Selasa, 03 Juli 2012

Jelang Ramadhan, Pemprov Jamin Bahan Pokok Aman


SELASA, 03 JULI 2012 

Bupati/Wali Kota Diminta Perhatikan Stok dan Harga 
MAKASSAR,  –­­ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menjamin ketersediaan stok dan harga kebutuhan bahan pokok jelang Ramadhan hingga lebaran masih tetap aman.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Sulsel, Irman Yasin Limpo, menjelaskan, langkah awal untuk tetap menjaga kestabilan bahan pokok tersebut di Sulsel, Pemprov Sulsel melakukan langkah-langkah pengamanan secara terpadu.
“Kami telah menyampaikan surat pemberitahuan gubernur kepada seluruh bupati dan wali kota se Sulsel untuk tetap aktif mengantisipasi menjaga stok dan harga bahan pokok,” jelas Irman, di ruang kerjanya, Senin, 2 Juli.
Dalam surat tertangal 29 Juni nomor 511 itu, Gubernur Sulsel meminta kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan pelaku usaha di masing-masing wilayah.
Gubernur juga meminta kepada para kepala daerah agar semua aktif melakukan kunjungan kerja ke pasar-pasar tradisional dan gudang pengecer, serta sentra pendistribusian kebutuhan pokok.
Termasuk mengintensifkan pemantauan pasokan dan harga kebutuhan pokok serta pengawasan, terutama pada produk makanan dan minuman yang ada di wilayah kerja masing-masing.
Pemprov juga meminta agar dilakukan koordinasi pada lembaga yang membidangi keamanan dan perhubungan dalam hal memprioritaskan pengangkutan kebutuhan pokok masyarakat.
Selain itu, pemda juga diminta menggelar pasar murah yang dikerjasamakan dengan pelaku usaha di wilayah kerja masing-masing dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.
“Termasuk membentuk posko, ini untuk menjadi tempat koordinasi antara pemprov dengan pemkab secara terintegrasi jika ada hal hal yang perlu antisipasi dari pemprov,” ujarnya.
Irman menambahkan, Pemprov Sulsel telah memikirkan langkah untuk menjaga suplai kebutuhan yang dihitung berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya.
“Jadi konsumsi perkapita itu yang harus tetap kami jaga, jika itu terpenuhi maka harga tidak akan berpengaruh, meski tetap akan ada spekulasi dari sejumlah pedagang,” katanya. (eky/ism)
Distributor Gula Terpaksa Naikkan Harga

Sementara soal kenaikan harga gula yang terjadi, Kadisperindag Sulsel, Irman Yasin Limpo, mengaku bahwa kenaikan itu memang terjadi pada harga lelang yang juga naik. Sehingga membuat para distributor juga harus menaikkan harga untuk menutupi kenaikan harga lelang tersebut.
“Kalau soal stok gula kita masih aman, termasuk gula rafinasi untuk industri kita. Apalagi, saat ini kami juga sudah meminta pada semua distributor untuk tidak keluar dari Sulsel tanpa rekomendasi Disperindag Sulsel. Tetapi kami mau menjaga itu, kami tidak akan keluarkan rekomen­dasi gula untuk keluar, karena kita akan menjaga kestabilan stok di Sulsel dulu,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulsel, Hadi Basalamah, menambahkan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan para distributor untuk mengetahui ketahan stok kebutuhan bahan pokok di Sulsel.
Kami melakukan pengamanan dini dengan mengadakan pertemuan dengan para distributor barang yang dikuasai agar menyampaikan
keamanan stok termasuk harga. Mereka menjamin stok bahan pokok kita di Sulsel masih aman jelang Ramadhan dan lebaran tahun 2012 ini,” katanya.
Ia mengurai, untuk posisi stok bahan pokok pertanggal 29 Juni yang masih bisa dikuasai, di antaranya beras, stok gula pasir, tepung terigu, minyak goreng curah, dan daging. (eky/ism)
Read More >>

Nilai Ekspor Sulsel Mei 123 Juta Dolar


Selasa, 03 Juli 2012 

Makassar - Nilai ekspor Sulawesi Selatan pada Mei 2012 mencapai 123 juta dolar AS atau meningkat 91,89 persen dibandingkan April tahun yang sama.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Pramono di Makassar, Senin, menjelaskan, lima komoditas ekspor terbesar Sulsel pada Mei 2012 adalah nikel, kakao, ikan, udang, kepiting, biji-bijian berminyak, tanaman obat serta kayu atau barang dari kayu.

Lima negara tujuan ekspor terbesar masing-masing adalah Jepang yang mencapai 83,01 juta dolar AS, Malaysia 11,59 juta dolar AS, Amerika Serikat 6,52 juta dolar AS, China 4,80 juta dolar AS dan Singapura 4,04 juta dolar AS.

Nilai ekspor Sulsel ke lima negara tersebut mencapai 109,96 juta dolar AS atau 89,40 persen dari total ekspor.

Peningkatan nilai ekspor pada Mei 2012, sangat dipengaruhi besarnya peningkatan nilai ekspor enam kelompok komoditas utama yaitu, nikel, kakao, ikan, udang dan kepiting, biji-bijian berminyak, tanaman obat, buah-buahan serta barang dari batu, gips, semen, dan asbes.

Sedangkan ekspor kelompok komoditas kayu dan barang dari kayu, garam, belerang, kapur, semen, karet dan barang dari karet serta olahan makanan hewan mengalami penurunan.

Sedangkan nilai impor Sulsel pada Mei 2012 mencapai 162,89 juta dolar AS atau meningkat 104,46 persen dibandingkan April 2012.

Singapura, Australia, China, Amerika Serikat dan Kanada merupakan lima negara pemasok utama barang impor ke Sulsel senilai 143,49 juta dolar AS atau 88,09 persen dari total nilai impor Sulsel.

Lima komoditas impor Sulsel pada Mei 2012 adalah bahan bakar mineral dengan nilai impor 86,80 juta dolar AS, gandum-ganduman 37,51 juta dolar AS, pupuk 12,04 juta dolar AS, mesin-mesin atau pesawat mekanik 11,56 juta dolar AS serta kapal, perahu dan bangunan terapung 4,42 juta dolar AS.

Kelima kelompok komoditas tersebut berkontribusi 152,34 juta dolar AS atau 93,53 persen dari total nilai impor Sulsel pada Mei tahun ini. (T.KR-RY/A023)
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/40058/nilai-ekspor-sulsel-mei-123-juta-dolar
Read More >>

Gowa Discovery Park Datangkan 2.000 Burung dari Jawa dan Bali

Selasa, 3 Juli 2012
MAKASSAR, -Manajemen Gowa Discovery Park benteng Somba Opu berencana mendatangkan 2.000 burung dengan ratusan spesies dari Jawa dan Bali. Hal ini merupakan salah satu persiapan jelang grand opening gowa discovery park.

Burung-burung tersebut akan menempati 16 kandang dengan berbagai ukuran dengan luas lahan 2,1 hektare. "Ada satu kandang besar yang akan dihuni ratusan burung," kata Sheila manajemen Gowa Discovery Park Selasa, 3/07/2012.

Sheila menambahkan, ada sebagian burung tersebut yang akan dilepas bebas agar bisa berinteraksi langsung dengan pengunjung.

Meski belum ada kepastian kapan grand opening yang rencananya dibuka gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ini digelar, tapi pihaknya mengatakan sudah siap 100 persen. "Kita sih berencana minggu ini, tapi itu belum pasti," ujar salah satu manajemen lainnya Rosida.

Gowa Discovery Park sendiri memadukan tiga jenis wahana yakni Taman Burung, kolam renang (waterbom) dan tree top (out bond) dengan total 7,2 hektare dengan mempekerjakan sekitar 60 karyawan.

