar pada Pak Gubernur. Pembangunan harus berkesinambungan, tidak cukup sampai di sini. Tidak cukup hanya lima tahun, harus dilanjutkan,” terangnya.
Harus Disempurnakan
Menanggapi hal itu Syahrul Yasin Limpo menga­takan, keberhasilan harus diulang sehingga makin sempurna. Be­gitupun dengan Rama­dhan, selalu ingin kita ulang. Karena, kita berharap Ramadhan bisa menyempurnakan apa yang kurang dan menstabilkan apa yang ada. Memperbaiki pendekatan vertikal kepada Allah dan pendekatan horisontal kita.
“Ramadhan juga meng­ajarkan kita hadir pada kehidupan yang penuh kasih sayang. Kita diajarkan hidup bahagia, sayang pada keluarga, ditandai dengan buka puasa dan sahur bersama dengan keluarga. Inilah puncak kebahagiaan yang harus dijaga. Sayang simbol hadirnya kebahagiaan,” urainya.
Menurutnya, kehidupan yang bahagia selalu diwarnai dengan agama yang baik. Pasalnya, agama membuat kehidupan ekonomi semakin baik, manusia semakin beradab, jujur, dan tahu saling menghargai. Agama sumber kehidupan yang makin baik.
“Saya selalu memegang prinsip itu. Bahkan, ketika saya mulai dari kepala desa, lurah, camat, bupati hingga gubernur. Dan semuanya berprestasi. Saya juga mendapatkan pendekatan tersebut ketika belajar ilmu pemerintahan hampir di semua negara di dunia,” jelasnya.
Ia pun berkesimpulan jika agama mampu mendorong kehidupan ekonomi yang sema­kin baik. Termasuk di Sulsel. Bahkan, Sulsel mampu menjadi provinsi terbaik di Indonesia.
Peningkatan ekonominya tertinggi nasional dan tingkat inflasinya terendah. Indikator lainnya, jumlah jemaah haji Sulsel juga terbanyak di Indonesia, mencapai 116 ribu orang dengan rata-rata waktu tunggu 15 tahun.
“Saya harap, apa yang kita capai ini, bisa kita teruskan. Kita lanjutkan semua yang baik-baik itu,” imbuhnya. (*/ute)
Read More >>

Diknas Sulsel Ancam Ambilalih Sertifikasi



SELASA, 14 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR, --Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sulsel mengimbau kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar untuk segera melakukan pembayaran sertifikasi guru di Makassar.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Diknas Sulsel, Abdullah Djabbar, mengatakan, hal itu sesuai dengan imbauan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk segera melakukan pencairan dana sertifikasi itu.
Disdik Sulsel juga mengaku elah melakukan berkoordinasi dengan pusat terkait tunjangan sertifikasi di beberapa daerah di Sulsel yang belum tersalurkan.
““Jelas ini sudah ada keputusan dari Pak Menteri (keuangan) untuk segera dicairkan karena uangnya sudah ada, itu saja. Saya juga sudah tanyakan itu kenapa tidak dicairkan, padahal uangnya kan sudah ada,” kata Abdullah Djabbar melalui telepon gengamnya, Senin, 13 Agustus.
Djabbar menjelaskan, tunjangan sertifikasi tersebut merupakan kebijakan pusat langsung ke pemerintah kabupaten dan kota. Jika pemkot tidak salurkan, maka evaluasi terakhirnya akan diambilalih oleh provinsi.
“Kenapa uang itu tidak disalurkan, padahal sudah ada uangnya. Ini juga yang kami bicarakan dengan pemerintah pusat bahwa masalah ini sama dengan dana BOS yang lalu. Di mana banyak pemerintah kabupaten/kota yang tidak salurkan tepat waktu, sehingga akhirnya diambil alih oleh provinsi,” jelasnya.
Djabbar juga mempertanyakan sistem pengelolaan tunjangan sertifikasi guru yang dilakukan oleh Pemkot Makassar, sehingga bisa mengalami keterlambatan seperti saat ini. Menurutnya, pemkot seharusnya setiap saat melakukan koreksi uang yang masuk di rekening daerah.
“Apakah ini tidak pernah melihat uang yang masuk ke kas daerah, paling tidak pemkot harusnya melakukan koreksi uang yang masuk di rekening itu. Karena, Pak Menteri Keuangan juga menyalurkan itu setiap triwulan. Apalagi setiap awal tahun ini sudah ada penetapan pencairannya,” katanya.
Dia menegaskan bahwa tunjangan sertifikasi tersebut merupakan hak guru, sebagai upaya mendorong guru untuk melaksanakan tugas dalam proses belajar mengajar dengan maksimal. (eky/ism)
Read More >>

