Selasa, 16 Oktober 2012

Sail Takabonerate Terkendala Fasilitas


Selasa, 16 Oktober 2012


MAKASSAR – Pembatalan event Sail Takabonerate tak menyurutkan Pemprov Sulsel untuk terus memperkenalkan objek wisata yang terletak di Kabupaten Kepulauan Selayar tersebut. 

Sebagai acara pengganti, Takabonerate Expedition Island akan kembali digelar untuk kali ketiga. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, event Takabonerate di penghujung tahun ini akan disatukan dengan HUT Kabupatem Selayar yang akan dipusatkan di Kota Benteng. Hal tersebut dikarenakan Taman Nasional Takabonerate masih terkendala infrastruktur, dan membutuhkan waktu 12 jam perjalanan laut dari Kota Makassar.

Kendati tak lagi bertajuk sail, namun dia optimis event ini tetap bisa memancing datangnya wisatawan mancanegara dan domestik untuk berkunjung ke daerah ini. “Sebenarnya tak ada yang batal. Cuma disederhanakan dan disatukan dengan HUT Kab Selayar nanti,”katanya menanggapi pembatalan event Sail Takabonerate, kemarin.

Menurut mantan Bupati Gowa ini, pihaknya tetap optimis bisa menggelar Sail Takabonerate tahun depan. Pihaknya pun telah merencanakan membuat bandara pariwisata di sekitar Takabonerate. Bandara tersebut diharapkan bisa memperpendek jarak tempuh menuju lokasi yang disebut-sebut memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia, baik itu dari Kota Makassar maupun Kota Benteng,Selayar.

Dengan hadirnya bandara tersebut, pesawat kecil seperti yang dioperasikan maskapai Ekspress Air dengan daya tampung 12 penumpang sudah bisa mendarat di Takabonerate. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel Jufri Rahman mengaku,untuk memperbaiki destinasi wisata di Sulsel tidak bisa dibebankan kepada pemprov semata.

Menurutnya, hal tersebut hanya bisa dilakukan dengan melakukan kerja sama dengan seluruh stakeholder , baik yang bergerak di bidang pariwisata maupun yang lainnya. Sebelumnya, pemerintah pusat melalui 12 kementerian membatalkan penyelenggaraan Sail Takabonerate di Sulsel. Pada tahun ini, pemerintah lebih memilih Sail Morotai di Maluku Utara ketimbang. ● wahyudi 


Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/535557/
Read More >>

Agus: Pinjaman PIP Bukan Untuk Pilgub


Selasa, 16 Oktober 2012

MAKASSAR, --Rencana Pemerintah Provinsi Sulsel untuk mengajukan pinjaman Rp 500 miliar ke Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sama sekali tidak terkait dengan pelaksanaan Pilgub Sulsel 2013 mendatang.

Dana pinjaman yang diajukan ke PIP itu murni bertujuan untuk mempercepat perbaikan sarana jalan di Sulsel, sehingga sangat keliru jika ada LSM maupun pihak tertentu yang menuding jika dana itu akan dipakai oleh pasangan Sayang pada pilgub 2013 mendatang.

Demikian diungkapkan oleh Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, saat dicegat wartawan di Kantor Gubernur Sulsel sebelum pergi menghadiri rapat paripurna di DPRD Sulsel, Selasa (16/10/12).

Menurut Agus, pengajuan dana pinjaman PIP sebesar Rp 500 miliar itu sudah mendapat dukungan dari Kementerian Keuangan RI, karena tujuannya adalah untuk mempercepat pembangunan dan perbaikan sarana transportasi di daerah ini.

''Dana itu akan dipakai untuk perbaikan sarana jalan, agar manfaatnya bisa lebih cepat dinikmati rakyat. Jika menunggu dana perbaikan jalan yang mesti dianggarkan dalam APBD pokok maupun APBD perubahan tahun 2013 mendatang, maka dengan adanya dana PIP itu pembangunan bisa lebih cepat diselesaikan," kata Agus.

Sehingga, diharapkan tingkat efektifitas dari manfaat percepatan pembangunan jalan itu juga lebih baik. Bagaimanapun juga, dana perbaikan jalan itu pasti dianggarkan setiap tahun dalam APBD.

Namun karena keterbatasan anggaran daerah, maka perbaikan jalan juga dilakukan secara bertahap, sehingga dinilai tidak efektif menyelesaikan perbaikan jalan di Sulsel jika dilakukan bertahap yang memang membutuhkan biaya pemeliharaan yang cukup besar setiap tahunnya.

Mengenai adanya tudingan sejumlah pihak yang mengatakan dana itu kemungkinan besar akan dipakai dalam proses Pilgub pasangan Sayang, Agus menyatakan tudingan seperti sungguh keterlaluan, karena dana PIP itu murni akan dipakai dalam perbaikan jalan.

''Jangan kita selalu berprasangka buruk dan berfikiran negatif. Karena pinjaman PIP sebesar Rp 500 miliar itu nantinya akan dikelola secara transparan dan juga diawasi banyak pihak termasuk BPK, sehingga sangat sulit untuk disalahgunakan,  dan sungguh keterlaluan apabila dana PIP itu isunya dilarikan ke ranah politik menjelang pilgub,''  ujar Agus Arifin Nu'mang.

Ditambahkan, dana pinjaman PIP itu tidak semua daerah propinsi bisa mengajukanya karena ada kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi, diantaranya daerah tersebut mampu mengelola manajemen pemerintahan dengan baik, dimana Sulsel dua tahun  berturut-turut memperoleh penghargaan dan rekomendasi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

''Jadi tidak gampang dan tidak mudah mengajukan pinjaman dana ke PIP, kecuali sejumlah persyaratan sudah dipenuhi dan Sulsel termasuk salah satu dari tiga daerah propinsi  yang bisa  mendapat kepercayaan untuk meminjam dana dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP),'' tambah Agus.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/10/16/agus-pinjaman-pip-bukan-untuk-pilgub
Read More >>

Sulsel Segera Miliki Pusat Jantung Terpadu


Selasa 16 Oktober 2012


Makassar, -- Propinsi Sulsel akan segera memiliki pusat pelayanan kesehatan khusus jantung atau Pusat Jantung Terpadu. Peletakan batu pertama pembangunan Pusat Jantung Terpadu, dilakukan Gubernur Sulsel sekaligus Ketua Dewan Pengawas RS Wahidin Soedirohusodo, Syahrul Yasin Limpo, Selasa (16/10/2012).

Direktur Utama RS Wahidin Soedirohusodo, Prof Abdul Kadir, mengatakan, pusat jantung terpadu yang dibangun RS Wahidin Soedirohusodo tersebut merupakan yang pertama di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Pembangunan gedung tersebut merupakan upaya untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

"Masih banyak kendala yang dihadapi, seperti disparitas pelayanan kesehatan antara wilayah timur dan barat," ujarnya.

Prof Abdul Kadir mengungkapkan, penyumbang kematian terbesar di Indonesia adalah penyakit jantung. Karena itu, RS Wahidin berupaya mengembangkan pusat jantung terpadu dengan konsep pelayanan komprehensif, mulai preventif sampai rehabilitatif.

"Kami berharap, pembangunan gedung ini mendapatkan dukungan dari semua pihak. Gedung ini akan menjadi pusat pelayanan di KTI dan pusat pendidikan jatung atau pusat kajian penyakit jantung," ungkapnya.

Ketua Panitia Andi Kalsum Patonangi, menambahkan, pembangunan pusat jantung terpadu dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Rencananya, pembangunan dibagi beberapa tahap. Yakni, tahap I pembangunan struktur sampai lantai 4 dan tahap II pembangunan lantai 5 sampai 8.

Read More >>

Syahrul Kumpulkan Pakar di Makassar


Selasa, 16 Oktober 2012


MAKASSAR -- Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengundang
sejumlah pakar dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu dan universitas di Makassar, Senin (15/10/2012) malam.

Syahrul meminta pandangan, masukan, bahkan kritikan dari para pakar
dan akademisi untuk memastikan pembangunan yang berlangsung di Sulsel
berada dalam alur yang tepat.

Persoalan etika politik menjelang Pilgub Sulsel 2013 pun tidak luput
dari pembahasan para pakar dengan Syahrul. Mereka berharap roh
demokrasi di Pilgub sulsel dapat terjaga dengan baik.

Hadir diantaranya Sosiolog Prof Dr Saleh S Ali Phd, Ekonom Dr
Tadjuddin Parenta, dan Pakar Teknologi Pendidikan Prof Dr Wasir
Thalib, serta beberapa akademisi dari UNM, UIN Alauddin, dan Unhas
lainnya.

Dosen Ilmu Politik Unhas, Imam Mujahiddin Fahmid yang turut mengikuti
diskusi tersebut mengatakan kalangan pakar dan akademisi memahami
posisi incumbent di pilkada selalu mendapat sorotan.

Baik itu berupa fitnah yang mencemarkan nama baik, martabat diri dan
keluarga, maupun pemerintahan yang sementara berjalan.

“Biarkan yang lain, melakukan penghinaan, fitnah dan mengklaim kiri
kanan, tetapi pak Gubernur kami harapkan bisa tetap mengendepankan
politik santun. Masyarakat kita sudah mulai sadar dan pintar
membedakan mana yang palsu dan mana yang asli,” kata Prof Dr Wasir
Thalib seperti dikutip oleh Imam, Selasa (16/10/2012).

