Minggu, 14 Oktober 2012

Gubernur Siap Benahi PSM Makassar


Minggu, 14 October 2012

MAKASSAR– Gubernur Syahrul Yasin Limpo menyatakan kesiapannya untuk membenahi tim sepakbola kebanggaan Sulsel, PSM Makassar.


Pernyataan tersebut disampaikan Syahrul menyusul kondisi internal pasukan Ramang yang terpuruk pascadiamabil alih konsorsium Liga Primer Indonsia (LPI). Gubernur mengaku prihatin dengan kondisi PSM karena sebelumnya sepakbola menjadi jalan untuk mengangkat derajat daerah ini. Kprihatinan tersebut disampaikan saat membuka Turnamen Supporter Hasanuddin yang memperebutkan piala gubernur di Lapangan Hasanuddin,kemarin.

Ia pun mengajak seluruh warga Sulsel untuk bersama membenahi PSM Makassar. “Apanya kira-kira yang salah sehingga PSM terpuruk,”tanya Syahrul,kemarin. Pertanyaan Gubernur tersebut spontan dijawab ratusan Supporter Hasanuddin jika hal tersebut akibat manajemen dan pengurus.

Syahrul mengaku, selama ini tak ingin mencampuri urusan internal PSM Makassar. Ia mengaku takut jika dinilai melakukan intervensi, meskipun tujuannya sangat positif. “Kalau dulu, saya takut dikatakan intervensi, makanya selama ini saya diam dan tak mencampuri,” ujarnya didampingi anggota DPD Bahar Ngitung (Obama).

Ia pun membandingkan antara PSM dengan olahraga karate yang dipimpinnya.Ia membeberkan jika karate adalah cabang olahraga yang didominasi oleh Sulsel di PON Riau. “Cabang olahraga karate yang saya pimpin itu peraih medali emas terbanyak di PON, bahkan banyak prestasi di dunia internasional,” ungkapnya.

Jika karate bisa berprestasi, maka Syahrul menegaskan, sepakbola juga harus berprestasi. Ia pun berjanji akan turun tangan membenahi tim kebanggan Makassar itu.“Tahun depan kita sudah bisa benahi, Insya Allah kita akan selalu bersama,cuma kalau saya pimpin harus juara,” janjinya. Terkait turnemen yang digelarnya bersama supporter Hasanuddin, Syahru mengatakan, kejuaraan ini bukan lantaran menjelang Pilkada.

Namun, kejuaraan ini dilakukan untuk kali kedelapan sehingga tidak bisa dikait-kaitkan dengan politik.“Turnamen seperti inilah yang bisa mengangkat citra dan derajat persepakbolaan kita di Sulsel,” kata dia.

Sementara itu Ketua Panitia Tournamen Supporter Hasanuddin Rasman Rasyid meminta kepada Syahrul untuk mengembalikan kejayaan sepakbola di Sulsel.Jika tidak,maka sepak bola di Sulsel akan terus terpuruk.“ Kita minta Pak Syahrul turun tangan agar sepak bola di Sulsel bisa kembali berjaya,”pintanya. abd salam malik 

Read More >>

Jokowi Undang SYL Hadiri Pelantikannya


Minggu, 14 Oktober 2012
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mendapatkan undangan untuk menghadiri pelantikan Gubernur  DKI Jakarta terpilih Joko Widodo (Jokowi). Pelantikan Jokowi -A Hok sendiri akan dilakukan di Jakarta, Senin besok (15/10).
 
Staff Humas Pemrov sulsel, Badaruddin mengatakan Syarul di undang dalan kapasitasnya sebagai Gubernur Sulsel dan Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).
“Pak GUb di undangan sebagai Gubernur sulsel dan ketua Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI),dan sudah dijadwalkan dalam agenda,” ujar Badar, Minggu 14/10/2012 via ponselnya. [km2]
Short URL: http://www.kabarmakassar.com/?p=16518
Read More >>

Syahrul Lepas Penyu di Pangkep


Minggu, 14 Oktober 2012
MAKASSAR,  - Duet pasangan incumbent kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) menyisir daerah kepulauan yang ada di Sulawesi Selatan, Minggu (14/10).

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang (AAN) melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Selayar, Minggu (14/10). Mantan Ketua DPRD Sulsel ini bertolak ke Selayar tadi pagi dari Makassar.

Di Kabupaten Kepulauan ini, tepatnya di Kampung Nelayan, Pulau Gusung, Kecamatan Bontolebang, Agus memberikan bantuan kepada warga sekitar.

Terpisah, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo juga tengah berada Pulau Pandangan Kabupaten Pangkajene Kepulauan untuk membuka Turnamen Sepak Bola Sayang II Cup dan penyerahan bantuan, serta pelepasan penyu. (*/tribun-timur.com)

Read More >>

"Lovely December" untuk Wisatawan Domestik


Minggu, 14 Oktober 2012 

Makassar - Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman menyatakan, Festival Budaya Toraja, Sulawesi Selatan, "Lovely December" diperuntukkan untuk wisatawan domestik, namun tetap terbuka untuk wisatawan mancanegara.

Lovely December memang gerakan pulang kampung untuk perantau Toraja yang berada di luar Provinsi Sulsel melalui gerakan 'Toraja Mamali' (rindu kampung halaman Toraja) yang digelar tiap tahun.

Hal itu dikemukakan Jufri Rahman di Makassar, Minggu, menanggapi kritikan tokoh adat, pengamat pariwisata, praktisi pariwisata dan berbagai kalangan lainnya yang menyoroti bahwa Pemprov Sulsel salah program dan salah jadwal menggelar festival budaya Toraja setiap akhir bulan Desember, sebab pada saat bersamaan wisatawan Eropa yang selama ini terbanyak masuk ke Sulsel merayakan Natal bersama keluarga di negaranya masing-masing.

Diakui, selama beberapa tahun menggelar festival budaya Toraja Lovely December, yang banyak berkunjung hingga angka ribuan orang adalah wisatawan domestik, sedangkan wisatawan mancanegara jumlahnya sangat sedikit, sehingga menjadi sorotan.

Harusnya sejak awal Kepala Dinas Pariwisata sebelumnya Suaib Mallombasi menjelaskan kepada masyarakat melalui pers bahwa tujuan festival budaya itu adalah untuk wisatawan domestik warga Toraja pulang kampung.

Konsepnya sama dengan pertemuan saudagar Bugis-Makassar setiap tahun seusai Idul Fitri. Khusus Toraja dilakukan festival dengan puncak acara saat Natal, sebab mayoritas warga Toraja beragama Nasrani yang akan pulang mudik merayakan natal bersama keluarganya di Toraja.

Momentum itu digunakan untuk membangkitkan perekonmian lokal Toraja agar bergerak dinamis dan khusus tahun ini puncak acara Lovely December 27 Desember 2012, ucap Jufri Rahman.

Festival budaya Toraja Lovely December yang setiap tahun menghabiskan dana miliaran rupiah merupakan pesta rakyat yang didukung dana APBD Provinsi, APBD Kabupaten dan swadaya masyarakat.

Tokoh masyarakat yang juga praktisi pariwisata Sulsel, Nico B. Pasaka mengharapkan Lovely December menjadi pesta natal terbesar dan termeriah di Indonesia setiap tahun, sehingga secara bertahap, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara ingin melihat festival tersebut.

Bila pemerintah daerah dan pemerintah provinsi mendukung secara maksimal Lovely December, maka bisa saja mulai tahun 2012 ini, pada bulan Desember Tanatoraja akan sangat atraktif, sebab seluruh pohon di pinggir jalan akan dipasangi balon lampu seakan menjadi pohon natal yang menyatu di seluruh Toraja dipadukan dengan kegiatan spiritual dan budaya tradisional.

"Itu mimpi kami, sehingga tanpa klaim mengklaim antara masyarakat dengan pemerintah, Lovely December akan menjadi ikon atraksi wisata paling menarik di Sulsel yang secara langsung akan berdampak terhadap peningkatan arus kunjungan wisatawan domestik dan internasional," ujarnya.

Sebelumnya, Dewan Pertimbangan DPP ASITA (Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia) Bachtiar Manaba yang juga praktisi pariwisata nasional menyatakan, Kami sebagai pelaku pariwisata yang selalu mendatangkan wisatawan Eropa, tidak bisa mempromosikan festival Budaya Toraja Lovely December tersebut sebab berbenturan dengan jadwal natal yang tetap setiap tahun.

Sebenarnya, lanjutnya, sangat disayangkan dana miliaran rupiah tiap tahun hanya sekedar dihambur-hamburkan, mengingat biaya pesta adat Tanatoraja sangat mahal, sehingga harus ada pola baru memadukan festival budaya untuk domesik yang banyak dinikmati wisatawan mancanegara agar ada pengaruh signifikan terhadap peningkatan arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulsel, mengingat wisata budaya Toraja tetap menjadi daya tarik utama kunjungan turis ke Sulsel. (T.KR-MH/F003)
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/42700/lovely-december-untuk-wisatawan-domestik
Read More >>

Jalur Kereta Api Makassar-Parepare Masih Tunggu DED Rampung


Minggu, 14 Oktober 2012


MAKASSAR: Kementerian Perhubungan masih menunggu rampungnya penyusunan Detail Engineering Design (DED), untuk memastikan berapa nilai investasi dan luas lahan yang dibutuhkan dalam proyek pembangunan jalur kereta api Makassar-Parepare.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, proyek tersebut nanti akan disinergikan dengan angkutan massal monorel di kawasan Maros, Makassar, Sungguminasa, Takalar (Mamminasata).

