| Minggu, 14 October 2012 | |
| MAKASSAR– Gubernur Syahrul Yasin Limpo menyatakan kesiapannya untuk membenahi tim sepakbola kebanggaan Sulsel, PSM Makassar. Pernyataan tersebut disampaikan Syahrul menyusul kondisi internal pasukan Ramang yang terpuruk pascadiamabil alih konsorsium Liga Primer Indonsia (LPI). Gubernur mengaku prihatin dengan kondisi PSM karena sebelumnya sepakbola menjadi jalan untuk mengangkat derajat daerah ini. Kprihatinan tersebut disampaikan saat membuka Turnamen Supporter Hasanuddin yang memperebutkan piala gubernur di Lapangan Hasanuddin,kemarin. Ia pun mengajak seluruh warga Sulsel untuk bersama membenahi PSM Makassar. “Apanya kira-kira yang salah sehingga PSM terpuruk,”tanya Syahrul,kemarin. Pertanyaan Gubernur tersebut spontan dijawab ratusan Supporter Hasanuddin jika hal tersebut akibat manajemen dan pengurus. Syahrul mengaku, selama ini tak ingin mencampuri urusan internal PSM Makassar. Ia mengaku takut jika dinilai melakukan intervensi, meskipun tujuannya sangat positif. “Kalau dulu, saya takut dikatakan intervensi, makanya selama ini saya diam dan tak mencampuri,” ujarnya didampingi anggota DPD Bahar Ngitung (Obama). Ia pun membandingkan antara PSM dengan olahraga karate yang dipimpinnya.Ia membeberkan jika karate adalah cabang olahraga yang didominasi oleh Sulsel di PON Riau. “Cabang olahraga karate yang saya pimpin itu peraih medali emas terbanyak di PON, bahkan banyak prestasi di dunia internasional,” ungkapnya. Jika karate bisa berprestasi, maka Syahrul menegaskan, sepakbola juga harus berprestasi. Ia pun berjanji akan turun tangan membenahi tim kebanggan Makassar itu.“Tahun depan kita sudah bisa benahi, Insya Allah kita akan selalu bersama,cuma kalau saya pimpin harus juara,” janjinya. Terkait turnemen yang digelarnya bersama supporter Hasanuddin, Syahru mengatakan, kejuaraan ini bukan lantaran menjelang Pilkada. Namun, kejuaraan ini dilakukan untuk kali kedelapan sehingga tidak bisa dikait-kaitkan dengan politik.“Turnamen seperti inilah yang bisa mengangkat citra dan derajat persepakbolaan kita di Sulsel,” kata dia. Sementara itu Ketua Panitia Tournamen Supporter Hasanuddin Rasman Rasyid meminta kepada Syahrul untuk mengembalikan kejayaan sepakbola di Sulsel.Jika tidak,maka sepak bola di Sulsel akan terus terpuruk.“ Kita minta Pak Syahrul turun tangan agar sepak bola di Sulsel bisa kembali berjaya,”pintanya. abd salam malik |
Sulawesi Selatan kembali masuk dalam nominasi peraih penghargaan di bidang kesehatan, Ksatria Bhakti Husada Aditya. Sulsel dinilai berhasil membangun terobosan dalam program layanan kesehatan yang prorakyat. Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara Tim Verifikasi dari Kementerian Kesehatan dengan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo di Kantor Gubernur, Rabu, 11 Oktober 2012.
Menurut Ketua Tim Verifikasi, Mustikowati, timnya telah melakukan evaluasi tiap dua tahun. Selain melakukan verifikasi lapangan, juga untuk mengetahui apa yang ingin dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam program-program kesehatan.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa sektor kesehatan menjadi program prioritas Pemprov. Sulsel. Ratusan miliar rupiah dikucurkan setiap tahun untuk memback-up program-program kesehatan. Penguatan puskesmas menjadi awal dari kesehatan gratis. Kunjungan pasien makin banyak ke puskesmas, karena itu memberi energy ke puskesmas menjadi penting. Tidak hanya puskesmas, namun Pemprov. terus mendorong pengembangan rumah sakit kabupaten/kota. Mulai dari manajemen hingga fasilitas sarana dan prasarana. Harus ada keberpihakan terhadap rakyat dengan menjamin kesehatannya, kita benahi mulai dari tempat tidurnya, berapa tempat tidur, medis dan para medis hingga dokter ahli.
Gubernur berharap, dari segi pelayanan, rumah sakit yang ada di Sulawesi Selatan juga semakin baik. Secara teknis, semuanya terkendali dan tidak ada lagi penolakan pasien yang dilakukan pihak rumah sakit. Ada hal-hal yang konsisten kita lakukan, tingkat kesehatan masyarakat semoga meningkat dengan kesehatan gratis.
Menurut Ketua Tim Verifikasi, Mustikowati, timnya telah melakukan evaluasi tiap dua tahun. Selain melakukan verifikasi lapangan, juga untuk mengetahui apa yang ingin dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam program-program kesehatan.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa sektor kesehatan menjadi program prioritas Pemprov. Sulsel. Ratusan miliar rupiah dikucurkan setiap tahun untuk memback-up program-program kesehatan. Penguatan puskesmas menjadi awal dari kesehatan gratis. Kunjungan pasien makin banyak ke puskesmas, karena itu memberi energy ke puskesmas menjadi penting. Tidak hanya puskesmas, namun Pemprov. terus mendorong pengembangan rumah sakit kabupaten/kota. Mulai dari manajemen hingga fasilitas sarana dan prasarana. Harus ada keberpihakan terhadap rakyat dengan menjamin kesehatannya, kita benahi mulai dari tempat tidurnya, berapa tempat tidur, medis dan para medis hingga dokter ahli.
Gubernur berharap, dari segi pelayanan, rumah sakit yang ada di Sulawesi Selatan juga semakin baik. Secara teknis, semuanya terkendali dan tidak ada lagi penolakan pasien yang dilakukan pihak rumah sakit. Ada hal-hal yang konsisten kita lakukan, tingkat kesehatan masyarakat semoga meningkat dengan kesehatan gratis.