Sabtu, 24 November 2012

BKPRS Deklarasi Pembangunan Penerbangan dan Listrik


SABTU, 24 NOVEMBER 2012 

MAKASSAR,  – Badan Kerja Sama Pembangunan Regional Sulawesi akhirnya mencetuskan “Deklarasi Makassar” dengan berkomitmen membangun infrastruktur listrik dan jaringan penerbangan antar pulau Sulawesi.
Deklarasi Makassar yang digagas mantan Wapres Jusuf Kalla berdasarkan hasil pertemuan Gubernur se-Sulawesi di Wisma Kalla, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 22 November.
“Infrastruktur sangat dibutuhkan untuk melacarkan pertumbuhan ekonomi di setiap daerah. Untuk mewujudkan hal itu peran pemerintah dan swasta harus bersinergi tidak hanya pemerintah saja,” kata Jusuf Kalla. 
Menurutnya, suatu daerah yang ingin maju membutuhkan infrastruktur pendukung seperti jalan, angkutan laut dan udara termasuk energi, dan telekomunikasi. Sebab Infrastruktur inilah yang memajukan ekonomi.
“Meskipun penduduk Pulau Jawa besar dibanding Pulau Sulawesi, namun mobilitas lebih tinggi di Sulawesi. Aktivitas juga mobilitas orang di Sulawesi lebih lancar dibanding Jawa. Transportasi udara adalah jalur alternative bagi penumpang dan pelaku ekonomi,” tuturnya, dikutip dari Kantor Berita Antara.
Jusuf Kalla menyatakan, PT Garuda Indonesia Group, diminta agar mengembangkan program di Sulawesi. Selain itu, soal energi mesti dibicarakan secara serius, karena di Sulawesi hanya mampu menyiapkan bahan baku sementara pengelolaannya masih dari kelola pihak luar.
“Bagaimana kita membangun energi nasional, kalau pusatnya energi diluar sulawesi. Untuk mengubah wajah Sulawesi, mesti dibahas serius.
Kalau masalah transportasi dan energi dapat diselesaikan, tentu saja Sulawesi menjadi tempat paling tepat berinvestasi,” ucapnya. (*/ami)
Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/bkprs-deklarasi-pembangunan-penerbangan-dan-listrik
Read More >>

AirAsia Jadikan Sulsel Hub Utama


SABTU, 24 NOVEMBER 2012

MAKASSAR,  – Maskapai penerbangan AirAsia, akan menjadikan Sulsel sebagai hub utama di Kawasan Timur Indonesia.
Rencananya, dari Makassar, AirAsia akan membuka dua rute baru internasional, yakni ke Kuala Lumpur dan Kinabalu. Sedangkan, untuk domestic akan dibuka rute Denpasar dan Balikpapan.
“Rencanya, penerbangan perdana akan dilaksanakan 17 dan 30 Desember mendatang. Jadi, akhir tahun,” kata Dharmadi, Direktur Utama AirAsia, usai bertemu dengan Gubernur Sulsel, H Syahrul Yasin Limpo, di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat, 23 November.
Dharmadi mengungkapkan, selain rute tersebut, AirAsia juga akan membuka rute Makassar-Jakarta. Semua rute tersebut baru dibuka dari Makassar.
“Semuanya rute baru. Kalau untuk Kinabalu, kami melihat koneksitas warga Makassar dengan Kinabalu cukup tinggi sehingga prospeknya ke depan sangat potensial,” ungkapnya.
Dengan dijadikannya Makassar sebagai hub utama AirAsia, kata Dharmadi, maka 100 persen AirAsia akan berkantor di Makassar. Tidak hanya itu, pilot, pramugari, dan kabin kru lainnya akan diambil dari lokal.
“Kami berharap, dukungan dari pemerintah provinsi,” harap Dharmadi.
Sementara, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, menyatakan, akan mendukung sepenuhnya pengembangan AirAsia di Sulsel. Bahkan, sebagai kepala pemerintahan, pihaknya akan total memback up AirAsia.
“Saya akan mendukung maksimal. Kalau hubnya disini, tentunya akan menguntungkan 14 provinsi lainnya di kawasan timur Indonesia,” ucapnya. (eky/ami)
Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/airasia-jadikan-sulsel-hub-utama
Read More >>

AirAsia Akan Buka Rute Makassar- Manila


Sabtu, 24 November 2012

BUKA RUTE BARU,Direktur Utama AirAsia Dharmadi (kiri) menyerahkan cinderamata kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kanan) usai melakukan pertemuan di Ruang kerja Gubernur, Makassar, kemarin.
BUKA RUTE BARU,Direktur Utama AirAsia Dharmadi (kiri) menyerahkan cinderamata kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kanan) usai melakukan pertemuan di Ruang kerja Gubernur, Makassar, kemarin.

MAKASSAR – Maskapai penerbangan PT Indonesia Air- Asia akan membuka rute penerbangan Makassar-Manila. Jika itu terwujud, diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulsel. Pembukaan rute penerbangan ke Manila itu terungkap dalam pertemuan antara Presiden Direktur PT Indonesia AirAsia Dharmadi dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Kantor Gubernur, kemarin.

”Nanti kita akan bahas lebih lanjut rute penerbangan Makassar-Manila.Apalagi pembukaan ini akan sangat menguntungkan. Pangsa pasarnya ada,”kata Dharmadi. Persoalan yang dihadapi Air- Asia tinggal perbincangan bilateral antara Indonesia dengan Filipina. Jika sudah ada kesepakatan antara kedua negara, maka rute Makassar-Manila akan secepatnya bisa direalisasikan.” Inikan melibatkan dua negara.

Makanya perlu ada pembahasan bilateral antara kedua negara,”ungkapnya. Terkait tantangan yang dihadapi AirAsia itu,Syahrul berjanjiakanmendukungsepenuhnya. Apalagi selama ini, AirAsia dinilai telah memberikan citra positif di dunia internasional. MantanBupatiGowa itupunbersedia melakukan komunikasi dengan pemerintah Filipina. ”Saya akan terobos itu.

Pastinya rute terealisasi. Bagusnya kan kalau Makassar-Singapura-Manila,” harap Syahrul. Dengan adanya rute ini,akan semakin mempertegas eksistensi Makassar di kawasan timur Indonesia (KTI). Apalagi, dengan penerbangan ini bukan cuma menguntungkan Sulsel, tetapi semua daerah di KTI.”Kita juga tawarkan kepada AirAsia untuk membuka bengkel pesawat di Makassar.

Nanti kita akan bagi tugas untuk merealisasikan itu,”ujarnya. Selain merintis jalur penerbangan Makassar-Manila, Air- Asia juga akan menjadikan Sulsel sebagai hub utama di KTI. Rencananya, AirAsiaakanmembuka dua rute baru internasional, yakni ke Makassar-Kuala Lumpur dan Makassar- Kinabalu. abd salam malik
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/news/airasia-akan-buka-rute-makassar-manila
Read More >>

Gejolak Harga Daging Nasional Belum Pengaruhi Sulsel


Sabtu, 24 November 2012
Makassar - Direktur Rumah Potong Hewan Tamangapa Makassar Sudirman Lanung mengatakan, gejolak harga daging sapi nasional belum memengaruhi harga daging sapi di Sulawesi Selatan.

"Harga daging sapi di daerah ini masih cukup stabil yakni Rp75 ribu per kilogram. Harga daging sapi sempat naik, tapi itu hanya pada saat menjelang Idul Adha lalu," kata Sudirman di Makassar, Jumat.

Menurut dia, meskipun harga daging sapi di daerah ini masih cenderung stabil, namun pihaknya tetap mengantisipasi kondisi itu.

Salah satu upaya yang dilakukan, lanjut dia, dengan mengaktifkan koordinasi dengan sejumlah sentra produksi sapi di Sulsel diantara Kabupaten Sidrap, Soppeng, dan Bone.

"Sebenarnya persoalan harga daging sapi hanya dipengaruhi dua faktor yakni pangsa pasar dan pasokan. Apabila kedua unsur tersebut terpenuhi, maka tidak ada gejolak harga," katanya.

Mengenai jumlah kebutuhan daging sapi di Sulsel, lanjut dia, untuk wilayah Sulsel rata-rata 15 ton per hari, sedang khusus di Kota Makassar tercatat lima ton per hari.