“Saat ini, penyediaan jalur kereta api Makassar hingga Parepare baru tahap penyusunan feasibility study, dan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Sulsel dengan Kementerian Perhubungan,” kata Mangindaan usai Inaugural Flight Garuda Indonesia CRJ1000 NextGen di Makassar, Jumat (12/10).

Menurutnya, sejumlah investor dari Rusia, Korea Selatan, dan India telah siap menanamkan modalnya untuk proyek tersebut. Bahkan tegasnya, data para investor telah diserahkan ke Pemprov Sulsel.

Hingga kini, pihaknya masih menunggu penyusunan DED, yang ditargetkan tahapan itu rampung paling lambat akhir tahun ini sehingga pembebasan lahannya dapat dimulai tahun depan.

Dia menegaskan, DED merupakan dokumen penting untuk memastikan berapa nilai investasi dan luas lahan yang dibutuhkan.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo berharap, proyek pembangunan jalur kereta api Makassar hingga Parepare itu dapat berjalan sesuai target.

“Pertumbuhan jumlah kendaraan di Sulsel setiap tahun cukup tinggi. Oleh sebab itu, dibutuhkan transportasi massal yang dapat meminimalisir kemacetan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah menurunkan tim dari Dirjen Perkeretaapian untuk mempercepat realisasi penyediaan kereta api Makassar hingga Parepare.

Kepala Bagian Perencanaan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Jumardi mengungkapkan, penurunan tim merupakan tindak lanjut nota kesepahaman yang ditanda tangani Pemprov Sulsel dengan Kementerian Perhubungan.

“Khusus study kelayakan, akan dibiayai melalui APBN. Sedangkan study basic design, diserahkan ke Pemprov Sulsel,” tegasnya.

Kedua study bertujuan, menetapkan jalur kereta api dan ditargetkan rampung akhir 2012.

Sementara itu, pembangunan konstruksi bandara perintis di Kabupaten Tana Toraja ditargetkan berjalan pada 2013.

Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika Provinsi Sulsel Masykur Sulthan mengatakan, total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp700 miliar.

“Pembangunan bandara perintis di Kabupaten Tana Toraja sudah dimulai tahun ini. Tahap awal, yakni pematangan lahan seluas 225 hektar dengan anggaran Rp290 miliar dari APBN, dan ditargetkan telah rampung pada akhir tahun depan,” ungkap Masykur.

Rencananya, pembangunan konstruksi bandara disesuaikan dengan lahan yang telah siap, sehingga prosesnya lebih cepat karena tidak perlu menunggu pematangan lahan rampung secara keseluruhan.

Menurutnya, total anggaran Rp700 miliar yang dibutuhkan sudah termasuk untuk penyediaan sejumlah fasilitas seperti Air Traffic Control (ATC).

Dia menambahkan, pembangunan bandara perintis merupakan salah satu upaya mendorong sektor pariwisata di Kabupaten Tana Toraja, agar wisatawan yang datang tidak perlu melalui jalur darat yang harus ditempuh selama delapan jam.

Bandara tersebut katanya akan memiliki landasan pacu hingga 1.900 meter, yang dapat didarati pesawat berbadan lebar jenis boeing. (K46/faa)
Read More >>

Sabtu, 13 Oktober 2012

Sulsel Siapakan 10 Atlet di Sirnas Surabaya


SABTU, 13 OKTOBER 2012

MAKASSAR,  - Menghadapi kejuaraan Sirkuit Nasional (Sirnas), November di Surabaya, Tim bulu tangkis Sulawesi Selatan akan menurunkan 10 atlet terbaiknya.
Adapun nama atlet tersebut, yang akan mengikuti Sirnas di Surabaya 2012, diantaranya, Richie, Yardi Setiawan, Nurul Ayudiah, Jendry Mikhail, Randy Perkasa dan Rian
Pelatih Bulutangkis Sulsel Ahmad, belum lama ini, mengungkapkan, diterjunkannya ke 10 atlet tersebut, sebagai upaya peningkatan kualitas dan prestasi atlet.
Namun yang menjadi kendala saat ini, anggaran yang dimiliki tim bulutangkis Sulsel, cukup minim, sehingga harus mencari sponsor untuk membantu keberangkatan atlet.
Terkait target di even tersebut, atlet tidak dibebankan sama sekali, hal itu bertujuan untuk memberikan pe­ngalaman kepada seluruh atlet.
Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulsel Atman Amir menjelaskan, kegagalan Tim Sulsel di PON 2012 akibat minimnya pengalaman atlet. Artinya dengan memperbanyak tampil di kejuaraan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan mental atlet. (hen/mri)
Read More >>

Pemprov Bentuk Tim Dokter Layani Veteran di Sulsel

Sabtu, 13 Oktober 2012


MAKASSAR – Pemprov Sulsel akan membentuk tim dokter untuk memberikan pelayanan dan memeriksa kesehatan para legiun veteran yang tersebar di 24 kabupaten/kota.

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengungkapkan, program pelayanan kesehatan terhadap para pejuang veteran tersebut, nantinya akan mendatangi secara rutin rumah para veteran. Hal ini, untuk mengoptimalkan program layanan kesehatan masyarakat, khususnya para veteran yang telah berjuang untuk kemerdekaan RI di masa lalu. ”Kita lihat sekarang, ratarata veteran itu umurnya sudah mencapai 80 tahun.

Makanya kita programkan ini, sehingga jika ada veteran yang sakit,tim dokter bisa bergerak langsung ke rumah masing-masing veteran ini,” kata Wagub di Makassar, kemarin. Oleh karena itu,dalam waktu dekatinipihaknya akanberkoordinasi dengan para ketua legiun veteran di seluruh kabupaten/ kota,untukmengetahuijumlah veteran pejuang di Sulsel. Hal ini dilontarkan Wagub seusai membuka rapat koordinasi Pelayanan PT Askes kepada para veteran di Hotel Grand Clarion Makassar,kemarin.

Kepala Group Manager Kepesertaan dan Pemasaran PT Askes Andayani Budi Lestari mengatakan, program layanan kesehatan yang digagasnya itu bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan). Para legiun veteran ini juga akan mendapatkan layanan kesehatan Kelas I, dan bisa terlayani di seluruh rumah sakit (RS) di Sulsel, serta RS TNI dan RS Polri. Masingmasing veteran juga akan mendapatkan satu buah kartu, dan khusus keluarganya juga memperoleh satu kartu Askes. ● wahyudi

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/534781/
Read More >>

Jumat, 12 Oktober 2012

Gubernur Tegur Pemkot Makassar-Terbitkan Izin Pembangunan di Sempadan Sungai


Jumat, 12 Oktober 2012

MAKASSAR– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo melayangkan surat teguran kepada tiga kepala daerah yang dianggap mengeluarkan izin pembangunan yang melanggar garis sempadan sungai.

Ketiga kepala daerah yang disomasi tersebut yakni Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Bupati Luwu A Mudzakkar, serta Bupati Pinrang Aslam Patonangi.Surat somasi tersebut dikeluarkan setelah ketiga daerah ini dianggap mengeluarkan surat izin kepada pengusaha untuk mendirikan bangunan dan usaha di atas sungai dan irigasi. Pelarangan tersebut tercantum pada Perda No 9/2009 tentang RTRW Sulsel,Perpres No 55/2011 tentang Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Mamminasata, dan Undang- Undang No 26/2007 tentang garis sempadan sungai, pantai, dan irigasi.

“Kami sudah keluarkan somasi terkait pelanggaran itu. Termasuk Makassar.Sungai dibanguni macam-macam, sehingga semakin sempit,” tegas Syahrul saat menerima kunjungan Tim Penilai Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Bidang Sumber Daya Air (SDA) di Kantor Gubernur Sulsel. Dia berharap, suratnya tersebut bisa diterima oleh para bupati dan wali kota,sehingga ke depannya, tidak sembarangan lagi mengeluarkan izin pendirian bangunan dan usaha di lokasi-lokasi yang bisa mengganggu kelestarian lingkungan.

“Kita tampak tak berdaya di sini.Wali kota dan bupati tak berwenang kalau kami berikan sanksi. Gubernur tak berwenang. Yang bisa hanya ditegur,”bebernya. Informasi yang dihimpun SINDO, dugaan pelanggaran yang dilakukan Pemkot Makassar karena mengeluarkan izin pendirian perumahan di bantaran Sungai Jeneberang dan Sungai Tallo. Sedangkan Kabupaten Luwu mengeluarkan izin tambang milik pribadi di bantaran sungai.

Sementera,Kabupaten Pinrang dianggap melanggar setelah mengeluarkan izin pendirian pasar di bantaran sungai di wilayahnya. “Sungai misalnya,harusnya diperlebar.Tapi dengan alasan mau diluruskan, padahal ada kepentingan tertentu di situ,” ungkapnya. Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sulsel Soeprapto Budi Santoso yang dikonfirmasi,membenarkan pemberian surat somasi tersebut.

