Kamis, 16 Agustus 2012

300 PNS Pemprov Terima Satyalencana


kAMIS, 16 AGUSTus 2012

alt
MAKASSAR, — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menganugerahi satyalencana karya satya kepada sebanyak 300 pegawai negeri sipil (PNS) di jajaran Pemprov Sulsel yang telah mengabdi selama 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun.
Penyematan tersebut berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Rabu, 15 Agustus, sebagai tindaklanjut surat keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 15/TK/Tahun 2012 dan nomor 62/TK/Tahun 2012. Ini sebagai rangkaian peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-67 Tahun.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan bahwa penyematan tersebut sebagai penghargaan kepada para PNS yang dinilai sebagai orang telah memberikan pengabdiannya kepada negara.
“Ini sebagai bukti abdi dan pengabdian dari seseorang yang dihargai oleh negara. Itu juga sebagai tandanya kita sudah bekerja maksimal,” kata Syahrul, usai melakukan penyematan tersebut.
Dengan penganugerahan tersebut, lanjut mantan Bupati Gowa dua periode ini, diharapkan agar semua aparat negara ini bisa memberikan dan mempertahankan kinerja maksimal atau bahkan lebih baik lagi.
Syahrul juga menjelaskan bahwa dalam kurun waktu selama dua tahun terakhir ini, aparat Pemprov Sulsel telah menunjukkan perkembangan yang makin baik.
Salah satu buktinya, yakni dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi hingga di atas pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk diterimanya predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Tentunya ini semua merupakan bukti nyata kerja kita semua yang kompak dan senantiasa bekerja hanya untuk kemajuan daerah,” katanya. (eky/ism)
Read More >>

Rabu, 15 Agustus 2012

Sulsel Siap Suplai Beras 17 Provinsi



Rabu, 15 Agustus 2012  






TUGAS dan tanggung jawab Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo (SYL) kini bertambah. Selain mengurus pemerintahan di Sulsel, ia juga mendapat amanah baru mengkoordinasikan upaya ketahanan pangan secara nasional dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Bagaimana upaya SYL meningkatkan ketahanan pangan nasional? Berikut petikan wawancara wartawan FAJAR, Edy Arsyad dengan SYL di atas bus dalam perjalanannya ke Bone akhir pekan lalu.

Bisa dijelaskan, pertimbangan Presiden RI menunjuk Bapak untuk mengkoordinasikan ketahanan pangan nasional?
Jadi dalam tiga sidang kabinet terbatas yang dilakukan Bapak Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, saya selaku Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi se-Indonesia (APPSI) sebagai pendamping tetap serta  empat gubernur lain berganti-ganti sesuai  dengan topik dan main programme pembahasan-pembahasan yang ada.

Topiknya macam-macam yaitu pendidikan, transportasi dan koneksitas daerah, serta pertanian dan perikanan. Dalam rapat menyangkut ketahanan pangan pekan lalu, selaku Ketua APPSI, saya memang diberi tugas untuk mengkoordinasikan kegiatan pengembangan ketahanan pangan secara nasional. Tentu ini dalam kapasitas saya sebagai Ketua APPSI itu.

Terkait pembahasan di bidang pertanian itu, apa saja yang menjadi rumusan pada sidang kabinet terbatas itu?   
Ada beberapa hal yang memang menjadi rumusan-rumusan. Tetapi, secara spesifik di bidang pertanian, Bapak Presiden menugaskan saya dengan  beberapa gubernur lainnya untuk mencoba merumuskan seperti apa bangunan yang harus dilakukan untuk mendukung sebuah program over stock 10 juta ton beras untuk kepentingan nasional.
   
Selain itu, beliau berharap memberi input atau memperkuat Menteri Dalam Negeri  di dalam rangka menemukan Inpres yang tepat agar memberi kompetensi yang cukup bagi gubernur seluruh Indonesia. Tugasnya untuk mengkoordinir lahan-lahan yang telantar, yaitu semacam pendelegasian kewenangan presiden atau pemerintah pusat agar lahan-lahan yang telantar bisa dilakukan upaya-upaya mengoptimalisasi pemanfaatan fungsinya.
   
Sebenarnya, penunjukan tugas ini tak lain karena kita semua di Sulsel sukses mencapai target overstock beras 2 juta ton lebih setiap tahunnya. Presiden berpikir, dari konsepsi pemerintah Provinsi Sulsel untuk mencapai surplus 2 juta ton tersebut, maka saya selaku gubernur diminta untuk memikirkan langkah strategis apa yang harus saya tempuh untuk mencapai surplus 10 juta ton secara nasional.

Apa kiat dan strategi Bapak dalam mewujudkan kepercayaan SBY itu?    
Kiat saya di sini dengan menggunakan konsep "Paksaki". Maksudnya, Paksaki itu merupakan planning yang baik, antusias dari intitusi yang bertanggung jawab, komitmen leadership untuk mendorong hal itu pada disemua tingkatan, skill. Yakni menggunakan tenaga skill sesuai dengan bidang dan keahliannya untuk mendukung hal itu. Dan Ki-nya itu merupakan Knowledge and Innovation. Hal itu untuk menghadirkan bibit unggul yang memberi kemampuan bagi terjadinya kuantitas dan kualitas pertanian yang lebih baik.

Surplus 2 juta ton beras Sulsel terus tercapai sejak 2008. Apa rahasia di balik kesuksesan itu, padahal di lain sisi anomali cuaca sangat tidak stabil di Sulsel? 
Itu karena semua orang mau terlibat dan merasa itu perlu. Ini kematangan program. Program itu sendiri pemanfaatannya tidak saja untuk pemerintah, tetapi itu memang kebutuhan masyarakat. Ada pasar yang bisa dikelola, sehingga kita bisa melihat pertumbuhan hasil dari pencapaian itu. Ini bermakna realistis pada kehidupan masyarakat. Selain itu, regulasi dan institusi yang bekerja maksimal, personal yang paham, agenda aksi lima tepat, di antaranya bibit, modal, keterampilan, dan pasar yang cukup.
   