PKK Sulsel Bantu Panti di Makassar



SELASA, 14 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR, — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel melakukan anjangsana dan pemberian bantuan kepada beberapa panti yang ada di Kota Makassar.
Ketua PKK Sulsel Ny Ayunsri Syahrul yang didampingi Hj Saddiah mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahunnya, setiap menjelang 17 Agustus.
“Anjangsana ini merupakan kegiatan amaliayah yang patut kita lakukan, apalagi ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Tanggal 17 Agustus juga sebagai momentum kita mengingat jasa para pahlwan yang telah mendahului kita,” kata Ayunsri, usai melakukan anjangsana, Senin, 13 Agustus.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir dalam kelompok ibu-ibu persit Kartika dan ibu-ibu Bhayangkari. Kunjungan pertama acara tersebut di rumah pahlawan Andi abdullah Bau Massepe, Jalan Sungai Katangka, kemudian ke jalan Mappaodang, keluarga almarhum Pongtiku.
Tim ini memberikan bantuan berupa uang tunai dan beras dua karung, mie instan, biskuit, mukenah, satu set bed cover, satu set cangkir, susu, teh, gula, minuman, serta minyak goreng.
Ayunsri yang juga istri Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, ini mengaku siap memberikan perhatian dan bantuannya dalam upaya mengembangkan usaha para penghuni panti.
Hingga saat ini, penghuni panti tersebut berjumlah 22 orang, dan yang dibina di luar panti sebanyak 20 orang. Panti sosial ini, menerima orang-orang yang tidak mampu ekonominya, sehingga diupayakan untuk memberdayakan penghuninya agar lebih nyaman beraktifitas di masa usia senja. (*/ism)
Read More >>

Disnaker Sidak Pembayaran THR Perusahaan



SELASA, 14 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR, —­ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulselbar melakukan inspeksi mendadak (sidak) kepada beberapa perusahaan di Kota Makassar terkait pengawasan pembayaran tunjangan hari raya (THR) para pekerja jelang Idul Fitri 1433 Hijriah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Saggaf Saleh, mengatakan, pihaknya telah melakukan sidak pada tujuh perusahaan sebagai sampel. Di antaranya, Jaffa, Makassar Te’ne, dan Furnitur.
Dari tujuh perusahaan yang disidak itu, sambungnya, rata-rata sudah membayarkan THR tersebut. “Sesuai dengan sampel yang kami pilih, dan mereka tidak tahu kami lakukan sidak di perusahaannya, ternyata mereka sudah bayar,” jelas Saggaf Saleh, melalui telepon selulernya, Senin, 13 Agustus.
Saggaf menjelaskan, Jaffa telah melakukan pembayaran THR sejak tanggal 3 Agustus lalu, kemudian Makassar Te’ne juga sudah selesai dari tanggal 8 Agustus, kemudian ada furniture yang kemarin berjanji membayarkannya.
Selain itu, Saggaf juga mengaku akan kembali melakukan sidak pada Selasa, 14 Agustus, hari ini. Hanya saja, ia enggan menyebut perusahaan mana saja yang akan disidak.
“Besok (hari ini) lagi beberapa perusahaan akan kami datangi. Saya tidak usah sebut namanya, karena saya mau ini tidak mereka tahu,” katanya.
Ia mengaku pengawasan dan sidak ini akan terus berlangsung sampai H-1 perayaan hari raya Idul Fitri 1433 hijriah mendatang. “Yang jelas ini akan terus kami lakukan sampai satu hari sebelum lebaran,” ujarnya.
Sementara untuk sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Kota, Ia mengaku telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait agar melakukan penanganan dan pengawasan langsung.
“Kabupaten/kota yang lainnya langsung ditangani oleh kabupaten/kota masing-masing. Untuk yang ini kami sidah sudah ada koordinasi dengan Pemkot Makassar, dan untuk beberapa perusahaan lainnya akan ditangani langsung oleh Pemkot Makassar,” katanya.
Apalagi, kata dia, sejak beberapa waktu lalu sudah ada surat Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, yang turun ke para bupati dan wali kota sebagai imbauan.
Ia menambahkan, jika dalam pengawasan dan sidak tersebut ada perusahaan yang tidak menunaikan pembayaran THR, pihaknya memastikan ada proses sanksi yang dikenakan. “Kami akan peringati dan kalau tetap tidak dibayarkan, maka itu bisa sampai pada proses pengadilan,” tegasnya.
Sebelumnya, Saggaf mengungkapkan pihaknya membentuk posko untuk memantau pembayaran THR oleh perusahaan. Posko itu juga untuk memberikan penjelasan ataupun menerima pengaduan dari pekerja, perusahaan, dan masyarakat serta menjembatani sengketa pemberian THR antara pekerja dengan perusahaan.
Saggaf menegaskan, sesuai peraturan kementerian, THR merupakan hak pekerja yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada para pekerjanya, sebab itu para pengusaha harus segera memberikan THR kepada pekerjanya tepat waktu, paling lambat tujuh hari sebelum lebaran atau H-7. (eky/ism)
Read More >>

