Kamis, 29 November 2012

Sulsel Kembangkan Sistem Sambung Pucuk


Kam, 29/11/2012 
Upaya untuk meningkatkan mutu dan produktivitas kakao, Pemerintah Provinsi Sulawes Selatan akan mengembangkan system klonal. Kebijakan tersebut ditargetkan akan berjalan efektif pada tahun 2013 mendatang. Pengembangan system klonal lebih efektif dibanding meremajakan tanaman. Keunggulannya yakni bisa lebih cepat berubah dan tahan terhadap serangan hama. Tahun depan, terdapat 6.500 hektar kakao yang akan kami kembangkan dengan anggaran dari APBN sebesar Rp 6,5 miliar. Hal ini dijelaskan, Kepala Dinas Perkebunan Sulsel, Dr. Ir. Burhanuddin Mustafa, MS, Rabu, 28 November 2012.

Lanjut dikatakan, pengembangan system klonal dilakukan seiring dengan dihentikannya sistem peremajaan dan intensifikasi tanaman kakao. Diakuinya, kedua system tersebut sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi kakao di Sulsel. Khusus peremajaan, dibutuhkan waktu hingga lima tahun untuk berbuah sedangkan, jika dengan system klonal dalam bentuk sambung samping atau sambung pucuk, kita terapkan, maka petani hanya menunggu paling lama satu setengah tahun untuk memanennya. Khusus untuk tahun 2012, Dinas Perkebunan Sulsel telah menyalurkan 2 juta pohon secara gratis kepada para petani untuk dikembangkan melalui system klonal atau sambung pucuk.

Untuk luasnya, mencapai 2 ribu hektar, kemudian pada tahun 2013 mendatang, system tersebut rencananya kembali dikembangkan melalui anggaran dari APBD Sulsel. Diketahuinya sebelumnya, Kementerian Pertanian telah mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan system peremajaan dan intensifikasi mulai tahun 2013 mendatang. Program gerakan nasional peningkatan mutu dan produksi kakao hanya dengan rehabilitasi tanaman. Secara nasional, luasnya mencapai 22.500 hektare.

Rs/Ys (Kamis, 29, November 2012)
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/sulsel-kembangkan-sistem-sambung-pucuk
Read More >>

Australia Siap Investasi di Sulsel


Kam, 29/11/2012 
Komisi Perdagangan Australia berencana akan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi  Sulawesi Selatan. Salah satunya yakni pembangunan Rumah Sakit Internasional dan Sekolah Penerbangan. Pemerintah Australia mulai menjajaki kerja sama dengan Pemprov. Sulsel melalui investasi terutama dalam bidang infrastruktur, hal ini juga sekaligus menjembatani kepentingan pengusaha Australia. Hal ini dikatakan Ketua Komisi Perdagangan Australia, Julianne Merriman usai bertemu Gubernur Sulsel, H.  Syahrul Yasin Limpo, di ruang kerjanya, Rabu, 28 November 2012.
Menurut Julianne, kedatangannya ke Sulawesi Selatan tidak lain hanya membawa kepentingan pengusaha Australia. Selain itu, pihaknya siap menjadi penghubung pengusaha Sulsel berinvestasi di negara tersebut. Kami pastikan akan menjalin kerja sama yang bisa menguntungkan kedua belah pihak karena di Sulsel banyak pebisnis besar. Australia siap memberi asistensi dan support untuk meningkatkan pengetahuan kewirausahaan. Sulsel memiliki potensi besar untuk dikembangkan khususnya dalam pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Kemajuan serta pertumbuhan ekonomi daerah ini juga tercepat dari provinsi lainnya.
Sementara itu, General Marketing (GM) Corporation Nusantara Infrastructure TBK, Deden Rochmawaty menambahkan, audiensi pihak Australia merupakan tindak lanjut dari pembicaraan yang dilakukan Presiden RI dengan Perdana Menteri Australia. Pekerja asal Sulsel seperti tenaga pendidik juga banyak yang mencari nafkah di Australia. Jadi pertemuan kali ini sudah tepat untuk kedua belah pihak.
Rs/Nh (Kamis, 29 November 2012)
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/australia-siap-investasi-di-sulsel
Read More >>