Rosida mengatakan konsep yang diterapkan mengadopsi discovery park di Bali dan Jawa."Setahu kami inilah satu-satunya waterbom di Makassar yang memadukan 3 wahana tersebut," katanya. (*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/03/gowa-discovery-park-datangkan-2.000-burung-dari-jawa-dan-bali
Read More >>

SYL Janji akan Evaluasi Program Pendidikan Gratis di Palopo


3 July 2012,
SYL Janji akan Evaluasi Program Pendidikan Gratis di Palopo
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo
Bergulirnya kasus dugaan penyelewengan Dana Pendidikan Gratis (DPG) Kota Palopo tahun 2011, membuat Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, sebagai pencetus program tersebut, berjanji akan segera mengevaluasi program Pendidikan Gratis Kota Palopo.
“Saya belum tahu persis permasalahannya, namun saya berjanji akan mencari tahu dan mengevaluasinya,” ujar Syahrul kepada wartawan saat kunjungannya dalam rangka HUT Kota Palopo ke-10, Selasa (2/7/12).
Menurut Syahrul, jika benar terjadi masalah yang cukup serius dalam penyaluran dana tersebut, maka Pemprov Sulawesi Selatan akan mengambil tindakan serius. “Akan kami tindaki sesuai aturan yang ada,” ujarnya.
Syahrul pun merincikan, program Pendidikan Gratis merupakan salah satu program andalan Pemprov Sulsel selain program kesehatan gratis, sehingga sudah selayaknya kedua program itu dilanjutkan pelaksanaannya.
“Apakah masyarakat masih mau menikmati program pendidikan dan kesehatan gratis, kalau masih mau maka sudah selayaknya masyarakat untuk memilih pemimpin yang telah sukses melaksanakan program itu selama lima tahun terakhir ini,” ungkap Syahrul.
Seperti diketahui, dalam penyaluran Dana Pendidikan Gratis Kota Palopo tahun 2011 lalu, diduga telah terjadi penyalahgunaan sehingga anggaran yang diperuntukkan bagi pembayaran honor guru, satpam, dan bujang sekolah itu tidak tersalurkan kepada peruntukannya.
Bahkan, Kejaksaan Negeri Palopo telah menyidiki kasus ini dan menetapkan dua orang tersangka yang diduga bertanggung jawab, keduanya yakni Kepala Dinas Pendidikan palopo Muhammad Yamin, dan PPTK DPG Tahun 2011, Ridwan.
Kepala Kejaksaan Negeri Palopo Oktavianus mengatakan, terkait penyidikan kasus ini, pihaknya tinggal menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait kasus ini. “Informasi yang kami peroleh dari BPKP, hasilnya sudah akan keluar pekan depan,” ungkap Oktavianus. (b)
Read More >>

Moko Segera di Distribusikan ke Daerah

SELASA, 03 JULI 2012 

2013, Siap Gandeng Lembaga Pembiayaan
MAKASSAR, — Sebanyak 40 unit Mobil toko (Moko) untuk pengerjaan tahap kedua tahun anggaran 2012 bakal segera rampung. Hingga kini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel, sisa menunggu nomor polisi (Nopol) terbit sebelum moko tersebut di Distribusikan untuk dipasarkan di kabupaten kota.
Kepala Disperindag Sul­sel, Irman Yasin Limpo, menjelaskan bahwa produksi Moko tahap kedua ini akan dipasarkan ke Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui pemerintah kabupaten dan kota se Sulsel.
“Kalau untuk distribusi ini akan melalui Pemerintah kabupaten kota yang menentukan kriteria UKM yang akan mendaptkan itu. Jumlahnya per kabupaten kota itu tidak sama, sebab jumlah UKM setiap daerah itu tidak sama. Jadi jumlah untuk Selayar misalnya tidak akan sama dengan Kota Makassar, karena jumlah UKM-nya juga pasti tidak sama,” jelas Irman, di kantor gubernur, Senin, 2 Juli.
Sejauh ini, lanjut Irman, dengan mengandeng PT Inka dalam produksi Moko, dinilai cukup memudahkan memudahkan untuk melakukan pemasaran, sebab akan memudahkan dalam proses kelengkapan surat-surat kendaraan, semisal faktur dan BPKB.
Termasuk dengan menggandeng Daewoo, yang bisa memberikan bantuan dari sisi teknis, baik dalam hal teknologi dan mo­dernisasi otomotif.
Lanjut, Irman menjelaskan bahwa pengadaan Moko pada 2011 lalu, merupakan produksi prototype Moko sebagai hibah yang peruntukannya khusus bagi UKM di Sulsel.
Ia menambahkan, pada tahun 2013 mendatang, Pemprov Sulsel berencana untuk menggandeng lembaga pembiayaan dalam memproduksi Moko, yang dikerjasamakan dengan Perusda.
“Kami berharap nanti 2013 produksi Moko bisa menggandeng semacam lembaga yang bisa membiayai produksinya. Jadi, jika harganya berkisar Rp40 juta, maka itu akan dijual Rp50 juta kalau lembaga pembiayaan ini mau untung,” jelasnya. (eky/mri)
Read More >>

NTP Sulsel Naik


SELASA, 03 JULI 2012 

MAKASSAR, — Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Sulsel selama bulan Juni 2012 ini tercatat sebesar 108, 31 atau mengalami kenaikan sebesar 0,47%.
Kepala Badan Pusat Statistik Sulsel, Bambang Pramono, mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan pada Juni 2012, NTP Sulsel secara umum mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan bulan Mei 2012, yakni dari 107,81 menjadi 108,31.
“Ini disebebkan kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih besar dibandingkan dengan kenaikan harga indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian,” jelas Bambang Pramono, kepada wartawan, Senin, 2 Juli.
Lanjut, ia mengatakan, pada Bulan Juni 2012, NTP masing-masing subsector tercatat sebesar 111,73 untuk subsector Padi dan Palawija (NTP-P), 105,42 untuk subsector Hortikultura (NTP-H), 106,96 untuk subsector Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-R), 96,76 untuk subsector Peternakan (NTP-Pt) dan 112,43 untuk subsector perikanan (NTP-Pi).
Penyajian Nilai Tukar Petani (NTP),  masih kata dia, dimulai untuk data bulan Desember 2008 pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2007 (2007=100).
Penghitungan NTP baru ini meliputi 32 Provinsi dan mencakup 5 subsektor, yaitu subsector padi dan Palawija, Hortikultura, Tanaman Perkebunan Rakyat, Peternakan dan perikanan. (eky/mri)
Read More >>

Market Share Bank Syariah di Sulsel Ungguli Nasional


SELASA, 03 JULI 2012 

MAKASSAR, - Bank syariah di Sulsel memiliki kinerja kerja yang lebih baik, betapa tidak market sharenya  mencapai 5,2% , hingga bulan Mei kemarin. Angka ini melampaui market share nasional yang mencapai 4,1%.
Bahkan diprediksi jumlahnya akan terus merangkak naik seiring ada trend positif dari kinerja bank syariah yang ada di Makassar. Baik itu dari segi penyaluran kredit dan dalam menghimpun dana masyarakat.
Hal ini berdasarkan data Bank Indonesia (BI)yang dikemukakan Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah I Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Arief Budi Santoso di Kantor BI Makassar Jalan Jend Sudirman, Senin, 2 Juli.Arief optimisi jika bank syariah di daerah ini akan terus berkembang. Apalagi market share ini sudah melampui market share nasional, terlebih lagi jika dibandingkan dengan daerah lain.
“Kalau dilihat dari catatan yang ada, trendnya bank syariah di daerah ini sangat pesat perkembangan, aopalagi mereka sudah mampu melewati market share nasional,” terangnya.
Dia mengakui bahwa jika dibandingkan dengan bank konvesional, bank syariah memang masih jauh tertinggal. Namun kondisi ini masih bisa dimaklumi karena keberadaan bank syariah bisa dikatakan masih baru, termasuk jumlah bank syariah yang ada saat ini masih relatif kecil.
Dikatakannya, total aset perbankan syariah per April 2012 mencapai Rp3,41 triliun. Sehingga ada peningkatan  64,79 % dibandingkan bulan sebelumnya.
Arief melihat jika bank syariah belum maksimal di daerah ini, karena jumlah bank syariah yang terbatas, sehingga pangsa pasar mereka juga terbatas.
Arief melihat bahwa perkembangan bank syariah akan lebih pesat lagi,jika bank syariah berani membuka cabang pada tingkat daerah, karena jangkauannyalebih luas, pasalnya ekonomi Sulsel ditopang oleh 24 kabupaten dan kota yang ada.
Pengamat ekonomi syariah dari Unhas , Prof Halide menilai bahwa hingga saat ini keberadaan bank syariah belum familiar dengan masyarakat. Terutama bagi mereka yang awam. Sehingga masih perlu dilakukan sosialisasi dan kampanye bagi masyarakat,seperti apa bank syariah tersebut.
“Kendalanya yang saya tangkap adalah masih banyaknya masyarakat yang belum paham seperti apa itu bank syariah, sehingga masih banyak yang memilih bank konvesional,” ujarnya.
Olehnya itu, Prof Halide berharap agar pemerintah dan pengelola bank syariah harus menerus melukan edukasi kepada masyarakat akan bank syariah. Menurutnya hal ini penting, baik untuk perbankan sendiri maupun masyarakat sebagai konsumen. 
Guru besar Universitas Hasanuddin ini sepakat agar bank syariah memperluas jaringannya dengan membuka cabang-cabang syariah di daerah, sehingga memudahkan bagi masyarakat untuk melakukan akses jika bersentuhan dengan bank syariah. (mg4/mri)
Read More >>