Pemprov Resmi Serahkan 7,2 Juta DP4



SELASA, 14 AGUSTUS 2012 13:56

alt
Oktober KPU Target DPT Selesai
 MAKASSAR, — Pemerintah Provinsi Sulsel secara resmi telah menyerahkan daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4) sebanyak 7.232.734 jiwa kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin, 13 Agustus.
Kepala Biro Pemerintahan Umum Sulsel, Hasbi Nur mengatakan, penyiapan DP4 ini berdasarkan surat edaran Menteri Dalam Negeri nomor 470 tahun 2007 tentang petunjuk penyiapan data kependudukan.
Dalam edaran itu jelasnya disebutkan bahwa gubernur melalui sekretaris daerah bertanggung jawab untuk skala provinsi.
Sedangkan untuk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, bertanggungjawab pada teknis pelaksanaan penyiapan data kependudukan tersebut. “Sesuai dengan petunjuk yang diberikan KPU bahwa penyerahan DP4, lima bulan sebelum hari dan pemungutan suara dilaksanakan.
Karena pemungutan suara cagub-cawagub dilaksanakan pada 22 Januari 2013. Maka KPU meminta penyerahan DP4 diserahkan pada dalam kurung waktu 13 sampai 16 Agustus,” katanya.
Tetapi belakangan kata dia, KPU dan Pemprov Sulsel telah sepakat menyerahkan DP4 ke KPU diawal waktu, yakni pada tanggal 13 Agustus.
“DP4 ini yang kemudian akan dimutakhirkan lagi oleh KPU Sulsel sebagai bahan penyusunan daftar pemilih sementara (DPS) untuk  selanjutnya dijadikan sebagai daftar pemilih tetap (DPT).
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa dengan penyerahan DP4 ini, menandakan awal perhelatan agenda politik di Sulsel. “Harapan saya, semoga Ramadhan menjiwai penyerahan yang dilakukan ini, sehingga berpengaruh pada hasil kerja kita yang dimulai dari kebersihan pikiran,” ujarnya.
Mantan Wakil Gubernur Sulsel ini juga berharap dengan tahapan yang sudah ditetapkan sendiri oleh KPU, nantinya dari DP4 tersebut akan menghasilkan DPS kemudian menjadi DPT yang akurat.
Ia juga membantah anggapan bahwa dalam penyusunan DP4 tersebut rawan manipulasi, Pemprov Sulsel jelasnya meyakinkan itu tidak ada sama sekali niat dari semua unsur penyelenggara. “Kita semua dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kota, khususnya Provinsi Sulsel tidak niat seperti itu,” katanya.
Ketua KPU Sulsel, Jayadi Nas, sendiri mengutarakan pihaknya menargetkan pada Oktober mendatang daftar pemilih tetap (DPT) akan selesai.
“Ini kami akan susun supaya menjadi rapi per-kabupaten dan kota yang ada, kami akan susun selama satu bulan untuk kemudian lahir DPS, dan butuh satu bulan juga untuk pemutakhirannya. Mulai 15 September dan berakhir 14 Oktober dan disitu sudah ada DPT,” katanya.
Ia mengatakan dalam proses pemutakhiran, gunanya akan memverifikasi jika ada pemilih yang ganda, termasuk jika ada pemilih yang meninggal dunia dan sebagainya. Proses ini juga kata dia, akan menggunakan e-KTP sebagai pembanding.
“Jelas sekarang teman-teman KPU di kabupaten kota sudah siap. Setidaknya, mereka bisa memakai daftar pemilih dari pemilihan umum terakhir, baik Pilpres maupun pemilu kabupaten kota, itu saja yang dilihat, dimana saja yang bertambah dan berkurang,” katanya.
Untuk pemutakhiran data nantinya lanjut Jayadi akan melibatkan sebanyak 15.514 orang dalam tim verifikasi. Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah TPS yang akan ada saat pilgub mendatang. (eky/soe)
Read More >>

Wamen Dukung Festival Toraja



Selasa, 14 Agustus 2012

MAKALE – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung rencana Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menggelar Festival Toraja 2013.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Tana Toraja,Enos Karoma mengatakan, Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung dan Bupati Toraja Utara Frederik Batti Sorring bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sudah memaparkan rencana penyelenggaraan festival tersebut kepada Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar di Jakarta.