Imam mengakui, beberapa waktu terakhir, Syahrul kerap diserang dengan
fitnah dan propaganda baik melalui orasi, ceramah maupun melalui media
cetak The Tabloid yang diedarkan secara sembunyi-sembunyi.

Kata Imam, sejumlah akademisi dan intelektual yang hadir dalam diskusi
itu pun menyesalkan cara berpolitik yang tidak santun dengan
menyebarkan fitnah kepada lawan politik, tanpa alas bukti yang jelas
dapat mengganggu nilai-nilai demokrasi.

“Pak Gubernur merespon baik masukan para pakar dan akademisi, beliau
minta dibantu agar tetap istiqamah dan menjadikan demokrasi sebagai
panggung untuk saling memuliakan, menghargai dan mengembangkan
pendidikan politik,” kata Imam.

Mantan Juru Bicara pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang
(Sayang) di Pilgub Sulsel 2013 lalu ini mengatakan secara objektif
kalangan pakar dan akademisi menilai pembangunan di Sulsel telah
sesuai dengan visi dan misi yang ditetapkan oleh Perda Nomor 12 tahun
2008

Pakar ekonomi Unhas, Dr Tadjuddin Parenta mengatakan tahun tahun 2006,
rangking IPM Sulsel pada urutan 23, pada tahun 2011, rangking IPM
Sulsel menjadi 19.

Menurutnya, masih dikutip Imam, tidak ada provinsi di Indonesia yang
mengalami kemajuan rangking IPM seperti Sulsel dalam periode lima
tahun terakhir. Kenaikannya provinsi lain hampir rata-rata 1 point
rangking tiap tahunnya.

Dalam kesempatan itu, Syahrul juga mengungkapkan salah satu visi
Gubernur Sulsel periode 2008-2013 adalah menjadikan Sulsel sebagai 10
terbaik dalam pelayanan hak-hak dasar masyarakat. (din)

Sumber: http://www.tribunnews.com/2012/10/16/syahrul-kumpulkan-pakar-di-makassar
Read More >>

FPPP Desak Pemprov Dapatkan Pinjaman PIP


Selasa, 16 Oktober 2012

MAKASSAR – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, meminta kepada pemerintah Provinsi Sulsel
(Pemprov), untuk tetap melakukan pengajuan pinjaman kepada Pusat
investasi Pemerintah yang nilainya mencapai Rp500 miliar, dalam
mendukung pembangunan 23 ruas jalan dari 11 kabupaten di Sulsel.

“PPP akan tetap mendesak pemerintah untuk melakukan pinjaman tersebut,
yang di peruntukkan untuk ruas jalan, apa lagi dengan dana itu maka
percepatan pembangunan di Sulsel akan dapat dilakukan,” ulas Ketua Dewan
Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Amir usakra diruang Fraksi PPP, Senin (15/10).

Menurut dia, pengajuan Pemprov dalam pembangunan jalan tersebut,
merupakan perhatian pemerintah provinsi Sulsel, dalam mendukung
pergerakan ekonomi, yang berpatokan pada infrastruktur jalan yang selama
ini masih kurang.

“Peluang yang di berikan pemerintah pusat itu dengan pinjaman Rp500
miliar itu merupakan penghargaan, dan dana itu juga nantinya akan
disalurkan tidak sekaligus melainkan melihat volume pengerjaan baru di
cairkan,” ulasnya.

Amir menambahkan, jika ada pihak yang sengaja mengadu domba antara
kepentingan politik dengan kepentingan masyarakat, dirinya mengangap
pihak itu sengaja tidak menginginkan pembangunan infrastruktur jalan di
Sulsel. Apa lagi dengan infrastrukjtur jalan yang baik maka pemerataan
pembangunan dan perekonomian akan dapat sejajar.

“Salah lah orang itu kalau belum apa-apa justru di tafsirkan lain,
marilah melihat dulu kalau memang ada kesalahan dari prosedurnya marilah
kita luruskan, jangan membangun opini yang akan merusak citra Sulsel,
dan saya rasa masyarakat akan justru tambah marah kalau keinginan baik
di jadikan hal yang buruk,” tutupnya. (RS6/dj/C)


Sumber: http://rakyatsulsel.com/fppp-desak-pemrov-dapatkan-pinjaman-pip.html
Read More >>

Ratusan Guru se Sulsel Hadiri Seminar Keahlian


Selasa, 16 Oktober 2012 


MAKASSAR,  – Sekitar 1.000 guru dari berbagai kabupaten/kota di Sulsel mengikuti seminar keahlian di Saoraja Ballroom Wisma Kalla, Jalan Dr Ratulangi, Minggu, 14 Oktober.

Kegiatan itu dikemas melalui Seminar dan Talkshow Nasional “Building Solution in ICT for Education” The Future of e-Learning yang diselenggarakan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulsel, Pesona Edu, dan Indosat.

Kegiatan ini dibuka langsung Plt Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Kadiknas) Sulsel, Abdullah Jabbar, mewakili Gubernur Sulsel. Dalam sambutannya, dia mengajak IGI, Pesona Edu, dan Indosat membuat MoU untuk mengaplikasikan e-Learning dalam pembelajaran di sekolah.

Yayasan Kalla juga menyambut baik dan siap terlibat dalam MoU tersebut demi memajukan pendidikan di Sulsel.

Para guru yang hadir dalam seminar ini berasal dari Luwu Timur (Lutim), Palopo, Enrekang, Bulukumba, Soppeng, Barru, Takalar, dan beberapa daerah lainnya. Takalar menjadi kabupaten dengan peserta terbanyak.

Sementara, guru dari SMAN 17 Makassar berhasil meraih doorprize berupa satu unit laptop. Ada juga lima paket dari Indosat dan 30 buah buku dari Indra Djati Sidi kepada peserta yang beruntung.

Ketua IGI Sulsel, Muhammad Ramli Rahim, mengatakan, pasca seminar ini akan dilaksanakan TOT bagi guru potensial yang siap menularkan kemampuannya pada guru lainnya.

Menurutnya, keterbatasan kemampuan pemerintah da­lam mengembangkan potensi guru sangat jelas, sehingga peningkatan kemampuan guru tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah.

Untuk itu, peningkatan kemampuan guru harus dilakukan dengan berbagai cara, termasuk dengan metode pengembangan mandiri oleh guru bersangkutan, terlibat di komunitas-komunitas, dan terlibat dalam organisasi profesi guru.

Hal itu pula disampaikan Dr Indra Djati Sidi, Dirjen Dikdasmen, yang hadir sebagai pembicara. Menurutnya, peningkatan kemampuan dengan metode ini sudah diterapkan di lima presiden berbeda, sejak era Soeharto hingga SBY.

Indra Djati Sidi hadir bersama Prof Dr Wiranto Ariesmunandar, mantan rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Mendikbud di era akhir Presiden Soeharto.

Sebelumnya, Muhammad Ihsan, Sekjen IGI, menyampaikan bahwa jumlah guru di Indonesia lebih dari tiga juta orang. Sementara, kemampuan pemerintah melakukan pelatihan guru setelah sertifikasi hanya sekitar 300 ribu guru.

Pada kesempatan itu, Top Manager Pesona Edu, Simon Bone, memberikan paket khusus dari Pesona Edu dan Indosat kepada guru, berupa konten pembelajaran Pesona Edu yang telah diakui dan digunakan di 30 negara di dunia. Bahkan di Singapura, semua siswa akan menggunakan tablet dengan program Pesona Edu di dalamnya. (*/ism)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/metro-makassar/ratusan-guru-se-sulsel-hadiri-seminar-keahlian
Read More >>

Senin, 15 Oktober 2012

Gubernur Sulsel Mencanangkan Gerakan Makan Buah dan Sayuran


Sen, 15/10/2012 


Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa makan sayur dan buah menjadikan tubuh sehat dan segar sehingga hati juga akan menjadi lebih baik, terlebih ditambah dengan olahraga yang baik. Sayur juga mengandung detoksin yang penting bagi otak dan fisik. Hal ini disampaikan pada acara Gerakan Makan Buah dan Sayuran Nusantara yang dicanangkan oleh Gubernur Sulsel, H. Syahrul Yasin Limpo yang berlangsung di Instalasi Kebun Benih Holtikultura (IKBH) Sudiang, Makassar, Sabtu, 13 Oktober 2012.

Lahan IKBH ini sangat cocok untuk tanaman holtikultura untuk meningkatkan produktifitas sayuran dan buahan. Gubernur juga menunjuk Kepala Dinas Pertanian Sulawesi Selatan, Lutfi Halide, agar segera menyiapkan anggaran pemeliharaan dan pembibitan buah dan sayur di atas lahan kurang lebih 4 hektar tersebut. Kegiatan promosi dan kampanye ini dimaksud untuk meningkatkan citra, apresiasi dan cinta terhadap sayuran nusantara sehingga dapat meningkatkan konsumsi sayuran pada masyarakat.

Direktur Jenderal Holtikultura, Hasanuddin Ibrahim mengatakan bahwa gerakan makan sayur (Gema Sayuran) ini sengaja dilaksanakan mengingat tingkat konsumsi sayuran kita masih rendah dan jauh dibawah standar hidup sehat 73 kg perkapita. Sehingga, hal ini merupakan penguatan promosi pada keunggulan komoditas cinta konsumsi menjaga keseimbangan gizi dan asupan protein melalui konsumsi ragam sayur dan buah-buahan.