Senin, 02 Juli 2012

Kesiapan Angkutan Lebaran Terpadu 2012 di Sulawesi Selatan


Rapat koordinasi angkutan umum lebaran 2012 yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, H. A. Muallim di Ruang Data Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin, 2 Juli 2012. Sekda mengatakan bahwa semua sektor perhubungan, baik darat, laut, dan udara harus siap dalam bentuk terpadu sesuai dengan keputusan Menteri Perhubungan KP 218 tahun 2012 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2012 (1433 H) dan keputusan Gubernur Sulawesi Selatan 1794/VI/Tahun 2012 Tanggal 25 Juni 2012 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pelaksanaan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran terpadu Tahun 2012 (1433 H). Sekda juga meminta kepada Dinas Perhubungan untuk menyiapkan posko terpadu, khususnya di jalan poros Makassar – Bone yang sering terjadi kemacetan yang sangat parah.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan Selatan, A. Masykur A. Sulthan mengatakan bahwa jembatan timbang di-non aktifkan fungsinya selama bulan suci ramadhan, kecuali melampaui batas kapasitas angkutan. Organda juga diminta untuk tidak menaikkan tarif angkutan umum diatas 20 persen, dan apabila kedapatan menaikkan tarif diatas ketentuan yang sudah ditetapkan, maka surat izin angkutan umum tersebut akan dicabut.
Selain hal di atas, Kadis Perhubungan juga meminta kepada Perusahaan Daerah Terminal Kota Makassar agar menghimbau kepada sopir-sopir angkutan daerah/kota untuk tidak menurunkan penumpang sebelum masuk terminal selama bulan ramadhan hingga H+7 lebaran. Selain itu, bus angkutan umum tidak boleh menaikkan barang di atas atap maupun di belakang bus. Dan apabila diindahkan, maka akan dikenakan sangsi berupa pencabutan izin trayek.
Sementara untuk angkutan udara, pihak Angkasa Pura diminta untuk dapat mengatur alur naik dan turun penumpang di bandara agar tidak terjadi lonjakan antrian dan pengaturan kendaraan di pintu masuk bandara. Dan untuk angkutan laut, pihak pelabuhan diminta agar dapat mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang dan kesiapan armada. Untuk penyeberangan di pelabuhan bira, pemerintah kabupaten diminta kerjasamanya agar tidak terjadi kelangkaan BBM untuk kapal-kapal rakyat. Dan untuk penyeberangan Bajoe – Kolaka tidak perlu merasa risau, karena armada Angkatan Laut sudah menyiapkan 8 armada.
Sementara Kepala Sub Bagian Polisi Lalu Lintas, AKBP. H. Yahya Samosir yang mewakili Ditlantas, menyatakan bahwa pihaknya siap untuk melakukan kerjasama dengan Dinas Perhubungan terkait dengan arus lebaran 2012 di Sulawesi Selatan.
Yy / Sv (Senin, 2 Juli 2012)

Read More >>

Pamanca Didorong Jadi Ikon Sulsel


Senin, 02 Juli 2012
MAKASSAR– Seni bela diri tradisional Pamanca diharapkan menjadi salah satu ikon budaya Sulsel.Dengan promosi yang gencar, warisan leluhur ini diharapkan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Kota Makassar.

Pengurus Badan Pengembangan Promosi Pariwisata Makassar (BP3M) Dede Leman mengatakan, seni bela diri tradisional Pamanca cukup unik dan memiliki atraksi yang bisa menarik minat wisatawan. Hanya saja, warisan budaya ini kurang mendapat perhatian dan promosi sehingga terkesan terlupakan. “Seharusnya seni bela diri tradisional ini bisa menjadi ikon budaya Sulsel sebab atraksinya seperti aksi saling tusuk menusuk dalam satu sarung bisa jadi jualan menarik bagi wisatawan asing,”ungkapnya.

Dia menjelaskan, Sulsel selama ini krisis ikon pariwisata maupun budaya yang khas. Akibatnya pelaku industri pariwisata sulit memetakan potensi objek,daya tarik,maupun budaya daerah yang telah mendapatkan rekomendasi dari pemerintah daerah setempat untuk dijual sebagai destinasi. “Kalau pemerintah daerah peka, mereka akan coba memfasilitasi festival maupun event budaya seperti pagelaran Pamanca. Kalau anggaran yang menjadi persoalan, paling tidak mereka bisa mengeluarkan rekomendasi agar pihakpihak yang terkait bisa mendukung kegiatan tersebut,” paparnya di sela-sela Festival Pencak Silat Tradisional 2012 di Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, kemarin.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan Tapak Suci Tournament 2012 yang melibatkan utusan masing-masing daerah yang difasilitasi oleh pemerintah kabupaten/kota setempat dari Sulsel dan Sulbar. Sementara itu,Ketua Perguruan Tapak Suci Unismuh Makassar Haeruddin Makkasau mengatakan,Pamanca adalah bagian dari budaya seni bela diri khas masyarakat Sulsel. “Namun perlahan-lahan mulai ditinggalkan generasi muda, karena banyaknya seni budaya dari Jepang,China dan Korea yang sudah menggeser beberapa perguruan bela diri di Sulsel.Perguruan silat lokal termasuk Pamanca semakin sulit berkembang, mereka tidak mampu lagi bertahan,”kata dia.

Haeruddin khawatir seni bela diri peninggalan budaya Sulsel ini akan tenggelam jika pemerintah daerah di Sulsel tidak mencoba mengangkat budaya ini sebagai ikon daerah. “Anak muda kita sekarang sudah banyak yang tidak mengenal seni bela diri ini. Perguruan- perguruan silat daerah semakin kekurangan generasi penerus, akibatnya mereka tutup dengan sendirinya,” ucapnya. rahmat hardiansya
 