“Prinsipnya Pak Wakil Menteri sangat mendukung penyelenggaraan Festival Toraja tahun depan,”ujar Enos kemarin. Dia mengatakan, event itu bisa memberikan kontribusi bagi sektor pariwisata daerah dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Toraja. Festival Toraja akan menampilkan berbagai budaya dan kesenian lokal Toraja. Sebagai bentuk persiapan, dalam waktu dekat Pemkab Tana Toraja dan Pemkab Toraja Utara akan membentuk panitia lokal.

“Kami berharap, Festival Toraja masuk dalam kalender pariwisata nasional yang digelar setiap tahun untuk promosi wisata Toraja,”katanya. Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung mengatakan, Festival Toraja menyerupai Festival Danau Toba di Sumatera Selatan. Festival ini akan menyuguhkan beragam atraksi budaya dan seni lokal berbasis lingkungan. ● joni lembang 

Read More >>

Syahrul: Kalau Ada PNS Terima Parsel,



Selasa, 14 Agustus 2012 

MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Dr Syahrul Yasin Limpo MH mengimbau seluruh PNS lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel agar tidak  menerima hadiah. Hadiah dimaksud berupa uang, bingkisan/parsel, fasilitas maupun pemberian lainnya dari bawahan, rekan kerja, dan atau rekanan/pengusaha yang berhubungan dengan jabatannya. 

Penerima gratifikasi bagi PNS yang tidak terhindarkan menerima hadiah agar dapat melaporkan hal tersebut kepada gubernur sebagai bahan penyampaian kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Terhadap penerima bingkisan makanan yang dikhawatirkan kadaluarsa jika disimpan lama agar dapat disalurkan ke panti asuhan, panti jompo, dan tempat-tempat sejenis lainnya yang membutuhkan. Dengan catatan melaporkan hal itu ke KPK disertai penjelasan taksiran harga dan dokumentasi penyerahannya.
       
“Imbauan ini berdasarkan surat edaran yang telah ditandatangani Gubernur Sulsel per tanggal 13 Agustus 2012,” jelas Inspektur Provinsi Sulsel Dr Azikin Solthan MSi melalui rilis yang diterima Tribun Timur, Selasa (14/8/2012).

Imbauan gubernur tersebut mengadu surat Ketua KPK Nomor B.1827/01-13/07/2012 per tangga; 26 Juli 2012 perihal imbauan penerima hadiah terkait hari raya. (*/tribun-timur.com)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/08/14/syahrul-kalau-ada-pns-terima-parsel-laporkan
Read More >>

Senin, 13 Agustus 2012

Pemprov Sulsel Segera Memiliki Perusda Agroindustri



Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan segera memiliki Perusahaan Daerah Agroindustri. Perusahaan ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan asli daerah. Kepala Biro Ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Firda, baru-baru ini di Makassar mengungkapkan bahwa Perusahaan Daerah Agroindustri ini nantinya akan lebih fokus pada pengembangan kakao, beras, rumput laut, serta jagung yang merupakan komoditi andalan Sulsel. Perizinan Perusda ini tinggal menunggu surat keputusan dari Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo.
Untuk Perusahaan Daerah yang terlebih dahulu ada, agar memfokuskan usaha yang selama ini menjadi usahanya untuk lebih dikembangkan, seperti bangunan, perhotelan, dan sektor lainnya. Menurut Kepala Biro ekonomi Sulsel, kedua Perusda ini tidak ada hubungan satu sama lain dan tidak saling tumpah tindih. Kedua Perusda ini nantinya akan saling bersaing memasukkan PAD ke daerah.
Salah satu nama yang menjadi kandidat untuk menduduki jabatan Kepala Perusahaan Daerah Agroindustri adalah Tan Malaka Guntur, yang merupakan mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Sulsel yang pensiun sejak dua bulan lalu. Selain menyiapkan nama calon pemimpin Perusda Agroindustri, pihak pemprov juga telah menyiapkan fasilitas lain, seperti perkantoran dan kendaraan operasional.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel mengeluarkan kebijakan untuk memangkas dua unit Perusda yang selama ini dinilai tidak memberikan kontribusi untuk daerah. Dari keempat Perusda yang ada selama ini, diketahui hanya satu yang efektif, sedangkan Perusda Umum akan mengambil alih bagian perdagangan umum dan pariwisata.
Sv (Senin, 13 Agustus 2012)

Read More >>

Sulsel Genjot Produksi Jagung



Senin, 13 Agustus 2012
MAKASSAR,  -- Gagal panen jagung menyusul kegagala kedelai membawa dampak positif bagi Sulsel. Harga di tingkat petani naik akibat pasokan jagung ke pasar dunia menipis.