Indonesia saat ini menjadi kekuatan flora dan fauna yang sangat tropis dan sangat disegani di negara manapun. Olehnya itu, mari kita jaga dan lestarikan tanaman holtikultura, terutama menjaga lingkungan agar tetap sehat dan stabil terutama keseimbangan instabilitas air, sehingga pencanangan buah dan sayuran ini menjadi terdepan.

Yy / Sv / Dn (Senin, 15 Oktober 2012)

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/gubernur-sulsel-mencanangkan-gerakan-makan-buah-dan-sayuran
Read More >>

SYL Imbau Bank Prioritaskan Usaha Kecil dan Menengah


Senin, 15 Oktober 2012

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan roadshow dari bank ke bank yang ada di Makassar, Senin (15/10/2012). Kunjungan Syahrul untuk meninjau kondisi penyaluran kredit ke Usaha Kecil Menengah (UKM).
Bank pertama, SYL meninjau Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar di Jl. Ratulangi. Selanjutnya, ke Bank Panin, masih di jalan yang sama.
"Selanjutnya Bapak akan menuju Bank BRI yang ada di Jl Ahmad Yani," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel Muh Yamin, Senin (15/10/2012).
Menurut Yamin, SYL meninjau bank di Sulsel untuk melihat dan kembali mengimbau kepada pengelola bank untuk lebih mementingkan penyaluran uang ke usaha kecil dan menengah.
"Jangan yang ke konsumtif, tapi ke yang produktif," kata SYL.

Sumber: http://www.tribunnews.com/2012/10/15/syl-imbau-bank-prioritaskan-usaha-kecil-dan-menengah
Read More >>

Tinjau Kredit UKM, SYL Roadshow Bank


Makassar, 15 Oktober 2012
 

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan roadshow ke sejumlah bank di Makassar untuk meninjau kondisi penyaluran kredit ke Usaha Kecil Menengah (UKM).

Untuk bank pertama, SYL meninjau bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulsel di Jl Ratulangi. Selanjutnya, Bank Panin di Ratulangi.


"Selanjutnya Bapak Akan menuju bank BRI di Ahmad Yani," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel Muh Yamin, Senin (15/10/2012).


Menurut Yamin, SYL meninjau bank di Sulsel untuk melihat dan kembali mengimbau kepada pengelola bank untuk lebih mementingkan penyaluran uang ke usaha kecil dan menengah. (*)


Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/10/15/tinjau-kredit-ukm-syl-roadshow-bank 
Read More >>

Akhirnya Impor Garam Dihentikan


Senin, 15 Oktober 2012

Impor garam dari luar negeri akhirnya dihentikan setelah pemerintah mendengar masukan dari berbagai pihak. Dengan demikian, ini menjadi kabar baik bagi petani pembuat garam untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo mengatakan Indonesia sudah tidak akan lagi mengimpor garam untuk konsumsi karena produksi komoditas itu pada tahun ini sudah melebihi kebutuhan.

Produksi garam tahun ini mencapai 2,3 juta ton, yang berasal dari hasil tambak kelompok petani binaan, petani garam lainnya dan dari PT Garam (Persero) di beberapa daerah di Indonesia.

Di Sulsel sendiri, garam beryodium bakal mulai menggeliat jika impor ini dihentikan. Meski demikian, sebenarnya, garam Jeneponto tidak terpengaruh dengan adanya impor, karena sejak dulu, garam Jeneponto ini menguasai pasar-pasar tradisional di Sulsel.

Sejak tahun lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan terus membina para petani garam dengan dana dari Pemberdayaan Usaha Mina Pedesaan (PUMP), di mana setiap kelompok mendapatkan alokasi Rp50 juta. Luas lahan tambak garam yang menjadi binaan seluas 10.000 hektare.

Sedangkan pada 2012, jumlah kelompok yang dibina dua kali lipat dari tahun lalu dengan luas lahan 16.000 hektare. Apabila setiap satu hektare lahan rata-rata produksinya 80 ton maka diperoleh perhitungan hasil garam sebanyak 1,4 juta ton.

“Jika ditambah hasil produksi garam petani yang tidak dibina oleh kami yang luas lahannya sekitar 10.000 hektare, maka menjadi 1,9 juta ton,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo.

Produksi dari petani garam bukan binaan itu sekitar 500 ribu ton. Perhitungannya adalah jika rata-rata satu hektare sekitar 50 ton maka hasilnya adalah sebanyak jumlah tersebut.

Sharif mengatakan, jumlah produksi sebanyak 1,9 juta ton itu ditambah dengan hasil dari PT Garam yang memiliki luas lahan 5.000 hektare. Jika dikalikan dengan rata-rata per hektare sebanyak 80 ton maka terdapat tambahan 400 ribu ton.

Sehingga, jika dijumlahkan seluruhnya dari ketiga aspek itu maka jumlah produksi garam menjadi 2,3 juta ton dan itu sudah melebihi kebutuhan akan garam di Tanah Air.

Di beberapa provinsi di Indonesia, terutama di Jawa dan Bali cukup terpengaruh dengan impor garam yang terjadi selama ini. Soalnya, selain mengurangi pendapatan petani, hasil produksi garam juga sulit dijual ke pasaran.

Akibatnya, banyak petani garam yang menganggur dan terpaksa beralih menjadi buruh tani di areal persawahan. Ada juga yang beralih menjadi buruh tangkap ikan di tambak. (*)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/catatan-cakrawala/akhirnya-impor-garam-dihentikan
Read More >>

Minggu, 14 Oktober 2012

Koya Art Flowers Raih Penghargaan


Senin, 15 Oktober 2012


MAKASSAR,  -- Kementerian Pertanian dan pemerintah provinsi Sulsel memberi penghargaan kepada sejumlah pihak yang berjasa dalam pengembangan budidaya pertanian terutama buah, sayuran, dan bunga. Salah satu perusahaan yang menerima award itu adalah Koya Art Flowers, perusahaan dekorasi bunga segar di Makassar.

Sabtu, 13 Oktober lalu, Direktris Koya Art Flowers, Yeni Aryani Saleh menerima penghargaan dari Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Pemberian penghargaan itu merupakan rangkaian dari pencanangan gerakan makan buah dan sayur yang dihadiri langsung Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Hasanuddin Ibrahim.

Yeni Aryani mendapat penghargaan karena dianggap berjasa dalam mengembangkan tanaman bunga. Perusahaan yang dipimpinnya juga berkontribusi besar membawa stand Sulsel menjadi terbaik dalam pameran nasional hortikultura tiga tahun berturut-turut.

"Budi daya tanaman bunga memang perlu mendapat perhatian serius. Beberapa kabupaten di Sulsel memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman bunga. Salah satunya Enrekang," kata istri Saleh Rahim yang juga disebut-sebut akan maju dalam pemilukada Enrekang itu. (*/pap)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121014175535-koya-art-flowers-raih-penghargaan%27
Read More >>

Gubernur Siap Benahi PSM Makassar


Minggu, 14 October 2012

MAKASSAR– Gubernur Syahrul Yasin Limpo menyatakan kesiapannya untuk membenahi tim sepakbola kebanggaan Sulsel, PSM Makassar.


Pernyataan tersebut disampaikan Syahrul menyusul kondisi internal pasukan Ramang yang terpuruk pascadiamabil alih konsorsium Liga Primer Indonsia (LPI). Gubernur mengaku prihatin dengan kondisi PSM karena sebelumnya sepakbola menjadi jalan untuk mengangkat derajat daerah ini. Kprihatinan tersebut disampaikan saat membuka Turnamen Supporter Hasanuddin yang memperebutkan piala gubernur di Lapangan Hasanuddin,kemarin.

Ia pun mengajak seluruh warga Sulsel untuk bersama membenahi PSM Makassar. “Apanya kira-kira yang salah sehingga PSM terpuruk,”tanya Syahrul,kemarin. Pertanyaan Gubernur tersebut spontan dijawab ratusan Supporter Hasanuddin jika hal tersebut akibat manajemen dan pengurus.

Syahrul mengaku, selama ini tak ingin mencampuri urusan internal PSM Makassar. Ia mengaku takut jika dinilai melakukan intervensi, meskipun tujuannya sangat positif. “Kalau dulu, saya takut dikatakan intervensi, makanya selama ini saya diam dan tak mencampuri,” ujarnya didampingi anggota DPD Bahar Ngitung (Obama).

Ia pun membandingkan antara PSM dengan olahraga karate yang dipimpinnya.Ia membeberkan jika karate adalah cabang olahraga yang didominasi oleh Sulsel di PON Riau. “Cabang olahraga karate yang saya pimpin itu peraih medali emas terbanyak di PON, bahkan banyak prestasi di dunia internasional,” ungkapnya.

Jika karate bisa berprestasi, maka Syahrul menegaskan, sepakbola juga harus berprestasi. Ia pun berjanji akan turun tangan membenahi tim kebanggan Makassar itu.“Tahun depan kita sudah bisa benahi, Insya Allah kita akan selalu bersama,cuma kalau saya pimpin harus juara,” janjinya. Terkait turnemen yang digelarnya bersama supporter Hasanuddin, Syahru mengatakan, kejuaraan ini bukan lantaran menjelang Pilkada.