Read More >>

2013, Pemprov Hubungkan Perintis Kemerdekaan-Ir Sutami


SENIN, 02 JULI 2012 

Atasi Kemacetan di Tamalanrea
 MAKASSAR,  – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) berencana menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan dengan Jalan Prof DR Ir Sutami untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di Tamalarea.
Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang menjelaskan, rencana jalan alternatif tersebut akan mengambil titik di depan gerbang Bumi Tamalanrea Permai (BTP) kemudian menembus di jalur luar Jalan Ir Sutami.
“Sebenarnya jalur alternatif ini sudah kami rancang tahun lalu. Ini juga telah mendapat anggaran sebesar Rp10 miliar,” kata Agus ­di Makassar, Minggu, 1 Juli.
Hanya saja, lanjutnya, lantaran masih banyaknya fasilitas infrastruktur yang membutuhkan dana yang besar, sehingga anggaran itu dialihkan ke proyek yang lain.
“Sejak tahun lalu Dinas Bina Marga sudah memprogramkan ini. Hanya pada saat itu masih ada infrastruktur yang lain lebih prioritas,” jelasnya.
Lebih jauh, mantan Ketua DPRD Sulsel ini menjelaskan, jika jalur yang dilalui proyek ini akan banyak melewati sejumlah sungai, termasuk daerah resapan air yang ada di sekitar Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
“Ini juga sudah dibicarakan antara Pemprov Sulsel dan Unhas,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengaku untuk melakukan pengerjaan pada jalan tersebut, perlu kehati-hatian pemerintah untuk membuka jalur baru. Sebab, ini akan melewati daerah resapan air di sekitar Sungai Tallo.
Ia menambahkan, proyek jalur alternatif tersebut juga direncanakan untuk tidak terlalu banyak melakukan penimbunan. Itu karena, pihaknya khawatir jika nantinya jalur tersebut akan dipadati perumahan warga, sehingga menyebabkan berkurangnya resapan air.
“Kami juga merencanakan untuk membuatnya seperti jalan layang. Tidak ada penimbunan di sana. Tidak ada pengembangan kota. Kami juga khawatir jangan sampai seperti di Jalan Hertasning Baru, nanti setelah ditimbun semakin banyak perumahan dan mengganggu resapan air,” urainya mencontohkan.
Lebih jauh, Agus menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan proyek tersebut bisa berjalan pada 2013 mendatang.
Karena menurutnya, jika Jalan Perintis Kemerdekaan tidak segera diberi jalur alternatif, kepadatan kendaraan sulit terhindarkan. Apalagi, sekitar Jalan Perintis merupakan jalur sentral yang menghubungkan Kota Makassar dengan Maros, termasuk sejumlah daerah lain.
Bahaya Kemacetan
Sebelumnya, Makassar sebagai kota metropolitan diperkirakan akan mengalami kemacetan total dalam lima tahun ke depan. Ini akan menjadi kenyataan jika masalah transportasi dan infrastruktur jalan raya tidak segera dibenahi.
Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Makassar Lambang Basri mengungkapkan, indikasi kemacetan total di Makassar sudah semakin jelas. Selain jumlah kendaraan yang terus bertambah, perilaku pengendara juga sangat minim dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Hal itu diakibatkan karena lemahnya sanksi dari pihak terkait.
“Lihat saja saat ini hampir setiap saat terjadi kemacetan. Memang belum separah kota-kota besar semisal di Jakarta, tapi jika diperhatikan masalah kemacetan ini cepat sekali perkembangannya. Nah, saya mengkhawatirkan dalam waktu tiga sampai lima tahun ke depan Makassar sudah macet total,” ujarnya. (eky/ute)
Read More >>

Minggu, 01 Juli 2012

Syahrul Hadiri HUT Kota Palopo

Minggu, 01 Juli 2012


PALOPO- Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dijadwalkan menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palopo ke-10 yang digelar Senin (2/7).

“Kami sudah mendapatkan konfirmasi dari pihak protokol Pemprov Sulsel terkait rencana kedatangan Bapak Gubernur pada HUT Palopo Senin nanti,” ujar Kabag Humas dan Protokol Pemkot Palopo Ansir Ismu di Palopo,kemarin. Berbagai rangakaian kegiatan sosial digelar pada perayaan HUT Palopo ke-10 ini, antara lain sunatan massal,donor darah, dan pengobatan gratis. Kegiatan ini digelar pekan lalu.

Pada Senin (2/7) akan digelar dzikir dan doa di Masjid Agung Palopo.Pada Selasa (3/7) panitia HUT juga akan menggelar pameran pemuda dan lomba lagu solo yang diperkirakan akan dihadiri ribuan warga. Wali Kota Palopo HPA Tenriadjeng mengklaim sukses membawa kemajuan bagi daerah yang dipimpinnya selama 10 tahun ini.Menurut dia,Palopo saat ini mampu bersaing di berbagai bidang dengan daerah lainnya di Sulsel.

Keberhasilan pembangunan ini disebutnya menjadi kado istimewa Kota Palopo yang berulang tahun ke-10 pada Senin besok.“Selama 10 tahun,Palopo maju di berbagai bidang.Kemajuan ini adalah bukti kerja keras kami, pemerintah kota dan seluruh warga Palopo,”kata Tenriadjeng di Palopo, kemarin. Salah satu indikator keberhasilan yang dinilai membanggakan, yakni Palopo enam kali merebut Piala Adipura dan dua tahun meraih Sertifikat Adipura pada 2004 dan 2005.

Bahkan, tahun ini Palopo tidak hanya merebut Piala Adipura keenam, tetapi juga berhasil meraih Piala Taman Terbaik tingkat nasional kategori kota sedang. “Palopo juga sudah empat tahun berturut-turut berpredikat kota sehat, karena merebut Piala Swasti Saba Wiwerda tahun 2007, Swasti Saba Wistara 2009 hingga 2011,” kata Tenriadjeng didampingi Kabag Humas dan Protokol Pemkot, Muh Ansir Ismu.

Untuk bidang kependudukan, kata dia,Kota Palopo meraih beberapa penghargaan, di antaranya tanda penghargaan Manggala Karya Kencana kepada Wali Kota Palopo karena jasanya menyukseskan program keluarga berencana pada 2006, piagam penghargaan Perda Akte Kelahiran Bea tahun 2008 dari Presiden RI, bahkan tahun ini merebut piagam penghargaan atas keberhasilan melaksanakan penerapan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) dari Mendagri.

Klaim keberhasilan juga ada pada Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Palopo yang menjadi perusahaan daerah tersehat di Indonesia pada 2008. “Dimana-mana PDAM merugi dan keuangannya tidak sehat, tetapi sejak 2009 lalu, kondisi keuangan PDAM Palopo sehat sesuai audit BPKP,” ujar mantan Direktur PDAM Makassar ini. Dikatakan, masih ada ratusan penghargaan berskala nasional yang direbut Pemkot Palopo melalui berbagai instansi dalam lingkup Pemkot yang menjadikan Kota Palopo sarat prestasi membanggakan baik tingkat regional dan nasional.

“Walaupun saya tidak lagi menjabat Wali Kota Palopo nanti, semangat kebersamaan seperti selama ini patut tetap dijaga dan dipelihara,” katanya. Kabag Humas dan Protokol Palopo Ansir Ismu mengakui, keamanan Kota Palopo semakin terjaga dan kondusif, sehingga itu menjadi modal utama pembangunan di daerah ini. “Palopo semakin aman, kamtibmas kondusif,makanya pembangunan lancar.Investasi juga terjamin karena aparat kepolisian setiap saat bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat, termasuk investor,” kata Ansir. ● chaerul baderu     

Read More >>

Sabtu, 30 Juni 2012

Tinju - Pertina Sulsel Patok Emas Kejurnas Junior


Sabtu, 30 Juni 2012

Makassar  - Pengprov Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulawesi Selatan mematok medali emas pada kejuaraan nasional tinju junior di Jakarta, 1-8 Juli 2012.

Direktur Teknik Pertina Sulsel John Amanupunyo di Makassar, Jumat, mengatakan, cukup optimistis bisa mewujudkan target emas meski hanya menurunkan dua atlet yakni Andre dan Charles.

"Kemampuan atlet kita, khususnya Andre sudah tidak diragukan. Soal minimnya atlet yang kita turunkan memang karena persoalan biaya yang juga tidak maksimal," ujarnya.

Mengenai perubahan jadwal kejurnas yang sebelumnya di rencanakan di Palembang, 24 Juni-1 Juli 2012, Direktur Pelatnas PB Pertina itu mengaku karena ketidaksiapan dari tuan rumah Pelembang.

Pertina Sulsel juga mengaku tidak keberatan dengan perubahan jadwal tersebut. Sebaliknya Pengprov Pertina Sulsel menyambut gembira karena anggaran yang dikeluarkan tentu lebih kecil.

"Kejurnas junior itu diambil alih PB Pertina karena Palembang yang sebelumnya sebagai tuan rumah ternyata kurang siap. Kita juga bisa lebih mematangkan kemampuan atlet dengan jadwal yang diundur," ucapnya.

Andre dan Charles merupakan dua petinju muda Sulsel yang cukup potensial. Pengalamannya tampil di berbagai kejuaraan diharapkan bisa menjadi modal untuk meraih hasil maksimal.

Bahkan pada kejuaraan nasional Piala Wapres 2012, Andre berhasil merebut medali perak untuk Sulsel. Sedangkan Charles meski gagal ke PON tetapi tetap menunjukkan perkembangan yang signifikan sehingga layak diberi kesempatan.