"Pemerintah AS pada hari Jumat lalu  merilis data tanaman yang terimbas kekeringan. Jagung, juga turut terkena dampak. Kemungkinan gagal panen di AS memicu kenaikan harga jagung internasional," kata Wakil Gubernur Agus Arifin Nu'mang, Minggu, 12 Agustus.

Agus mengatakan, kegagalan panen jagung di AS adalah peluang bagi Sulsel. Sebab permintaan naik, otomatis harga jagung di tingkat petani melonjak.
"Informasi itu berharga, jagung kita memang banyak diperdagangkan ke luar Sulsel. Banyak diserap oleh industri. Produksi kita stabil, 1,470 jt ton pada 2011. Prediksi kita tahun ini, bisa mencapai 1,8 jt ton," katanya.

Lulusan PPs Pertanian Unhas ini, mengemukakan, untuk mendukung produktivitas petani, Pemprov Sulsel bersama pemerintah kabupaten menyiapkan bibit jagung yang unggul dan sesuai kebutuhan pasar. Selain itu, Pemprov menjaga ketersediaan pupuk serta membangun infrastruktur pengairan dan jalan desa.

Peningkatan harga beli jagung diakui oleh salah satu pedagang komoditas, William. William mengakui membeli jagung kering pipilan seharga Rp2.550 per kg dari petani dan pengumpul. Bulan lalu harganya masih Rp2.300 per kg.

Sependapat dengan William, Kabid. Tanaman Pangan Dinas Pertanian Sulsel Aris Mappeangin mengakui, harga jual jagung dari petani trennya semakin naik. Areal pertanaman jagung pun bertambah menjadi 284.000 hektare. "Kita upayakan ada peningkatan lahan dan memaksimalkan lahan yang sudah ada setiap tahun," jelasnya.

Soal ancaman kekeringan di Sulsel, menurut pengamatan Wagub justru berbanding terbalik antara padi dan jagung. "Kalo banyak hujan, petani sawah tadah hujan tanam padi, kalo kering mereka tanam jagung," ujar Agus.
Sidak Pasar

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2012, Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang didampingi Wakil Bupati Pangkep Abd Rahman Aseegaf dan Sekkab Pangkep Anwar Recca meninjau pasar. Hal ini dilakukan untuk melihat dari dekat kondisi harga sembako di pasar khususnya Pangkep.

Wagub langsung melakukan  dialog dengan pedagang di pasar. Seorang pedagang, Sumiati, mengaku harga dagangan berfluktuasi. "Harganya tidak tetap pak. Menjelang Ramadan harga ayam Rp27 ribu, kemudian turun Rp23 ribu. Sekarang naik lagi Rp24 ribu-Rp25 ribu," aku Sumiati kepada Wagub. (zul/upi)

Read More >>

jagung Sulsel Hasilkan Rp3,7 T



Senin, 13 Agustus 2012 
Tahun Ini, Target 1,8 Juta Ton 

MAKASSAR, -- Jagung, salah satu komoditas yang memacu laju perekonomian di Sulsel. Jika produksi 1,5 juta ton tercapai, maka dalam setahun, omzet jagung di tingkat petani mencapai Rp3,7 triliun.

"Ini kesempatan kita memacu produksi. Karena Amerika Serikat (AS) yang selama ini jadi salah satu pemasok sedang ada masalah," kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Senin, 13 Agustus.

Dia lalu mengkalkulasi, bahwa omzet Rp3,7 triliun bukan tanpa data. Jika target 1,5 juta ton tercapai dengan harga Rp2.500 per kg, maka hasilnya Rp3,7 triliun. Apabila proyeksi 2012 ini sebanyak 1,8 juta ton tercapai, maka omzet bisa mencapai Rp4,5 triliun.

"Mari kita lanjutkan keberhasilan ini. Tahun ini, kita sama-sama target 1,8 jt ton produksi Jagung, mungkin omzetnya sekira 4,5 triliun," kata Syahrul di Jeneponto, Senin, 13 Agustus.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, H Latunreng membenarkan apa yang disampaikan oleh gubernur. "Saat ini jagung semakin meningkat, prospek pasarnya sangat cerah. Beberapa negara sudah tidak melepas stok jagungnya karena mereka pun kekurangan suplai," katanya.