Jadi semua ini terwujud tak lepas dari sumbangsih dan saran seluruh pihak. Tak terkecuali peran aktif para bupati yang ada di Sulsel dan memiliki wilayah yang luas di sektor pertanian. Tentu tugas seorang gubernur mengkoordinasikan hal ini. Tentunya ucapan terima kasih saya kepada para bupati dan walikota  yang telah ikut terlibat dan menyukseskan program pro rakyat ini.

Bagaimana meningkatkan harga padi di tingkat petani. Jika overstock beras di Sulsel, makadimana tujuan penyaluran beras Sulsel?
Saat ini kita mencoba mendorong olahan agar kita tidak menjual beras seperti dulu. Kita harus  packing yang baik dan diharapkan bisa menembus persaingan beras international. Dengan begitu harganya bisa naik. Untuk penyaluran beras di Sulsel dikirim ke-17 provinsi seluruh  Indonesia, dan itu sesuatu yang luar biasa. Bintang Maha Putra saya salah satunya karena hal ini.

Yang selalu jadi kendala adalah penyaluran pupuk bersubsidi bagi petani. Bagaimana mengantisipasinya?
Kelangkaan pupuk terjadi jika ada pemain. Makanya saya sudah meminta kepada para bupati dan walikota atau stakeholder pertanian untuk ikut mengawasi penyaluran pupuk ini. Insya Allah hal ini tidak akan terjadi sepanjang kita semua ikut mengawasi.

Terakhir, Sulsel menjadi pilar utama nasional. Apakah overstock ini juga jadi alasan itu?
Pasti. Dengan tingginya produksi beras di Sulsel, dan tercapai surplus 2 juta ton beras, maka Provinsi Sulsel siap menyuplai 17 provinsi di Indonesia untuk sektor pangan. Inilah alasannya, Sulsel menjadi pilar utama nasional. Posisi Sulsel saat ini sangat penting di tingkat nasional. Kita patut berbangga. (*)







Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120814183533-sulsel-siap-suplai-beras-17-provinsi
Read More >>

Rumah Sakit di Sulsel Standby Selama Pekan Mudik




Rabu, 15 Agustus 2012
 
Makassar, --  Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dalam hal ini unit-unit rumah sakit di seluruh kabupaten  menyiagakan tim mereka selama musim mudik berlangsung.

Semua rumah sakit dan puskesmas yangberada pada jalur mudik itu tidak ada yang boleh libur, semua harus standby. "Karena kecelakaan tidak mungkin bisa diatur jadwalnya", ujar Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Rahmad Latif, Selasa (14/8/2012).

Selain itu, Rahmat menambahkan selama mudik setiap rumah sakit menyiagakan layanan On Call.
 

"Maksudnya setiap pemudik yang mengalami kecelakaan bisa menghubungi rumah sakit jika ada kecelakaan. Misalnya ada  kecelakaan di daerah Pangkep, bisa langsung menghubungi nomor Rumah Sakit ataupun Puskesmas Pangkep. Ambulans akan langsung
datang," ujarnya.(cr2)
 
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/08/15/rumah-sakit-di-sulsel-standby-selama-pekan-mudik
Read More >>

Pameran Pembangunan Sulsel Kembali Akan Digelar di CCC



Rabu, 15 Agustus 2012
tank-sulsel.jpg
dika
tank tempur ditampilkan kodam VII di pameran pembangunan Sulsel



MAKASSAR,  - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali akan menggelar Pameran Pembangunan Sulsel 2012. Acara yang diberi nama SIDE (Sulsel Incorporated and Development Expo) 2012 akan digelar di Celebes Convention Centre (CCC), Makassar, mulai 30 Agustus hingga 2 September mendatang.
   
Pada acara ini, pemerintah provinsi menggandeng PT Debindo
Mega Promo sebagai panitia penyelenggara. Berbagai acara hiburan juga akan mewarnai hajatan tersebut. Di antaranya pagelaran seni dan budaya Sulsel. Ada juga stand up comedy, artis performance, dan live music unplugged performance.

Rencana tersebut disampaikan Project Manager SIDE 2012 Novira Arisanti saat berkunjung di kantor Tribun Timur, Jl Cenderawasih, Makassar, Rabu (15/8/2012).

“Juga akan ada lomba kreatifitas pelajar dan masyarakat umum. Di antaranya ada lomba pukul beduk, kontes dangdut, band indie competition, lomba busana adat Sulsel, dan lomba grafity,” papar Novira ditemani Robi dari Debindo.

Selain itu juga akan digelar lomba foto, lomba stand terbaik, lomba menari, dan lomba mewarnai dan menggambar tingkat TK. Para pemenang lomba disediakan berbagai hadiah menarik.

Hingga kemarin, sejumlah pemerintah kabupaten, SKPD lingkup Pemprov Sulsel, perusahaan BUMN maupun swasta telah menyatakan kesiapannya ikut di acara ini. Di antaranya Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulsel, RSB Pertiwi, RS Haji Sulsel, dan RSB Fatimah, PT IKI, Pemkab Pinrang, dan PT Semen Tonasa. (*)


Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/08/15/pameran-pembangunan-sulsel-kembali-akan-digelar-di-ccc
Read More >>

Disdik Sulsel Imbau Pemkot Cairkan Sertifikasi Guru



RABU, 15 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR,— Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sulsel mengimbau kepada Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan Makassar segera melakukan pembayaran sertifikasi guru di Makassar.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Abdullah Djabbar mengatakan bahwa imbauan dari Kementerian Keuangan kepada pemerintah daerah untuk segera melakukan pencairan dana sertifikasi itu. Termasuk melakukan koordinasi dengan pusat terkait tunjangan sertifikasi di beberapa daerah yang belum tersalurkan.