Menurutnya, Pemprov Sulsel sebelumnya telah beberapa kali mengingatkan kepada pemerintah daerah yang bersangkutan kalau proyek yang tengah dalam pengurusan izin melanggar ketentuan sempadan sungai dan irigasi. “Tapi tetap saja pada proses perizinannya tetap dikeluarkan. Yang mendapatkan somasi itu Makassar,luwu,serta Pinrang. Itu dilayangkan dua minggu lalu,” katanya di Kantor Gubernur Sulsel kemarin.

Sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo telah memberikan warning kepada seluruh bupati/ wali kota terkait banyaknya sejumlah proyek pembangunan yang melanggar garis sempadan pantai dan bantaran sungai. Peringatan Syahrul tersebut dituangkan dalam surat edaran bernomor 065/1434/ UPTD.MM tertanggal 3 Mei 2011 lalu.Selain itu,para kepala daerah di Sulsel juga diminta untuk melakukan pengamanan dan pengendalian fungsi lahan pertanian serta hutan mangrove yang kian menipis.

Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Pemkot Makassar Nadja Emma yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui adanya somasi itu. Emma juga enggan menanggapi lebih jauh adanya isu somasi itu sebelum dia melihat langsung suratnya. “Kami belum tau soal itu,” katanya melalui pesan singkat SMS kepada SINDO.

Kabag Humas Pemkot Makassar Mukhtar Tahir saat dihubungi mengaku belum pernah melihat atau mengetahui adanya surat dari gubernur tersebut.“Kami belum tahu itu dek. Mungkin suratnya di Dinas Tata Ruang,”tambahnya. wahyudi/supyan umar

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/534395/
Read More >>

Lovely December Fokuskan Turis Lokal


Jumat, 12 Oktober 2012
 
Jufri Rahman

 MAKASSAR, -- Lovely December kembali akan digelar di Toraja. Puncaknya pada 27 Desember. Sejumlah kalangan mengkritik event ini karena digelar saat wisatawan mancanegara justru memilih pulang ke negaranya merayakan Natal.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Jufri Rahman, menjawab kritikan itu. Menurut dia, Lovely December memang difokuskan untuk menggaet turis lokal, khususnya warga asli Toraja di perantauan.

"Rata-rata orang Toraja kan pulang untuk merayakan Natal di kampungnya. Nah, itu yang jadi incaran kita," kata Jufri di kantornya, Kamis, 11 Oktober.

Disbudpar Sulsel coba memanfaatkan konsep "Toraja Mamali" atau rindu Toraja. Masyarakat yang pulang kampung diharapkan menjadi pendorong kegiatan ekonomi. Konsep itu mirip Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM). Pengusaha pulang kampung sambil melakukan konsolidasi ekonomi.

"Yang jelas, Lovely December mampu mengatrol tingkat hunian hotel di Toraja. Saat ini, okupansi di sana sudah di atas 50 persen. Padahal dulunya sangat rendah," klaim Jufri.

Lovely December memang sudah dimulai sejak Maret lalu. Puncaknya pada Desember mendatang atau dirangkaikan dengan perayaan Natal.

Selain Lovely December, Disbudpar Sulsel juga sedang bersiap dengan Takabonerate Island Expedition 2012, 19-21 November. Kegiatan ini juga diyakini bisa meningkatkan tingkat kunjungan ke Selayar.

Ekspedisi ini direncanakan diikuti 200 peserta untuk fun trip. "Fishing tournament melibatkan peserta dari enam negara," tambah Jufri.

Takabonerate Island Expedition 2012 diharapkan tak hanya membuat transaksi ekonomi meningkat, namun juga mampu mempromosikan Selayar sebagai tempat yang pas untuk kegiatan maritim. (zul/upi)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121011232215-lovely-december-fokuskan-turis-lokal%27#.UHfe1QhmNr4.twitter
Read More >>

Rp15 Miliar untuk Gizi Buruk


Jumat, 12 Oktober 2012
 
MAKASSAR, -- Gizi buruk yang masih banyak ditemukan di empat kabupaten/kota se Sulsel ditangani melalui program NICE. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp15 miliar untuk penanganan gizi buruk di Kota Makassar, Jeneponto, Maros, dan Pangkep.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Rachmat Latief mengatakan, penanganan gizi buruk di daerah yang mendapat program Nutrition Improvement through Community Empowerment (NICE) dipercayakan kepada kelompok gizi masyarakat atau KGM.

Anggarannya yang berasal dari pinjaman Asian Development Bank (ADB) langsung ke masing-masing KGM. "Program berlangsung selama lima tahun dan berakhir 2012, tahun ini," kata Rachmat, Kamis, 11 Oktober.

Setiap KGM yang berada di satu desa memperoleh dana penanganan gizi buruk sebesar Rp140 juta selama lima tahun. Jumlah KGM di Sulsel tercatat sebanyak 206 KGM.

KGM yang memperoleh anggaran pengentasan gizi buruk tersebar di Makassar sebanyak 64 KGM, Jeneponto 50 KGM, Maros 46 KGM, dan Pangkep 50 KGM.

"Empat daerah ini dipilih menjadi target program NICE dengan pertimbangan masih banyak ditemukan kasus gizi buruk. Setiap KGM harus membuat proposal dan berkomitmen menurunkan angka penderita gizi buruk di daerahnya," tutur Rachmat.

Pemanfaatan dana NICE untuk intervensi penderita gizi buruk seperti pemberian makanan tambahan. KGM yang mengelola NICE juga dapat memanfaatkan untuk usaha pembuatan abon ikan dan telur asin agar dapat digunakan sebagai dana abadi untuk pengentasan gizi buruk. (rif/pap)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121011232949-rp15-miliar-untuk-gizi-buruk 
Read More >>

Pemprov Batasi Area Konsesi Vale


Jumat, 12 Oktober 2012

 

Area konsesi pertambangan PT Vale Indonesia Tbk di Sulsel tidak diperpanjang seluruhnya. Pemprov Sulsel hanya memberikan rekomendasi perpanjangan izin area konsesi pada lahan yang potensial tergarap.
Setelah pelepasan lahan konsesi seluas 28.000 hektare, atau sekitar 12,8 persen dari luas total kontrak karya pada 2010 lalu, lahan konsesi PT Vale menjadi 190.000 hektare. Lahan 118.387 hektare di antaranya berada di Sorowako.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, renegosiasi kontrak karya PT Vale di pusat memberikan perpanjangan izin pemanfaatan lahan. "Namun, perpanjangan area konsesi hanya pada kawasan yang potensial secara operasional," kata Syahrul, Kamis, 11 Oktober.

Pembicaraan pemanfaatan area konsesi kembali dilakukan gubernur dengan Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Nico Kanteer, di Kantor Gubernur Sulsel, kemarin.
Syahrul mengatakan, keputusan akhir perpanjangan lahan konsesi tambang PT Vale tetap ditentukan Pemerintah Pusat. "Tambang nikel mendapat pengawasan nasional, tetapi tidak mengabaikan peranan pemerintah daerah," tegas Syahrul.

Perhitungan area konsesi yang dapat diperpanjang masih terus dilakukan sampai saat ini. Perpanjangan kontrak karya harus diberikan, kata dia, untuk keberlangsungan investasi dan usaha.
Namun, Syahrul menyebut sekitar 100 hektare lebih dipastikan tidak dapat lagi diperpanjang karena dinilai tidak optimal pengelolaannya.

Dia menepis anggapan bahwa pemprov sengaja mempersulit operasional PT Vale. "Kita mau lihat dulu, jangan sampai sudah diperpanjang tapi akhirnya dialihkan lagi. Saya menjamin keberlangsungan industri dan investasi," katanya.
Nico Canteer yang ditemui usai pertemuan mengaku belum dapat mengungkap luas area konsesi yang dilepas. Begitupula dengan jumlah saham, dengan pertimbangan masih dalam tahap pembicaraan dengan Pemerintah Pusat. (rif/sil)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121012011743-pemprov-batasi-area-konsesi-vale
Read More >>

Bupati Soppeng Raih Juara Penanam 1 Miliar Pohon


Jumat, 12 Oktober 2012



WATANGSOPPENG- Bupati Soppeng Andi Soetomo meraih juara pertama dalam pelaksanaan lomba kinerja penanam satu miliar pohon tahun 2011 se-Sulawesi Selatan. Piagam penghargaan yang ditandatangani Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo itu akan menjadi koleksi penghargaan prestasi H A Soetomo selaku Bupati Soppeng.

"Piagam penghargaan yang ditandatangani Gubernur Sulsel akan diserahkan langsung dalam suatu acara nanti," ungkap Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Soppeng Werding As, kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (12/10/2012).

Ia juga menjelaskan, berdasarkan keputusan Guberrnur Sulsel Nomor 2330/IX/tahun 2012 tanggal 20 September 2012 tentang penetapan lomba rehabilitas hutan dan lahan penanaman satu miliar pohon tahun 2011 untuk penilaian Bupati Juara I Andi Soetomo dengan nilai 45,04, juara II A Idris Syukur dengan nilai 42,78, Bupati Maros M Hatta Rahman sebagai juara III dengan nilai 41,89.

Untuk Walikota Juara I diperoleh Wali Kota Parepare H Syamsu Alam 25,38, untuk juara II diperoleh Wali Kota Palopo PA Tenriajeng dengan nilai 15,40 dan juara III diperloleh Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dengan nilai 11,20.