Jagung sangat bernilai karena dijadikan bahan bakar Ethanol oleh Amerika Serikat dan beberapa negara maju. "Jagung kita banyak dibeli oleh industri untuk dijadikan bahan kosmetik dan pakan ternak. Potensi harga naik sangat besar karena besarnya permintaan," jelasnya.

Peningkatan perdagangan komoditas pertanian termasuk jagung meningkatkan serapan tenaga kerja non formal. "Tak salah memang jika pemerintah sulsel terus menggenjot produksi jagung," katanya. (zul/upi)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120813234649-jagung-sulsel-hasilkan-rp37-t
Read More >>

Minggu, 12 Agustus 2012

PASAR MURAH: Transaksi Capai Rp500 Juta



Minggu, 12 Agustus 2012

Pasar murah yang digelar di Lapangan Hasanuddin itu ikut membantu menutupi kebutuhan pokok sejumlah warga kurang mampu di saat harga kebutuhan pokok melonjak. Tak heran, saat mulai dibuka, para pengunjung langsung menyerbu beberapa stan yang menyiapkan beberapa kebutuhan pangan. Salah satunya adalah stan telur ayam ras, yang hanya memberi harga Rp26 ribu untuk satu rak (30 butir).

Hingga malam tadi, pasar murah ini mencatatkan transaksi sebesar Rp500 juta. "Transaksinya cukup besar, dan pada hari berikutnya, kita prediksi jumlahnya meningkat menjadi Rp800 juta. Hingga hari ketiga, saya yakin transaksinya bisa mencapai miliaran," kata Ketua Kadin Sulsel, Zulkarnain Arief, saat usai menggelar evaluasi bersama panitia pasar murah, malam tadi.

Karena jumlah transaksi yang besar, hasil rapat evaluasi tersebut juga memutuskan memperpanjang waktu pasar murah dari dua hari, menjadi tiga hari. Zulkarnain menambahkan, harga-harga yang dijual dalam pasar murah tersebut, didiskon 40 persen, sampai 70 persen.

"Para pedagang yang kita datangkan memang dari kalangan distributor. Ada 76 distributor yang ikut berpartisipasi, dan mengisi 48 tenda. Kita minta mereka memberi harga paling murah, masing-masing stan kita fasilitasi tempat, dan tenda secara gratis," kata Zulkarnain.

Pembukaan pasar murah dihadiri ketua Persatuan Istri (Persit) Chandra Kirana Kodam VII/Wirabuana, Indah Nizam, Ketua Kadin Sulsel, Amrullah Abbas, serta perwakilan Polda Sulsel. "Pasar murah tersebut kita harap bisa membantu menutupi kebutuhan masyarakat mendekati lebaran," kata Indah.

Tenda-tenda tersebut disiapkan Kodam VII, Polda Sulsel, dan Kadin. Beberapa barang yang dijual seperti pakaian, alat rumah tangga, sepatu, dan barang lainnya. Penyelenggara juga membagikan bingkisan berisi gula, terigu, dan bahan sembako lainnya, untuk 500 kaum duafa. (sbi/ars)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120812014320-transaksi-capai-rp500-juta
Read More >>

Syahrul Terima Tantangan Ilham



Minggu, 12 Agustus, 2012

MAKASSAR -- Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menerima "tantangan"  Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin untuk adu prestasi. Ia mengajak sang "penantang" untuk membandingkan bobot penghargaan yang diterima masing-masing.
"Bolehlah kalau ada yang mengaku memiliki lebih banyak perhargaan, boleh kita baku lihat perhargaannya, yang mana yang lebih berbobot," kata Syahrul, Minggu (12/8/2012).

Pada 12 Agustus 2011 lalu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wali Kota Makassar sama-sama menerima penghargaan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Syahrul mendapat Penghargaan Bintang Mahaputra Utama, sedangkan Ilham dianugerahi Bintang Jasa Utama.

Informasi dari situs sekretariat negara, setneg.go.id, diketahui Bintang Mahaputra Utama adalah Bintang Mahaputra kelas III. Bintang ini adalah penghargaan sipil yang tertinggi yang diberikan sesudah Penghargaan Bintang Republik Indonesia.