“Jelas ini sudah ada keputusan dari Pak Menteri untuk segera dicairkan karena uangnya sudah ada, itu saja. Saya juga sudah tanyakan itu kenapa tidak dicairkan, padahal uangnya kan sudah ada,” kata Abdullah Djabbar melalui telepon gengamnya, Senin, 13 Agustus.
Djabbar menjelaskan, tunjangan sertifikasi tersebut merupakan kebijakan pusat  langsung ke pemerintah kabupaten dan kota. Jika pemkot tidak salurkan, maka evaluasi terakhirnya akan diambil-alih oleh provinsi.
“Kenapa uang itu tidak disalurkan, padahal sudah ada uangnya. Ini juga yang kami bicarakan dengan pemerintah pusat bahwa masalah ini sama dengan dana BOS yang lalu. Dimana banyak pemerintah kabupaten kota yang tidak salurkan tepat waktu, sehingga akhirnya diambil alih oleh provinsi,” jelasnya.
Djabbar juga mempertanyakan sistem pengelolaan tunjangan sertifikasi guru yang dilakukan oleh Pemkot Makassar, sehingga bisa mengalami keterlambatan. Menurutnya, Pemkot seharusnya setiap saat melakukan koreksi uang yang masuk di rekening daerah.
“Apakah tidak pernah melihat uang yang masuk ke kas daerah, paling tidak pemkot harusnya melakukan koreksi uang yang masuk di rekening itu. Karena Pak Menteri Keuangan juga menyalurkan itu setiap triwulan. Apalagi setiap awal tahun ini sudah ada penetapan pencairannya,” katanya
Lebih jauh, ia menegaskan, tunjangan sertifikasi tersebut merupakan hak guru, sebagai upaya mendorong guru melaksanakan tugas dalam proses belajar mengajar dengan maksimal.
“Selain untuk melaksanakan tugas mengajar dengan baik, sertifikasi itu juga untuk peningkatan kesejahteraan guru-guru kita,” ujarnya. (eky/ami)
Read More >>

Idris Syukur: Warga Barru Merasakan Dampak Program Pemprov Sulsel



Rabu, 15 Agustus 2012

Barru Sulsel,KM–Bupati Barru HM Idris Syukur, mengatakan, warga Barru telah merasakan langsung dampak program yang ditetapkan Pemprov Sulsel, khususnya program pendidikan dan kesehatan gratis. Hal itu diungkapkan Idris Syukur, usai shalat Isya berjamaah bersama Syahrul dan ratusan warga lainnya, di Masjid Nurul Yaqin, Desa Bojo, Kabupaten Barru, Rabu (15/8).

“Masyarakat sangat terbantu dengan adanya program pendidikan dan kesehatan gratis. Karenanya, ini semua tidak boleh terhenti sampai disini dan harus dilanjutkan,” kata Idris.
Selain itu, Gubernur Sulsel H. Syahrul Yasin Limpo, juga memiliki program khusus untuk menggenjot hasil-hasil pertanian. Sehingga, produksi terus meningkat dan petani makin sejahtera.
“Kontribusi Pemprov Sulsel terhadap pertanian kita sangat besar. Inilah yang tidak boleh berhenti dan harus tetap berlanjut,” ujarnya.
Sementara, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, Sulsel berhasil menjadi salah satu provinsi terbaik di Indonesia. Hal tersebut bisa dicapai karena adanya kontribusi yang cukup besar dari Kabupaten Barru.
“Barru memberikan kontribusi yang besar dalam kemajuan Sulsel. Inilah yang harus kita jaga,” terang Syahrul.[HMS/KM]
Short URL: http://www.kabarmakassar.com/?p=11278
Read More >>

Sulsel Gandeng India Produksi Motor



RABU, 15 AGUSTUS 2012 

alt
MAKASSAR, - Setelah sukses memproduksi mobil lokal Sulsel, Moko, Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan menjajaki produksi sepeda motor. Sulsel akan bekerjasama dengan India da­lam memproduksi motor lokal.
Perusahaan yang digan­deng adalah Bajaj yang pro­duksi sudah bisa dirasakan di Indonesia dengan varian, sa­lah satunya Pulsar. Rencana tersebut terungkap dalam pertemuan antara Vice President Director Bajaj Distinctly Ahead, Dinesh Kulkarni, dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Ruang Kerja Gubernur, Selasa, 14 Agustus.
Kepala Dinas Perindus­trian dan Perdagangan Sulsel Irman Yasin Limpo menga­takan, Pemprov Sulsel dan Bajaj akan bekerjasama mem­produksi motor. Bahkan, Disperindag Sulsel telah me­nyiap­kan deskripsi motor yang akan dibuat.
Pembuatan motor ini, jelasnya, dasarnya sama dengan saat pembuatan Moko Sulsel yang peruntukkannya khusus untuk masyarakat menengah kebawah.
“Jadi intinya, produksi motor ini untuk rakyat kecil, khususnya pedagang dan sekaligus akan menjadi motor brand lokal Sulsel,” Jelas Irman di kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar,  kemarin.
Ia mengungkapkan, sebelumnya telah melakukan pertemuan sebanyak dua kali dengan pihak Bajaj. Penjajakan kerjasama ini, akan dilakukan hampir sama dengan Bajaj Kawasaki dan Bajaj Philipin.
“Kami akan konsep mo­delnya yang sudah ditawarkan termasuk spesifikasinya. Mereka juga tawarkan model­nya. Kalau jadi, motor ini hanya diproduksi di Sulsel dan hanya bisa didistribusikan oleh Sulsel. Penjualannya bisa di seluruh dunia,” katanya.
Selain itu, Irman juga mengungkapkan bahwa semua onderdil sepeda motor tersebut bisa diproduksi di Sulsel. Tetapi, dalam proses produksinya tetap menggunakan lisensi Bajaj.
Pada tahap awal, kata Irman, yang sudah pasti bisa diproduksi Sulsel adalah sadel, shockbreaker, kaca spion, ban, dan pengecatan.
“Pertama kami diminta ke India dulu untuk melihat jenis apa yang cocok. Kita diundang untuk melihat langsung pabrik disana untuk menyesuaikan dengan kondisi Sulsel,” ujarnya.
Sementara itu, Vice President Director Bajaj Distinctly Ahead, Dinesh Kulkarni, mengatakan, produksi Bajaj di seluruh Indonesia telah mencapai 23 ribu unit. Tetapi, untuk di Sulsel, ia belum bisa meng­ungkapkan varian apa yang cocok dan berapa yang akan diproduksi.
“Kami belum membicarakan sampai ke arah sana. Baru tahap awal kerjasama seperti apa yang akan kita lakukan. Termasuk, mengundang Pemprov Sulsel untuk ke India melihat langsung pabrik Bajaj,” ungkapnya usai mela­kukan pertemuan dengan gubernur.
Menanggapi hal itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, sebelum ke India, harus ada kejelasan dahulu kerjasama yang meng­untungkan Sulsel. Misalnya, beberapa komponen utama yang dibuat lokal.
“Saya pernah ke India dan membuat beberapa MoU kerjasama di sana. Saya berharap, kerjasama ini bisa berlanjut sesuai yang diharapkan dan bisa menguntungkan ke­dua belah pihak,” pungkas­nya. (eky/ute)
Read More >>