"Kita tetap memberikan kewaspadaan terhadap beberapa tim termasuk Maluku dan NTT," ujarnya. 
(T.KR-DF/F003) 
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/40009/tinju--pertina-sulsel-patok-emas-kejurnas-junior
Read More >>

Pemprov Pesimis e-KTP Capai Target

SABTU, 30 JUNI 2012 

MAKASSAR,  - Pemerintah Provinsi Sulsel memprediksi program elektronik kartu tan­da penduduk (e-KTP) tahap ke­dua pada 16 kabupaten kota sulit men­capai target.
Kepala Biro Pemerintahan Umum Sulsel Andi Hasbi Nur menjelaskan, e-KTP tahap kedua tidak dapat diselesaikan sesuai target Kementerian Dalam Negeri pada Oktober mendatang. Hal ini akibat banyaknya peralataran e-KTP yang rusak.
“Masih banyak kecamatan di 16 kabupaten dan  kota yang belum melaksanakan program elektronik KTP. Selain kerusakan, jumlah peralataran yang disiapkan pun juga terbatas,” jelas Hasbi di kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Jumat, 29 Juni.
Faktor lain yang bisa menghambat, lanjutnya, sejumlah peralatan yang sebelumnya dipinjamkan untuk digunakan pada tahap pertama di delapan kabupaten kota telah ditarik kembali oleh Kementerian Dalam Negeri.
Ia juga mengaku bahwa hingga Juni ini, program e-KTP tahap kedua ini baru menyentuh 10 persen dari target 5 juta wajib e-KTP.
“Kami rencana sekitar 5 jutaan untuk tahap kedua, tetapi saya perkirakan mungkin baru mencapai sekitar 3 jutaan per Oktober. Kemungkinannya begitu kalau melihat perbandingan dari kondisi yang lalu,” ujarnya.
Ia juga mengaku, untuk kemungkinan permintaan penambahan alat sudah tidak bisa lagi, sebab sesuai aturan di setiap kecamatan hanya punya jatah dua alat.
“Nah, kalau memang kebijakan tidak ada lagi penambahan alat, maka ada kemungkinan dari 16 kabupaten ini ada 3 daerah yang tidak bisa selesai, seperti Bulukumba dan Gowa,” ungkapnya.
Sebab itu, Pemerintah Sulsel mengharapkan, agar Kementerian Dalam Negeri dapat memindahkan peralataran yang tidak dipergunakan.
Sehingga, 16 kabupaten dapat mempercepat pengambilan sidik jari dan iris mata. (eky/ute)
Read More >>

Pemprov Siap Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok


SABTU, 30 JUNI 2012 

MAKASSAR,  — Menyambut bulan suci Ramadhan Juli mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel kini siap membentuk tim pengendali untuk mengantisipasi lonjakan harga, terutama bahan pokok.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, menjelaskan, tim pengendali itu perlu dibentuk untuk melakukan pengawasan ketersediaan bahan pokok, seperti gula dan minyak goreng.
“Kami akan bentuk tim pengendali nanti. Tugas tim ini untuk menjaga stok, jangan sampai ada penimbunan bahan pokok utama, seperti gula dan minyak goreng,” jelas Agus, di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat, 29 Juni.
Soal bentuk pengawasan seperti gula dan minyak itu, lanjut Agus, menjadi kewenangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel.
Mantan Ketua DPRD Sulsel ini juga mengaku saat ini yang masih bersoal adalah larangan gula rafinasi, sementara gula kristal stoknya juga  terbatas. Meski begitu, pihaknya mengaku pernah diberikan dispensasi oleh pemerintah pusat, terutama menjelang lebaran tahun lalu.
“Gula rafinasi itu kan untuk industri. Kalau lebaran, gula itu kan untuk rumah tangga, seperti bikin kue. Menurut saya, itu juga home industri. Jadi, apakah itu masih bisa untuk tahun ini, baru mau kita bicarakan,” jelasnya.
Selain itu, Agus juga mengaku bahwa untuk saat ini kenaikan harga bahan pokok di pasar tradisonal di Sulsel masih dalam batas yang wajar.
Sebelumnya, Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Disperindag Kota Makassar, Sri Rejeki menjelaskan, salah satu sembako yang harganya cukup tinggi adalah gula pasir. Kenaikan tersebut terjadi, lantaran saat ini stok gula rafinasi dibatasi pendistribusiannya. (eky/ism)
Read More >>

Prioritaskan Pengangkatan Guru di Pulau


Sabtu, 30 June 2012
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel meminta kepada pemerintah pusat untuk memprioritaskan keberadaan guru di daerah kepulauan dibandingkan dengan di perkotaan. Pasalnya, sekolah yang berada di pulau kerap kekurangan tenaga pengajar. 

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengungkapkan, daerahnya yang dinilai kurang strategis mengakibatkan minat guru untuk mengajar di pulau sangat rendah. Bahkan, sangat jarang ditemukan tenaga pengajar yang secara sukarela mengajar di sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA di kepulauan. “Makanya, dalam Rapimnas PGRI yang dilaksanakan di Makassar, kita minta pemerintah pusat untuk memprioritaskan guru sekolah di kepulauan,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.

Daerah kepulauan di Sulsel yang kerap kekurangan tenaga pengajar, yakni pulau-pulau di sekitar Kota Makassar, Kabupaten Pangkep, serta Kabupaten Kepulauan Selayar. Menurutnya, pemerintah pusat seharusnya lebih memprioritaskan pengangkatan guru putra daerah asli kepulauan. Hal ini lebih baik dibandingkan dengan merekrut tenaga pengajar dari daerah lain untuk ditempatkan di pulau.

“Realitanya sekarang, banyak orang pulau yang tidak diterima. Di satu sisi, PNS yang ditempatkan di kepulauan, tidak akan bertahan lama.Jika ini berlanjut, tidak akan menyelesaikan persoalan,”beber dia. Mantan ketua DPRD Sulsel ini menyarankan agar warga peulauan diberikan dispensasi untuk diprioritaskan menjadi tenaga pengajar dengan catatan harus diberi bekal dan kualifikasi yang memadai.

Saat disinggung mengenai pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan PGRI Sulistiyo yang menyebutkan pemerintah daerah dituding tidak memperhatikan hak-hak yang harus diperoleh guru honorer, Agus berkelit. Menurutnya, kebijakan untuk memperhatikan nasib guru honorer berada di tangan kabuaten/ kota. Pemprov Sulsel tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pengaturan.

Apalagi, kewenangan untuk melakukan pengangkatan guru honorer menjadi CPNS sepenuhnya di tangan pemerintah pusat sebagai penentu. Pemerintah daerah hanya meneruskan kebijakan dari pusat. “Kewenangan pengaturan guru itu kan ada di wali kota dan bupati. Kita harap honorer itu dibegitukan. Tapi balik kita lagi, kebijakan itu dari pemerintah pusat,”bebernya.

Sehari sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan PGRI Sulistiyo mengaku, sebagian guru honor banyak mendapatkan tugas layaknya guru PNS.Namun, tidak memperoleh haknya secara wajar, baik dari aspek kepegawaian, kesejahteraa, dan perlindungan. Bahkan, di beberapa daerah, ada guru honor yang mendapatkan upah Rp200.000 setiap bulannya. Padahal, kerjanya sehari-hari melebihi dari tugas seorang guru negeri.

“Kami menyimpulkan, mereka di-dzalimi. Guru diminta kerja layaknya PNS, tapi tidak dapatkan perhatian.Yang lebih parah lagi, pemerintah saja tidak punya data berapa guru honor, bahkan ada kabupaten/ kota yang guru honornya dilarang mengisi daftar hadir,” katanya di Makassar. ● wahyudi   

Read More >>

Jelang Ramadan-Pemprov Awasi Penimbunan Sembako


Sabtu, 30 Juni 2012
MAKASSAR – Mengantisipasi adanya penimbunan sembilan bahan pokok menjelang Bulan Ramadan,Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel membentuk tim untuk melakukan pengawasan terhadap distribusi dan memantau sembako di pasar tradisional.

Tim ini ditugaskan untuk menjamin ketersediaan serta mengantisipasi terjadinya lonjakan harga sembako pada 24 kabupaten/kota di Sulsel. Salah satu yang dikhawatirkan, yakni terjadinya penimbunan. “Kita baru rancang pembentukan tim pengendali. Ini untuk menjaga stok, jangan sampai terjadi penimbunan bahan pokok strategis.Tim tersebut melibatkan lintas sektoral,” ungkap Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang kepada SINDO,kemarin.

Menurutnya, tim ini melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta beberapa instansi lainnya, seperti TNI/Polri dalam rangka pengawasan distribusi. Wagub menurutkan, saat ini pihaknya menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang Ramadan mendatang. Olehnya itu, masyarakat diimbau agar tidak panik. Begitu pun juga dengan harga kebutuhan bahan pokok yang biasanya melonjak memasuki setiap hari raya.