Khusus jumlah kebutuhan daging sapi dari total warga Kota Makassar yang mencapai 1,3 juta jiwa itu dapat terpenuhi dengan pemotongan 40 - 50 ekor per hari.

Permintaan daging sapi hanya akan meningkat menjelang hari raya keagamaan seperti hari raya Idul Fitri, Idul Adha dan Natal, termasuk pada pergantian tahun ataupun tahun baru.

"Jumlah permintaan tersebut dapat mencapai 30 persen dari total jumlah kebutuhan normal untuk daging sapi," kata Sudirman. (T.S036/Z002)
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/43580/gejolak-harga-daging-nasional-belum-pengaruhi-sulsel
Read More >>

Pencak Silat - Sulsel Turunkan 23 Pesilat di Popwil Makassar


Sabtu, 24 November 2012
Makassar (ANTARA News) - Tim pencak silat Sulawesi Selatan menurunkan 23 atlet terbaik mengikuti Pekan Olahraga Pelajar antar-Wilayah (Popwil) Wilayah IV, di Makassar, 2-7 Desember 2012.

Pelatih silat Sulsel Muhammad Ashary di Makassar, Sabtu, mengatakan, seluruh atlet akan disiapkan terdiri dari 17 pesilat kategori tarung serta enam kategori TGR atau seni.

"Dari 23 atlet yang kita siapkan, kita harapkan 10 diantaranya berhasil merebut tiket ke Popnas Jakarta 2013. Meski tidak mudah namun kita cukup yakin sebagian yang tampil bisa merebut peringkat satu dan dua sebagai syarat mendapatkan tiket Popnas 2013," katanya.

Dalam mewujudkan target, tim Sulsel sejak tiga bulan terakhir terus mematangkan kemampuan dan mental atlet. Tim Sulsel juga berharap dukungan masyarakat pada pertandingan nanti dapat dimanfaatkan seluruh atlet dengan tampil lebih percaya diri.

Sebaliknya, kata dia, hasil mengecewakan yang diraih pesilat muda Sulsel pada kejurnas PPLP, September 2012, diharapkan tidak berimbas terhadap motivasi atlet. Apalagi pesilat Sulsel secara kualitas dinilai cukup menjanjikan.

"Kegagalan di Kejurnas PPLP akan kita jadikan cambuk bagi atlet untuk tampil lebih maksimal. Peluang kita juga cukup besar dengan status sebagai tuan rumah," katanya.

Mengenai kekuatan lawan di Popwil 2012, menurut dia, cukup seimbang. Namun pihaknya tetap memberikan kewaspdaan tinggi terhadap kualitas pesilat Jatim. Popwil Makassar diikuti sejumlah provinsi yakni Sulbar, Jatim, NTB, NTT, Kaltim, termasuk Maluku.

"Pada Popnas 2011, kita hanya meloloskan satu atlet namun ternyata sukses meraih emas. Mudah-mudahan pada pelaksanan Popnas 2013 bisa lolos lebih banyak sehingga peluang kita makin besar," ujarnya. (T.KR-DF/F003)

Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/43586/pencak-silat--sulsel-turunkan-23-pesilat-di-popwil-makassar
Read More >>

Program Pendidikan Gratis Sulsel Dicontek Nasional


Sabtu, 24 November 2012

MAKASSAR – Ketua Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Provinsi Sulsel, HM Adil Patu, mengatakan, bahwa tidak ada alasan bagi warga Sulsel untuk tidak berbangga kepada Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Pasalnya, Sulsel mampu menjadikan program pendidikan dan kesehatan gratis ini sebagai magnet bagi pemerintah pusat, untuk kemudian menjadikannya sebagai program Nasional.

“Jadi cocokmi taglinenya itu Sayang, Kita Bangga, Kita Sayang. Karena memang Sayang selama 5 tahun ini benar-benar membuat kita bangga. Sulsel selalu terdepan, Sulsel selalu meraih prestasi, Sulsel yang terbaik. Untuk program pendidikan serta kesehatan gratis, Nasional pun menconteknya dan menjadikan Sulsel sebagai percontohan pendidikan dan kesehatan gratis,” kata Adil yang juga legislator Sulsel ini, Jumat (23/11) di Makassar.

Bakal calon wakil walikota Makassar ini juga mengatakan, jika saat ini jelang Pemilukada Gubernur Sulsel, ada kandidat yang menebar janji, itu masih sebatas janji. “Kalau Syahrul dan Agus itu sudah melaksanakannya dan membuktikannya. Jadi yang lain masih berjanji, tapi Syahrul sudah memberikan buktinya,” kata Adil.

Bukan hanya itu, sejak menjabat gubernur, Syahrul, menggenjot produksi pertanian Sulsel naik di atas 20-an persen. Karena produksi padi sebelum menjabat gubernur, masih berkisar 3.100.000 ton.

Adil melanjutkan, sekarang produkasi beras rata-rata 4 juta ton dengan nilai surplus mencapai 2 juta ton lebih. Bukan hanya itu, kebanggaan kita mencuat lagi setelah APBD Sulsel itu mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Banyak yang mengatakan WTP belum tentu tak korupsi. Biarlah, kalau WTP saja tidak menjamin tidak korupsi, bagaimana yang tidak WTP. Inikan sangat berbahaya korupsinya,” ujar Adil Patu. (RS6/dj/C)

Sumber: http://rakyatsulsel.com/program-pendidikan-gratis-sulsel-dicontek-nasional.html
Read More >>

BKPMD Komitmen Jaga Kondisi Investasi


SABTU, 24 NOVEMBER 2012 

MAKASSAR, — Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel menggelar rapat teknis pengendalian dan pelaksanaan penanaman modal sebagai tindaklanjut dari penerapan Perka BKPM nomor 3 tahun 2012.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan BKPMD Sulsel, Muliaty Laking mewakili Kepala BKPMD Sulsel mengatakan, untuk menjaga kondisi investasi yang kondusif perlu sinergi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota.

“Investasi merupakan kunci keberhasilan untuk menggairahkan kembali perekonomian negara kita, termasuk di Sulsel. Karena itu, pemerintah pusat dan provinsi telah banyak melakukan pembinaan dan penyampaian regulasi demi menjaga iklim investasi yang semakin baik,” kata Muliaty Laking, di Hotel Denpasar, Jumat, 23 November.

Ia melanjutkan, visi memajukan investasi merupakan komitmen pemerintah baik pusat maupun provinsi dalam menjamin sinergi dengan tiga elemen stakeholder penanaman modal, yakni goverment, privat sektor dan masyarakat.

Khusus di Provinsi Sulsel sendiri, kata dia, sampai triwulan ke tiga tahun 2012, kinerja investasi mencapai peringkat 12 nasional pada level Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nilai investasi US$447,7 juta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp2,04 triliun.

Peran investasi yang dilakukan swasta atau masyarakat merupakan tanggungjawab pemerintah dalam mewujudkan iklim investasi yang kondusif, serta mendapat perlindungan dan pembinaan.

“Ada berbagai agenda investasi yang telah kami lakukan, mulai dari agenda regulasi, institusi, budget, komitmen dan kemudian serta agenda aksi. Ini dibangun dalam kerangka Sulsel Tomorrow yang berusaha mensinergikan dan mengimplementasikan prinsip investasi yang lebih cepat, sederhana, lebih mudah, lebih murah, lebih baik dan transparan,” urainya.