Namun, kejuaraan ini dilakukan untuk kali kedelapan sehingga tidak bisa dikait-kaitkan dengan politik.“Turnamen seperti inilah yang bisa mengangkat citra dan derajat persepakbolaan kita di Sulsel,” kata dia.

Sementara itu Ketua Panitia Tournamen Supporter Hasanuddin Rasman Rasyid meminta kepada Syahrul untuk mengembalikan kejayaan sepakbola di Sulsel.Jika tidak,maka sepak bola di Sulsel akan terus terpuruk.“ Kita minta Pak Syahrul turun tangan agar sepak bola di Sulsel bisa kembali berjaya,”pintanya. abd salam malik 

Read More >>

Jokowi Undang SYL Hadiri Pelantikannya


Minggu, 14 Oktober 2012
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mendapatkan undangan untuk menghadiri pelantikan Gubernur  DKI Jakarta terpilih Joko Widodo (Jokowi). Pelantikan Jokowi -A Hok sendiri akan dilakukan di Jakarta, Senin besok (15/10).
 
Staff Humas Pemrov sulsel, Badaruddin mengatakan Syarul di undang dalan kapasitasnya sebagai Gubernur Sulsel dan Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).
“Pak GUb di undangan sebagai Gubernur sulsel dan ketua Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI),dan sudah dijadwalkan dalam agenda,” ujar Badar, Minggu 14/10/2012 via ponselnya. [km2]
Short URL: http://www.kabarmakassar.com/?p=16518
Read More >>

Syahrul Lepas Penyu di Pangkep


Minggu, 14 Oktober 2012
MAKASSAR,  - Duet pasangan incumbent kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) menyisir daerah kepulauan yang ada di Sulawesi Selatan, Minggu (14/10).

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang (AAN) melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Selayar, Minggu (14/10). Mantan Ketua DPRD Sulsel ini bertolak ke Selayar tadi pagi dari Makassar.

Di Kabupaten Kepulauan ini, tepatnya di Kampung Nelayan, Pulau Gusung, Kecamatan Bontolebang, Agus memberikan bantuan kepada warga sekitar.

Terpisah, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo juga tengah berada Pulau Pandangan Kabupaten Pangkajene Kepulauan untuk membuka Turnamen Sepak Bola Sayang II Cup dan penyerahan bantuan, serta pelepasan penyu. (*/tribun-timur.com)

Read More >>

"Lovely December" untuk Wisatawan Domestik


Minggu, 14 Oktober 2012 

Makassar - Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman menyatakan, Festival Budaya Toraja, Sulawesi Selatan, "Lovely December" diperuntukkan untuk wisatawan domestik, namun tetap terbuka untuk wisatawan mancanegara.

Lovely December memang gerakan pulang kampung untuk perantau Toraja yang berada di luar Provinsi Sulsel melalui gerakan 'Toraja Mamali' (rindu kampung halaman Toraja) yang digelar tiap tahun.

Hal itu dikemukakan Jufri Rahman di Makassar, Minggu, menanggapi kritikan tokoh adat, pengamat pariwisata, praktisi pariwisata dan berbagai kalangan lainnya yang menyoroti bahwa Pemprov Sulsel salah program dan salah jadwal menggelar festival budaya Toraja setiap akhir bulan Desember, sebab pada saat bersamaan wisatawan Eropa yang selama ini terbanyak masuk ke Sulsel merayakan Natal bersama keluarga di negaranya masing-masing.

Diakui, selama beberapa tahun menggelar festival budaya Toraja Lovely December, yang banyak berkunjung hingga angka ribuan orang adalah wisatawan domestik, sedangkan wisatawan mancanegara jumlahnya sangat sedikit, sehingga menjadi sorotan.

Harusnya sejak awal Kepala Dinas Pariwisata sebelumnya Suaib Mallombasi menjelaskan kepada masyarakat melalui pers bahwa tujuan festival budaya itu adalah untuk wisatawan domestik warga Toraja pulang kampung.

Konsepnya sama dengan pertemuan saudagar Bugis-Makassar setiap tahun seusai Idul Fitri. Khusus Toraja dilakukan festival dengan puncak acara saat Natal, sebab mayoritas warga Toraja beragama Nasrani yang akan pulang mudik merayakan natal bersama keluarganya di Toraja.

Momentum itu digunakan untuk membangkitkan perekonmian lokal Toraja agar bergerak dinamis dan khusus tahun ini puncak acara Lovely December 27 Desember 2012, ucap Jufri Rahman.

Festival budaya Toraja Lovely December yang setiap tahun menghabiskan dana miliaran rupiah merupakan pesta rakyat yang didukung dana APBD Provinsi, APBD Kabupaten dan swadaya masyarakat.

Tokoh masyarakat yang juga praktisi pariwisata Sulsel, Nico B. Pasaka mengharapkan Lovely December menjadi pesta natal terbesar dan termeriah di Indonesia setiap tahun, sehingga secara bertahap, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara ingin melihat festival tersebut.

Bila pemerintah daerah dan pemerintah provinsi mendukung secara maksimal Lovely December, maka bisa saja mulai tahun 2012 ini, pada bulan Desember Tanatoraja akan sangat atraktif, sebab seluruh pohon di pinggir jalan akan dipasangi balon lampu seakan menjadi pohon natal yang menyatu di seluruh Toraja dipadukan dengan kegiatan spiritual dan budaya tradisional.

"Itu mimpi kami, sehingga tanpa klaim mengklaim antara masyarakat dengan pemerintah, Lovely December akan menjadi ikon atraksi wisata paling menarik di Sulsel yang secara langsung akan berdampak terhadap peningkatan arus kunjungan wisatawan domestik dan internasional," ujarnya.

Sebelumnya, Dewan Pertimbangan DPP ASITA (Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia) Bachtiar Manaba yang juga praktisi pariwisata nasional menyatakan, Kami sebagai pelaku pariwisata yang selalu mendatangkan wisatawan Eropa, tidak bisa mempromosikan festival Budaya Toraja Lovely December tersebut sebab berbenturan dengan jadwal natal yang tetap setiap tahun.

Sebenarnya, lanjutnya, sangat disayangkan dana miliaran rupiah tiap tahun hanya sekedar dihambur-hamburkan, mengingat biaya pesta adat Tanatoraja sangat mahal, sehingga harus ada pola baru memadukan festival budaya untuk domesik yang banyak dinikmati wisatawan mancanegara agar ada pengaruh signifikan terhadap peningkatan arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulsel, mengingat wisata budaya Toraja tetap menjadi daya tarik utama kunjungan turis ke Sulsel. (T.KR-MH/F003)
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/42700/lovely-december-untuk-wisatawan-domestik
Read More >>

Jalur Kereta Api Makassar-Parepare Masih Tunggu DED Rampung


Minggu, 14 Oktober 2012


MAKASSAR: Kementerian Perhubungan masih menunggu rampungnya penyusunan Detail Engineering Design (DED), untuk memastikan berapa nilai investasi dan luas lahan yang dibutuhkan dalam proyek pembangunan jalur kereta api Makassar-Parepare.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, proyek tersebut nanti akan disinergikan dengan angkutan massal monorel di kawasan Maros, Makassar, Sungguminasa, Takalar (Mamminasata).

“Saat ini, penyediaan jalur kereta api Makassar hingga Parepare baru tahap penyusunan feasibility study, dan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Sulsel dengan Kementerian Perhubungan,” kata Mangindaan usai Inaugural Flight Garuda Indonesia CRJ1000 NextGen di Makassar, Jumat (12/10).

Menurutnya, sejumlah investor dari Rusia, Korea Selatan, dan India telah siap menanamkan modalnya untuk proyek tersebut. Bahkan tegasnya, data para investor telah diserahkan ke Pemprov Sulsel.

Hingga kini, pihaknya masih menunggu penyusunan DED, yang ditargetkan tahapan itu rampung paling lambat akhir tahun ini sehingga pembebasan lahannya dapat dimulai tahun depan.

Dia menegaskan, DED merupakan dokumen penting untuk memastikan berapa nilai investasi dan luas lahan yang dibutuhkan.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo berharap, proyek pembangunan jalur kereta api Makassar hingga Parepare itu dapat berjalan sesuai target.

“Pertumbuhan jumlah kendaraan di Sulsel setiap tahun cukup tinggi. Oleh sebab itu, dibutuhkan transportasi massal yang dapat meminimalisir kemacetan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah menurunkan tim dari Dirjen Perkeretaapian untuk mempercepat realisasi penyediaan kereta api Makassar hingga Parepare.

Kepala Bagian Perencanaan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Jumardi mengungkapkan, penurunan tim merupakan tindak lanjut nota kesepahaman yang ditanda tangani Pemprov Sulsel dengan Kementerian Perhubungan.

“Khusus study kelayakan, akan dibiayai melalui APBN. Sedangkan study basic design, diserahkan ke Pemprov Sulsel,” tegasnya.

Kedua study bertujuan, menetapkan jalur kereta api dan ditargetkan rampung akhir 2012.

Sementara itu, pembangunan konstruksi bandara perintis di Kabupaten Tana Toraja ditargetkan berjalan pada 2013.

Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika Provinsi Sulsel Masykur Sulthan mengatakan, total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp700 miliar.