Rabu, 28 November 2012

Sulsel Siap Dukung Beras Nasional


Provinsi Sulsel selaku daerah produsen beras yang memiliki over stok beras sebanyak 2 juta ton per tahun siap memberikan dukungan terhadap pengadaan stok beras nasional yang mencapai 10 juta ton per tahun. Untuk mendukung pengadaan beras stok nasional itu, maka pemerintah pusat juga harus meningkatkan pembelian beras ke petani melalui penambahan target pembelian oleh Bulog. Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Sulsel, H.  Agus Arifin Nu’mang   usai membuka acara sosialisasi dan rencana Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) intensifikasi 2013, yang berlangsung di Baruga Lappo Ase Bulog Sulsel, yang juga dihadiri Kadis Pertanian Tanaman Pangan Sulsel, Lutfi Halide MP dan Kepala Perum Bulog Divre Sulselbar, Tommy S.Sikado dan juga mitra kerja pertanian lainya, Selasa, 27 November 2012.
Selama ini Bulog di Sulsel masih terbatas dalam membeli beras petani yang hanya ditargetkan 526.000 ton per tahun, sehingga masih ada sekitar 1,5 juta ton beras  yang langsung dipasarkan antar pulau oleh petani ke daerah lain melalui pelabuhan laut atau perahu layar motor. Jika pemerintah pusat mempercayakan petani Sulsel untuk menjadi penyedia beras, maka pemerintah pusat juga seharusnya menambah volume pembelian beras Bulog dari petani, yang selama ini masih berkisar 500.000 ton. Dengan meningkatkan  pembelian gabah petani, maka petani juga akan bergairah dan bersemangat untuk meningkatkan produksinya. Adanya jaminan harga  penjualan beras yang lebih baik, maka  petani juga bersemangat dalam mengelola usaha taninya.
Menurut Wagub, kebutuhan beras nasional rata-rata mencapai 10 juta ton, sedangkan Sulsel sudah memberikan kontribusi untuk stok nasional sebanyak 2 juta ton, namun untuk bisa memenuhi angka pengadaan nasional, maka pemerintah pusat juga semestinya memperhatikan petani Sulsel dengan memberikan bantuan untuk peningkatan produksi, misalnya melalui pembangunan sarana irigasi, pengalokasian bibit, pupuk dan obat-obatan secara tepat waktu, karena biasanya petani mengalami berbagai kendala di saat membutuhkan sarana produksi pertanian.

Sr/An (Rabu, 28 November 2012)
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/sulsel-siap-dukung-beras-nasional
Read More >>

Launching USAID di Hotel Mercure


Project  Launching USAID dalam penyelenggaraan Decentralized Basic Education (DBE) II diharapkan menjadi prioritas utama pendidikan bermutu di Sulsel. Khusunya tersentuh di semua Kecamatan dan Kelurahan terpencil. Hal itu dikatakan Perwakilan USAID Indonesia, Ester Manurung yang juga Perwakilan USAID Indonesia di Hotel Mercure, Rabu, 28 November 2012.  Pihaknya mengaku kedepan lebih mengutamakan inovasi, pembaharuan, nalar Siswa, tenaga terdidik dan profesional.  Sehingga program DBE semakin berkelas dan performence.
Turut hadir pada acara tersebut Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo, Kanwil Kementerian Agama, Gazali Suyuti, Bupati Jeneponto, Rajamilo, Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru, Bupati Maros, Hatta Rahman, Bupati Pinrang, Andi Aslam Patolangi, Bupati Pangkep, Syamsuddin Batara, Rektor UIN, Prof. Dr Kadir Gassing, Rektor UNM, Prof. Dr. Aris Munandar dan para Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemprov Sulsel.
Sementara Direktur USAID, Stuart Weston  memprioritaskan tiga fokus program DBE terkait peningkatan mutu pelajaran, management pendidikan di daerah dan  yang ketiga  pengelolaan guru matematika, IPA dalam hal pemerataan pembiyaan pendidikan. Sebelumnya, Stuart Weston melaporkan kerjasamanya kepada Kanwil Kementerian Agama Sulsel. Saat dirinya menemui mantan Pembantu Rektor III UIN Alauddin beberapa hari yang lalu terkait kerjasama bidang pendidikan di kampus UIN Alauddin Makassar dan UNM. Pada kerjasama ini beliau berjanji peningkatan mutu dan kualitas SDM mahasiswa, khususnya pada semua mata kuliah dan jurusan terus dibenahi.
Dalam lima tahun terakhir, USAID telah memperlihatkan kinerja terbaik dalam  penyelanggaraan DBE pada tingkat pedesaan, hal ini terukur dari data survei. Lebih jauh, Stuart menyatakan kesiapannya melayani masa depan anak-anak Indonesia. Berkontribusi bagi kemakmuran masyarakat. Utamanya kerjasama Amerika dan Indonesia, menguatkan ruang demokrasi. Komitemen kami adalah upaya mendorong kedua negara ini makin menggeliat. Terutama memberantas buta aksara.
Bupati Pinrang, A. Asalam Pattolangi mengatakan soft komponen pendidikan bagi satuan guru merupakan target kami dimasa akan datang. Olehnya itu beliau lebih mengutamakan Learning Teaching dengan Replikasi Building pada Tingkat Komite. Sehingga dari 1500 guru di Pinrang memiliki intens SDM berkualitas. Bahkan menurutnya ada salah seorang guru kami mendapatkan penghargaan nasional. Sehingga guru tersebut diangkat sebagai kepala sekolah.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, H.  Syahrul Yasin Limpo sangat mengapresiasi DBE USAID dalam hal memajukan SDM bagi anak-anak di Sulsel. Beliau  akan terus berusaha dan menjajaki pendidikan di Sulsel secara profesional. Pendidikan makin civilized, bila ekonomi baik, maka akan baik pendidikannya dan sangat imposible. Beliau juga berharap agar Program DBE USAID kedepan lebih menggagas Boarding School,  khususnya bagi para guru agar lebih profesional.
Sr/An/Dws (Rabu, 28 November 2012)
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/launching-usaid-di-hotel-mercure
Read More >>