Sekadar diketahui, acara rapat teknis itu menghadirkan beberapa pembicara, yakni Sugiyanto dari pihak Dirjen Pajak Sulsel, Faisal dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Sulsel serta Kasubdit Wilayah III Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pusat, Endang Setia Budi. (eky/ami)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/bkpmd-komitmen-jaga-kondisi-investasi
Read More >>

Jumat, 23 November 2012

Dispenda Sulsel buka layanan pajak kendaraan Secara Online


Dinas pendapatan Daerah ( Dispenda ) provinsi Sulawesi Selatan dan polda Sulselbar secara resmi melakukan soft opening kantor pelayanan pajak kendaraan atau sistem administrasi  manunggal  satu atap (samsat) pembantu yang dipusatkan dikantor  Dinas Pendapatan   Sulawesi Selatan  Jalan AP petrrani Makassar. Soft opening itu ditandai dengan uji coba operasional pelayanan pembayaran bea balik nama kendaraan bermotor  1 ( pertama ) dan pembayaran pajak kendaraan bermotor.  Pelayanan kantor samsat pembantu ini juga dilengkapi dengan unit pelayanan drive thru untuk kendaraan roda dua dan empat yang akan melayani pembayaran pajak kendaraan secara online disulsel.
Pembukaan samsat pembantu ini dilakukan untuk memberikan pelayanan pada kantor samsat Mappanyukki  Makassar  yang telah mengalami kepadatan. Sejak samsat Mappanyukki Makassar  telah dibuka 2009 lalu itu hanya melayani sekitar  527.040 unit kendaraan, dan pada saat ini jumlah kendaraan yang harus dilayani telah meningkat menjadi 1.027.288 unit.   Hal ini dikatakan Pelaksanan Tugas ( Plt ) Dinas Pendapatan Daerah Sulawesi Selan , H. Azikin Solthan di Makassar, kamis, 22 November  2012.
Sementara, Kapolda Sulselbar, irjen polisi Mudji Waluyo mengatakan bahwa soft operaning kantor samsat pembantu ini untuk meningkatkan kenyaman para wajib pajak pemilik kendaraan bermotor dalam menyelesaikan kewajibannya. Uji coba pengoperasian kantor bersama samsat pettarani ini, merupakan salah satu bentuk pelayanan unggulan samsat yang  berdasarkan peraturan bersama Gubenur Sulsel , Kapolda Sulselbar dan Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sulsel. Kemudian ditindak lanjuti dengan keputusan bersama Dirlantas Sulselbar serta Kepala Cabang PT Jasa Raharja.
Sekretaris Dispenda Sulsel, Malik Faisal menjelaskan, per  desember  tahun 2011 lalu. Jumlah kendaraan bermotor di sulsel mencapai 1,4 juta lebih roda dan empat. Presentase pertumbuhan kendaraan sekitar 12  sampai 13 persen per tahun.
Ph/Na ( Jumat, 23 November 2012 )

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/dispenda-sulsel-buka-layanan-pajak-kendaraan-secara-online
Read More >>

Disperindag sulsel Gelar Sosialisasi Kebijakan Sektor Impor


Dinas Perindunstrian dan Perdagangan Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Direktorat Impor Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian menggelar sosialisasi kebijakan perdagangan sektor impor, di Hotel Aryaduta Makassar , Kamis  22 November 2012. Hadir sebagai pembicara pada acara sosialisasi ini diantaranya, Dirjen Kemendag Deddy Saleh, KSO Sucofindo Surveyor Indonesia, Ratna Juwita Sekretaris Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Partugi Pangaribuan dan Direktur Impior Kemendag, Didi Sumedi.  
Pada kesempatan itu, Direktur Jendaral Kementerian Perdagangan Deddy Saleh, menyampaikan perkembangan ekonomi di Sulawesi Selatan saat ini mengalami peningkatan, hal itu ditunjukkan dengan laju impor yang terus mengalami peningkatan yang yang cukup signifikan. Peningkatan aktifitas perekonomian Sulsel cukup menggebirakan, sebab Sulsel khususnya kota Makassar menjadi pusat ekonomi dan industri yang ada dikawasan timur Indonesia. Ini sangat berpengaruh terhadap kemajuan kawasan timur Indonesia.
Sebagai pusat ekonomi dan perdagangan membuat pertumbuhan ekonomi sulsel menjadi indikator ekonomi wilayah Indonesia Timur dan sejauh ini, kondisi ekspor juga menjadi poin utama yang harus diperhatikan. Ekspor tahun 2011 mencapai 200 miliar US dollar, dua kali lipat dari tahun 2006 yang hanya berkisar 100 miliar US dollar.
Sementara, KSO Sucofindo surveyor Indonesia, Ratna juwita dalam pemaparannya menjelaskan, dalam pelaksaaan vertifikasi atau penelusuran teknis impor (VPTI)  harus mencakup ketentuan dan aturan impor produk holtikultura.
Sekretaris Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Partugi Pangaribuan mengatakan, angka pengenal importir umum (API-U) hanya bisa diberikan kepada perusahaan yang melakukan impor barang tertentu untuk kelompok atau jenis barang yang tercakup dalam satu bagian, sesuai dengan sistem klasifikasi barang dalam BTKI 2012.
Ph/Rd ( Jumat, 23 November 2012 )
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/disperindag-sulsel-gelar-sosialisasi-kebijakan-sektor-impor
Read More >>

Kamis, 22 November 2012

JK-Gubernur Cetus Deklarasi Makassar


JUMAT, 23 NOVEMBER 2012


MAKASSAR,  – Mantan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla dan Gubernur se-Sulawesi mencetuskan Deklarasi Makassar. Ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan kelistrikan di Sulawesi.

Deklarasi Makassar ini dirumuskan di Wisma Kalla, Kamis, 22 November, dalam Rapat Terbatas Gubernur se-Sulawesi yang diselenggarakan Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS).

Isi Deklarasi Makassar antara lain, PT Garuda Group berkomitmen mengembangkan network dan usahanya dalam hal pengembangan infrastruktur penerba­ngan. PT Garuda Group akan membantu pengembangan bandara bekerjasama dengan pemerintah provinsi (Pemprov) se-Sulawesi. Adanya komitmen bersama mempercepat terwujudnya penerbangan dari ibu kota provinsi ke ibu kota kabupaten. Mewujudkan penerbangan yang profesional sesuai kondisi masing-masing provinsi. Mempercepat jaringan interkoneksitas kelistrikan se-Sulawesi.

Menurut Jusuf Kalla (JK), suatu daerah yang maju membutuhkan infrastruktur, seperti jalan darat, angkutan udara, laut, energi, dan telekomunikasi. Infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk melancarkan kegiatan ekonomi.

Untuk mewujudkan semua itu, lanjut tokoh nasional asal Sulawesi Selatan (Sulsel) ini, tidak hanya dibutuhkan peran pemerintah semata, tapi juga pihak swasta.

“Walaupun penduduk di Jawa lebih banyak dibandingkan penduduk di Sulawesi, tetapi mobilitas lebih tinggi di Sulawesi. Mobilitas orang di Sulawesi tidak selancar di Jawa, sehingga transportasi udara menjadi alternatif bagi penumpang,” kata JK.

Karena itu, lanjut Ketua Umum PMI ini, PT Garuda Indonesia Group, akan mengembangkan programnya di Sulawesi. Begitupun soal energi harus dibicarakan karena Sulawesi hanya menyiapkan bahan baku sedangkan pengelolaannya masih dari pihak luar. Sehingga, kerap menjadi masalah adalah kekurangan energi.

“Bagaimana Kita membangun energi nasional, dimana pusat energi ada di Sulawesi untuk mengubah wajah Sulawesi, harus dibahas. Kalau masalah transportasi dan energi bisa diselesaikan, maka Sulawesi akan jadi tempat paling efektif dan efisien untuk berinvestasi,” jelas JK dengan yakin.

JK mengungkapkan, jika PT Garuda Indonesi Group mendukung program Master Plan Percepatan Pembangunan Indonesia (MP3EI) di Kawasan Timur Indonesia, maka hal tersebut akan menjadi loncatan yang luar biasa. Tidak ada lagi wilayah di Sulawesi yang tidak terhubung satu sama lain.

“Pertemuan ini harus menemukan sebuah kesepakatan. Sehingga, semua daerah di wilayah Sulawesi ini tidak lagi bersoal dalam hal interkoneksitas wilayah,” tegas JK dalam rapat yang berlangsung di lantai 14 tersebut.

Pendapat senada dilontarkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Untuk pengembangan wilayah Sulawesi, kata Syahrul, dibutuhkan interkoneksi wilayah, kesiapan energy, dan infrastruktur. Dimana, semua resort terhubung, e­nergi saling menunjang, dan infrastruktur terbangun.

“Kami menentang kalau cuma Jawa dan Sumatera yang diperbaiki infrastrukturnya. Kami sudah sepakat, apapun yang dikembangkan di sana, harus sama dengan di sini,” tegas Syahrul.
Mantan Bupati Gowa dua periode ini menjelaskan, Sulsel sudah dalam tahap mempersiapkan interkoneksitas ke semua daerah. Tahun ini, sudah direncanakan perpanjangan landasan, termasuk pembangunan hanggar pesawat. Apalagi, menghadapai open skyling Tahun 2015.