Selasa, 14 Agustus 2012

Gubernur Lihat Proses Mudik di Bandara



Rabu, 15 Agustus 2012


MAROS,  -- Kelancaran proses mudik dan arus balik di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin disaksikan langsung Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Selasa, 14 Agustus.

Dalam kunjungannya kemarin, Syahrul Yasin Limpo mengikutkan rombongan dari kepolisian, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, Bantuan Komunikasi Polisi, dan Pramuka. Rombongan ini berangkat dari Kantor Polda Sulsel dan meninjau sejumlah pos pengamanan yang dilintasi menuju bandara.

Di bandara, Syahrul yang mengenakan seragam pegawai negeri sipil langsung menuju lantai dua di terminal keberangkatan penumpang. Sambil meninjau situasi bandara, dia sempat ngobrol dengan salah seorang penumpang dan menanyakan pelayanan bandara dan harga tiket.

Syahrul juga menyempatkan diri berbicara dengan turis asing yang sedang berdiri saat dia melintas. Dalam Bahasa Inggris, Syahrul menanyakan pelayanan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan kesan para turis asing ini. Mereka pun asyik ngobrol di luar pertanyaan yang pertama diajukan.

"Setelah mengecek di satu tempat, kesiapan aparat sangat baik. Tentunya ini demi memberikan rasa aman bagi masyarakat baik dari yang menggunakan jasa angkutan darat, laut dan udara. Aparat tahu persis apa yang mesti dilakukan," jelas Syahrul usai sidak.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura I, Rachman Syafrie, mengatakan menjelang H-5 Idulfitri, lonjakan penumpang menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Ditambah lagi dengan pengadaan extra flight yang terjadi di beberapa maskapai nasional. Seperti Sriwijaya Air, Garuda, Lion Air, Merpati dan Express Air.

"Ada peningkatan penumpang sampai enam persen. Dua belas maskapai reguler dan tiga maskapai carter. Terhitung sejak kemarin (Selasa, 14 Agustus, red) ada 225 flight per hari serta 280 ribu penumpang untuk arus mudik," ungkap Rachman Syafrie.

Dia juga menyinggung kunjungan Gubernur tersebut. Rachman mengaku, tidak ada rekayasa sepanjang kunjungan orang nomor satu di Sulsel itu. Seluruh penumpang bandara berhak mendapatkan fasilitas yang nyaman dan tidak ada masalah. Rachman juga memuji sidak tahun ini melibatkan seluruh unsur pemerintah, serta memantau hingga ke bagian operasional bandara. (rin/yun)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120814221836-gubernur-lihat-proses-mudik-di-bandara
Read More >>