Pemprov mengklaim, hingga saat ini bahan makanan di sejumlah pasar tradisional belum terjadi kenaikan harga yang signifikan. “Kalau misalnya sekarang ini sudah ada beberapa bahan pokok yang naik, itu masih dalam kapasitas wajar,” katanya saat dicegat di Kantor Gubernur Sulsel. Mantan Ketua DPRD Sulsel ini menambahkan,ada dua bahan pokok startegis yang menjadi perhatian pemerintah. Yakni minyak goreng dan gula kristal.

Keduanya dianggap sangat langka setiap menjelang hari raya. Sementara itu,Kepala Disperindag Sulsel Irman Yasin Limpo menyatakan, jauh-jauh hari sebelumnya, pihaknya bersama sejumlah instansi terkait telah melakukan antisipasi terkait dengan stabilitas dan distribusi harga barang pokok di lapangan. “Stok dan perkembangan harga bahan pokok saat ini cukup stabil,tidak ada kenaikan harga barang yang berlebihan. Begitu juga dengan stok bahan makanan sangat aman sampai beberapa bulan ke depan,” jelasnya kemarin. ● wahyudi 

Read More >>

1.385 Rumah Warga Miskin Teraliri Listrik Gratis


JUMAT, 29 JUNI 2012 

PALOPO,  – Guna meringankan beban warga miskin, khususnya yang bekerja sebagai nelayan, Pemerintah Pusat bekerjasama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan memberikan bantuan listrik gratis bagi warga pesisir pantai.
Tahun 2012, Sulawesi Selatan mendapat bantuan listrik gratis bagi nelayan sebanyak 1.385 titik atau rumah yang tersebar di empat kabuaten/kota masing-ma­sing, Kabupaten Sinjai, Luwu, Luwu Timur, dan Kota Palopo.
Khusus untuk tiga daerah se-Tana Luwu, Kota Palopo, Luwu, dan Luwu Timur mendapatkan 1.340 titik listrik gratis. Sementara Kabupaten Sinjai mendapat 45 titik.
“Syarat bagi yang akan mendapatkan bantuan yaitu nelayan kurang mampu,” kata Manager PT PLN (Persero) Cabang Kota Palopo, Novalince Pamuso, Kamis, 28 Juni.
Informasi yang dihimpun, di Kabupaten Sinjai, jaringan listrik ini akan menyentuh sekitar empat desa. Sedangkan di Kabupaten Luwu, 16 desa, Kota Palopo dua kelurahan, dan Kabupaten Luwu Timur tiga desa.
Novalince menuturkan, seluruh biaya pemasangan mulai dari pemasangan instalasi, KWH, hingga daya listrik akan ditanggung pemerintah. Masyarakat yang tersentuh program tidak dilakukan pu­ngutan uang sepersen pun.
“Program ini dikatakan paket gratis dan hemat karena tiap titik yang akan terkoneksi dengan PLN hanya akan dipasangkan tiga mata lampu dan satu stop kontak dengan daya 450 watt,” kata Novalince. (kr3/tir)
Read More >>

Jelang Ramadan-Pemprov Awasi Penimbunan Sembako

Sabtu, 30 Juni 2012
MAKASSAR – Mengantisipasi adanya penimbunan sembilan bahan pokok menjelang Bulan Ramadan,Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel membentuk tim untuk melakukan pengawasan terhadap distribusi dan memantau sembako di pasar tradisional.

Tim ini ditugaskan untuk menjamin ketersediaan serta mengantisipasi terjadinya lonjakan harga sembako pada 24 kabupaten/kota di Sulsel. Salah satu yang dikhawatirkan, yakni terjadinya penimbunan. “Kita baru rancang pembentukan tim pengendali. Ini untuk menjaga stok, jangan sampai terjadi penimbunan bahan pokok strategis.Tim tersebut melibatkan lintas sektoral,” ungkap Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang kepada SINDO,kemarin.

Menurutnya, tim ini melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta beberapa instansi lainnya, seperti TNI/Polri dalam rangka pengawasan distribusi. Wagub menurutkan, saat ini pihaknya menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang Ramadan mendatang. Olehnya itu, masyarakat diimbau agar tidak panik. Begitu pun juga dengan harga kebutuhan bahan pokok yang biasanya melonjak memasuki setiap hari raya.

Pemprov mengklaim, hingga saat ini bahan makanan di sejumlah pasar tradisional belum terjadi kenaikan harga yang signifikan. “Kalau misalnya sekarang ini sudah ada beberapa bahan pokok yang naik, itu masih dalam kapasitas wajar,” katanya saat dicegat di Kantor Gubernur Sulsel. Mantan Ketua DPRD Sulsel ini menambahkan,ada dua bahan pokok startegis yang menjadi perhatian pemerintah. Yakni minyak goreng dan gula kristal.

Keduanya dianggap sangat langka setiap menjelang hari raya. Sementara itu,Kepala Disperindag Sulsel Irman Yasin Limpo menyatakan, jauh-jauh hari sebelumnya, pihaknya bersama sejumlah instansi terkait telah melakukan antisipasi terkait dengan stabilitas dan distribusi harga barang pokok di lapangan. “Stok dan perkembangan harga bahan pokok saat ini cukup stabil,tidak ada kenaikan harga barang yang berlebihan. Begitu juga dengan stok bahan makanan sangat aman sampai beberapa bulan ke depan,” jelasnya kemarin. ● wahyudi 

Read More >>

Prioritaskan Pengangkatan Guru di Pulau


Sabtu, 30 June 2012
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel meminta kepada pemerintah pusat untuk memprioritaskan keberadaan guru di daerah kepulauan dibandingkan dengan di perkotaan. Pasalnya, sekolah yang berada di pulau kerap kekurangan tenaga pengajar. 

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengungkapkan, daerahnya yang dinilai kurang strategis mengakibatkan minat guru untuk mengajar di pulau sangat rendah. Bahkan, sangat jarang ditemukan tenaga pengajar yang secara sukarela mengajar di sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA di kepulauan. “Makanya, dalam Rapimnas PGRI yang dilaksanakan di Makassar, kita minta pemerintah pusat untuk memprioritaskan guru sekolah di kepulauan,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.

Daerah kepulauan di Sulsel yang kerap kekurangan tenaga pengajar, yakni pulau-pulau di sekitar Kota Makassar, Kabupaten Pangkep, serta Kabupaten Kepulauan Selayar. Menurutnya, pemerintah pusat seharusnya lebih memprioritaskan pengangkatan guru putra daerah asli kepulauan. Hal ini lebih baik dibandingkan dengan merekrut tenaga pengajar dari daerah lain untuk ditempatkan di pulau.

“Realitanya sekarang, banyak orang pulau yang tidak diterima. Di satu sisi, PNS yang ditempatkan di kepulauan, tidak akan bertahan lama.Jika ini berlanjut, tidak akan menyelesaikan persoalan,”beber dia. Mantan ketua DPRD Sulsel ini menyarankan agar warga peulauan diberikan dispensasi untuk diprioritaskan menjadi tenaga pengajar dengan catatan harus diberi bekal dan kualifikasi yang memadai.

Saat disinggung mengenai pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan PGRI Sulistiyo yang menyebutkan pemerintah daerah dituding tidak memperhatikan hak-hak yang harus diperoleh guru honorer, Agus berkelit. Menurutnya, kebijakan untuk memperhatikan nasib guru honorer berada di tangan kabuaten/ kota. Pemprov Sulsel tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pengaturan.

Apalagi, kewenangan untuk melakukan pengangkatan guru honorer menjadi CPNS sepenuhnya di tangan pemerintah pusat sebagai penentu. Pemerintah daerah hanya meneruskan kebijakan dari pusat. “Kewenangan pengaturan guru itu kan ada di wali kota dan bupati. Kita harap honorer itu dibegitukan. Tapi balik kita lagi, kebijakan itu dari pemerintah pusat,”bebernya.

Sehari sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan PGRI Sulistiyo mengaku, sebagian guru honor banyak mendapatkan tugas layaknya guru PNS.Namun, tidak memperoleh haknya secara wajar, baik dari aspek kepegawaian, kesejahteraa, dan perlindungan. Bahkan, di beberapa daerah, ada guru honor yang mendapatkan upah Rp200.000 setiap bulannya. Padahal, kerjanya sehari-hari melebihi dari tugas seorang guru negeri.