Selain itu, juga akan dibangun sekolah pilot di Kabupaten Luwu dengan luas lahan mencapai 50 hektare, sekolah pramugari, dan infrastruktur pendukung lainnya.

“Bandara Bone juga sedang Saya siapkan uji cobanya. Untuk sekolah pilot dan pramugari, Saya siapkan hardware-nya, software disiapkan Garuda,” terang Syahrul.

Ketua APPSI itu berharap, sekolah pramugari bisa diwujudkan pada Desember 2012 nanti. Karena itu, dia meminta untuk dibangun desk bersama untuk membahas persoalan teknis. Misalnya, persolahan resort dan budgeter supporting. “Kita bentuk ini sehingga antar pemerintah provinsi se Sulawesi bisa menyusun rencana agenda yang kita sepakati,” imbuhnya.

Harapan Gubernur

Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola, mengaku sudah sangat terbantu dengan masuknya Garuda di daerahnya meskipun belum direct dan masih melalui Makassar. Dia lalu berharap, Garuda bisa langsung, agar harga tiket lebih terkontrol.

“Karena penerbangan padat, maskapai bebas menaikkan harga tiket. Palu-Makassar bahkan pernah sampai Rp4 juta,” keluh mantan Bupati Parigi Moutong (Parimo) ini.

Kemarin, Longki mengungkapkan bahwa saat ini ada bandara yang sedang dirintis di Sulteng. Beberapa bandara yang telah ada di Sulteng diakui Longki memiliki prospek yang luar biasa.

“Dengan adanya penerbangan yang pasti, ekonomi akan lebih bergairah. Kita rencanakan, untuk Citilink, antar regional dan kabupaten di Sulawesi. Paling tidak, ada kepastian waktu dan jadwal penerbangan,” harapnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh. Jadwal penerbangan ke Mamuju tidak jelas dan harga tiket sudah tidak sesuai dengan jarak yang ditempuh.

Karena itu, Anwar berharap, ada solusi di akhir tahun 2012 ini. Apalagi, bandara di Sulbar cukup efektif. Anwar juga mengaku pihaknya sedang membangun tambahan panjang landasan 250 meter sehingga bisa parkir sampai delapan pesawat.

“Kami sudah siapkan infrastrukturnya. Kami siap jadi tempat parkirnya Garuda. Kami ingin kejelasan,” beber Gubernur Sulbar periode kedua tersebut.

Sedangkan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam, menjelaskan bahwa bandara Haluoloe (dulu Bandara Wolter Mongisidi) sudah menyiapkan terminal khusus untuk Garuda. Bandara Haluoloe dibangun dengan menggunakan dana APBD dan sekarang telah beroperasi.

Terminal dilengkapi 14 kamar hotel yang bisa ditempati para kru. Landasan pacu bandara ini siap digunakan sepanjang 2500 meter dan akan ditambah 500 meter. Penambahan apron dan taxi way mampu melayani parkir pesawat hingga delapan buah dalam prosisi normal.

“Di Kendari, Kami siap. Pemerintah daerah juga bersedia membantu pembebasan lahan. Kalau hanya soal landing fee, Saya kira bisa diatur,” paparnya.

Menurut Nur Alam, pemicu pergerakan ekonomi, karena Garuda sudah masuk di Kendari. Dia pun mengusulkan, jika memang ada yang harus disubsidi, maka pihaknya berani memberikannya. “Kita juga harus mulai pemda ikut dalam kepemilikan saham di Garuda, sehingga ada rasa memiliki,” usulnya. (mg1/tan)

Sumber: http://www.cakrawalaberita.com/provinsi/jk-gubernur-cetus-deklarasi-makassar
Read More >>

RUMAH BERSUBSIDI: Sulsel & REI Akan Bangun 5.000 Unit


Kamis, 22 November 2012

MAKASSAR: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Real Estate Indonesia akan membangun 5.000 unit rumah bersubsidi di kawasan Mamminasata yang meliputi Maros, Takalar, Gowa, dan Makassar pada 2013.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan pembangunan rumah rumah di wilayah Maminasata oleh REI tersebut merupakan prioritas Pemprov Sulsel untuk mendukung pembangunan penyediaan rumah bersubsidi pada kawasan tersebut.

"Pemprov tentunya akan memberikan kemudahan izin, tata wilayah yang ideal, dan memperhatikan aset infestasi publik yang akan dipertaruhkan seperti pembebasan lahan," ujarnya usai penandatanganan prasasti perancangan 5000 unit Rumah Murah Bersubsidi, Kamis (22/11/2012).

Ketua DPD REI Sulsel Raymond Arfandi mengemukakan pembangunan 5000 unit rumah ini ditargetkan dapat bisa rampung secara keseluruhan 2013 mendatang, dimana difokuskan bagi MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) dengan pendapatan Rp1,5 juta per bulan.

"Awalnya kami menargetkan bisa membangun 15.000 unit, namun untuk tahap awal diusahakan bisa menuntaskan 5000 rumah dulu dikawasan Mamminasata," paparnya. (ra)

Sumber: http://www.bisnis.com/articles/rumah-bersubsidi-sulsel-and-rei-akan-bangun-5-dot-000-unit
Read More >>

Institut Seni Budaya Sulsel Segera Hadir di Makassar


KAMIS, 22 NOVEMBER 2012 

MAKASSAR,  – Institut Seni dan Budaya Sulawesi Selatan akan memperkuat posisi Provinsi Sulawesi Selatan di Kawasan Timur Indonesia sebagai pintu gerbang dan pusat perekonomian, seni budaya dan pendidikan.

Hal ini terungkap dalam Seminar Awal Pendampingan Pendirian Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) di Hotel Novotel Surakarta, Rabu, 21 November.

Seminar awal pendirian ISBI Sulsel dihadiri Asisten III Pemprov Sulsel Amal Natsir, Plt Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, H Abdullah Djabbar, MPd, utusan Rektor Unhas dan UNM, sejumlah peneliti dan akademisi dari Unhas dan UNM, dan peneliti akademisi dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Asisten III Pemprov Sulsel, Amal Natsir mengemukakan, Pemerintah Provinsi Sulsel memandang penting keberadaan ISBI di Sulsel. Sebab selain Sulsel memiliki banyak suku dan etnis seperti Bugis, Makassar, Toraja, Mandar, dan lainnya, Sulsel juga memiliki budaya dan adat istiadat yang terkenal hingga mancanegara.

Faktor lainya, menurut Amal Natsir, Sulawesi Selatan secara geografis merupakan pintu untuk Indonesia bagian timur merupakan jalur yang memungkinkan dilakukan berbagai aktivitas, baik untuk perekonomian maupun pengembangan dan pembinaan pendidikan.

Di Sulsel, kata Amal Natsir, terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang mengembangkan berbagai program studi termasuk seni dan budaya. Namun secara kelembagaan belum terdapat perguruan tinggi secara spesifik membina seni budaya khususnya yang terdapat di Sulawesi Selatan.

Seminar awal pendirian ISBI Sulsel dibuka Rektor ISI Surakarta, Prof Dr T Slamet Suparno yang dilanjutkan dengan pemaparan hasil studi kelaikan pendirian ISBI Sulsel.

Pendirian ISBI Sulsel menurut Abdullah Djabbar merupakan hasil pembicaraan antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Muhammad Nuh dengan Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo tahun 2010 saat pembukaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional yang dipusatkan di Makassar.

Ia mengharapkan ISBI Sulsel akan menghasilkan lulusan yang kompeten, professional, berkarakter, adaptif, kreatif, dan inovatif di bidang seni dan budaya bagi pembangunan daerah dan nasional serta memperkuat karakter dan daya saing bangsa di bidang seni dan budaya berbasis kearifan lokal.

Hasil studi kelaikan yang dilakukan tim pendampingan pendirian ISBI Sulsel dari ISI Surakarta dan panitia yang dibentuk Pemprov Sulsel akan membuka tiga fakultas dan sejumlah program studi.

Fakultas yang dimaksud adalah Fakultas Seni Rupa dan Desain dengan program studi, Tenun dan Tekstil, Seni Rupa Murni, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual. Sementara untuk Fakultas Pertunjukan dengan program studi Seni Tari Daerah, Seni Musik Daerah, Seni Teater Daerah, dan Fakultas Budaya dan Media dengan program studi, Sastra Daerah, TV dan Film, Fotografi dan Animasi.