Nurdin: Sulsel Rugi Jika SYL Ogah Jadi Gubernur


SELASA, 14 AGUSTUS 2012 

alt
BANTAENG,  – Bupati Bantaeng Prof Nurdin Abdullah mengatakan, masyarakat Sulsel termasuk golongan yang merugi jika Syahrul Yasin Limpo tak mau lagi menjadi gubernur. Pasalnya, sulit menemukan pemim­pin yang memiliki visi ke depan dan mau me­ngorban­kan kepentingannya untuk rakyat.
“Pak Syahrul adalah ketuanya gubernur se Indonesia. Dia komandannya gubernur. Jadi warga Sulsel rugi, jika Syahrul tak mau jadi gubernur
lagi,” kata Nurdin usai melaksanakan salat Ashar ber­jamaah dengan Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan ma­syarakat Bantaeng di Masjid Pantai Marina, Korongbatu, Kabupaten Bantaeng, Senin, 13 Agustus.
Ia mengungkapkan, ma­sya­rakat Bantaeng selalu memuji kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo sebagai Gubernur Sulsel. Pasalnya, buah pikiran dan terobosan yang berha­sil dilakukan Syahrul telah dinikmati masyarakat, khususnya di Kabupaten Bantaeng.
“Saya menutup MTQ tingkat desa tadi malam. Masyarakat di sana begitu memuji terus Pak Gubernur. Itu tidak salah. Masyarakat Bantaeng menikmati buah pikiran dan terobosan yang dilakukan. Seandainya ada rekamannya, saya ingin perlihatkan pada Pak Syahrul, betapa masyarakat di sana menaruh harapan besar,” ujarnya.
Nurdin mengungkapkan, salah satu bukti dari pemikiran Syahrul adalah pe­lebaran jalan di Loka dari 3,5 meter menjadi 12 meter.
“Jalan itu adalah jalan provinsi, sangat jarang ada pemimpin yang memiliki visi ke depan. Kenapa sampai diperlebar 12 meter? Karena Pak Syahrul melihat perkembangan Loka yang signifikan. Ke depannya bus wisata akan banyak menuju ke Loka,” terangnya.
Ia menambahkan, Pantai Marina juga bukan hasil kerja kerasnya sendiri sebagai bupati, tetapi juga ada campur tangan Gubernur Sulsel.
“Kami menaruh harapan besar pada Pak Gubernur. Pembangunan harus berkesinambungan, tidak cukup sampai di sini. Tidak cukup hanya lima tahun, harus dilanjutkan,” terangnya.
Harus Disempurnakan
Menanggapi hal itu Syahrul Yasin Limpo menga­takan, keberhasilan harus diulang sehingga makin sempurna. Be­gitupun dengan Rama­dhan, selalu ingin kita ulang. Karena, kita berharap Ramadhan bisa menyempurnakan apa yang kurang dan menstabilkan apa yang ada. Memperbaiki pendekatan vertikal kepada Allah dan pendekatan horisontal kita.
“Ramadhan juga meng­ajarkan kita hadir pada kehidupan yang penuh kasih sayang. Kita diajarkan hidup bahagia, sayang pada keluarga, ditandai dengan buka puasa dan sahur bersama dengan keluarga. Inilah puncak kebahagiaan yang harus dijaga. Sayang simbol hadirnya kebahagiaan,” urainya.
Menurutnya, kehidupan yang bahagia selalu diwarnai dengan agama yang baik. Pasalnya, agama membuat kehidupan ekonomi semakin baik, manusia semakin beradab, jujur, dan tahu saling menghargai. Agama sumber kehidupan yang makin baik.
“Saya selalu memegang prinsip itu. Bahkan, ketika saya mulai dari kepala desa, lurah, camat, bupati hingga gubernur. Dan semuanya berprestasi. Saya juga mendapatkan pendekatan tersebut ketika belajar ilmu pemerintahan hampir di semua negara di dunia,” jelasnya.
Ia pun berkesimpulan jika agama mampu mendorong kehidupan ekonomi yang sema­kin baik. Termasuk di Sulsel. Bahkan, Sulsel mampu menjadi provinsi terbaik di Indonesia.
Peningkatan ekonominya tertinggi nasional dan tingkat inflasinya terendah. Indikator lainnya, jumlah jemaah haji Sulsel juga terbanyak di Indonesia, mencapai 116 ribu orang dengan rata-rata waktu tunggu 15 tahun.
“Saya harap, apa yang kita capai ini, bisa kita teruskan. Kita lanjutkan semua yang baik-baik itu,” imbuhnya. (*/ute)
Read More >>

Diknas Sulsel Ancam Ambilalih Sertifikasi



SELASA, 14 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR, --Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sulsel mengimbau kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar untuk segera melakukan pembayaran sertifikasi guru di Makassar.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Diknas Sulsel, Abdullah Djabbar, mengatakan, hal itu sesuai dengan imbauan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk segera melakukan pencairan dana sertifikasi itu.
Disdik Sulsel juga mengaku elah melakukan berkoordinasi dengan pusat terkait tunjangan sertifikasi di beberapa daerah di Sulsel yang belum tersalurkan.
““Jelas ini sudah ada keputusan dari Pak Menteri (keuangan) untuk segera dicairkan karena uangnya sudah ada, itu saja. Saya juga sudah tanyakan itu kenapa tidak dicairkan, padahal uangnya kan sudah ada,” kata Abdullah Djabbar melalui telepon gengamnya, Senin, 13 Agustus.
Djabbar menjelaskan, tunjangan sertifikasi tersebut merupakan kebijakan pusat langsung ke pemerintah kabupaten dan kota. Jika pemkot tidak salurkan, maka evaluasi terakhirnya akan diambilalih oleh provinsi.
“Kenapa uang itu tidak disalurkan, padahal sudah ada uangnya. Ini juga yang kami bicarakan dengan pemerintah pusat bahwa masalah ini sama dengan dana BOS yang lalu. Di mana banyak pemerintah kabupaten/kota yang tidak salurkan tepat waktu, sehingga akhirnya diambil alih oleh provinsi,” jelasnya.
Djabbar juga mempertanyakan sistem pengelolaan tunjangan sertifikasi guru yang dilakukan oleh Pemkot Makassar, sehingga bisa mengalami keterlambatan seperti saat ini. Menurutnya, pemkot seharusnya setiap saat melakukan koreksi uang yang masuk di rekening daerah.
“Apakah ini tidak pernah melihat uang yang masuk ke kas daerah, paling tidak pemkot harusnya melakukan koreksi uang yang masuk di rekening itu. Karena, Pak Menteri Keuangan juga menyalurkan itu setiap triwulan. Apalagi setiap awal tahun ini sudah ada penetapan pencairannya,” katanya.
Dia menegaskan bahwa tunjangan sertifikasi tersebut merupakan hak guru, sebagai upaya mendorong guru untuk melaksanakan tugas dalam proses belajar mengajar dengan maksimal. (eky/ism)
Read More >>

PKK Sulsel Bantu Panti di Makassar



SELASA, 14 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR, — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel melakukan anjangsana dan pemberian bantuan kepada beberapa panti yang ada di Kota Makassar.
Ketua PKK Sulsel Ny Ayunsri Syahrul yang didampingi Hj Saddiah mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahunnya, setiap menjelang 17 Agustus.
“Anjangsana ini merupakan kegiatan amaliayah yang patut kita lakukan, apalagi ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Tanggal 17 Agustus juga sebagai momentum kita mengingat jasa para pahlwan yang telah mendahului kita,” kata Ayunsri, usai melakukan anjangsana, Senin, 13 Agustus.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir dalam kelompok ibu-ibu persit Kartika dan ibu-ibu Bhayangkari. Kunjungan pertama acara tersebut di rumah pahlawan Andi abdullah Bau Massepe, Jalan Sungai Katangka, kemudian ke jalan Mappaodang, keluarga almarhum Pongtiku.
Tim ini memberikan bantuan berupa uang tunai dan beras dua karung, mie instan, biskuit, mukenah, satu set bed cover, satu set cangkir, susu, teh, gula, minuman, serta minyak goreng.
Ayunsri yang juga istri Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, ini mengaku siap memberikan perhatian dan bantuannya dalam upaya mengembangkan usaha para penghuni panti.
Hingga saat ini, penghuni panti tersebut berjumlah 22 orang, dan yang dibina di luar panti sebanyak 20 orang. Panti sosial ini, menerima orang-orang yang tidak mampu ekonominya, sehingga diupayakan untuk memberdayakan penghuninya agar lebih nyaman beraktifitas di masa usia senja. (*/ism)
Read More >>