“Kami menyimpulkan, mereka di-dzalimi. Guru diminta kerja layaknya PNS, tapi tidak dapatkan perhatian.Yang lebih parah lagi, pemerintah saja tidak punya data berapa guru honor, bahkan ada kabupaten/ kota yang guru honornya dilarang mengisi daftar hadir,” katanya di Makassar. ● wahyudi   

Read More >>

Pemprov Pesimis e-KTP Capai Target


SABTU, 30 JUNI 2012 

MAKASSAR,  - Pemerintah Provinsi Sulsel memprediksi program elektronik kartu tan­da penduduk (e-KTP) tahap ke­dua pada 16 kabupaten kota sulit men­capai target.
Kepala Biro Pemerintahan Umum Sulsel Andi Hasbi Nur menjelaskan, e-KTP tahap kedua tidak dapat diselesaikan sesuai target Kementerian Dalam Negeri pada Oktober mendatang. Hal ini akibat banyaknya peralataran e-KTP yang rusak.
“Masih banyak kecamatan di 16 kabupaten dan  kota yang belum melaksanakan program elektronik KTP. Selain kerusakan, jumlah peralataran yang disiapkan pun juga terbatas,” jelas Hasbi di kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Jumat, 29 Juni.
Faktor lain yang bisa menghambat, lanjutnya, sejumlah peralatan yang sebelumnya dipinjamkan untuk digunakan pada tahap pertama di delapan kabupaten kota telah ditarik kembali oleh Kementerian Dalam Negeri.
Ia juga mengaku bahwa hingga Juni ini, program e-KTP tahap kedua ini baru menyentuh 10 persen dari target 5 juta wajib e-KTP.
“Kami rencana sekitar 5 jutaan untuk tahap kedua, tetapi saya perkirakan mungkin baru mencapai sekitar 3 jutaan per Oktober. Kemungkinannya begitu kalau melihat perbandingan dari kondisi yang lalu,” ujarnya.
Ia juga mengaku, untuk kemungkinan permintaan penambahan alat sudah tidak bisa lagi, sebab sesuai aturan di setiap kecamatan hanya punya jatah dua alat.
“Nah, kalau memang kebijakan tidak ada lagi penambahan alat, maka ada kemungkinan dari 16 kabupaten ini ada 3 daerah yang tidak bisa selesai, seperti Bulukumba dan Gowa,” ungkapnya.
Sebab itu, Pemerintah Sulsel mengharapkan, agar Kementerian Dalam Negeri dapat memindahkan peralataran yang tidak dipergunakan.
Sehingga, 16 kabupaten dapat mempercepat pengambilan sidik jari dan iris mata. (eky/ute)
Read More >>

Jumat, 29 Juni 2012

Gubernur Minta Kesejahteraan Buruh Diperhatikan

Jumat, 29 Juni 2012
PALOPO – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta agar pihak perusahaan memperhatikan kesejahteraan para buruh. Upah buruh harus merujuk Upah Minimum Provinsi (UMP) yang berlaku di Sulsel sebesar Rp1,2 juta per bulan.


Gubernur mengungkapkan hal itu saat meninjau aktivitas buruh pabrik kayu lapis PT Panca Usaha Palopo Plywood (Panply) di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu,kemarin. “Saya minta menajemen PT Panply sebagai industri plywood tertua dan terbesar di Sulsel, memperhatikan nasib para pekerjanya. Pekerja itu aset perusahaan yang harus dijaga dan diperhatikan kesejahteraannya,” kata Syahrul kemarin.

Syahrul sempat berdialog dengan salah seorang karyawan industri kayu lapis yang berpusat di Kecamatan Bua,ini. Syahrul antara lain menanyakan upah yang diterima karyawan itu per bulan.“Alhamdulillah, saya sudah bekerja selama 20 tahun di PT Panply dengan gaji rata-rata Rp2 juta per bulan,” kata karyawan tersebut. Selain berdialog dengan pekerja, Syahrul juga mengadakan silaturahmi dengan petinggi PT Panply dan karyawan.

Syahrul mendengarkan penjelasan tentang sejarah berdirinya pabrik kayu lapis di Luwu itu,termasuk program pemberdayaan bagi masyarakat sekitarnya. Syahrul disambut ribuan karyawan saat berkunjung ke perusahaan kayu lapis tersebut bersama Bupati Luwu,Andi Mudzakkar.

Bupati Luwu Andi Mudzakkar menyatakan, keberadaan PT Panply di Luwu sangat mendukung program Pemkab Luwu dalam mengurangi pengangguran karena PT Panply mempekerjakan 5.000 tenaga kerja lokal di berbagai unit kerja, termasuk pekerja harian yang direkrut dari masyarakat sekitar industri itu.“Karyawan dan pekerja PT Panply mayoritas warga Luwu,termasuk warga Palopo,”kata Mudzakkar. _ chaerul baderu

Read More >>

Gubernur Sulsel membuka Kegiatan Rakor Pimpinan II PGRI


Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan senantiasa mendukung dunia pendidikan dan tahun ini  program pendidikan gratis tidak hanya di SD dan SMP tapi juga sampai ke tingkat SMA. Sedangkan beasiswa ke luar negeri untuk program doktoral juga terus dilakukan. Saat ini, tidak kurang dari 388 mahasiswa Program S3 yang mendapatkan beasiswa untuk belajar di luar negeri. Hal ini dikatakan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo ketika membuka kegiatan Rapat Koordinasi Pimpinan Nasional II Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) di Hotel Clarion Makassar, Kamis 28 Juni 2012.
Ketua PGRI Sulawesi Selatan, Muhammad Asmin menjelaskan,  Makassar membutuhkan 400 orang guru SD dan Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Abdullah Jabbar menambahkan, untuk menghitung kekurangan guru SD di setiap daerah, pihaknya cukup kesulitan karena yang memiliki kewenangan adalah pihak kabupaten/kota sendiri dengan begitu butuh analisis. Persoalan yang mendasari karena adanya disparitas, pembagian guru yang tidak merata.
Sementara, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Sulistiyo, mengaku hampir semua SD di Indonesia mengalami persoalan serupa. Kekurangan guru di sekolah dasar,umumnya terjadi di semua daerah, sehingga yang menggantikan posisi mereka adalah tenaga honorer, sementara tenaga honorer kurang diperhatikan oleh pemerintah. Sulistiyo juga mengindikasikan terjadinya penyimpangan pada penempatan guru.
Ph/Rd ( Jumat, 29 Juni 2012 )
Read More >>

Luwu Dapat Bantuan 1 Miliar


Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo menyerahkan dana bantuan sosial (bansos) sebesar Rp 1 miliar kepada penyandang cacat dan warga lanjut usia di Kabupaten Luwu. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan bersamaan dengan acara  pelantikan Bupati Luwu, Andi Mudzakkar sebagai Ketua Pembina Tanggap Darurat Bencana (Tagana) Luwu di Lapangan Sepak Bola Suli Luwu, Rabu, 27 Juni 2012.
Gubernur dalam kapasitas sebagai Ketua Tagana Sulsel juga menyalurkan bantuan satu unit perahu karet bagi Tim Tagana Luwu. Khusus dana Bansos dari APBD Sulsel 2012, disalurkan kepada 24 kelompok bantuan asistensi sosial lanjut usia terlantar dan asistensi sosial cacat yang ada di Luwu. Sementara itu, Kampung Siaga Bencana yang baru pertama digelar di Sulawesi Selatan dan di pusatkan di Luwu.  Peserta sebanyak 1.500 orang datang dari berbagai kalangan, yakni unsur Taruna Tanggap Bencana (Tagana), Pemadam Kebakaran, Karang Taruna, Kepala Desa, Camat, Toko Agama, Toko Pemuda dan elemen masyarakat lain. Syahrul mengharapkan agar bantuan yang diserahkan Pemprov Sulsel dapat bermanfaat dan tepat sasaran. Semoga bantuan sosial ini dapat dimanfaatkan sebenar-benarnya dan tersalur sesuai peruntukannya. Dan Tagana Luwu akan maju dibawah kendali Bupati luwu, Andi Cakka.
Yang hadir mendampingi Syahrul dalam kunjungan ke Luwu diantaranya Ketua DPRD Sulsel,  Moh Roem, Anggota DPRD Sulsel dari Luwu Armin Mustamin Toputiri  dan sejumlah  pejabat pemprov Sulsel. Hadir juga Ketua Tagana Luwu Utara sekaligus Bupati Luwu Utara Arifin Junaidi. Gubernur juga mengingatkan masyarakat Luwu agar ikut peduli pelestarian hutan lindung dan tidak melakukan pembalakan liar karena hal itu dinilai sebagai salah satu penyebab bencana longsor dan banjir yang sering terjadi di Luwu. Pemprov siap membantu Pemkab Luwu untuk pengadaan berbagai armada Tanggap Darurat Bencana, termasuk perahu karet dan satun unit mobil operasional lapangan.
Bupati Luwu,  Andi Mudzakkar menyampaikan ucapan terima kasih kepada  masyarakat Luwu kepada gubernur yang memberi perhatian besar pada masyarakat Luwu. Pada kesempatan itu pula usai menghadiri peresmian Kampung Siaga Bencana, Syahrul bersama rombongan menghadiri silaturrahmi dengan pesantren DDI. Selanjutnya bertolak ke Kecamatan Bua mengahadiri undangan silatulrahim dengan jajaran perusahaan dan karyawan PT. Panply, salah satu pabrik Plywood yang ada di Luwu.
Ys/Hn (Kamis, 28 Juni 2012)
Read More >>