Untuk pembahasan kurikulum ISBI Sulsel, menurut Abdullah Djabbar, akan dibahas di Makassar awal Desember 2012. (ami)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/sosial-budaya/institut-seni-budaya-sulsel-segera-hadir-di-makassar
Read More >>

Rabu, 21 November 2012

Trio Karateka Sulsel Perkuat Indonesia di Prancis


Rabu, 21 November 2012

Makassar, – Trio Kata Putra Sulawesi selatan, yakni Faisal Zainuddin, Aswar, dan Fidelys Lolobua diturunkan untuk memperkuat tim karate Indonesia di Kejuaraan Dunia Karate Senior, ke-21 di Paris, Perancis. Kejuaraan ini berlangsung mulai 21 hingga 25 November 2012, dan diikuti oleh 1000 karateka dari berbagai negara.
Ketua FORKI Sulsel, Ellong Candra, mengatakan, ketiganya akan diturunkan di nomor Kata beregu, dan khusus Faizal juga diturunkan di Kata perseorangan. Sementara karateka Sulsel lainnya, Hendro batal berangkat karena sedang mengikuti prajabatan sebagai PNS di Pemprov Sulsel.
“Trio kata putra, Aswar, Fidelys, Faisal dan kata perorangan Faisal. Hendro tidak berangkat karena ikut pra jabatan PNS di pemprov sulsel”Kata Ellong, Selasa (20/11/2012)
Selain mereka bertiga, juga ada Donny Dharmawan (kumite -60 kg), Jintar Simandjuntak (kumite -67 kg), Christo Mondolu (kumite -75 kg), Caesar George Isaac Hutagalung (kumite +84 kg), Nurhadiyanti Fitrianingsih (kumite -55 kg), Indah Mogia (kumite -68 kg), dan Umar Syarief (kumite beregu putra).
Tim karateka Indonesia ini, telah tiba di Paris pada Senin (19/11/2012) pagi waktu setempat. Mereka yakin bisa bersaing dengan karateka-karateka dari negara-negara lain, bahkan membawa pulang medali ke tanah air.
Pada Kejuaraan Dunia Karate Senior yang digelar setiap dua tahun, sejak tahun 1971 ini, karateka Indonesia baru dua kali meraih medali. Sekitar tahun 1980, dan terakhir tahun 2006 oleh Donny Dharmawan. Namun medali yang diraih hanya perunggu. [KM5]
Short URL: http://www.kabarmakassar.com/?p=19438
Read More >>

Ekonomi Sulsel Terus Bertumbuh


Rabu, 21 November 2012 
Gubernur Dialog dengan Pimpinan Bank 

MAKASSAR,  -- Suksesi pemilihan Gubernur Sulsel dinilai masih berjalan damai. Tren pertumbuhan ekonomi pun relatif stabil.

Kalangan perbankan sendiri mengharapkan situasi ini terus dipertahankan. Harapan itu disampaikan para bankir saat berdialog dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Selasa, 20 November, di Baruga Sangiaseri, Rumah Jabatan Gubernur.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Wilayah I Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), Mahmud dan sejumlah pimpinan perbankan seperti BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Bukopin, Bank Panin, Bank Muamalat, Bank BII, dan lainnya.

Syahrul di depan pimpinan perbankan mengatakan, lembaga ekonomi harus memainkan perannya dengan baik. Dia mencontohkan, bank di Amerika Serikat sangat menopang pemerintahan. Bahkan, konsepsi pemerintah terkait langsung dengan konsepsi perbankan.

"Lima tahun terakhir, pemerintah provinsi selalu berkoordinasi dengan Bank Indonesia. Koordinasi itu penting agar jelas arah tujuan. Ada hal penting perlu dijaga di Sulsel yakni, suasana aman. Ini harus dijaga. Saya berharap, politik tidak mengobrak abrik apa yang ada saat ini," katanya.

Regional Manager Indonesia Timur Bank Panin, Andi "Onny" Tenri Gappa, yang memberi tanggapan, mengungkapkan, lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Sulsel selalu di atas rata-rata nasional.

Onny mengatakan, tren ekonomi tersebut, membuat pihak perbankan harus melakukan hal yang lebih banyak, khususnya dalam hal peningkatan kesejatan rakyat. Misalnya, pembiayaan dalam pertanian, peternakan, termasuk di sektor perdagangan dan usaha kecil.

"Tentu saja, membutuhkan sinergi dengan pemerintah dan pengusaha untuk menggerakkan konsep ini sehingga berujung pada pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan," ujarnya.
  
Naik 8,40 Persen

Kantor Bank Indonesia (BI) wilayah I Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), Mahmud menambahkan, pertumbuhan ekonomi Sulsel triwulan III 2012 mencapai 8,40 persen. Angka tersebut meningkat dari triwulan II yang hanya 8,01 persen.

"Angka ini relatif sama di triwulan III tahun 2011 lalu. Trennya memang, Sulsel selalu meningkat," bebernya.

Pertumbuhan ekonomi Sulsel banyak dipengaruhi oleh sektor keuangan yang ikut tumbuh 20,4 persen, sektor komunikasi 14 persen, dan konstruksi 12 persen. Hanya, terjadi kontraksi di sektor pertambangan sebesar 1,7 persen. "Penyumbang terbesar adalah sektor perdagangan, disusul pertanian, dan perbankan," urainya.

Pertanian dengan adanya panen raya, juga membuat perekonomian Sulsel terus tumbuh. Begitupun dengan real estate yang juga tumbuh cukup tinggi. Sedangkan, pertumbuhan ekonomi dari sisi permintaan berasal dari investasi yang menyumbang 10,75 persen.

Berdasarkan data yang ada, jumlah investasi asing mencapai USD430 juta. "Pertumbuhan ekonomi akan lebih baik didominasi investasi," kata Mahmud.

Sedangkan, untuk inflasi hingga Oktober 2012 mencapai 4,86 persen jika dihitung rata-rata per bulan. Untuk inflasi tahunan, Sulsel masih cukup rendah yakni 3,93 persen. "Perkembangan perbankan juga cukup menggembirakan," ungkapnya.

Hingga 2012 ini, jelasnya, tidak kurang dari 41 bank umum beroperasi di Sulsel. Sampai September 2012, aset bank umum tumbuh 23 persen atau berjumlah Rp77,74 triliun. Begitupun dengan perbankan syariah, trennya masih di atas bank konvensional.

"Yang harus menjadi perhatian banyak pihak, kredit untuk pertanian masih kecil, berkisar 2 persen. Inilah yang kita terus dorong sama-sama," tuturnya. (aci/upi)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121121001543-ekonomi-sulsel-terus-bertumbuh
Read More >>