“Pembangunan bandara perintis di Kabupaten Tana Toraja sudah dimulai tahun ini. Tahap awal, yakni pematangan lahan seluas 225 hektar dengan anggaran Rp290 miliar dari APBN, dan ditargetkan telah rampung pada akhir tahun depan,” ungkap Masykur.

Rencananya, pembangunan konstruksi bandara disesuaikan dengan lahan yang telah siap, sehingga prosesnya lebih cepat karena tidak perlu menunggu pematangan lahan rampung secara keseluruhan.

Menurutnya, total anggaran Rp700 miliar yang dibutuhkan sudah termasuk untuk penyediaan sejumlah fasilitas seperti Air Traffic Control (ATC).

Dia menambahkan, pembangunan bandara perintis merupakan salah satu upaya mendorong sektor pariwisata di Kabupaten Tana Toraja, agar wisatawan yang datang tidak perlu melalui jalur darat yang harus ditempuh selama delapan jam.

Bandara tersebut katanya akan memiliki landasan pacu hingga 1.900 meter, yang dapat didarati pesawat berbadan lebar jenis boeing. (K46/faa)
Read More >>

Sabtu, 13 Oktober 2012

Sulsel Siapakan 10 Atlet di Sirnas Surabaya


SABTU, 13 OKTOBER 2012

MAKASSAR,  - Menghadapi kejuaraan Sirkuit Nasional (Sirnas), November di Surabaya, Tim bulu tangkis Sulawesi Selatan akan menurunkan 10 atlet terbaiknya.
Adapun nama atlet tersebut, yang akan mengikuti Sirnas di Surabaya 2012, diantaranya, Richie, Yardi Setiawan, Nurul Ayudiah, Jendry Mikhail, Randy Perkasa dan Rian
Pelatih Bulutangkis Sulsel Ahmad, belum lama ini, mengungkapkan, diterjunkannya ke 10 atlet tersebut, sebagai upaya peningkatan kualitas dan prestasi atlet.
Namun yang menjadi kendala saat ini, anggaran yang dimiliki tim bulutangkis Sulsel, cukup minim, sehingga harus mencari sponsor untuk membantu keberangkatan atlet.
Terkait target di even tersebut, atlet tidak dibebankan sama sekali, hal itu bertujuan untuk memberikan pe­ngalaman kepada seluruh atlet.
Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulsel Atman Amir menjelaskan, kegagalan Tim Sulsel di PON 2012 akibat minimnya pengalaman atlet. Artinya dengan memperbanyak tampil di kejuaraan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan mental atlet. (hen/mri)
Read More >>

Pemprov Bentuk Tim Dokter Layani Veteran di Sulsel

Sabtu, 13 Oktober 2012


MAKASSAR – Pemprov Sulsel akan membentuk tim dokter untuk memberikan pelayanan dan memeriksa kesehatan para legiun veteran yang tersebar di 24 kabupaten/kota.

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengungkapkan, program pelayanan kesehatan terhadap para pejuang veteran tersebut, nantinya akan mendatangi secara rutin rumah para veteran. Hal ini, untuk mengoptimalkan program layanan kesehatan masyarakat, khususnya para veteran yang telah berjuang untuk kemerdekaan RI di masa lalu. ”Kita lihat sekarang, ratarata veteran itu umurnya sudah mencapai 80 tahun.

Makanya kita programkan ini, sehingga jika ada veteran yang sakit,tim dokter bisa bergerak langsung ke rumah masing-masing veteran ini,” kata Wagub di Makassar, kemarin. Oleh karena itu,dalam waktu dekatinipihaknya akanberkoordinasi dengan para ketua legiun veteran di seluruh kabupaten/ kota,untukmengetahuijumlah veteran pejuang di Sulsel. Hal ini dilontarkan Wagub seusai membuka rapat koordinasi Pelayanan PT Askes kepada para veteran di Hotel Grand Clarion Makassar,kemarin.

Kepala Group Manager Kepesertaan dan Pemasaran PT Askes Andayani Budi Lestari mengatakan, program layanan kesehatan yang digagasnya itu bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan). Para legiun veteran ini juga akan mendapatkan layanan kesehatan Kelas I, dan bisa terlayani di seluruh rumah sakit (RS) di Sulsel, serta RS TNI dan RS Polri. Masingmasing veteran juga akan mendapatkan satu buah kartu, dan khusus keluarganya juga memperoleh satu kartu Askes. ● wahyudi

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/534781/
Read More >>

Jumat, 12 Oktober 2012

Gubernur Tegur Pemkot Makassar-Terbitkan Izin Pembangunan di Sempadan Sungai


Jumat, 12 Oktober 2012

MAKASSAR– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo melayangkan surat teguran kepada tiga kepala daerah yang dianggap mengeluarkan izin pembangunan yang melanggar garis sempadan sungai.

Ketiga kepala daerah yang disomasi tersebut yakni Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Bupati Luwu A Mudzakkar, serta Bupati Pinrang Aslam Patonangi.Surat somasi tersebut dikeluarkan setelah ketiga daerah ini dianggap mengeluarkan surat izin kepada pengusaha untuk mendirikan bangunan dan usaha di atas sungai dan irigasi. Pelarangan tersebut tercantum pada Perda No 9/2009 tentang RTRW Sulsel,Perpres No 55/2011 tentang Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Mamminasata, dan Undang- Undang No 26/2007 tentang garis sempadan sungai, pantai, dan irigasi.

“Kami sudah keluarkan somasi terkait pelanggaran itu. Termasuk Makassar.Sungai dibanguni macam-macam, sehingga semakin sempit,” tegas Syahrul saat menerima kunjungan Tim Penilai Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Bidang Sumber Daya Air (SDA) di Kantor Gubernur Sulsel. Dia berharap, suratnya tersebut bisa diterima oleh para bupati dan wali kota,sehingga ke depannya, tidak sembarangan lagi mengeluarkan izin pendirian bangunan dan usaha di lokasi-lokasi yang bisa mengganggu kelestarian lingkungan.

“Kita tampak tak berdaya di sini.Wali kota dan bupati tak berwenang kalau kami berikan sanksi. Gubernur tak berwenang. Yang bisa hanya ditegur,”bebernya. Informasi yang dihimpun SINDO, dugaan pelanggaran yang dilakukan Pemkot Makassar karena mengeluarkan izin pendirian perumahan di bantaran Sungai Jeneberang dan Sungai Tallo. Sedangkan Kabupaten Luwu mengeluarkan izin tambang milik pribadi di bantaran sungai.

Sementera,Kabupaten Pinrang dianggap melanggar setelah mengeluarkan izin pendirian pasar di bantaran sungai di wilayahnya. “Sungai misalnya,harusnya diperlebar.Tapi dengan alasan mau diluruskan, padahal ada kepentingan tertentu di situ,” ungkapnya. Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sulsel Soeprapto Budi Santoso yang dikonfirmasi,membenarkan pemberian surat somasi tersebut.

Menurutnya, Pemprov Sulsel sebelumnya telah beberapa kali mengingatkan kepada pemerintah daerah yang bersangkutan kalau proyek yang tengah dalam pengurusan izin melanggar ketentuan sempadan sungai dan irigasi. “Tapi tetap saja pada proses perizinannya tetap dikeluarkan. Yang mendapatkan somasi itu Makassar,luwu,serta Pinrang. Itu dilayangkan dua minggu lalu,” katanya di Kantor Gubernur Sulsel kemarin.

Sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo telah memberikan warning kepada seluruh bupati/ wali kota terkait banyaknya sejumlah proyek pembangunan yang melanggar garis sempadan pantai dan bantaran sungai. Peringatan Syahrul tersebut dituangkan dalam surat edaran bernomor 065/1434/ UPTD.MM tertanggal 3 Mei 2011 lalu.Selain itu,para kepala daerah di Sulsel juga diminta untuk melakukan pengamanan dan pengendalian fungsi lahan pertanian serta hutan mangrove yang kian menipis.

Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Pemkot Makassar Nadja Emma yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui adanya somasi itu. Emma juga enggan menanggapi lebih jauh adanya isu somasi itu sebelum dia melihat langsung suratnya. “Kami belum tau soal itu,” katanya melalui pesan singkat SMS kepada SINDO.

Kabag Humas Pemkot Makassar Mukhtar Tahir saat dihubungi mengaku belum pernah melihat atau mengetahui adanya surat dari gubernur tersebut.“Kami belum tahu itu dek. Mungkin suratnya di Dinas Tata Ruang,”tambahnya. wahyudi/supyan umar

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/534395/
Read More >>

Lovely December Fokuskan Turis Lokal


Jumat, 12 Oktober 2012
 
Jufri Rahman

 MAKASSAR, -- Lovely December kembali akan digelar di Toraja. Puncaknya pada 27 Desember. Sejumlah kalangan mengkritik event ini karena digelar saat wisatawan mancanegara justru memilih pulang ke negaranya merayakan Natal.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Jufri Rahman, menjawab kritikan itu. Menurut dia, Lovely December memang difokuskan untuk menggaet turis lokal, khususnya warga asli Toraja di perantauan.

"Rata-rata orang Toraja kan pulang untuk merayakan Natal di kampungnya. Nah, itu yang jadi incaran kita," kata Jufri di kantornya, Kamis, 11 Oktober.