Lima kasta Penghargaan Bintang Mahaputra masing-masing Bintang Mahaputra Adipura, Bintang Mahaputra Adipradana, Bintang Mahaputra Utama, Bintang Mahaputra Pratama, dan Bintang Mahaputra Nararya.
Sedangkan penghargaan yang diraih Ilham, masih dikutip dari informasi website setneg.go.id, adalah penghargaan tertinggi di kelasnya. Penghargaan ini adalah bintang medali sipil yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan derajat setingkat di bawah level penghargaan Bintang Mahaputra.
Penghargaan ini diberikan dan dikeluarkan kepada mereka yang berjasa luar biasa terhadap nusa dan bangsa pada bidang atau hal tertentu di luar militer. Terdapat tiga tingkatan penghargaan bintang jasa, masing-masing Bintang Jasa Utama, Bintang Jasa Pratama, dan Bintang Jasa Nararya.

"Kalau itu masih belum cukup, bagus juga kalau kita kasih baku tanding siapa yang paling bagus kumisnya," tantang Syahrul. 

Sumber: http://www.tribunnews.com/2012/08/12/syahrul-terima-tantangan-ilham

Read More >>

SYL: Keberhasilan Sulsel Karena Sistem Pemerintahan yang Baik



Minggu, 12 Agustus 2012

Makassar Sulsel,  – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku turut senang jika ada jajarannya baik di dalam pemerintahan di Sulsel maupun organisasi partai yang berprestasi banyak.
“Saya terbiasa di Golkar maupun di pemerintahan menggunakan manajemen delegasi. Saya paling kontrol pada tataran delegasinya, siapa yang bertanggungjawab, ketua atau bupati dan wali kota mana yang bertanggung jawab,” kata Syahrul.
Menurutnya, keberhasilan Pemprov Sulsel saat ini tidak lepas dari sistem yang sudah berjalan akibat manajemen pendelegasian tersebut. Ia juga menepis jika keberhasilan tersebut karena sejumlah kepala daerah di Sulsel berasal dari partai yang sama dengannya.[KM2]

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=10970

Minggu, 12 Agustus 2012

Makassar Sulsel,  – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku turut senang jika ada jajarannya baik di dalam pemerintahan di Sulsel maupun organisasi partai yang berprestasi banyak.
“Saya terbiasa di Golkar maupun di pemerintahan menggunakan manajemen delegasi. Saya paling kontrol pada tataran delegasinya, siapa yang bertanggungjawab, ketua atau bupati dan wali kota mana yang bertanggung jawab,” kata Syahrul.
Menurutnya, keberhasilan Pemprov Sulsel saat ini tidak lepas dari sistem yang sudah berjalan akibat manajemen pendelegasian tersebut. Ia juga menepis jika keberhasilan tersebut karena sejumlah kepala daerah di Sulsel berasal dari partai yang sama dengannya.[KM2]