Sementara itu Bupati Soppeng A Soetomo kepada wartawan menyatakan, selama ini pihaknya hanya berbuat bagaimana agar Soppeng bisa lebih baik dan lebih maju kedepan. Ia juga menambahkan bahwa di setiap kesempatannya selalu menekankan agar masyarakat senantiasa menanam pohon karena dengan menanam selalu ada hasil yang ditunggu.

Adapun jenis tanaman yang menjadikan Bupati Soppeng sebagai juara ditanam di delapan kecamatan dengan jenis kayu jati local, trambesi, mahoni, jati putih, kemiri, mangga, rambutan, durian, aren.(*)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/10/12/bupati-soppeng-raih-juara-penanam-1-miliar-pohon
Read More >>

SYL: Ingin Cerdas, ya Membaca, Ingin Mencerdaskan, ya Menulis


Jumat, 12 Oktober 2012
 
Makassar – Gubernur sulsel Syahrul Yasin Limpo ternyata memiliki hobby membaca dan menulis buku. Bahkan saat ini sudah ada beberapa buku yang ditulisnya. Beberapa buku yang sudah diterbitkan di antaranya Jangan Marah di Muara,Jangan Mengaduk Samudra, Ambil Tanganku ku Ambil Tanganmu, Lidah-lidah Emas Syahrul Yasin Limpo, dan sejumlah judul lainnya.
 
Salah satu bukunya yang diklaim karya terbaik, yakni Jangan Marah di Muaralebih banyak mengulas tentang kepemimpinan, nilai-nilai hidup dan pesan moral. Buku setebal 176 halaman itu diterbitkannya pada Januari 2005 saat dia masih menjabat wakil gubernur Sulsel.


Menurutnya jika seseorang ingin cerdas, maka harus rajin membaca, dan jika ingin mencerdaskan orang lain maka menulislah.

Syahrul mengaku, karena kesibukannya, maka lebih banyak membuat tulisan dengan menggunakan smartpone. Akibatnya bisa diduga, ponselnyapun banyak rusak karena sering dipakai menulis.
“Saya tidak tahu kenapa tombol HP (ponsel) saya ini selalu rusak.Lucunya,hanya spasinya yang selalu rusak. Sudah dua kali saya mengganti HP yang seperti ini,”Ujarnya.

Syahrul mengatakan, menulis buku merupakan salah satu hobi yang tak bisa ditinggalkannya. Bahkan, dalam waktu dekat, dia kembali akan meluncurkan salah satu buku yang telah selesai ditulis.[KM2]

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=16274
Read More >>

Gubernur Sulsel Canangkan Gerakan Sadar Gizi


Jum, 12/10/2012 
Gubernur Sulsel, H. Syahrul Yasin Limpo mencanangkan gerakan Nasional Sadar Gizi Tingkat Provinsi Sulsel, di Gedung Celebes Convention Center (CCC) Makassar, Kamis, 11 Oktober 2012. Acara Gerakan Nasional Sadar Gizi merupakan program kerja yang mesti diteruskan kelanjutannya ke 33 Provinsi di Indonesia  ini dihadiri oleh 2.060 kader gizi yang tersebar di Makassar, Maros dan Jeneponto.
Menurut Syahrul Menjadi Kader bukan hal yang mudah karena kader adalah orang-orang pilihan yang memberikan kontribusi ke daerah kearah yang  lebih baik sesuai tugas masing-masing dan tugas kader adalah melanjutkan hal yang baik-baik. Rakyat harus mendapatkan gizi yang baik. Orang yang gizinya baik pasti sehat, cerdas, bisa bekerja maksimal dan memiliki daya tahan tubuh. Kita harus memperbaharui tekad dan kemauan kita, bahwa setiap kader tahu fungsi, tanggungjawab, ilmu dan agendanya.
Syahrul juga mengatakan, pada umumnya mereka yang kekurangan gizi karena tidak ada yang memberi tahu dan ada persoalan rumah tangga. Persoalan gizi buruk bukan hanya karena mereka miskin. Inilah tugas para kader mendampingi warga karena kita ingin hidup rakyat makin baik.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sulsel, Rachmat Latief mengatakan kader gizi tersebut tersebar di 206 desa/kelurahan. Program perbaikan gizi melalui pemberdayaan masyarakat terus dilakukan sehingga berimplikasi pada IPM. Tiap desa menerima bantuan berupa paket gizi masyarakat sebesar Rp 104 juta selama tiga tahap.
Pencanangan Gerakan Nasional Sadar Gizi Tingkat Provinsi Sulsel ini juga dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada kader gizi berprestasi dan bantuan kit emergency.

Read More >>

Menteri Perhubungan dan Gubernur Sulsel Launching Garuda CRJ 1000


Jumat, 12 Oktober 2012
Makassar, – Menteri Perhubungan RI Edward Ernest Mangindaan, didampingi Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo saat ini, Jumat (12/10/2012) menghadiri Launching Garuda Indonesia CRJ 1000 di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Dalam sambutannya, SYL berharap nantinya akan ada pertemuan dengan Gubernur se Indonesia untuk mebahaspesawat Garuda CRJ 1000 NextGen.
“4 pesawat ini diharap bukan hanya milik Sulsel, tapi milik semua. Dan kami siap bantu untuk peningkatan Sulsel sebagai pilar utama Pembangunan Indonesia Timur,” Kata SYL.
Sebelum menutup sambutannya, Syahrul berharap nantinya, Menteri Perhubungan bisa membantu Sulsel untuk pembuatan Kereta Api.
“Saran kami terminal monorel ditambah dan diperluas lagi sebagai kekuatan Indonesia Timur. Supaya ada tong kereta apinya orang Sulsel,” Terang SYL.[KM3]

Short URL: http://www.kabarmakassar.com/?p=16315
Read More >>

SISI LAIN SYAHRUL YASIN LIMPO-Dua Ponsel Rusak demi Menulis Buku


Jumat, 12 Oktober 2012




Syahrul Yasin Limpo tiba tiba muncul di Media Center SYL di Jalan H Bau pada Senin (8/10) malam. Seperti biasa, Gubernur Sulsel ini tampil mengenakan syal bermotif macan tutul yang melingkar di lehernya.


Sejumlah orang yang ada di ruangan itu sontak kaget karena kunjungan tersebut tidak diagendakan sebelumnya. Calon gubernur incumbentini menyempatkan singgah di tempat itu sekadar bercengkrama dengan anggota timnya.Agenda utamanya pada malam itu adalah menghadiri acara takziah salah seorang kerabatnya. Syahrul sempat bercerita beberapa menit sebelum meninggalkan tempat itu.

Salah satu yang jadi topik pembahasan malam itu adalah telepon seluler (ponsel) miliknya yang rusak. “Saya tidak tahu kenapa tombol HP (ponsel) saya ini selalu rusak.Lucunya,hanya spasinya yang selalu rusak. Sudah dua kali saya mengganti HP yang seperti ini,”katanya sambil menunjukkan ponselnya. Dari cerita Syahrul itu kemudian terungkap kebiasaannya selama ini. Mantan bupati Gowa ini ternyata memiliki kebiasan menulis.

Namun,posisinya sebagai pejabat publik membuat dia memiliki waktu yang terbatas.Untuk menyiasati waktu yang sedikit itu,ponselnyalah yang menjadi pilihan tepat tatkala menuangkan ide dan isi pikirannya. “Mungkin itu yang bikin HP cepat sekali rusak. Memang selalu saya pakai menulis kalau ada yang saya anggap menarik,”ujar Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini. Dengan nada sedikit membanggakan diri,dia kemudian membeberkan kebiasaannya menulis buku.

Dia mengaku beberapa bukunya lahir dari kebiasaannya mengetik di ponsel.Kebiasaan itu dianggapnya hiburan di tengah setumpuk jadwal padat sebagai gubernur maupun sebagai ketua partai. “Tidak bisa bosmukalah bukuku.Sudah delapan mi yang jadi.Risikonya,juga sudah dua HP seperti ini rusak karena terus dipakai mengetik,”katanya seraya kembali merogoh sakunya mengeluarkan ponselnya tersebut.

Syahrul mengaku kadang menghabiskan waktu saat melakukan perjalanan panjang dengan mengetik bahan untuk bukunya.Itu terutama ketika dia melakukan perjalanan darat selama berjam-jam. Syahrul selama ini dikenal memiliki banyak buku hasil tulisannya yang berisikan pemikiran-pemikiran inovatif, termasuk pengalamannya bersentuhan dengan masyarakat.

Beberapa buku yang sudah diterbitkan di antaranya Jangan Marah di Muara,Jangan Mengaduk Samudra,Ambil Tanganku ku Ambil Tanganmu,Lidah-lidah Emas Syahrul Yasin Limpo,dan sejumlah judul lainnya. Salah satu bukunya yang diklaim karya terbaik,yakni Jangan Marah di Muaralebih banyak mengulas tentang kepemimpinan,nilai-nilai hidup dan pesan moral.Buku setebal 176 halaman itu diterbitkannya pada Januari 2005 saat dia masih menjabat wakil gubernur Sulsel.