Gubernur Sulsel membuka Kegiatan Rakor Pimpinan II PGRI


Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan senantiasa mendukung dunia pendidikan dan tahun ini  program pendidikan gratis tidak hanya di SD dan SMP tapi juga sampai ke tingkat SMA. Sedangkan beasiswa ke luar negeri untuk program doktoral juga terus dilakukan. Saat ini, tidak kurang dari 388 mahasiswa Program S3 yang mendapatkan beasiswa untuk belajar di luar negeri. Hal ini dikatakan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo ketika membuka kegiatan Rapat Koordinasi Pimpinan Nasional II Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) di Hotel Clarion Makassar, Kamis 28 Juni 2012.
Ketua PGRI Sulawesi Selatan, Muhammad Asmin menjelaskan,  Makassar membutuhkan 400 orang guru SD dan Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Abdullah Jabbar menambahkan, untuk menghitung kekurangan guru SD di setiap daerah, pihaknya cukup kesulitan karena yang memiliki kewenangan adalah pihak kabupaten/kota sendiri dengan begitu butuh analisis. Persoalan yang mendasari karena adanya disparitas, pembagian guru yang tidak merata.
Sementara, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Sulistiyo, mengaku hampir semua SD di Indonesia mengalami persoalan serupa. Kekurangan guru di sekolah dasar,umumnya terjadi di semua daerah, sehingga yang menggantikan posisi mereka adalah tenaga honorer, sementara tenaga honorer kurang diperhatikan oleh pemerintah. Sulistiyo juga mengindikasikan terjadinya penyimpangan pada penempatan guru.
Ph/Rd ( Jumat, 29 Juni 2012 )
Read More >>

Luwu Dapat Bantuan 1 Miliar


Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo menyerahkan dana bantuan sosial (bansos) sebesar Rp 1 miliar kepada penyandang cacat dan warga lanjut usia di Kabupaten Luwu. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan bersamaan dengan acara  pelantikan Bupati Luwu, Andi Mudzakkar sebagai Ketua Pembina Tanggap Darurat Bencana (Tagana) Luwu di Lapangan Sepak Bola Suli Luwu, Rabu, 27 Juni 2012.
Gubernur dalam kapasitas sebagai Ketua Tagana Sulsel juga menyalurkan bantuan satu unit perahu karet bagi Tim Tagana Luwu. Khusus dana Bansos dari APBD Sulsel 2012, disalurkan kepada 24 kelompok bantuan asistensi sosial lanjut usia terlantar dan asistensi sosial cacat yang ada di Luwu. Sementara itu, Kampung Siaga Bencana yang baru pertama digelar di Sulawesi Selatan dan di pusatkan di Luwu.  Peserta sebanyak 1.500 orang datang dari berbagai kalangan, yakni unsur Taruna Tanggap Bencana (Tagana), Pemadam Kebakaran, Karang Taruna, Kepala Desa, Camat, Toko Agama, Toko Pemuda dan elemen masyarakat lain. Syahrul mengharapkan agar bantuan yang diserahkan Pemprov Sulsel dapat bermanfaat dan tepat sasaran. Semoga bantuan sosial ini dapat dimanfaatkan sebenar-benarnya dan tersalur sesuai peruntukannya. Dan Tagana Luwu akan maju dibawah kendali Bupati luwu, Andi Cakka.
Yang hadir mendampingi Syahrul dalam kunjungan ke Luwu diantaranya Ketua DPRD Sulsel,  Moh Roem, Anggota DPRD Sulsel dari Luwu Armin Mustamin Toputiri  dan sejumlah  pejabat pemprov Sulsel. Hadir juga Ketua Tagana Luwu Utara sekaligus Bupati Luwu Utara Arifin Junaidi. Gubernur juga mengingatkan masyarakat Luwu agar ikut peduli pelestarian hutan lindung dan tidak melakukan pembalakan liar karena hal itu dinilai sebagai salah satu penyebab bencana longsor dan banjir yang sering terjadi di Luwu. Pemprov siap membantu Pemkab Luwu untuk pengadaan berbagai armada Tanggap Darurat Bencana, termasuk perahu karet dan satun unit mobil operasional lapangan.
Bupati Luwu,  Andi Mudzakkar menyampaikan ucapan terima kasih kepada  masyarakat Luwu kepada gubernur yang memberi perhatian besar pada masyarakat Luwu. Pada kesempatan itu pula usai menghadiri peresmian Kampung Siaga Bencana, Syahrul bersama rombongan menghadiri silaturrahmi dengan pesantren DDI. Selanjutnya bertolak ke Kecamatan Bua mengahadiri undangan silatulrahim dengan jajaran perusahaan dan karyawan PT. Panply, salah satu pabrik Plywood yang ada di Luwu.
Ys/Hn (Kamis, 28 Juni 2012)
Read More >>

Gubernur Minta Kesejahteraan Buruh Diperhatikan

Jumat, 29 Juni 2012
PALOPO – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta agar pihak perusahaan memperhatikan kesejahteraan para buruh. Upah buruh harus merujuk Upah Minimum Provinsi (UMP) yang berlaku di Sulsel sebesar Rp1,2 juta per bulan.


Gubernur mengungkapkan hal itu saat meninjau aktivitas buruh pabrik kayu lapis PT Panca Usaha Palopo Plywood (Panply) di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu,kemarin. “Saya minta menajemen PT Panply sebagai industri plywood tertua dan terbesar di Sulsel, memperhatikan nasib para pekerjanya. Pekerja itu aset perusahaan yang harus dijaga dan diperhatikan kesejahteraannya,” kata Syahrul kemarin.

Syahrul sempat berdialog dengan salah seorang karyawan industri kayu lapis yang berpusat di Kecamatan Bua,ini. Syahrul antara lain menanyakan upah yang diterima karyawan itu per bulan.“Alhamdulillah, saya sudah bekerja selama 20 tahun di PT Panply dengan gaji rata-rata Rp2 juta per bulan,” kata karyawan tersebut. Selain berdialog dengan pekerja, Syahrul juga mengadakan silaturahmi dengan petinggi PT Panply dan karyawan.

Syahrul mendengarkan penjelasan tentang sejarah berdirinya pabrik kayu lapis di Luwu itu,termasuk program pemberdayaan bagi masyarakat sekitarnya. Syahrul disambut ribuan karyawan saat berkunjung ke perusahaan kayu lapis tersebut bersama Bupati Luwu,Andi Mudzakkar.

Bupati Luwu Andi Mudzakkar menyatakan, keberadaan PT Panply di Luwu sangat mendukung program Pemkab Luwu dalam mengurangi pengangguran karena PT Panply mempekerjakan 5.000 tenaga kerja lokal di berbagai unit kerja, termasuk pekerja harian yang direkrut dari masyarakat sekitar industri itu.“Karyawan dan pekerja PT Panply mayoritas warga Luwu,termasuk warga Palopo,”kata Mudzakkar. _ chaerul baderu

Read More >>