Bankir Puji Pertumbuhan Ekonomi


Ditulis Oleh Akbar on  
Sektor Keuangan Tumbuh 20,4%
MAKASSAR,–Pertumbuhan ekonomi Sulsel menunjukkan trend peningkatan signifikan. Dalam lima tahun terakhir, angkanya selalu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, dengan para bankir Sulsel, di Baruga Sangiaseri Makassar, Selasa (20/11). “Lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi selalu di atas rata-rata nasional. Hal ini tidak pernah terjadi pada periode-periode sebelumnya,” kata Direktur Bank Panin Makassar, Ony Gappa.
Ony mengatakan, tren ekonomi tersebut, membuat pihak perbankan harus melakukan hal yang lebih banyak, khususnya dalam hal peningkatan kesejatan rakyat. Misalnya, pembiayaan dalam pertanian, peternakan, termasuk di sektor perdagangan dan usaha kecil. “Tentu saja, membutuhkan sinergi dengan pemerintah dan pengusaha untuk menggerakkan konsep ini sehingga berujung pada pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,” ujarnya.
Ony juga mengkritisi jika ada pihak-pihak yang mengatakan bahwa kondisi tersebut hanyalah klaim dari Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo untuk kepentingan politik. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi tersebut adalah fakta dari sebuah analisa perbankan yang mendalam. “Ini bukan klaim Pak Gubernur, tapi fakta dari sebuah analisa,” tegasnya. Hal tersebut dibenarkan Pimpinan Bank Indonesia Wilayah I, Sulawesi Maluku dan Papua, Mahmud. Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di Sulsel pada triwulan III 2012 mencapai 8,40 persen.
Angka tersebut meningkat dari triwulan II yang hanya 8,01 persen. “Angka ini relatif sama di triwulan III tahun 2011 lalu. Trend-nya memang, Sulsel selalu meningkat,” bebernya. Pertumbuhan ekonomi Sulsel banyak dipengaruhi sektor keuangan yang ikut tumbuh 20,4%, sektor komunikasi 14%, dan konstruksi 12 persen. Hanya, terjadi kontraksi di sektor pertambangan sebesar 1,7%. “Penyumbang terbesar adalah sektor perdagangan, disusul pertanian, dan perbankan,” urainya.
Pertanian dengan adanya panen raya, juga membuat perekonomian Sulsel terus tumbuh. Begitupun dengan real estate yang juga tumbuh cukup tinggi. Sedangkan, pertumbuhan ekonomi dari sisi permintaan berasal dari investasi yang menyumbang 10,75%. Berdasarkan data yang ada, jumlah investasi asing mencapai 430 juta dollar US. “Pertumbuhan ekonomi akan lebih baik didominasi investasi,” kata Mahmud. Sedang, untuk inflasi hingga Oktober 2012 mencapai 4,86 persen jika dihitung rata-rata per bulan.
Untuk inflasi tahunan, Sulsel masih cukup rendah yakni 3,93%. “Perkembangan perbankan juga cukup menggembirakan,” ungkapnya. Hingga tahun 2012 ini, jelasnya, tidak kurang dari 41 bank umum beroperasi di Sulsel. Sampai September 2012, aset bank umum tumbuh 23% atau berjumlah Rp77,74 triliun. Begitupun dengan perbankan syariah, trennya masih di atas bank konvensional. “Yang harus menjadi perhatian banyak pihak, kredit untuk pertanian masih kecil, berkisar 2 persen. Inilah yang kita terus dorong sama-sama,” tuturnya.
Sementara Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, lembaga ekonomi harus memainkan perannya dengan baik. Syahrul mencontohkan, bank di Amerika sangat menopang pemerintahan. Bahkan, konsepsi pemerintah terkait langsung dengan konsepsi perbankan. “Di Amerika cukup ekstrem, tapi varian-varian ini diterapkan di beberapa negara. Bank tidak bisa jalan sendiri tanpa mengikuti konsepsi pemerintah,” jelasnya.
Lima tahun terakhir, pemerintah provinsi selalu berkoordinasi dengan Bank Indonesia. Hal itulah yang membuat perekonomian di Sulsel terus meningkat. “Ada hal yang signifikan di Sulsel dan semua orang memintanya untuk menjaga hal ini. Suasana aman ini harus dijaga. Saya berharap, politik tidak mengobrak abrik apa yang ada saat ini,” pungkasnya. (mg10/ade)
Sumber: http://www.ujungpandangekspres.co/makassar-hari-ini/bankir-puji-pertumbuhan-ekonomi
Read More >>

Anggaran Infrastruktur Sulsel Rp500 M


Ditulis Oleh Akbar on  

Masuk Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)
MAKASSAR, –Anggaran infrastruktur yang dikucurkan untuk Sulawesi Selatan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013, mencapai Rp500 miliar. Demikian diungkapkan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI, Tamsil Linrung, dalam seminar nasional bertema “APBN 2013: Peningkatan Kualitas Belanja Negara” yang digelar di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Selasa 20 November.
Menurut Tamsil, anggaran infrastruktur, dikucurkan untuk memperbaiki infrastruktur di berbagai daerah, termasuk Sulsel, agar roda perekonomian bisa berjalan bagus. Khusus untuk Sulsel, anggaran infrastruktur tersebut, untuk membiayai jalan sebagai sarana utama untuk distribusi hasil pertanian masyarakat. Salah satu yang menjadi titik fokus sebut Tamsil, adalah jalan poros Makassar-Parepare, yang saat ini masih terkatung-katung.
“Tapi anggaran kita hanya khusus untuk jalan, mengenai pembebasan tanahnya, itu urusan pemerintah daerah,” tegas Tamsil. Selain Tamsil, Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, juga menjadi salah seorang pembicara dalam seminar nasional tersebut. Sekjen Kementerian Keuangan, Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan, mereka mengundang Wali Kota Makassar, karena kekaguman pusat melihat kemajuan infrastruktur di Kota Makassar.
Di kawasan Timur Indonesia lanjut Kiagus, Kota Makassar lah yang paling maju infrastrukturnya. Hal itu kata Kiagus, bisa dilihat dari bandara, pelabuhan, jalanan, juga onfrastruktur lainnya. “Makassar cukup baik dan ke depan Makassar bisa lebih berkembang di Indonesia bagian timur,” ujarnya. Atas dasar itu, Kementerian Keuangan sebut Kiagus, memiliki optimisme yang tinggi bahwa anggaran infrastruktur yang dikucurkan di Makassar sudah sangat berkualitas.
Sehingga ke depan sebut dia, Kementerian Keuangan memiliki indikator dan alasan kuat untuk mengucurkan anggaran. “Infrastruktur harus selalu dikucurkan, termasuk anggaran-anggaran yang sehat,” jelasnya. Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin pada kesempatan tersebut mengungkapkan, selama ini masih ada kendala pembangunan innfrastruktur Kota Makassar sebagai living room KTI antara lain, terbatasnya dukungan dana dari pemerintah pusat, sehingga diperlukan perbaikan variabel dana transfer, dengan mempertimbangkan Kota Makassar sebagai ibu kota provinsi.
Kendala lainnya sebut Ilham, rendahnya partisipasi pemerintah provinsi untuk membiayai kebutuhan infrastruktur, khususnya untuk membiayai rehabilitasi jalan-jalan protokol, penyediaan angkutan massal, serta penyediaan peralatan medis rumah sakit. “Selain itu, proses perizinan investasi masih harus lewat pusat, demikian pula ekspor barang masih harus melalui Surabaya dan Jakarta, sehingga nilai barang tidak kompetitif,” tegasnya. Dalam seminar ini, Ilham diminta memberikan masukan kepada sejumlah pemangku kepentingan di bidang keuangan terkait peningkatan belanja negara menuju APBN yang berkesinambungan dan menyejahterakan rakyat.
Hasil seminar ini menjadi pertimbangan dalam menyusun formulasi kebijakan fiskal, khsusnya belanja negara yang berkualitas. Selain Ilham, juga hadir sejumlah pembicara lainnya, seperti, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Wakil Meteri Keuangan, Anny Ratnawati, Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI, Djoko Udjianto, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Suahasul Nazara, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Bambang P.S. Brodjonegoro, Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar, serta Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Fransisca Nelwan Mok. (ris-fmc)
Sumber: http://www.ujungpandangekspres.co/makassar-hari-ini/anggaran-infrastruktur-sulsel-rp500-m
Read More >>

Adil Patu: Kita Bangga Keberhasilan Syahrul


Ditulis Oleh Akbar on  

MAKASSAR,–Masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) harus bangga memiliki pemimpin seperti Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang (Sayang). Pasangan ini telah mengantarkan Sulsel sebagai provinsi dengan peningkatan perekonomian di atas rata-rata nasional. Sulsel masuk dalam sistem pemerintahan terbaik di Indonesia. Hal itu terbukti keberhasilannya mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dua kali berturut-turut.
Hal ini disampaikan Ketua Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Sulsel, Adil Patu, kepada Upeks di Kantor DPRD Sulsel, Selasa (20/11). Kata dia, jika ada masyarakat yang tidak bangga dengan keberhasilan pemerintah membangun Sulsel, mereka termasuk masyarakat yang tak tahu berterima kasih. “Dilarangkah orang bangga atas prestasi yang dicapai, seperti apa disampaikan pak Syahrul. Jika rakyat bangga atas prestasi pemerintahan saat ini, itu sah-sah saja.
Yang penting kita tidak melecehkan Sulsel di mata nasional,”paparnya. Menurutnya, pihaknya melakukan berbagai gerakan massif dan terorganisir memenangkan Sayang dipemilihan calon gubernur Sulsel 2013 mendatang. “Gerakan kami menyentuh semua komunitas yang ada di pelosok daerah di Sulsel. PDK selalu mencoba meyakinkan publik bahwa Sayang adalah pasangan yang paling ideal. Mereka berhasil memenuhi tuntutan masyarakat,”paparnya.
Popularitas dan elektibilitas serta kesukaan masyarakat kepada Sayang cukup tinggi dibandikan calon lainnya. “Jika polingnya sudah tinggi, bukan berarti kita tidak berusaha lagi. Itu namanya congkak, sombong, makanya kita tetap jalan menginformasikan pada rakyat tentang keberhasilan pasangan ini,”jelasnya. Dia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan saksi hingga tingkat TPS. Saksi ini akan berlapis.
Hal itu dilakukan untuk mengawal suara kemenangan Syahrul dan mengontrol setiap gerakan dari calon lain. Menurutnya, PDK dipercayakan atau tidak, pihaknya tetap akan menyiapkan saksi. Simpul-simpul PDK telah tersusun baik hingga akar rumput. “Walaupun saksi sudah disiapkan Kapal Induk, kami akan melibatkan diri bersama Parpol pengusung lainnya dalam mengawal kemenangan Syahrul,”terangnya. (mg03/rus)
Sumber: http://www.ujungpandangekspres.co/politik/adil-patu-kita-bangga-keberhasilan-syahrul
Read More >>