Syahrul mengatakan, menulis buku merupakan salah satu hobi yang tak bisa ditinggalkannya. Bahkan, dalam waktu dekat,dia kembali akan meluncurkan salah satu buku yang telah selesai ditulis. “Segera akan kita lauching. Saya juga berencana menuangkan semua ide dan pemikiran saya di SYL Ways agar juga dibuatkan buku,” katanya.

SYL Ways merupakan program yang menampilkan Syahrul di televisi dengan membawakan materi pidato tentang pemerintahan dan kepemimpinan. Sebelum meninggalkan SYL Media Center malam itu, Syahrul sempat berpesan untuk tidak berhenti berkreasi. “Intinya jangan berhenti berkreasi.Kalau mau cerdas harus banyak membaca.Kalau mau ikut mencerdaskan orang lain,yamenulis,”tutur Syahrul. jumardin akas

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/534509/
Read More >>

Lagi, Sulsel Nominator Penghargaan Nasional PSDA


Jumat, 12 Oktober 2012


MAKASSAR,  – Pundi-pundi penghargaan yang diraih Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan bertambah. Sulsel kembali masuk nominasi lima besar penghargaan nasional Pe­ngelolaan Sumber Daya Air (PSDA).

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Tim Penilaian Kinerja Perangkat Daerah (PKPD) dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Ruang Kerja Gubernur, Kamis, 11 Oktober.

Anggota Tim PKPD, Dr Robert J Kodoatie mengatakan, Provinsi Sulsel masuk lima besar nasional, bersama Jatim, Jateng, Yogyakarta, dan Jawa Barat.

“Dalam rangka penentuan peringkat, tim dibawah pimpinan Sekditjen SDA Kementrian PU melakukan kunjungan,” ujarnya.

Secara pribadi, Robert mengaku kagum dengan pola pikir Syahrul selaku gubernur karena sangat menjaga air. Bahkan, Syahrul lebih memprioritaskan kelestarian air dibanding pengelolaan tambang.

“Saya angkat topi soal ini. Padahal, potensi tambang di Sulsel ini sangat besar. Hanya, kalau lahan tambang dibuka, tidak ada air tanah yang bisa tumbuh. Tambang, kalau mengolahnya salah, bahaya. Untuk tanah tumbuh butuh waktu ribuan tahun,” terangnya.

Sementara Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, perekonomian Sulsel sangat tergantung pada sektor pertanian. Karena itu, air tidak boleh bersoal. Tidak boleh ada yang mengganggu pengairan.

“Hanya, ini persoalan yang tidak mudah karena melibatkan semua unsur dan ada sekat-sekat ekonomi yang tidak dipahami,” ungkapnya.

Masalah irigasi dan pengairan, jelas Syahrul, harus menjadi fokus semua pihak di Sulsel. Untuk menjaga hal itu, perencanaanya harus holistik.

“Dalam lima tahun saya tidak keluarkan izin tambang untuk menjaga air. Ini tidak ada kaitannya dengan penghargaan. Tapi, kalau mau perbaiki kehidupan rakyat, ini harus optimal. Irigasi sangat menentukan, bahkan kalau perlu industri harus korban,” urainya.

Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Sulsel itu, menjelaskan, terkait program air bersih di Sulsel, tidak ada desa tanpa air bersih. Untuk menjaga air, di Sulsel telah menanam 120 juta pohon dan membangun embung di tiap desa/kelurahan.

“Persoalannya, irigasi dan jalan12 tahun tidak direhab akhirnya lowsis tidak bisa dihindari. Padahal, 17 provinsi makan dari Sulsel.

Masalahnya, agenda aksi kita tidak sesuai dengan APBN,” bebernya. (*/ute)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/daerah/lagi-sulsel-nominator-penghargaan-nasional-psda
Read More >>

Kamis, 11 Oktober 2012

Pemprov Sulsel Nominasi Lima Besar Nasional Bidang PSDA


Kamis, 11 Oktober 2012


Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersiap menambah pundi-pundi koleksi penghargaannya dari pemerintah pusat. Pemprov Sulsel tercatat sebagai nominasi lima besar penghargaan nasional bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA).

Sulsel berada di bawah Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat. Sehari sebelumnya, Rabu (10/10/2012), Sulsel pun masuk dalam nominasi peraih penghargaan Ksatria Bhakti Husada Aditya di bidang kesehatan dari Tim Verifikasi dari Kementerian Kesehatan.

Secara pribadi, anggota Tim Penilaian Kinerja Perangkat Daerah (PKPD), Robert J Kodoatie kagum dengan pola pikir Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo karena sangat menjaga kualitas air. Bahkan menurutnya, Syahrul lebih memprioritaskan kelestarian air dibanding pengelolaan tambang.

"Saya angkat topi soal ini dengan pola kerja Gubernur Sulsel. Sulsel ini memiliki potensi tambang yang sangat besar, tapi beliau lebih mementingkan untuk menjaga kualitas air daripada melakukan eksploitasi tambang," kata Robert usai bertemu Syahrul, Kamis (11/10/2012).

"Kalau lahan tambang dibuka, tidak ada air tanah yang bisa tumbuh. Untuk diketahui, tambang, kalau mengolahnya salah, bahaya. Untuk tanah tumbuh butuh waktu ribuan tahun," terangnya.

Syahrul, saat dimintai komentarnya mengungkapkan, perekonomian Sulsel sangat tergantung pada sektor pertanian. Karena itu, air tidak boleh bersoal. Tidak boleh ada yang mengganggu pengairan.

"Persoalan ini tidak mudah karena melibatkan semua unsur dan ada sekat-sekat ekonomi yang tidak dipahami," ungkapnya.

Masalah irigasi dan pengairan, jelas Syahrul, harus menjadi fokus semua pihak di Sulsel. Untuk menjaga hal itu, perencanaanya harus holistik.

"Dalam lima tahun saya tidak keluarkan izin tambang untuk menjaga air. Ini tidak ada kaitannya dengan penghargaan. Tapi, kalau mau perbaiki kehidupan rakyat, ini harus optimal. Irigasi sangat menentukan, bahkan kalau perlu industri harus korban," urainya.

Terkait program air bersih di Sulsel, Syahrul mengatakan tidak ada desa tanpa air bersih. Untuk menjaga air, di Sulsel telah menanam 120 juta pohon dan membangun embung di tiap desa/kelurahan.

"Persoalannya, irigasi dan jalan 12 tahun tidak direhab akhirnya lowsis tidak bisa dihindari. Padahal, 17 provinsi makan dari Sulsel. Masalahnya, agenda aksi kita tidak sesuai dengan APBN," bebernya.

Sumber: http://www.tribunnews.com/2012/10/11/pemprov-sulsel-nominasi-lima-besar-nasional-bidang-psda
Read More >>

Sulsel Masuk Nominator Penghargaan Bidang Kesehatan


Sulawesi Selatan kembali masuk dalam nominasi peraih penghargaan di bidang kesehatan, Ksatria Bhakti Husada Aditya. Sulsel dinilai berhasil membangun terobosan dalam program layanan kesehatan yang prorakyat. Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara Tim Verifikasi dari Kementerian Kesehatan dengan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo di Kantor Gubernur, Rabu, 11 Oktober 2012.

Menurut Ketua Tim Verifikasi, Mustikowati, timnya telah melakukan evaluasi tiap dua tahun. Selain melakukan verifikasi lapangan, juga untuk mengetahui apa yang ingin dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam program-program kesehatan.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa sektor kesehatan menjadi program prioritas Pemprov. Sulsel. Ratusan miliar rupiah dikucurkan setiap tahun untuk memback-up program-program kesehatan. Penguatan puskesmas menjadi awal dari kesehatan gratis. Kunjungan pasien makin banyak ke puskesmas, karena itu memberi energy ke puskesmas menjadi penting. Tidak hanya puskesmas, namun Pemprov. terus mendorong pengembangan rumah sakit kabupaten/kota. Mulai dari manajemen hingga fasilitas sarana dan prasarana. Harus ada keberpihakan terhadap rakyat dengan menjamin kesehatannya, kita benahi mulai dari tempat tidurnya, berapa tempat tidur, medis dan para medis hingga dokter ahli.

Gubernur berharap, dari segi pelayanan, rumah sakit yang ada di Sulawesi Selatan juga semakin baik. Secara teknis, semuanya terkendali dan tidak ada lagi penolakan pasien yang dilakukan pihak rumah sakit. Ada hal-hal yang konsisten kita lakukan, tingkat kesehatan masyarakat semoga meningkat dengan kesehatan gratis.

Read More >>

Konferensi Internasional Asosiasi IMI Ketiga Akan Digelar Di Makassar


Kam, 11/10/2012 
Tidak kurang dari 500 ilmuwan dari 33 provinsi di Indonesia dan dari berbagai negara di dunia akan mengikuti Konferensi Internasional Asosiasi Ilmuwan Manajemen Indonesia di Hotel Swiss Bell In, Makassar, 19 – 20 Oktober 2012 pekan depan. Dalam konferensi ini akan dibicarakan mengenai kebijakan-kebijakan manajemen bisnis lokal. Hal ini dikatakan Sekretaris Ilmuwan Manajemen Indonesia (IMI) Makassar, Roslina Alam saat bertemu dengan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo di Ruang Kerja Gubernur, Rabu, 10 Oktober 2012.