Disbudpar Sulsel coba memanfaatkan konsep "Toraja Mamali" atau rindu Toraja. Masyarakat yang pulang kampung diharapkan menjadi pendorong kegiatan ekonomi. Konsep itu mirip Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM). Pengusaha pulang kampung sambil melakukan konsolidasi ekonomi.

"Yang jelas, Lovely December mampu mengatrol tingkat hunian hotel di Toraja. Saat ini, okupansi di sana sudah di atas 50 persen. Padahal dulunya sangat rendah," klaim Jufri.

Lovely December memang sudah dimulai sejak Maret lalu. Puncaknya pada Desember mendatang atau dirangkaikan dengan perayaan Natal.

Selain Lovely December, Disbudpar Sulsel juga sedang bersiap dengan Takabonerate Island Expedition 2012, 19-21 November. Kegiatan ini juga diyakini bisa meningkatkan tingkat kunjungan ke Selayar.

Ekspedisi ini direncanakan diikuti 200 peserta untuk fun trip. "Fishing tournament melibatkan peserta dari enam negara," tambah Jufri.

Takabonerate Island Expedition 2012 diharapkan tak hanya membuat transaksi ekonomi meningkat, namun juga mampu mempromosikan Selayar sebagai tempat yang pas untuk kegiatan maritim. (zul/upi)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121011232215-lovely-december-fokuskan-turis-lokal%27#.UHfe1QhmNr4.twitter
Read More >>

Rp15 Miliar untuk Gizi Buruk


Jumat, 12 Oktober 2012
 
MAKASSAR, -- Gizi buruk yang masih banyak ditemukan di empat kabupaten/kota se Sulsel ditangani melalui program NICE. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp15 miliar untuk penanganan gizi buruk di Kota Makassar, Jeneponto, Maros, dan Pangkep.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Rachmat Latief mengatakan, penanganan gizi buruk di daerah yang mendapat program Nutrition Improvement through Community Empowerment (NICE) dipercayakan kepada kelompok gizi masyarakat atau KGM.

Anggarannya yang berasal dari pinjaman Asian Development Bank (ADB) langsung ke masing-masing KGM. "Program berlangsung selama lima tahun dan berakhir 2012, tahun ini," kata Rachmat, Kamis, 11 Oktober.

Setiap KGM yang berada di satu desa memperoleh dana penanganan gizi buruk sebesar Rp140 juta selama lima tahun. Jumlah KGM di Sulsel tercatat sebanyak 206 KGM.

KGM yang memperoleh anggaran pengentasan gizi buruk tersebar di Makassar sebanyak 64 KGM, Jeneponto 50 KGM, Maros 46 KGM, dan Pangkep 50 KGM.

"Empat daerah ini dipilih menjadi target program NICE dengan pertimbangan masih banyak ditemukan kasus gizi buruk. Setiap KGM harus membuat proposal dan berkomitmen menurunkan angka penderita gizi buruk di daerahnya," tutur Rachmat.

Pemanfaatan dana NICE untuk intervensi penderita gizi buruk seperti pemberian makanan tambahan. KGM yang mengelola NICE juga dapat memanfaatkan untuk usaha pembuatan abon ikan dan telur asin agar dapat digunakan sebagai dana abadi untuk pengentasan gizi buruk. (rif/pap)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121011232949-rp15-miliar-untuk-gizi-buruk 
Read More >>

Pemprov Batasi Area Konsesi Vale


Jumat, 12 Oktober 2012

 

Area konsesi pertambangan PT Vale Indonesia Tbk di Sulsel tidak diperpanjang seluruhnya. Pemprov Sulsel hanya memberikan rekomendasi perpanjangan izin area konsesi pada lahan yang potensial tergarap.
Setelah pelepasan lahan konsesi seluas 28.000 hektare, atau sekitar 12,8 persen dari luas total kontrak karya pada 2010 lalu, lahan konsesi PT Vale menjadi 190.000 hektare. Lahan 118.387 hektare di antaranya berada di Sorowako.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, renegosiasi kontrak karya PT Vale di pusat memberikan perpanjangan izin pemanfaatan lahan. "Namun, perpanjangan area konsesi hanya pada kawasan yang potensial secara operasional," kata Syahrul, Kamis, 11 Oktober.

Pembicaraan pemanfaatan area konsesi kembali dilakukan gubernur dengan Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Nico Kanteer, di Kantor Gubernur Sulsel, kemarin.
Syahrul mengatakan, keputusan akhir perpanjangan lahan konsesi tambang PT Vale tetap ditentukan Pemerintah Pusat. "Tambang nikel mendapat pengawasan nasional, tetapi tidak mengabaikan peranan pemerintah daerah," tegas Syahrul.

Perhitungan area konsesi yang dapat diperpanjang masih terus dilakukan sampai saat ini. Perpanjangan kontrak karya harus diberikan, kata dia, untuk keberlangsungan investasi dan usaha.
Namun, Syahrul menyebut sekitar 100 hektare lebih dipastikan tidak dapat lagi diperpanjang karena dinilai tidak optimal pengelolaannya.

Dia menepis anggapan bahwa pemprov sengaja mempersulit operasional PT Vale. "Kita mau lihat dulu, jangan sampai sudah diperpanjang tapi akhirnya dialihkan lagi. Saya menjamin keberlangsungan industri dan investasi," katanya.
Nico Canteer yang ditemui usai pertemuan mengaku belum dapat mengungkap luas area konsesi yang dilepas. Begitupula dengan jumlah saham, dengan pertimbangan masih dalam tahap pembicaraan dengan Pemerintah Pusat. (rif/sil)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121012011743-pemprov-batasi-area-konsesi-vale
Read More >>

Bupati Soppeng Raih Juara Penanam 1 Miliar Pohon


Jumat, 12 Oktober 2012



WATANGSOPPENG- Bupati Soppeng Andi Soetomo meraih juara pertama dalam pelaksanaan lomba kinerja penanam satu miliar pohon tahun 2011 se-Sulawesi Selatan. Piagam penghargaan yang ditandatangani Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo itu akan menjadi koleksi penghargaan prestasi H A Soetomo selaku Bupati Soppeng.

"Piagam penghargaan yang ditandatangani Gubernur Sulsel akan diserahkan langsung dalam suatu acara nanti," ungkap Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Soppeng Werding As, kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (12/10/2012).

Ia juga menjelaskan, berdasarkan keputusan Guberrnur Sulsel Nomor 2330/IX/tahun 2012 tanggal 20 September 2012 tentang penetapan lomba rehabilitas hutan dan lahan penanaman satu miliar pohon tahun 2011 untuk penilaian Bupati Juara I Andi Soetomo dengan nilai 45,04, juara II A Idris Syukur dengan nilai 42,78, Bupati Maros M Hatta Rahman sebagai juara III dengan nilai 41,89.

Untuk Walikota Juara I diperoleh Wali Kota Parepare H Syamsu Alam 25,38, untuk juara II diperoleh Wali Kota Palopo PA Tenriajeng dengan nilai 15,40 dan juara III diperloleh Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dengan nilai 11,20.

Sementara itu Bupati Soppeng A Soetomo kepada wartawan menyatakan, selama ini pihaknya hanya berbuat bagaimana agar Soppeng bisa lebih baik dan lebih maju kedepan. Ia juga menambahkan bahwa di setiap kesempatannya selalu menekankan agar masyarakat senantiasa menanam pohon karena dengan menanam selalu ada hasil yang ditunggu.

Adapun jenis tanaman yang menjadikan Bupati Soppeng sebagai juara ditanam di delapan kecamatan dengan jenis kayu jati local, trambesi, mahoni, jati putih, kemiri, mangga, rambutan, durian, aren.(*)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/10/12/bupati-soppeng-raih-juara-penanam-1-miliar-pohon
Read More >>

SYL: Ingin Cerdas, ya Membaca, Ingin Mencerdaskan, ya Menulis


Jumat, 12 Oktober 2012
 
Makassar – Gubernur sulsel Syahrul Yasin Limpo ternyata memiliki hobby membaca dan menulis buku. Bahkan saat ini sudah ada beberapa buku yang ditulisnya. Beberapa buku yang sudah diterbitkan di antaranya Jangan Marah di Muara,Jangan Mengaduk Samudra, Ambil Tanganku ku Ambil Tanganmu, Lidah-lidah Emas Syahrul Yasin Limpo, dan sejumlah judul lainnya.
 
Salah satu bukunya yang diklaim karya terbaik, yakni Jangan Marah di Muaralebih banyak mengulas tentang kepemimpinan, nilai-nilai hidup dan pesan moral. Buku setebal 176 halaman itu diterbitkannya pada Januari 2005 saat dia masih menjabat wakil gubernur Sulsel.


Menurutnya jika seseorang ingin cerdas, maka harus rajin membaca, dan jika ingin mencerdaskan orang lain maka menulislah.

Syahrul mengaku, karena kesibukannya, maka lebih banyak membuat tulisan dengan menggunakan smartpone. Akibatnya bisa diduga, ponselnyapun banyak rusak karena sering dipakai menulis.
“Saya tidak tahu kenapa tombol HP (ponsel) saya ini selalu rusak.Lucunya,hanya spasinya yang selalu rusak. Sudah dua kali saya mengganti HP yang seperti ini,”Ujarnya.