SYL Bantu Ilham Bersihkan Makassar


Ditulis Oleh Akbar on  
MAKASSAR,—-Pengembangan kota Makassar saat ini, khususnya masalah kebersihan tak lepas dari kerjasama semua pihak.
Termasuk keterlibatan Gubernur Sulsel, yakni Syahrul Yasin Limpo yang memberikan bantuan kepada Wali kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin.
Demikian Kepala Bappeda Pemkot Makassar, Ibrahim Saleh dalam rapat anggaran antara pemerintah kota melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)-nya dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Selas (20/11).
“Syahrul Yasin Limpo telah membantu Pemkot, melalui walikota Makassar untuk membersihkan kota dengan menyumbangkan tujuh unit mobil kontainer untuk mengangkut sampah,” jelasnya.
Sebelumnya, penyerahan itu mendapat tanggapan dari pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Firdaus Muhammad.
Menurutnya, pemberian mobil sampah tersebut, sifatnya multi tafsir.
Jika SYL diposisikan sebagai gubernur dan IAS sebagai Wali Kota, tentunya dapat dibaca perintah gubernur ke Wali Kota untuk membersihkan Makassar.”Hal ini juga bermakna politis dengan melihat kondisi saat ini, khususnya menjelang Pilgub, bahwa ini sebuah  sentilan politik.
Maknanya, untuk mengurus kota saja, Ilham tidak bisa apalagi provinsi. Tetapi itu wilayah tafsiran saja.
Tetapi seharusnya SYL cukup menyerukan atau mengingatkan saja tanpa pakai tong sampah karena sarat muatan semiotik yang bisa artikan keliru terutama karena faktor rivalitas Pilgub,” paparnya. (Mg03/arf).
Sumber: http://www.ujungpandangekspres.co/metro/syl-bantu-ilham-bersihkan-makassar
Read More >>

SYL Luncurkan Majalah Pariwisata Home Celebes


Rabu, 21 November 2012


CELEBESONLINE (Selayar): Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, meluncurkan majalah pariwisata pada ajang Takabonerate Islands Expedition IV di Kota Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Rabu (21/112012). Majalah bernama Home Celebes itu akan menjadi resmi promosi pariwisata.

“Dengan Home Celebes kita semua berharap promosi pariwisata Sulawesi Selatan akan lebih luas dan mencapai sasaran. Peningkatan kunjungan wisatawan ke Sulsel tentu akan berdampak pada peningkatan income masyarakat,” katanya saat melakukan peluncuran majalah itu.

Home Celebes diterbitkan CV Mutiara Mandiri, mitra Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal promosi pariwisata. Majalah ini secara resmi mulai beredar, Selasa (20/11/12), di sejumlah pesawat udara dari dan ke Makassar, hotel-hotel di Makassar, serta restoran.

Pemimpin Umum Home Celebes, Ahmad Tufail, dalam sambutan pada peluncuran di Selayar mengatakan, Home Celebes akan mempromosikan berbagai obyek wisata, kebudayaan, kuliner, dan berbagai aspek yang terkait dengan pariwisata Sulawesi Selatan, ke seluruh Indonesia bahkan mancanegara.

“Pada edisi perdana ini, kami memfokuskan distribusi di pesawat-pesawat, hotel dan restoran. Tapi ke depan, kami akan mendistribusikan majalah ini sampai Bali dan Singapura sebagai transito utama pariwisata Asia Tenggara,” katanya.

Dalam waktu dekat pula, Home Celebes akan menerbitkan majalah online (e-magazine) atau versi website. Dengan versi online ini, promosi pariwisata Sulawesi Selatan akan lebih luas menjangkau hingga pasar utama pariwisata di Eropa dan Cina.(*)

Citizer: Furqon Majid, Penggiat Penulis Pariwisata Sulsel dari Selayar

Sumber: http://www.celebesonline.com/2012/11/21/syl-luncurkan-majalah-pariwisata-home-celebes/
Read More >>

Ekonomi Diprediksi Tumbuh 8,9%


Rabu, 21 November 2012

MAKASSAR– Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan IV/2012 diyakini bisa mencapai 8,9% atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan III/2012 yang mencapai 8,40%.

“Setelah melihat ritme pertumbuhan lima tahun terakhir, prediksi itu bisa saja terjadi,” kata Pemimpin Bank Indonesia (BI) Wilayah I Sulawesi,Maluku dan Papua (Sulampua) Mahmud Arsin saat memaparkan pertumbuhan ekonomi terkini Sulsel di Baruga Sangiaseri Rumah Jabatan Gubernur dalam acara coffee morning perkembangan terkini perekonomian Sulsel,kemarin.

Dia mengatakan,target pertumbuhan ekonomi 8,9% tersebut bisa diraih Sulsel jika seluruh sektor usaha berjalan dengan baik. Pada triwulan III/2012 lalu, sektor keuangan yang memberi andil terbesar mencapai 20,44%. “Pada dasarnya,semua mengalami pertumbuhan, kecuali sektor pertambangan yang mengalami kontraksi -1,70% dari pertumbuhan 1,91% di triwulan sebelumnya,” ujar Mahmud.

Mahmud juga menilai dari sisi permintaan pertumbuhan ekonomi di triwulan IV/2012 akan didukung oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga, swasta dan pemerintah,serta investasi. Hal ini sejalan dengan proyeksi masih tingginya aktivitas perekonomian Sulsel tahun ini.

“Dari sisi penawaran, dorongan pertumbuhan yang cukup besar diperkirakan berasal dari kinerja sektor perdagangan, hotel, restauran, sektor angkutan dan komunikasi serta sektor pertambangan. Khusus 2013, pertumbuhan ekonomi Sulsel akan lebih menggeliat dengan akan selesainya sejumlah infrastruktur di Sulsel,”kata dia.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta perbankan di Sulsel untuk mendukung pembiayaan sektor pertambangan. Menurut Syahrul, masih banyak pertambangan di Sulsel yang belum dimaksimalkan karena banyak pengusaha tidak didukung dana yang memadai.“Di Bone, Sinjai, Bulukumba dan Selayar masih banyak daerah tambang,” kata dia.

Dengan peran serta pertambangan, menurut dia, pertumbuhan ekonomi Sulsel akan jauh lebih besar lagi. Selain meminta bank mendukung sektor pertambangan, sektor industri juga menjadi perhatian Syahrul. Rencananya, tahun depan pemerintah provinsi dan pelaku usaha akan mendorong terealisasinya pembangunan industri traktor atau kendaraan roda tiga yang bisa digunakan di sektor pertanian.

Menurutnya, selama ini Sulselhanya mendatangkantraktor dari China dan negara-negara lain.Dia berharap,ke depannya Sulsel memproduksi sendiri traktor tersebut seperti saat memproduksi mobil Moko. Coffee morning yang membicarakan perkembangan terkini perekonomian Sulsel itu juga banyak membahas sektorsektor pendukung dan potensial yang kurang digarap di daerah ini.