Konferensi pertama digelar di Bali dan yang kedua dilaksanakan di Riau. Konferensi Internasional yang akan dilaksanakan di Makassar merupakan yang ketiga kalinya. Dengan melalui konferensi ini diharapkan kita bisa merumuskan sesuatu yang substansi untuk kearifan lokal.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo mengatakan, panitia harus mempersiapkan acara konferensi secara matang. Akomodasi harus dipersiapkan sejak awal karena kerap menjadi persoalan. Meskipun  kita sudah menambah 500 kamar, masih butuh sekitar 3.000 kamar. Kita perlihatkan di Makassar, bukan hanya seminarnya tapi juga dari sisi pelayanannya. Tidak hanya itu, masing-masing delegasi harus didampingi panitia, jangan sampai ada hambatan atau kendala, kita berikan kesan yang baik untuk tamu-tamu yang akan datang.

Lanjut dikatakan, secara tidak langsung, konferensi itu juga membantu ekonomi rakyat. Pasalnya, mereka datang ke Makassar dan tentunya akan belanja di Makassar. Di kultur kita orang Sulsel, manajemen atau akselerasi bisnis kita canggih karena tidak mengenal kompetisi.

Read More >>

Sulsel Bidik Wisatawan Domestik


Makassar, 11 Oktober 2012
Masih seretnya kunjungan wisatawan mancanegara, mendorong pemerintah Sulawesi Selatan mengutamakan promosi wisatanya untuk menggaet wisatawan Nusantara. Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Jufri Rahman, Wisatawan Nusantara lebih berpotensi membangkitkan kembali dunia pariwisata Sulsel.

“Saat ini, Wisatawan Nusantara lebih potensial digarap, untuk meningkatkan kunjungan wisata di Sulsel. Lovely Toraja misalnya, itu sebenarnya ditujukan kepada warga Toraja untuk pulang kampung. Baik itu didalam atau di luar negeri,” kata Jufri, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu.
Dia juga menyatakan, dengan adanya peningkatan kunjungan wisatawan domestik, akan meningkatkan kembali kunjungan wisatawan asing ke daerah tujuan wisata di Sulsel.
“Peningkatan kunjungan wisatawan domestik, akan menjadi pencitraan yang bagus kepada dunia pariwisata di luar negeri. Sehingga Sulsel akan kembali menjadi salah satu tujuan utama turis asing” harapnya.
Jufri juga menyatakan, para wisatawan domestik tidak terlalu menuntut pelayanan yang berstandar internasional. Hal Ini memberi peluang kepada Sulsel untuk
membangkitkan kembali kepariwisataan sambil membenahi infrastruktur yang terkait dengan dunia wisata.[KM05]
Short URL: http://www.kabarmakassar.com/?p=16180
Read More >>

Rabu, 10 Oktober 2012

Pelabuhan Untia-Syahrul Geram Tender Proyek Mandek


Rabu, 10 October 2012
MAKASSAR – Kelanjutan tender proyek perampungan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia yang terus tertunda membuat gerah Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Kemarin, Gubernur memerintahkan Asisten II Bidang Perekonomian Yaksan Hamzah untuk mengambil alih proyek senilai Rp360 miliar tersebut. Syahrul mengaku geram karena hingga triwulan III 2012, proyek pembangunan PPN Untia tersebut tidak kunjung berjalan. Padahal, pada tahun ini proyek pelabuhan perikanan itu mendapatkan anggaran dari APBN sebesar Rp15 miliar.

Dia pun mengaku akan segera memanggil Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Sulsel Iskandar, untuk mempertanyakan penyebab belum dimulainya proyek kelanjutan PPN Untia. “Proyek ini tak bisa terlalu lama, harus segera diambil alih.Saya juga sudah perintahkan Asisten II memanggil kadis bersangkutan, tanyakan kenapa sampai sekarang belum jalan,”katanya kemarin.

Jika proyek mandek,dikhawatirkan mempengaruhi rencana Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo. Rencananya, bantuan Rp100 miliar untuk penyelesaian Untia akan dialokasikan dalam APBN 2013. Terlebih rencana bantuan dari Asian Development Bank (ADB) sebesar Rp100 miliar dana pinjaman untuk merampungkan pelabuhan Untia.

“Makanya itu akan pengaruhi (bantuan),kokRp15 milair saja susah digunakan?,”beber Syahrul yang didampingi Sekprov A Muallim dan Asisten II Yaksan Hamsah. Sejatinya, anggaran Rp15 miliar tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun dermaga pendaratan kapal nelayan sepanjang 150 meter,dengan tiang pancang sepanjang 275 meter. Selain itu, juga dilakukan reklamasi pantai dengan timbunan sebanyak 31.000 meter kubik.

Total anggaran yang dibutuhkan Rp15 miliar.Namun sayang, hingga saat ini, dana dari pemerintah pusat belum juga terpakai. Mantan bupati Gowa dua periode ini mensinyalir, kelambanan tersebut diakibatkan ketakutan para staf di Dinas Perikanan untuk mengambil kebijakan.Yang akhirnya,kata dia,proyek ini menjadi bersoal.

“Di sini saya lihat ada saling sanggah menyanggah.Kita tersandra karena sebuah prosedur dan staf takut mengambil kebijakn dan takut salah.Akhirnya, proyek Untia jadi bersoal,” dalihnya. Sementara itu,Yaksan Hamzah yang ditemui mengaku, pihaknya akan terlebihdahulu berkoordinasi dengan Dinas Perikanan, untuk mengetahui penyebab kelambanan proyek PPN Untia. “Ini kan anggaran dari pemerintah pusat.

Makanya kita pelajari dulu permasalahannya bagaimana,”jelasnya. Sekadar diketahui,PPN Untia mulai dibangun sejak 2005. Namun karena keterbatasan anggaran, akhirnya proyek ini terkatung-katung hingga sekarang. Untia awalnya dirancang sebagai pelabuhan yang bisa melayani jasa ekspor-impor bidang perikanan di Kawan Timur Indonesia (KTI). ● wahyudi

Read More >>

Sulsel Kian Menarik Bagi Investor Asing


Rabu, 10 Oktober 2012

MAKASSAR– Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel mencatat per semester I tahun ini nilai investasi asing mengalami pertumbuhan cukup besar.

Realisasinya mencapai USD437 juta atau melebihi target yang ingin dicapai tahun ini sebesar USD100 juta. Pada 2011 lalu,realisasi penanaman modal asing (PMA) di Sulsel hanya mencapai USD89 juta. “Dengan pertumbuhan PMA di Sulsel, dipastikan daerah ini sehat dan terbuka buat pemodal asing,” ujar Kepala BKPMD Sulsel Sukarniaty Kondolele kepada SINDO di Makassar,kemarin.

Namun,pertumbuhan PMA di Sulsel berbanding terbalik dengan pertumbuhan penanaman modal dalam negeri (PMDN). Khusus di semester I PMDN yang tercatat di BKPMD Sulsel, tertinggal Rp1 triliun dari realisasi di semester yang sama tahun sebelumnya. Semester I tahun ini, PMDN Sulsel hanya Rp1,6 triliun. Padahal, BKPMD berharap tahun ini nilai investasi dalam negeri yang masuk ke Sulsel bisa mencapai Rp5 triliun.

“Masih rendahnya nilai investasi dalam negeri dipengaruhi masih adanya sejumlah investor dalam negeri yang belum merealisasikan investasinya di daerah ini,”ujar Sukarniaty. Sementara itu,Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel Ilham Alim Bachrie berpendapat, menurunnya nilai investasi yang tercatat di BKPMD Sulsel karena banyak investor dalam negeri tidak menanamkan modalnya melalui fasilitas BKPMD.

“Banyak yang memilih melakukan investasi langsung,”kata dia. Pada dasarnya,dari data Kadin menunjukkan investasi dalam negeri di Sulsel tumbuh cukup signifikan. Hal ini terlihat dengan kian banyaknya pemodal dalam negeri yang mengembangkan sayap usahanya di daerah ini. “Kebanyakan mereka bergerak dibidang properti dan langsung,” tuturnya tanpa merinci jumlah nilai investasinya.

Pilihan pemodal dalam negeri menanamkan modalnya secara langsung,karena telah paham mengenai regulasi investasi di daerah ini. Sementara, PMA mengalami pertumbuhan karena mereka membutuhkan penjaminan dari pemerintah daerah soal investasi yang ditanamkan. Menurut Ilham, faktor lain yang menyebabkan minimnya pencatatan PMDN di BKPMD, karena nilai suku bunga pinjaman bank yang tinggi, sehingga banyak pemodal memilih menggunakan dana sendiri.

Adanya regulasi soal ekspor biji nikel juga menjadi penyebab menurunnya pemodal dalam negeri.“Sulsel merupakan provinsi pengekspor biji nikel. Banyak yang berinvestasi di sana, namun aturan yang berlaku tentang harus adanya smalter berdampak bagi investor untuk bergelut di bisnis ekspor biji nikel,”katanya. Sementara itu, pertumbuhan PMA yang tinggi bahkan melebihi target tahun ini didorong oleh terbukanya sejumlah penerbangan langsung Makassar ke sejumlah negara.

Kata Ilham, hal ini berdampak baik bagi iklim investasi Sulsel, bahkan diperkirakan pertumbuhan itu akan jauh lebih besar lagi di tahun-tahun yang akan datang. Apalagi menurutnya, jika terealisasi Asean Open Sky 2015, dimana Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar akan menjadi hub untuk seluruh penerbangan di Indonesia selain Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta, peluang iklim investasi asing di Sulsel terbuka lebar.