Disnaker Sidak Pembayaran THR Perusahaan



SELASA, 14 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR, —­ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulselbar melakukan inspeksi mendadak (sidak) kepada beberapa perusahaan di Kota Makassar terkait pengawasan pembayaran tunjangan hari raya (THR) para pekerja jelang Idul Fitri 1433 Hijriah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Saggaf Saleh, mengatakan, pihaknya telah melakukan sidak pada tujuh perusahaan sebagai sampel. Di antaranya, Jaffa, Makassar Te’ne, dan Furnitur.
Dari tujuh perusahaan yang disidak itu, sambungnya, rata-rata sudah membayarkan THR tersebut. “Sesuai dengan sampel yang kami pilih, dan mereka tidak tahu kami lakukan sidak di perusahaannya, ternyata mereka sudah bayar,” jelas Saggaf Saleh, melalui telepon selulernya, Senin, 13 Agustus.
Saggaf menjelaskan, Jaffa telah melakukan pembayaran THR sejak tanggal 3 Agustus lalu, kemudian Makassar Te’ne juga sudah selesai dari tanggal 8 Agustus, kemudian ada furniture yang kemarin berjanji membayarkannya.
Selain itu, Saggaf juga mengaku akan kembali melakukan sidak pada Selasa, 14 Agustus, hari ini. Hanya saja, ia enggan menyebut perusahaan mana saja yang akan disidak.
“Besok (hari ini) lagi beberapa perusahaan akan kami datangi. Saya tidak usah sebut namanya, karena saya mau ini tidak mereka tahu,” katanya.
Ia mengaku pengawasan dan sidak ini akan terus berlangsung sampai H-1 perayaan hari raya Idul Fitri 1433 hijriah mendatang. “Yang jelas ini akan terus kami lakukan sampai satu hari sebelum lebaran,” ujarnya.
Sementara untuk sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Kota, Ia mengaku telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait agar melakukan penanganan dan pengawasan langsung.
“Kabupaten/kota yang lainnya langsung ditangani oleh kabupaten/kota masing-masing. Untuk yang ini kami sidah sudah ada koordinasi dengan Pemkot Makassar, dan untuk beberapa perusahaan lainnya akan ditangani langsung oleh Pemkot Makassar,” katanya.
Apalagi, kata dia, sejak beberapa waktu lalu sudah ada surat Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, yang turun ke para bupati dan wali kota sebagai imbauan.
Ia menambahkan, jika dalam pengawasan dan sidak tersebut ada perusahaan yang tidak menunaikan pembayaran THR, pihaknya memastikan ada proses sanksi yang dikenakan. “Kami akan peringati dan kalau tetap tidak dibayarkan, maka itu bisa sampai pada proses pengadilan,” tegasnya.
Sebelumnya, Saggaf mengungkapkan pihaknya membentuk posko untuk memantau pembayaran THR oleh perusahaan. Posko itu juga untuk memberikan penjelasan ataupun menerima pengaduan dari pekerja, perusahaan, dan masyarakat serta menjembatani sengketa pemberian THR antara pekerja dengan perusahaan.
Saggaf menegaskan, sesuai peraturan kementerian, THR merupakan hak pekerja yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada para pekerjanya, sebab itu para pengusaha harus segera memberikan THR kepada pekerjanya tepat waktu, paling lambat tujuh hari sebelum lebaran atau H-7. (eky/ism)
Read More >>