Syahrul mengatakan, menulis buku merupakan salah satu hobi yang tak bisa ditinggalkannya. Bahkan, dalam waktu dekat, dia kembali akan meluncurkan salah satu buku yang telah selesai ditulis.[KM2]

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=16274
Read More >>

Gubernur Sulsel Canangkan Gerakan Sadar Gizi


Jum, 12/10/2012 
Gubernur Sulsel, H. Syahrul Yasin Limpo mencanangkan gerakan Nasional Sadar Gizi Tingkat Provinsi Sulsel, di Gedung Celebes Convention Center (CCC) Makassar, Kamis, 11 Oktober 2012. Acara Gerakan Nasional Sadar Gizi merupakan program kerja yang mesti diteruskan kelanjutannya ke 33 Provinsi di Indonesia  ini dihadiri oleh 2.060 kader gizi yang tersebar di Makassar, Maros dan Jeneponto.
Menurut Syahrul Menjadi Kader bukan hal yang mudah karena kader adalah orang-orang pilihan yang memberikan kontribusi ke daerah kearah yang  lebih baik sesuai tugas masing-masing dan tugas kader adalah melanjutkan hal yang baik-baik. Rakyat harus mendapatkan gizi yang baik. Orang yang gizinya baik pasti sehat, cerdas, bisa bekerja maksimal dan memiliki daya tahan tubuh. Kita harus memperbaharui tekad dan kemauan kita, bahwa setiap kader tahu fungsi, tanggungjawab, ilmu dan agendanya.
Syahrul juga mengatakan, pada umumnya mereka yang kekurangan gizi karena tidak ada yang memberi tahu dan ada persoalan rumah tangga. Persoalan gizi buruk bukan hanya karena mereka miskin. Inilah tugas para kader mendampingi warga karena kita ingin hidup rakyat makin baik.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sulsel, Rachmat Latief mengatakan kader gizi tersebut tersebar di 206 desa/kelurahan. Program perbaikan gizi melalui pemberdayaan masyarakat terus dilakukan sehingga berimplikasi pada IPM. Tiap desa menerima bantuan berupa paket gizi masyarakat sebesar Rp 104 juta selama tiga tahap.
Pencanangan Gerakan Nasional Sadar Gizi Tingkat Provinsi Sulsel ini juga dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada kader gizi berprestasi dan bantuan kit emergency.

Read More >>

Menteri Perhubungan dan Gubernur Sulsel Launching Garuda CRJ 1000


Jumat, 12 Oktober 2012
Makassar, – Menteri Perhubungan RI Edward Ernest Mangindaan, didampingi Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo saat ini, Jumat (12/10/2012) menghadiri Launching Garuda Indonesia CRJ 1000 di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Dalam sambutannya, SYL berharap nantinya akan ada pertemuan dengan Gubernur se Indonesia untuk mebahaspesawat Garuda CRJ 1000 NextGen.
“4 pesawat ini diharap bukan hanya milik Sulsel, tapi milik semua. Dan kami siap bantu untuk peningkatan Sulsel sebagai pilar utama Pembangunan Indonesia Timur,” Kata SYL.
Sebelum menutup sambutannya, Syahrul berharap nantinya, Menteri Perhubungan bisa membantu Sulsel untuk pembuatan Kereta Api.
“Saran kami terminal monorel ditambah dan diperluas lagi sebagai kekuatan Indonesia Timur. Supaya ada tong kereta apinya orang Sulsel,” Terang SYL.[KM3]

Short URL: http://www.kabarmakassar.com/?p=16315
Read More >>

SISI LAIN SYAHRUL YASIN LIMPO-Dua Ponsel Rusak demi Menulis Buku


Jumat, 12 Oktober 2012




Syahrul Yasin Limpo tiba tiba muncul di Media Center SYL di Jalan H Bau pada Senin (8/10) malam. Seperti biasa, Gubernur Sulsel ini tampil mengenakan syal bermotif macan tutul yang melingkar di lehernya.


Sejumlah orang yang ada di ruangan itu sontak kaget karena kunjungan tersebut tidak diagendakan sebelumnya. Calon gubernur incumbentini menyempatkan singgah di tempat itu sekadar bercengkrama dengan anggota timnya.Agenda utamanya pada malam itu adalah menghadiri acara takziah salah seorang kerabatnya. Syahrul sempat bercerita beberapa menit sebelum meninggalkan tempat itu.

Salah satu yang jadi topik pembahasan malam itu adalah telepon seluler (ponsel) miliknya yang rusak. “Saya tidak tahu kenapa tombol HP (ponsel) saya ini selalu rusak.Lucunya,hanya spasinya yang selalu rusak. Sudah dua kali saya mengganti HP yang seperti ini,”katanya sambil menunjukkan ponselnya. Dari cerita Syahrul itu kemudian terungkap kebiasaannya selama ini. Mantan bupati Gowa ini ternyata memiliki kebiasan menulis.

Namun,posisinya sebagai pejabat publik membuat dia memiliki waktu yang terbatas.Untuk menyiasati waktu yang sedikit itu,ponselnyalah yang menjadi pilihan tepat tatkala menuangkan ide dan isi pikirannya. “Mungkin itu yang bikin HP cepat sekali rusak. Memang selalu saya pakai menulis kalau ada yang saya anggap menarik,”ujar Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini. Dengan nada sedikit membanggakan diri,dia kemudian membeberkan kebiasaannya menulis buku.

Dia mengaku beberapa bukunya lahir dari kebiasaannya mengetik di ponsel.Kebiasaan itu dianggapnya hiburan di tengah setumpuk jadwal padat sebagai gubernur maupun sebagai ketua partai. “Tidak bisa bosmukalah bukuku.Sudah delapan mi yang jadi.Risikonya,juga sudah dua HP seperti ini rusak karena terus dipakai mengetik,”katanya seraya kembali merogoh sakunya mengeluarkan ponselnya tersebut.

Syahrul mengaku kadang menghabiskan waktu saat melakukan perjalanan panjang dengan mengetik bahan untuk bukunya.Itu terutama ketika dia melakukan perjalanan darat selama berjam-jam. Syahrul selama ini dikenal memiliki banyak buku hasil tulisannya yang berisikan pemikiran-pemikiran inovatif, termasuk pengalamannya bersentuhan dengan masyarakat.

Beberapa buku yang sudah diterbitkan di antaranya Jangan Marah di Muara,Jangan Mengaduk Samudra,Ambil Tanganku ku Ambil Tanganmu,Lidah-lidah Emas Syahrul Yasin Limpo,dan sejumlah judul lainnya. Salah satu bukunya yang diklaim karya terbaik,yakni Jangan Marah di Muaralebih banyak mengulas tentang kepemimpinan,nilai-nilai hidup dan pesan moral.Buku setebal 176 halaman itu diterbitkannya pada Januari 2005 saat dia masih menjabat wakil gubernur Sulsel.

Syahrul mengatakan, menulis buku merupakan salah satu hobi yang tak bisa ditinggalkannya. Bahkan, dalam waktu dekat,dia kembali akan meluncurkan salah satu buku yang telah selesai ditulis. “Segera akan kita lauching. Saya juga berencana menuangkan semua ide dan pemikiran saya di SYL Ways agar juga dibuatkan buku,” katanya.

SYL Ways merupakan program yang menampilkan Syahrul di televisi dengan membawakan materi pidato tentang pemerintahan dan kepemimpinan. Sebelum meninggalkan SYL Media Center malam itu, Syahrul sempat berpesan untuk tidak berhenti berkreasi. “Intinya jangan berhenti berkreasi.Kalau mau cerdas harus banyak membaca.Kalau mau ikut mencerdaskan orang lain,yamenulis,”tutur Syahrul. jumardin akas

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/534509/
Read More >>

Lagi, Sulsel Nominator Penghargaan Nasional PSDA


Jumat, 12 Oktober 2012


MAKASSAR,  – Pundi-pundi penghargaan yang diraih Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan bertambah. Sulsel kembali masuk nominasi lima besar penghargaan nasional Pe­ngelolaan Sumber Daya Air (PSDA).

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Tim Penilaian Kinerja Perangkat Daerah (PKPD) dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Ruang Kerja Gubernur, Kamis, 11 Oktober.

Anggota Tim PKPD, Dr Robert J Kodoatie mengatakan, Provinsi Sulsel masuk lima besar nasional, bersama Jatim, Jateng, Yogyakarta, dan Jawa Barat.

“Dalam rangka penentuan peringkat, tim dibawah pimpinan Sekditjen SDA Kementrian PU melakukan kunjungan,” ujarnya.

Secara pribadi, Robert mengaku kagum dengan pola pikir Syahrul selaku gubernur karena sangat menjaga air. Bahkan, Syahrul lebih memprioritaskan kelestarian air dibanding pengelolaan tambang.

“Saya angkat topi soal ini. Padahal, potensi tambang di Sulsel ini sangat besar. Hanya, kalau lahan tambang dibuka, tidak ada air tanah yang bisa tumbuh. Tambang, kalau mengolahnya salah, bahaya. Untuk tanah tumbuh butuh waktu ribuan tahun,” terangnya.

Sementara Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, perekonomian Sulsel sangat tergantung pada sektor pertanian. Karena itu, air tidak boleh bersoal. Tidak boleh ada yang mengganggu pengairan.

“Hanya, ini persoalan yang tidak mudah karena melibatkan semua unsur dan ada sekat-sekat ekonomi yang tidak dipahami,” ungkapnya.