Secara keseluruhan proyek yang berasal dari modal asing yang tercatat di BKPMD Sulsel saat ini telah menjadi tujuh proyek setelah pembangunan liquefied natural gas (LNG) di Kabupaten Wajo yang mulai dikerjakan tahun ini. Sedangkan investasi dalam negeri, total proyek yang berjalan di Sulsel sebanyak 11 proyek. Terdapat tambahan tiga proyek baru, yakni pembangunan pabrik oleh PT Semen Bosowa,PT Semen Tonasa,dan pembangunan pembangkit listrik oleh PT Bosowa Energy di Kabupaten Jeneponto. rahmat hardiansya               

Read More >>

Luwu Utara Juara APN Tingkat Provinsi

Rabu, 10 Oktober 2012 
MASAMBA, -- Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3), berhasil meraih juara dua ajang Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) tingkat  Provinsi Sulsel tahun 2012.

“Alhamdulillah, barusan saya mendapat kabar dari Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Sulsel bahwa kita berhasil menjadi juara II APN untuk kategori Pemuda Pelopor atas nama saudara Ramli," ujar Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan BKP3 Luwu Utara, Taslim SP, Rabu (10/10/12).

Sementara untuk kategori Gapoktan P-LDPM, Luwu Utara berhasil menjadi juara III kategori PPL Pendamping atas nama Fiffi Henni.

"Kami berharap wakil Luwu Utara itu bisa tembus ke Istana Negara bulan November mendatang" ungkap Taslim.

Read More >>

SYL Ditawari Pemateri MII di Amerika


Rabu, 10 Oktober 2012



MAKASSAR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Sukses memajukan ekonomi Sulsel, Syahrul mendapat kehormatan menjadi salah satu pemateri di pertemuan Marketing Investment International di New York, Amerika Serikat.
Terpilihnya nama Syahrul merupakan permintaan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah DKI Jakarta. “Sebenarnya bapak (Syahrul) direncanakan akan menjadi keynote speaker awal Oktober lalu. Tapi tidak jadi karena sibuk. Namun akan kembali direschedule lagi (dijadwalkan ulang),” ujar Kepala Bidang Investasi dan Promosi BKPMD Sulsel, Sukarniati Kondolele.
Sukarniati membeberkan, alasan utama penunjukan Syahrul menjadi keynote speaker di acara bergengsi itu tidak lain karena pertumbuhan ekonomi, geliat investasi dan stabilitas keamanan penanaman modal di Sulsel.
“Ini apresiasi  pemerintah pusat terhadap kinerja kita yang baik. Akhirnya kita diberi kesempatan itu,” lanjut Sukarniati.
Keberhasilan Sulsel membangun iklim investasi yang baik belakangan memang membuat daerah menjadi tujuan penting pelaku usaha dan penanam modal. Tahun lalu, Sulsel juga berhasil menjalin kerjasama dengan Singapura dalam urusan ekspor impor hasil pertanian. Padahal, sudah bukan rahasia bahwa negara berlambang singa itu sangat selektif menerima barang dari luar.
Tak hanya ekspor hasil tani, Bandar Udara Changi juga membuka penerbangan langsung dari dan ke Makassar. Lewat sebuah Memorandum of Understanding (MoU), pemerintah Singapura juga pemerintah Singapura bekerja sama dengan Sulsel dalam bidang pariwisata. “MoU itu juga masih akan diperpanjang lagi,” tandas Sukarniati. (RS2/her/C)


Read More >>

Pusat Investasi Setujui Pinjaman Pemprov Sulsel Rp 500 M


Rabu, 10 Oktober 2012

MAKASSAR - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menyetujui usulan pinjaman Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel senilai Rp 500 miliar.
Direktur PIP Soritaon Siregar menyampaikan hal itu saat Kepala Dinas Bina Marga Abdul Latief dan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Yushar Huduri serta Anggota Pansus DPRD Sulsel berkunjung di PIP, Jakarta, Rabu (10/10/2012).
Wakil Ketua Pansus Pinjaman Daerah Ariady Arsal, mengatakan, ternyata, PIP sudah mengirim surat pernyataan menyetujui pengajuan pinjaman Pemprov jauh hari sebelum kedatangan Pansus.
"Ternyata, pengajuan pinjaman Pemprov dilakukan sejak awal April 2012, jauh sebelum surat permohonan Pemprov ke DPRD di bulan Juli. Menurut PIP, ruas jalan yang disampaikan Pemprov dianggap sudah firm dan merupakan aspirasi rakyat. PIP berasumsi bahwa seluruh ruas yang diajukan sudah dibicarakan dengan DPRD Sulsel," kata Ariady yang juga Anggota Fraksi PKS ini kepada Tribun Timur (Tribun Network), Rabu (10/10/2012).
Anggota Pansus Pinjaman Daerah, Mukhtar Tompo, menuding Pemprov mengelabui DPRD Sulsel sebagai wakil rakyat. Pemprov lebih dulu menyampaikan alasan ke PIP meski tanpa persetujuan DPRD Sulsel secara kelembagaan (hanya melalui Ketua DPRD Moh Roem).
"Pemprov tanda tanya besar, ada kesalahan awal dalam proses pengajuannya. Seharusnya pengajuan pinjaman Pemprov mengikutsertakan persetujuan DPRD Sulsel sejak awal tapi ternyata Pemprov lebih dulu sudah bikin kesepakatan dengan PIP, kemarin kan DPRD baru paripurna pemandangan umum," kata Mukhtar Tompo kepada Tribun Timur, Rabu (10/10/2012).
Menurut Anggota Fraksi Hanura ini, ruas jalan yang sekarang diperdebatkan Pansus rupanya sudah tak bisa lagi diubah. Gowa yang juga kampung Syahrul tetap mendapat porsi terbesar dalam pembangunan jalan di Sulsel atas pinjaman Rp 500 miliar tersebut.
"Tapi Hanura belum sepakat. Mestinya Pemprov tidak perlu karena APBD kita sudah cukup, apa lagi alasan Pemprov minjam seperti ini? Kalau kita meminjam sama saja kita mengakui bahwa Sulsel lemah. Bahkan publik bisa meragukan sejumlah klaim 117 penghargaan yang dipublish Syahrul Yasin Limpo, apa artinya itu? Kalau mau meminjam, kenapa tidak dikaji dulu oleh tim Pemprov bersama DPRD untuk mengetahui seberapa besar ketidakmampuan daerah kita dalam menuntaskan sejumlah agenda pembangunan yang belum terlaksana? Tapi justru Pemprov mengabaikan DPRD secara kelembagaan," Jelas Mukhtar yang juga anggota Komisi B DPRD Sulsel ini.
Ketua Pansus Pinjaman Daerah, Hoist Bachtiar yang juga Anggota Fraksi Golkar mengatakan, semua anggota fraksi bisa berpendapat lain. Tapi tiba masanya fraksi lain menentang aksi penolakan Hanura dan PKS.
"Ingat, di DPRD ini banyak fraksi, nanti kalau mereka berpendapat lain maka anda (Hanura dan PKS) juga harus hargai," kata Hoist Bachtiar yang juga anggota tim pemenangan Syahrul Yasin Limpo ini.
Fraksi Hanura, PKS dan Partai Demokrat adalah pihak yang getol menentang usulan pinjaman Gubernur itu. Menurut mereka, usulan pinjaman tidak ada dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov Sulsel.
Selain itu, pinjaman terkesan politis lantaran menjelang pilgub 22 Januari 2013 serta akhir periode Syahrul.

Sumber: http://www.tribunnews.com/2012/10/10/pusat-investasi-setujui-pinjaman-pemprov-sulsel-rp-500-m
Read More >>

Pemprov Perkuat Basis Ekonomi


Rabu, 10 Oktober 2012
 
Penguatan basis ekonomi Sulsel diyakini dapat mengimbangi penurunan investasi asing dan penanaman modal dalam negeri. Sektor pertanian, perdagangan, dan pariwisata tetap menjadi andalan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengakui penurunan investasi asing maupun investasi dalam negeri di Sulsel tahun ini. Krisis ekonomi global turut memengaruhi belanja investasi yang melemah hingga triwulan kedua 2012 ini.

"Penurunan investasi karena krisis ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat tidak begitu berpengaruh pada ekonomi Sulsel. Ekonomi Sulsel tetap meningkat di triwulan kedua," tutur Syahrul, Selasa, 9 Oktober.

Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan II 2012 berdasarkan data Badan Pusat Statistik meningkat 6,88 persen dibanding triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Sulsel masih ditopang belanja langsung atau konsumsi.

Sumber pertumbuhan ekonomi triwulan II terbesar berasal dari sektor pertanian sebesar 2,01 persen. Sementara bila year to year, sektor industri pengolahan paling besar yakni 2,28 persen.

Investasi asing di Sulsel hingga triwulan II tercatat USD22,1 juta dari tujuh proyek atau menurun dibanding periode yang sama pada 2011 yang mencapai USD65,4 juta dari 14 proyek.

Investasi asing yang masuk ke Sulsel hingga akhir Juni di antaranya penambahan kapasitas di PT Vale dan Liquefied Natural Gas (LNG) di Kabupaten Wajo.