Pemprov Resmi Serahkan 7,2 Juta DP4



SELASA, 14 AGUSTUS 2012 13:56

alt
Oktober KPU Target DPT Selesai
 MAKASSAR, — Pemerintah Provinsi Sulsel secara resmi telah menyerahkan daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4) sebanyak 7.232.734 jiwa kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin, 13 Agustus.
Kepala Biro Pemerintahan Umum Sulsel, Hasbi Nur mengatakan, penyiapan DP4 ini berdasarkan surat edaran Menteri Dalam Negeri nomor 470 tahun 2007 tentang petunjuk penyiapan data kependudukan.
Dalam edaran itu jelasnya disebutkan bahwa gubernur melalui sekretaris daerah bertanggung jawab untuk skala provinsi.
Sedangkan untuk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, bertanggungjawab pada teknis pelaksanaan penyiapan data kependudukan tersebut. “Sesuai dengan petunjuk yang diberikan KPU bahwa penyerahan DP4, lima bulan sebelum hari dan pemungutan suara dilaksanakan.
Karena pemungutan suara cagub-cawagub dilaksanakan pada 22 Januari 2013. Maka KPU meminta penyerahan DP4 diserahkan pada dalam kurung waktu 13 sampai 16 Agustus,” katanya.
Tetapi belakangan kata dia, KPU dan Pemprov Sulsel telah sepakat menyerahkan DP4 ke KPU diawal waktu, yakni pada tanggal 13 Agustus.
“DP4 ini yang kemudian akan dimutakhirkan lagi oleh KPU Sulsel sebagai bahan penyusunan daftar pemilih sementara (DPS) untuk  selanjutnya dijadikan sebagai daftar pemilih tetap (DPT).
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa dengan penyerahan DP4 ini, menandakan awal perhelatan agenda politik di Sulsel. “Harapan saya, semoga Ramadhan menjiwai penyerahan yang dilakukan ini, sehingga berpengaruh pada hasil kerja kita yang dimulai dari kebersihan pikiran,” ujarnya.
Mantan Wakil Gubernur Sulsel ini juga berharap dengan tahapan yang sudah ditetapkan sendiri oleh KPU, nantinya dari DP4 tersebut akan menghasilkan DPS kemudian menjadi DPT yang akurat.
Ia juga membantah anggapan bahwa dalam penyusunan DP4 tersebut rawan manipulasi, Pemprov Sulsel jelasnya meyakinkan itu tidak ada sama sekali niat dari semua unsur penyelenggara. “Kita semua dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kota, khususnya Provinsi Sulsel tidak niat seperti itu,” katanya.
Ketua KPU Sulsel, Jayadi Nas, sendiri mengutarakan pihaknya menargetkan pada Oktober mendatang daftar pemilih tetap (DPT) akan selesai.
“Ini kami akan susun supaya menjadi rapi per-kabupaten dan kota yang ada, kami akan susun selama satu bulan untuk kemudian lahir DPS, dan butuh satu bulan juga untuk pemutakhirannya. Mulai 15 September dan berakhir 14 Oktober dan disitu sudah ada DPT,” katanya.
Ia mengatakan dalam proses pemutakhiran, gunanya akan memverifikasi jika ada pemilih yang ganda, termasuk jika ada pemilih yang meninggal dunia dan sebagainya. Proses ini juga kata dia, akan menggunakan e-KTP sebagai pembanding.
“Jelas sekarang teman-teman KPU di kabupaten kota sudah siap. Setidaknya, mereka bisa memakai daftar pemilih dari pemilihan umum terakhir, baik Pilpres maupun pemilu kabupaten kota, itu saja yang dilihat, dimana saja yang bertambah dan berkurang,” katanya.
Untuk pemutakhiran data nantinya lanjut Jayadi akan melibatkan sebanyak 15.514 orang dalam tim verifikasi. Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah TPS yang akan ada saat pilgub mendatang. (eky/soe)
Read More >>

Wamen Dukung Festival Toraja



Selasa, 14 Agustus 2012

MAKALE – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung rencana Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menggelar Festival Toraja 2013.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Tana Toraja,Enos Karoma mengatakan, Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung dan Bupati Toraja Utara Frederik Batti Sorring bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sudah memaparkan rencana penyelenggaraan festival tersebut kepada Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar di Jakarta.

“Prinsipnya Pak Wakil Menteri sangat mendukung penyelenggaraan Festival Toraja tahun depan,”ujar Enos kemarin. Dia mengatakan, event itu bisa memberikan kontribusi bagi sektor pariwisata daerah dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Toraja. Festival Toraja akan menampilkan berbagai budaya dan kesenian lokal Toraja. Sebagai bentuk persiapan, dalam waktu dekat Pemkab Tana Toraja dan Pemkab Toraja Utara akan membentuk panitia lokal.

“Kami berharap, Festival Toraja masuk dalam kalender pariwisata nasional yang digelar setiap tahun untuk promosi wisata Toraja,”katanya. Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung mengatakan, Festival Toraja menyerupai Festival Danau Toba di Sumatera Selatan. Festival ini akan menyuguhkan beragam atraksi budaya dan seni lokal berbasis lingkungan. ● joni lembang 

Read More >>

Syahrul: Kalau Ada PNS Terima Parsel,



Selasa, 14 Agustus 2012 

MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Dr Syahrul Yasin Limpo MH mengimbau seluruh PNS lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel agar tidak  menerima hadiah. Hadiah dimaksud berupa uang, bingkisan/parsel, fasilitas maupun pemberian lainnya dari bawahan, rekan kerja, dan atau rekanan/pengusaha yang berhubungan dengan jabatannya. 

Penerima gratifikasi bagi PNS yang tidak terhindarkan menerima hadiah agar dapat melaporkan hal tersebut kepada gubernur sebagai bahan penyampaian kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Terhadap penerima bingkisan makanan yang dikhawatirkan kadaluarsa jika disimpan lama agar dapat disalurkan ke panti asuhan, panti jompo, dan tempat-tempat sejenis lainnya yang membutuhkan. Dengan catatan melaporkan hal itu ke KPK disertai penjelasan taksiran harga dan dokumentasi penyerahannya.
       
“Imbauan ini berdasarkan surat edaran yang telah ditandatangani Gubernur Sulsel per tanggal 13 Agustus 2012,” jelas Inspektur Provinsi Sulsel Dr Azikin Solthan MSi melalui rilis yang diterima Tribun Timur, Selasa (14/8/2012).

Imbauan gubernur tersebut mengadu surat Ketua KPK Nomor B.1827/01-13/07/2012 per tangga; 26 Juli 2012 perihal imbauan penerima hadiah terkait hari raya. (*/tribun-timur.com)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/08/14/syahrul-kalau-ada-pns-terima-parsel-laporkan
Read More >>

Senin, 13 Agustus 2012

Pemprov Sulsel Segera Memiliki Perusda Agroindustri



Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan segera memiliki Perusahaan Daerah Agroindustri. Perusahaan ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan asli daerah. Kepala Biro Ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Firda, baru-baru ini di Makassar mengungkapkan bahwa Perusahaan Daerah Agroindustri ini nantinya akan lebih fokus pada pengembangan kakao, beras, rumput laut, serta jagung yang merupakan komoditi andalan Sulsel. Perizinan Perusda ini tinggal menunggu surat keputusan dari Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo.
Untuk Perusahaan Daerah yang terlebih dahulu ada, agar memfokuskan usaha yang selama ini menjadi usahanya untuk lebih dikembangkan, seperti bangunan, perhotelan, dan sektor lainnya. Menurut Kepala Biro ekonomi Sulsel, kedua Perusda ini tidak ada hubungan satu sama lain dan tidak saling tumpah tindih. Kedua Perusda ini nantinya akan saling bersaing memasukkan PAD ke daerah.
Salah satu nama yang menjadi kandidat untuk menduduki jabatan Kepala Perusahaan Daerah Agroindustri adalah Tan Malaka Guntur, yang merupakan mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Sulsel yang pensiun sejak dua bulan lalu. Selain menyiapkan nama calon pemimpin Perusda Agroindustri, pihak pemprov juga telah menyiapkan fasilitas lain, seperti perkantoran dan kendaraan operasional.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel mengeluarkan kebijakan untuk memangkas dua unit Perusda yang selama ini dinilai tidak memberikan kontribusi untuk daerah. Dari keempat Perusda yang ada selama ini, diketahui hanya satu yang efektif, sedangkan Perusda Umum akan mengambil alih bagian perdagangan umum dan pariwisata.
Sv (Senin, 13 Agustus 2012)