Branch Manager Panin Bank Andi Onny Gappa berjanji akan mengawal pertumbuhan ekonomi di Sulsel. “Asosiasi-asosiasi usaha akan dibentuk untuk peduli pada sektor-sektor yang kurang tersentuh,pihak perbankan juga akan jeli melihat peluang,” ujar Onny. rahmat hardiansya
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/news/ekonomi-diprediksi-tumbuh-89
Read More >>

SYL Letakkan 2 Batu di Pabrik Semen Bosowa Line 2


Rabu, 21 November 2012


Syahrul Yasin Limpo
(repro celebes tv)

CELEBESONLINE (Maros): Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meletakkan dua batu pada ground breaking Pabrik Semen Bosowa Line II di Desa Baruga, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Senin (19/11/2012).

Bagi calon gubernur incumbent, angka dua merupakan angka baik dan merupakan keberhasilan. Syahrul yang kembali maju di Pilkada Sulsel 2013 mendatang memperoleh nomor urut dua dalam pengundian nomor urut oleh KPU Sulsel, bebeapa waktu lalu.

“Dua itu baik, Pak Erwin (Erwi Aksa). Dua itu memang keberhasilan,” jelas Syahrul menanggapi sambutan Presiden Direktur PT Semen Bosowa Erwin Aksa yang memberikan sambutan sebelumnya.

Erwin dalam sambutannya menyebut bahwa yang kedua itu selalu lebih besar. Sama halnya dengan Pabrik Semen Bosowa Line II tersebut akan menjadi pabrik dengan kapasitas terbesar di Indonesia. Pabrik ini diharapkan rampung dalam 20 bulan atau 2014 mendatang sudah bisa beroperasi.

Investasi pabrik semen kedua Bosowa ini bernilai sekitar Rp 4 triliun. Pabrik line 1 telah beroperasi lebih dari satu dekade. Agenda besar selanjutnya adalah pembangunan pabrik Semen Bosowa Barru, Semen Bosowa Banyuwangi, dan beberapa wilayah di Indonesia.(*)

Laporan: Muhtar Muis (celebesonline.com)
Sumber: http://www.celebesonline.com/2012/11/19/syl-letakkan-2-batu-di-pabrik-semen-bosowa-line-2/
Read More >>

Lima Daerah Terapkan e-Audit


Rabu, 21 November 2012

MAKASSAR – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulsel menyepakati penerapan elektronik audit (eaudit) dengan lima pemerintah daerah di Sulsel. Lima daerah tersebut yakni Pemprov Sulsel, Pemkab Luwu Timur, Gowa, Maros, dan Kota Makassar.

Kepala BPK Perwakilan Sulsel Raden Cornell Syarif Prawiradiningrat menegaskan, pemeriksaan keuangan dengan menggunakan e-audit, cenderung lebih efisien dan praktis.Auditor BPK lebih mudah dalam mengumpulkan data dan tidak perlu berulang kali turun ke lapangan melakukan pemeriksaan.

Menurutnya, penerapan eaudit merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan pengelolaan keuangan Negara secara transparan, terbuka, dan jujur. E-audit, sambungnya, memungkinkan pelaporan transaksi keuangan dilakukan secara onlinedan real time. “Jika sudah terkoneksi dengan sistem e-audit, BPK tinggal melakukan monitoring melalui pemusatan informasi sehingga instansi yang bersangkutan tinggal meng-input data. Auditor baru ke lapangan jika ada hal-hal yang harus dipertanyakan,” katanya,kemarin.

Penandatanganan nota kesepahaman Sistem Informasi Akses Data dan Keputusan Bersama tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan E-Audit dilaksanakan di Kantor Gubernur Sulsel, kemarin. Penandatanaganan dilakukan oleh Gubernur Syahrul Yasin Limpo,Bupati Luwu Timur Hatta Marakarma, Sekda Gowa Muh Yusuf Sommeng, Sekkot Makassar Agar Jaya, dan Sekda Maros Burhanuddin.

Cornell mengaku,jika bersinergi, maka efisiensi dan ketepatan penggunaan anggaran akan dapat diwujudkan.Selain itu,temuan akan dapat diminimalkan karena BPK dapat mengoreksi jika terjadi kesalahan dalam transaksi keuangan untuk dilakukan perbaikan.“Untuk Pemprov misalnya, kita hanya punya enam sampai tujuh auditor dengan dana yang diaudit mencapai triliunan rupiah. Dari segi waktu juga sangat lama. Karena itu, e-audit ini akan sangat membantu,”katanya.

Untuk menerapkan e-audit di daerah, Cornell mengaku akan menunjuk auditor khusus untuk bertanggung jawab dengan alasan kerahasiaan.Menurutnya, jika menunjuk orang yang salah dan system di salahgunakan, dampaknya akan sangat besar bagi keuangan negara. Untuk 2013, BPK akan menerapkan sistim pemeriksaan di lima pemerintah daerah.Pasalnya, baru lima entitas ini yang siap untuk menerapkan eaudit.“ Jadi dari 25 entitas,kita baru terapkan di 5 entitas,artinya baru 20%,secara bertahap kita akan terapkan pada semua entitas,”janjinya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyambut baik panandatanganan nota kesepahaman antara BPK dengan Pemda.Penandatanganan ini sebagai tindak lanjut dari kesepakatan antara BPK RI dengan seluruh Pemda di Sulsel, 2011 lalu.“Dengan eaudit, saya kira penggunaan anggaran akan lebih efektif, akurat,dan tentunya tidak bisa direkayasa,”kata Syahrul.

Ia pun mengaku,BPK melakukan pemeriksaan bukan untuk mencari-cari kesalahan.Namun, substansi pemeriksaan BPK adalah untuk melakukan perbaikan. Dengan penggunaan teknologi modern seperti ini maka akan terjadi transparansi keuangan sehingga korupsi akan bisa diminimalkan. “Kecuali memang kita tidak mau berubah, maka pasti akan menjadi temuan BPK. Berhentilah melakukan traksaksi di bawah meja,” pinta mantan Bupati Gowa itu.

Syahrul pun optimistis lima daerah yang menerapkan e-audit akan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK 2013 mendatang. Ia pun membantah jika WTP yang diraih Sulsel selama dua tahun berturut-turut adalah hadiah. “Ini bukan hadiah, tapi prestasi,” pungkasnya. ● abd salam malik
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/news/lima-daerah-terapkan-e-audit
Read More >>

Pemprov Usul APBD 2013 Rp4,8 Triliun


Rabu, 21 November 2012
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mengusulkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pokok 2013 sebesar Rp4,8 triliun. Usulan anggaran tersebut hanya mengalami kenaikan Rp100 miliar dibanding APBD 2012 senilai Rp4,7 triliun.

Untuk 2013, pembelanjaan APBD akan difokuskan pada penyelesaian sejumlah kebijakan umum terkait penuntasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), serta rencana kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Selain itu, anggaran triliunan tersebut juga akan digunakan untuk menyikronkan 12 proyek yang merupakan instruksi pemerintah pusat di daerah seperti program pengentasan kemiskinan, pendidikan, serta kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Yaksan Hamzah menyebutkan, pengusulan ran-cangan APBD tersebut telah dimasukkan ke DPRD Sulsel sejak pekan lalu.Yaksan mengakui, pengusulan R-APBD tersebut agak terlambat dari tahun sebelumnya.

Kendati demikian, dia tetap optimis,APBD 2013 bisa disahkan sebelum akhir tahun 2013. “Ini memang sudah agak terlambat. Kita harapkan DPRD bisa mengefektifkannya, sehingga pertengahan Desember nanti sudah bisa rampung,” ujarnya kepada SINDO kemarin.

Sementara itu,Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel Hoist Bachtiar yang dikonfirmasi mengaku, Banggar telah menerima usulan RAPBD 2013 dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Menurut dia, pihaknya pun telah melakukan rapat internal di Banggar mengenai usulan tersebut, dan pada hari ini akan dilanjutkan dengan pembahasan dengan TPAPD Sulsel.

“Dari hasil rapat internal di Banggar, kita yakin pengesahan tahun ini tidak akan terlambat. Kita ancang-ancang, pada 11 atau 12 Desember nanti itu sudah selesai rapat gabungan komisi, selanjutnya diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk dievaluasi,” ungkap legislator Fraksi Partai Golkar ini.

Hal senada disampaikan ang-gota Banggar lainnya,Ariady Arsal. Legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini memperkirakan, ketuk palu APBD 2013 nantinya bisa dilaksanakan sebelum 25 Desember 2012. ● wahyudi 
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/news/pemprov-usul-apbd-2013-rp48-triliun
Read More >>