Penurunan pada penanaman modal dalam negeri juga terlihat pada realisasi investasi yang tercatat hanya Rp922,6 miliar. Jumlah ini lebih rendah dibanding periode yang sama 2011 lalu yang mencapai Rp981,3 miliar. Jumlah proyek yang masuk juga menurun dari 17 menjadi 11 proyek.

"Investasi asing dan dalam negeri secara umum tidak memengaruhi pasar kita. Menghadapi krisis ekonomi global yang memengaruhi investasi, kita terapkan strategi penguatan ekonomi jangka pendek agar ekonomi tetap tumbuh dengan mengandalkan basis ekonomi pada pertanian, perdagangan, dan pariwisata," tutur Syahrul. (rif/upi)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121009234904-pemprov-perkuat-basis-ekonomi
Read More >>

Selasa, 09 Oktober 2012

Permintaan Pertamax di Sulawesi Naik 10 Persen


SELASA, 09 OKTOBER 2012 
MAKASSAR,  – PT Pertamina Region VII Sulawesi mencatat permintaan bahan bakar pertamax mengalami kenaikan rata-rata 10 persen setiap bulan. Kendati kenaikannya belum terlalu signifikan, namun angka itu menunjukkan kesadaran masyarakat yang seharusnya tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk menggunakan pertamax semakin meningkat.
“Di Sulawesi, dengan jatah pertamax 300 kiloliter, permintaan meningkat sekitar 10 persen setiap bulan,” kata General Manager PT Pertamina (Persero) Fuel Retail Marketing Region VII Sulawesi Ageng Giriyono.
Dia menjelaskan, banyak faktor yang menyebabkan masih rendahnya pemakaian Pertamax di Sulawesi. Salah satu penyebab utama adalah persoalan harga.
“Padahal oktan Pertamax lebih tinggi yakni antara 92-95 sementara Premiun hanya 82-88. Dimana pelumasan Pertamax akan lebih baik dibandingkan Premium, sehingga membuat kendaraan lebih awet,” tutur Ageng, Senin, 8 Oktober.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menggunakan pertamax, ada beragam cara yang dilakukan. Salah satunya adalah mengimbau penggunaan stiker khusus di mobil mewah dan milik pejabat.
“Memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat. Khusus untuk karyawan dan pejabat Pertamina, telah dibuatkan stiker khusus dan itu sudah berjalan,” ung­kapnya. (ami)
Read More >>

Ekonomi Sulsel Masih Diatas Pertumbuhan Nasional


SELASA, 09 OKTOBER 2012 

MAKASSAR, – Pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan yang cukup pesat. Bahkan dalam empat tahun terakhir, mengalami peningkatan hingga 6,8 persen. Pertumbuhan ini jauh diatas pertumbuhan ekonomi nasional.
Demikian diungkapkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat menyampaikan Pengantar Nota Keuangan APBD Perubahan tahun 2012 dalam rapat paripurna DPRD Sulsel, Senin 8 Oktober.
“Pertumbuhan ekonomi Sulsel cukup besar,bahkan diatas pertumbuhan ekonomi nasional. Ini dikarenakan banyaknya pembangunan yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubernur dalam pidatonya di depan para anggota DPRD Sulsel.
Syahrul menegaskan, pertumbuhan ekonomi hanya salah satu indikator akan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur menjelaskan, Program Pembangunan Jangka Panjang Sulsel telah mampu membangun berbagai fasilitas, baik itu pembangunan infrastruktur maupun sektor lainnya. Sedang untuk target pendapatan sendiri mengalami peningkatan mencapai Rp4,659 triliun atau mengalami peningkatan 57,8 persen dari target APBD Pokok.
Sedang untuk pemasukan dari SKPD mengalami peningkatan hingga Rp3,35 triliun atau lebih 3,8 persen dari target APBD.
Meski demikian, Gubernur mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih banyak dari target-target pembangunan yang sepeuhnya belum tercapai. Hal ini dikarenakan banyaknya kendala teknis dan non teknis yang ada di lapangan. Terutama dari segi pendanaan, karena APBD yang terbatas, beberapa sektor membutuhkan perencanan pembangunan jangka panjang dan pembangunan secara bertahap.
Dia juga mengakui jika anggaran belanja langsung masih cukup besar karena anggaran untuk gaji pegawai yang cukup besar, sehingga sebagian besar APBD akan masuk di belanja gaji pegawai.
Karenanya dia berharap de­ngan adanya sumber pendanaan lain, maka pemrov akan mampu merealisasikan pembangunan infrakstruktur, seperti jalan,jembatan dan sekolah.
Salahsatu altenatif sumber pembiyaan adalah dengan adanya pinjaman dana segar diperuntukkan bagi pembangunan infrakstruktur.
“Besar harapan kita semua akan adanya sumber pendanaan lain untuk membangun berbagai infrakstruktur yang bersentuhan dengan masyarakat,”ujar Syahrul dalam pengantar nota keuangan­nya terkait dengan Ranperda APBD Perubahan Tahun 2012.
Rapat ini selain di hadiri para anggota DPRD Sulsel juga para SKPD Pemprov Sulsel. Dalam paripurna ini, juga disampaikan tanggapan fraksi-fraksi terkait dengan Ranperda Pinjaman Pemrov sebesar Rp500 mi­liar. (mg4/ami)
Read More >>

Senin, 08 Oktober 2012

Karateka Sulsel Bela Indonesia


SENIN, 08 OKTOBER 2012 



MAKASSAR, --Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) boleh berbangga, betap tidak sebanyak 8 karatekanya terpilih mewakili dan membela Indonesia ke kejuaraan karate internasional (WKF) di paris, Prancis pada November 2012.

Terpilih karateka asal Sulsel, tidak terlepas dengan torehan prestasi saat mereka bertarung di kejuaraan karate Asia Tenggaara (SEAKF) di Bangkok, Thailand, akhir September 2012 dan merebut gelar juara umum.

Pelatih karate nasional, Mursalim Bado’o, baru-baru ini di Makassar, mengungkapkan, bahwa, Sulsel patut berbangga, karena sejumlah atlet karatenya dipercayakan membawa nama bangsa di kancah internasional.

Adapun delapan karateka senior yang akan berlaga di Paris, masing-masing trio kata putra Faizal, Aswar, dan Fidelis dan trio kata putri, Triwulan, Ririn, dan Sulhandra.

Selain itu, Sulsel juga menempatkan dua atlet junior pada kejuaraan dunia karate (WKF) Brasil 2013 yakni Febi Ramadan untuk putra dan Ifka untuk putri.

Sedangkan Hendro Agusalim dan Ayu Safitri untuk nomor kumite dan dua atlet lainnya, Teguh dan Wiwik, juga masuk Pelatnas SEA Games.
Mursalim mengungkapkan, , tim karate Indonesia ke WKF berintikan 18 atlet, delapan di antaranya berasal dari Sulsel.

PB Forki memutuskan semua atlet yang merebut medali di kejuaraan karate SEAKF dipilih mengikuti kejuaraan karate WKF di Paris, November 2012. (hen/mri)

Read More >>

Pemda di Sulsel Harus belajar Perbaiki Laporan Keuangan


Senin, 8 Oktober 2012
Makassar KM– Auditor Utama Laporan Keuangan Negara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Syarifuddin Musli mengungkapkan beberapa daerah di tanah air termasuk Provinsi Sulsel memang telah berhasil memperoleh opini WTP. Hanya saja dengan hasil itu, Pemda lainnya yang ada di Sulsel harus banyak belajar untuk memperbaiki aspek kepatuhan, penyajian laporan keuangan dan manajemen aset yang selama ini masih mendulang beragam masalah dalam mewujudkan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh BPK.

Sementara itu Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sulsel, Cornel Syarif, mengatakan, kendala secara umum yang dialami pemda di luar daerah yang telah mendapatkan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di Sulsel adalah, tidak signifikannya entitas penyajian dan pengelolaan persediaan aset yang tidak tertib, sehingga BPK meragukankelemahan yang masih ditemukan BPK masih terkait entitas pengelolaan pelaporan yang tidak singkron.

“Secara umum masih ada catatan pelaporan yang amburadul dan perlu perbaikan. Nah melalui kegiatan yang baru pertama kali kita selenggarakan di Sulsel ini, semoga pemda lainnya yang ada di Sulsel bisa mengubah dan bisa meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang seperti diraih daerah yang sudah berhasil meraih WTP dari BPK,” ujar Cornel Syarif.

Wakil Gubernur Provinsi Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, mengharapkan, masalah secara umum yang dialami pemda dalam pelaporan keuangan dan aset yang masih bermasalah bisa terpecahkan melalui kegiatan Workshop Manajemen Barang Milik Daerah oleh Badan

Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sulsel yang bekersama dengan Kementerian Dalam Negeri(Kemendagri), Unhas dan BPK sendiri.

“Kegiatan ini sebagai salah satu unsur penting dan langkah strategis dalam pemecahan masalah yang dihadapi pemda. Tujuannya untuk penyeragaman sinergisitas pengelolaan aset daerah sesuai standar akuntansi agar Pemprov Sulsel dan beberapa daerah berhasil WTP, dan diharapkan kedepan seluruh daearh kab/kota di Sulsel bisa meraih WTP,” pungkas Agus Arifin Nu’mang.[KM06]

Read More >>