Read More >>

Sulsel Genjot Produksi Jagung



Senin, 13 Agustus 2012
MAKASSAR,  -- Gagal panen jagung menyusul kegagala kedelai membawa dampak positif bagi Sulsel. Harga di tingkat petani naik akibat pasokan jagung ke pasar dunia menipis.

"Pemerintah AS pada hari Jumat lalu  merilis data tanaman yang terimbas kekeringan. Jagung, juga turut terkena dampak. Kemungkinan gagal panen di AS memicu kenaikan harga jagung internasional," kata Wakil Gubernur Agus Arifin Nu'mang, Minggu, 12 Agustus.

Agus mengatakan, kegagalan panen jagung di AS adalah peluang bagi Sulsel. Sebab permintaan naik, otomatis harga jagung di tingkat petani melonjak.
"Informasi itu berharga, jagung kita memang banyak diperdagangkan ke luar Sulsel. Banyak diserap oleh industri. Produksi kita stabil, 1,470 jt ton pada 2011. Prediksi kita tahun ini, bisa mencapai 1,8 jt ton," katanya.

Lulusan PPs Pertanian Unhas ini, mengemukakan, untuk mendukung produktivitas petani, Pemprov Sulsel bersama pemerintah kabupaten menyiapkan bibit jagung yang unggul dan sesuai kebutuhan pasar. Selain itu, Pemprov menjaga ketersediaan pupuk serta membangun infrastruktur pengairan dan jalan desa.

Peningkatan harga beli jagung diakui oleh salah satu pedagang komoditas, William. William mengakui membeli jagung kering pipilan seharga Rp2.550 per kg dari petani dan pengumpul. Bulan lalu harganya masih Rp2.300 per kg.

Sependapat dengan William, Kabid. Tanaman Pangan Dinas Pertanian Sulsel Aris Mappeangin mengakui, harga jual jagung dari petani trennya semakin naik. Areal pertanaman jagung pun bertambah menjadi 284.000 hektare. "Kita upayakan ada peningkatan lahan dan memaksimalkan lahan yang sudah ada setiap tahun," jelasnya.

Soal ancaman kekeringan di Sulsel, menurut pengamatan Wagub justru berbanding terbalik antara padi dan jagung. "Kalo banyak hujan, petani sawah tadah hujan tanam padi, kalo kering mereka tanam jagung," ujar Agus.
Sidak Pasar

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2012, Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang didampingi Wakil Bupati Pangkep Abd Rahman Aseegaf dan Sekkab Pangkep Anwar Recca meninjau pasar. Hal ini dilakukan untuk melihat dari dekat kondisi harga sembako di pasar khususnya Pangkep.

Wagub langsung melakukan  dialog dengan pedagang di pasar. Seorang pedagang, Sumiati, mengaku harga dagangan berfluktuasi. "Harganya tidak tetap pak. Menjelang Ramadan harga ayam Rp27 ribu, kemudian turun Rp23 ribu. Sekarang naik lagi Rp24 ribu-Rp25 ribu," aku Sumiati kepada Wagub. (zul/upi)

Read More >>

jagung Sulsel Hasilkan Rp3,7 T



Senin, 13 Agustus 2012 
Tahun Ini, Target 1,8 Juta Ton 

MAKASSAR, -- Jagung, salah satu komoditas yang memacu laju perekonomian di Sulsel. Jika produksi 1,5 juta ton tercapai, maka dalam setahun, omzet jagung di tingkat petani mencapai Rp3,7 triliun.

"Ini kesempatan kita memacu produksi. Karena Amerika Serikat (AS) yang selama ini jadi salah satu pemasok sedang ada masalah," kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Senin, 13 Agustus.

Dia lalu mengkalkulasi, bahwa omzet Rp3,7 triliun bukan tanpa data. Jika target 1,5 juta ton tercapai dengan harga Rp2.500 per kg, maka hasilnya Rp3,7 triliun. Apabila proyeksi 2012 ini sebanyak 1,8 juta ton tercapai, maka omzet bisa mencapai Rp4,5 triliun.

"Mari kita lanjutkan keberhasilan ini. Tahun ini, kita sama-sama target 1,8 jt ton produksi Jagung, mungkin omzetnya sekira 4,5 triliun," kata Syahrul di Jeneponto, Senin, 13 Agustus.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, H Latunreng membenarkan apa yang disampaikan oleh gubernur. "Saat ini jagung semakin meningkat, prospek pasarnya sangat cerah. Beberapa negara sudah tidak melepas stok jagungnya karena mereka pun kekurangan suplai," katanya.

Jagung sangat bernilai karena dijadikan bahan bakar Ethanol oleh Amerika Serikat dan beberapa negara maju. "Jagung kita banyak dibeli oleh industri untuk dijadikan bahan kosmetik dan pakan ternak. Potensi harga naik sangat besar karena besarnya permintaan," jelasnya.

Peningkatan perdagangan komoditas pertanian termasuk jagung meningkatkan serapan tenaga kerja non formal. "Tak salah memang jika pemerintah sulsel terus menggenjot produksi jagung," katanya. (zul/upi)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120813234649-jagung-sulsel-hasilkan-rp37-t
Read More >>