Masalah irigasi dan pengairan, jelas Syahrul, harus menjadi fokus semua pihak di Sulsel. Untuk menjaga hal itu, perencanaanya harus holistik.

“Dalam lima tahun saya tidak keluarkan izin tambang untuk menjaga air. Ini tidak ada kaitannya dengan penghargaan. Tapi, kalau mau perbaiki kehidupan rakyat, ini harus optimal. Irigasi sangat menentukan, bahkan kalau perlu industri harus korban,” urainya.

Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Sulsel itu, menjelaskan, terkait program air bersih di Sulsel, tidak ada desa tanpa air bersih. Untuk menjaga air, di Sulsel telah menanam 120 juta pohon dan membangun embung di tiap desa/kelurahan.

“Persoalannya, irigasi dan jalan12 tahun tidak direhab akhirnya lowsis tidak bisa dihindari. Padahal, 17 provinsi makan dari Sulsel.

Masalahnya, agenda aksi kita tidak sesuai dengan APBN,” bebernya. (*/ute)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/daerah/lagi-sulsel-nominator-penghargaan-nasional-psda
Read More >>

Kamis, 11 Oktober 2012

Pemprov Sulsel Nominasi Lima Besar Nasional Bidang PSDA


Kamis, 11 Oktober 2012


Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersiap menambah pundi-pundi koleksi penghargaannya dari pemerintah pusat. Pemprov Sulsel tercatat sebagai nominasi lima besar penghargaan nasional bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA).

Sulsel berada di bawah Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat. Sehari sebelumnya, Rabu (10/10/2012), Sulsel pun masuk dalam nominasi peraih penghargaan Ksatria Bhakti Husada Aditya di bidang kesehatan dari Tim Verifikasi dari Kementerian Kesehatan.

Secara pribadi, anggota Tim Penilaian Kinerja Perangkat Daerah (PKPD), Robert J Kodoatie kagum dengan pola pikir Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo karena sangat menjaga kualitas air. Bahkan menurutnya, Syahrul lebih memprioritaskan kelestarian air dibanding pengelolaan tambang.

"Saya angkat topi soal ini dengan pola kerja Gubernur Sulsel. Sulsel ini memiliki potensi tambang yang sangat besar, tapi beliau lebih mementingkan untuk menjaga kualitas air daripada melakukan eksploitasi tambang," kata Robert usai bertemu Syahrul, Kamis (11/10/2012).

"Kalau lahan tambang dibuka, tidak ada air tanah yang bisa tumbuh. Untuk diketahui, tambang, kalau mengolahnya salah, bahaya. Untuk tanah tumbuh butuh waktu ribuan tahun," terangnya.

Syahrul, saat dimintai komentarnya mengungkapkan, perekonomian Sulsel sangat tergantung pada sektor pertanian. Karena itu, air tidak boleh bersoal. Tidak boleh ada yang mengganggu pengairan.

"Persoalan ini tidak mudah karena melibatkan semua unsur dan ada sekat-sekat ekonomi yang tidak dipahami," ungkapnya.

Masalah irigasi dan pengairan, jelas Syahrul, harus menjadi fokus semua pihak di Sulsel. Untuk menjaga hal itu, perencanaanya harus holistik.

"Dalam lima tahun saya tidak keluarkan izin tambang untuk menjaga air. Ini tidak ada kaitannya dengan penghargaan. Tapi, kalau mau perbaiki kehidupan rakyat, ini harus optimal. Irigasi sangat menentukan, bahkan kalau perlu industri harus korban," urainya.

Terkait program air bersih di Sulsel, Syahrul mengatakan tidak ada desa tanpa air bersih. Untuk menjaga air, di Sulsel telah menanam 120 juta pohon dan membangun embung di tiap desa/kelurahan.

"Persoalannya, irigasi dan jalan 12 tahun tidak direhab akhirnya lowsis tidak bisa dihindari. Padahal, 17 provinsi makan dari Sulsel. Masalahnya, agenda aksi kita tidak sesuai dengan APBN," bebernya.

Sumber: http://www.tribunnews.com/2012/10/11/pemprov-sulsel-nominasi-lima-besar-nasional-bidang-psda
Read More >>

Sulsel Masuk Nominator Penghargaan Bidang Kesehatan


Sulawesi Selatan kembali masuk dalam nominasi peraih penghargaan di bidang kesehatan, Ksatria Bhakti Husada Aditya. Sulsel dinilai berhasil membangun terobosan dalam program layanan kesehatan yang prorakyat. Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara Tim Verifikasi dari Kementerian Kesehatan dengan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo di Kantor Gubernur, Rabu, 11 Oktober 2012.

Menurut Ketua Tim Verifikasi, Mustikowati, timnya telah melakukan evaluasi tiap dua tahun. Selain melakukan verifikasi lapangan, juga untuk mengetahui apa yang ingin dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam program-program kesehatan.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa sektor kesehatan menjadi program prioritas Pemprov. Sulsel. Ratusan miliar rupiah dikucurkan setiap tahun untuk memback-up program-program kesehatan. Penguatan puskesmas menjadi awal dari kesehatan gratis. Kunjungan pasien makin banyak ke puskesmas, karena itu memberi energy ke puskesmas menjadi penting. Tidak hanya puskesmas, namun Pemprov. terus mendorong pengembangan rumah sakit kabupaten/kota. Mulai dari manajemen hingga fasilitas sarana dan prasarana. Harus ada keberpihakan terhadap rakyat dengan menjamin kesehatannya, kita benahi mulai dari tempat tidurnya, berapa tempat tidur, medis dan para medis hingga dokter ahli.

Gubernur berharap, dari segi pelayanan, rumah sakit yang ada di Sulawesi Selatan juga semakin baik. Secara teknis, semuanya terkendali dan tidak ada lagi penolakan pasien yang dilakukan pihak rumah sakit. Ada hal-hal yang konsisten kita lakukan, tingkat kesehatan masyarakat semoga meningkat dengan kesehatan gratis.

Read More >>

Konferensi Internasional Asosiasi IMI Ketiga Akan Digelar Di Makassar


Kam, 11/10/2012 
Tidak kurang dari 500 ilmuwan dari 33 provinsi di Indonesia dan dari berbagai negara di dunia akan mengikuti Konferensi Internasional Asosiasi Ilmuwan Manajemen Indonesia di Hotel Swiss Bell In, Makassar, 19 – 20 Oktober 2012 pekan depan. Dalam konferensi ini akan dibicarakan mengenai kebijakan-kebijakan manajemen bisnis lokal. Hal ini dikatakan Sekretaris Ilmuwan Manajemen Indonesia (IMI) Makassar, Roslina Alam saat bertemu dengan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo di Ruang Kerja Gubernur, Rabu, 10 Oktober 2012.

Konferensi pertama digelar di Bali dan yang kedua dilaksanakan di Riau. Konferensi Internasional yang akan dilaksanakan di Makassar merupakan yang ketiga kalinya. Dengan melalui konferensi ini diharapkan kita bisa merumuskan sesuatu yang substansi untuk kearifan lokal.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo mengatakan, panitia harus mempersiapkan acara konferensi secara matang. Akomodasi harus dipersiapkan sejak awal karena kerap menjadi persoalan. Meskipun  kita sudah menambah 500 kamar, masih butuh sekitar 3.000 kamar. Kita perlihatkan di Makassar, bukan hanya seminarnya tapi juga dari sisi pelayanannya. Tidak hanya itu, masing-masing delegasi harus didampingi panitia, jangan sampai ada hambatan atau kendala, kita berikan kesan yang baik untuk tamu-tamu yang akan datang.

Lanjut dikatakan, secara tidak langsung, konferensi itu juga membantu ekonomi rakyat. Pasalnya, mereka datang ke Makassar dan tentunya akan belanja di Makassar. Di kultur kita orang Sulsel, manajemen atau akselerasi bisnis kita canggih karena tidak mengenal kompetisi.

Read More >>

Sulsel Bidik Wisatawan Domestik


Makassar, 11 Oktober 2012
Masih seretnya kunjungan wisatawan mancanegara, mendorong pemerintah Sulawesi Selatan mengutamakan promosi wisatanya untuk menggaet wisatawan Nusantara. Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Jufri Rahman, Wisatawan Nusantara lebih berpotensi membangkitkan kembali dunia pariwisata Sulsel.

“Saat ini, Wisatawan Nusantara lebih potensial digarap, untuk meningkatkan kunjungan wisata di Sulsel. Lovely Toraja misalnya, itu sebenarnya ditujukan kepada warga Toraja untuk pulang kampung. Baik itu didalam atau di luar negeri,” kata Jufri, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu.
Dia juga menyatakan, dengan adanya peningkatan kunjungan wisatawan domestik, akan meningkatkan kembali kunjungan wisatawan asing ke daerah tujuan wisata di Sulsel.
“Peningkatan kunjungan wisatawan domestik, akan menjadi pencitraan yang bagus kepada dunia pariwisata di luar negeri. Sehingga Sulsel akan kembali menjadi salah satu tujuan utama turis asing” harapnya.
Jufri juga menyatakan, para wisatawan domestik tidak terlalu menuntut pelayanan yang berstandar internasional. Hal Ini memberi peluang kepada Sulsel untuk
membangkitkan kembali kepariwisataan sambil membenahi infrastruktur yang terkait dengan dunia wisata.[KM05]
Short URL: http://www.kabarmakassar.com/?p=16180
Read More >>