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=10970
Read More >>

SYL DINILAI PEMIMPIN KHARISMATIK



MINGGU, 12 AGUSTUS 2012 

Sukses Tumbuhkan Perekonomian Sulsel, Sejumlah Bupati Kritisi Pernyataan Ilham 
MAKASSAR, CAKRAWALA — Keberhasilan Sulawesi Selatan (Sulsel) yang kini meraih 113 penghargaan tingkat nasional selama kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo (SYL), diakui sejumlah bupati. Kesuksesan ekonomi Sulsel dinilai tidak terlepas dari sosok SYL yang kharismatik.
Tak heran apabila Syahrul masuk 70 nominator kepala daerah terbaik versi The City Mayor Foundation. Itu jika merujuk pada pertumbuhan ekonomi Sulsel yang selalu di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain menanggapi keberhasilan Syahrul, sejumlah bupati di wilayah Sulsel juga menyayangkan dan mengkritisi klaim Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Dimana IAS menyatakan, keberhasilan Syahrul Yasin Limpo karena usaha dirinya. Bahkan IAS menantang SYL untuk adu prestasi.
Bupati Kabupaten Sidrap, Rusdi Masse, pun menyayangkan pernyataan Ilham tersebut. Menurutnya, Ketua DPD I Demokrat tersebut keliru danberpikir sempit jika mengatakan hal seperti itu.
Rusdi menjelaskan, pro­ses kerja para bupati/wali kota dalam mendorong pertumbuhan dan kemajuan ekonomi Sulsel, karena didorong pula oleh kepemimpinan kuat, kharismatik, dan mampu mengelola pemerintahan dengan manajemen yang baik, terukur, dan terarah.
“Syahrul itu sukses sebagai gubernur karena mampu mengarahkan dan mengkoordinir para bupati dan wali kotanya sehingga mencapai ke­suksesan,” tegas Rusdi, Sabtu, 11 Agustus kemarin.
Rusdi menambahkan, majunya Sulsel bukan karena usaha seorang wali kota saja. Namun hal tersebut adalah kontribusi dari 24 kabupa­ten/kota yang ada di kawasan Sulawesi Selatan.
Sementara Bupati Kabupaten Barru, Idris Syukur menambahkan, kepemimpinan Syahrul sebagai gubernur sa­ngat kuat. Idris menyatakan, Syahrul adalah sosok pemimpin yang memiliki kekuatan personal dan mampu mengkoordinir para bupati, sehingga laju pertumbuhan ekonomi Sulsel akseleratif.
Prestasi Sulsel Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), lanjut Idris, membuat Sulsel dipercaya pemerintah pusat. “Efeknya sangat besar bagi masyarakat Sulsel. Bahkan, dana dan bantuan pinjaman bisa mengalir ke Sulsel demi pembangunan. Itu karena kinerja gubernur dan kinerja para bupati yang terarah dan terkoordinir oleh gubernur,”terang Idris.
Bupati Kabupaten Soppeng, Andi Soetomo, tidak mau kalah. Ia mengungkapkan, Kabupaten Soppeng dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Khusus­nya, dalam hal pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebut Andi Soetomo, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Soppeng mencapai 7,9 per­sen. Sedangkan, income per kapita sebesar Rp14 juta per kepala.
“Hal ini bisa dicapai karena bimbingan Pak Gubernur,” kata Andi Soetomo, usai Salat Tarawih berjamaah bersama Syahrul Yasin Limpo di Masjid Agung Darussalam, Kabupaten Soppeng, Kamis, 9 Agustus malam lalu.
Menurut Andi Soetomo, SYL sebagai figur pemimpin Sulsel mampu memberikan arahan dan mengkoordinir para bupati dan pihak terkait untuk memajukan Sulsel.
Adik kandung Syahrul, Irman Yasin Limpo saat dimintai tanggapannya terkait pernyataan Ilham, menjawab dengan singkat.  “Prestasi apa ya yang diraih Ilham? Adipura kali ya,” celetuknya.
Boleh jadi itu sindiran. Sebab, selama menjabat dua periode Wali Kota Makassar, justru Makassar kehilangan Piala Adipura. Sebelum dijabat Ilham, Makassar selalu mendapat Piala Adipura bahkan menjadi langganan bagi Makassar.
Di bawah Ilham, pengelolaan dan tata kota Makasar dinilainya amburadul dan semrawut. Salah satu contoh, ung­kap Irman, penanganan kios dan pedagang bekas Pasar di Jalan Irian yang kini sangat kumuh dan jorok. (del/tir)
Read More >>

Sabtu, 11 Agustus 2012

SYL Bedah Rumah Di Bone


SABTU, 11 AGUSTUS 2012 

alt
BONE, --Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bone, Jumat, 10 Agustus. Dalam kunjungan kerjanya, mantan Bupati Gowa dua periode ini me­lakukan dua hal, yakni melakukan bedah rumah bersama Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FKPSM) Bone.
Bedah rumah yang dilakukan di Watampone disambut baik oleh warga setempat. Bukan hanya pemilik rumah, tapi seluruh warga yang ada di sekitar bedah rumah tersebut tersentuh dan ikut ambil bagian dalam proses pembangunan bedah rumah tersebut.
“Inilah berkah ramadan, kita semua di hadapan Allah sama. Mari di bulan suci Ramadhan ini kita saling bahu membahu menuju kebaikan, termasuk melakukan bedah rumah bagi warga yang rumahnya tidak layak huni,” ujar Syahrul.
Bedah rumah di Kabupaten Bone ini, menurut Ketua FKPSM Sulsel, Irman YL sudah ke-15 unit. Sebelumnya, sebanyak 14 unit rumah yang tak layak huni “disihir” menjadi rumah ideal di Makassar belum lama ini.
Setelah selesai melakukan bedah rumah, Syahrul kemudian mengukuhkan pengurus FKPSM di Hotel Wisata Watanpone. Dan selanjutnya, SYL dan rombongan melakukan kunjungan ke pasar tradisional Watampone.
Di pasar inilah SYL mengecek harga sembako, dan rata-rata penjual tidak mengeluhkan kenaikan yang tidak signifikan, karena stok bahan tidak terkendala di Bone.
Saat melakukan kunjungan ke pasar, SYL dikerumuni penjual dan pembeli sekadar untuk salaman dan foto bersama. Tak sedikit warga Bone yang meneriakkan tagline “Don’t Stop Komandan” dan “Oppoki Komandan”.
Dalam rangkaian kunjungan ini, Syahrul didampingi tokoh masyarakat Bone dan sekaligus Sekda Provinsi Sulsel Andi Muallim. (*/ute)
Read More >>