Sulsel Dukung Stok Beras Nasional 10 Juta Ton


RABU, 28 NOVEMBER 2012 
MAKASSAR, — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan siap memberikan dukungan terhadap pengadaan stok beras nasional yang mencapai 10 juta ton per tahun. Apalagi selama ini, Sulsel telah menjadi daerah produsen dan penyuplai beras nasional dengan over stok beras sebesar 2 juta ton per tahun.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang menjelaskan, Sulsel sejauh ini siap memberikan kontribusi dalam pe­ngadaan stok beras nasional 10 juta ton.
Hanya saja, kata Agus, pemerintah pusat juga harus meningkatkan pembelian beras ke petani melalui penambahan target pembelian kepada Bulog.
“Selama ini, Bulog di Sulsel masih terbatas membeli beras petani yang hanya ditargetkan 526.000 ton per tahun, sehingga masih ada sekitar 1,5 juta ton beras  yang langsung dipasarkan antarpulau petani ke daerah lain,” ungkap Agus, usai acara sosialisasi dan rencana Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) intensifikasi 2013, di Baruga Lappo Ase Bulog Sulsel, Selasa, 27 November.
Lanjut, mantan Ketua DPRD Sulsel ini mengatakan, kebutuhan beras nasional yang rata-rata mencapai 10 juta ton per tahun, selama ini Sulsel memberikan kontribusi dengan stok beras nasional sebanyak 2 juta ton.
Hanya saja, sambung dia, untuk bisa memenuhi angka pengadaan nasional itu, Pemprov Sulsel berharap agar pemerintah pusat  memperhatikan petani di Sulsel dengan memberikan bantuan untuk peningkatan produksi.
“Misalnya melalui pembangunan sarana irigasi, pengalokasian bibit, pupuk dan obat-obatan secara tepat waktu. Ini karena biasanya petani kita mengalami berbagai kendala terkait sarana untuk meningkatkan hasil produksi pertanian,” katanya. (eky/ami)
Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/sulsel-dukung-stok-beras-nasional-10-juta-ton
Read More >>

Selasa, 27 November 2012

Harga Jagung di Jeneponto Mulai Melonjak


Senin, 27 Agustus 2012

“Sebelumnya, para petani kurang bersemangat dengan harga yang rendah yakni Rp1.200 per kg, tapi sekarang sudah mencapai  angka di atas Rp2.000 per kg,” ungkap seorang petani jagung di Kampung Jonggoa, Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala Barat, Jeneponto, Agung Kr Tenreng, yang ditemui FAJAR, Sabtu 25 Agustus akhir pekan lalu.

Membaiknya harga jagung di tingkat petani ini, baru sepekan. Agung menyebutkan, bisnis berkebun jagung ke depan sangat menjanjikan, asal harga tidak jatuh lagi sampai di bawah Rp2.000 per kilogram. "Dengan kenaikan harga jagung seperti ini, membuat para petani jagung di kampung ini, khususnya di Jeneponto, bisa tersenyum lebar,” jelasnya.

Harga jagung pipilan di tingkat petani sekarang ini mencapai  Rp2.500 per kg hingga Rp2.600 per kg.  Sedangkan harga jual jagung ke luar Jeneponto, khususnya ke Surabaya mencapai Rp5.000 per kg.
Kepala Dinas Perindagtamben Jeneponto, Rachmansyah Guntur menyebutkan, harga jagung pipilan musin tanam kedua sudah mulai merangkak naik. Kenaikan ini tentu membuat petani jagung sangat bahagia.

"Kami akan terus memantau setiap hari tentang kondisi harga jagung di Jeneponto. Mudah-mudahan harga jagung tetap bertahan, kalau harga jagung naik  maka petani akan senang. Sehingga petani bisa sejehtera hidupnya," kata Rachmansyah Guntur.

Dia juga mengimbau kepada petani supaya tetap waspada permainan para tengkulak dan pengumpul jagung yang suka memainkan harga di tingkat petani. Akibat ulah mereka memainkan harga sehingga petani mengalami kerugian. "Sebaiknya petani jangan menjual kepada tengkulak, tetapi silakan petani menjual sendiri ke pasaran di Makassar," harap Rachmansyah. (lom/lis)
Read More >>

Norwegia Incar PLTA di Sulsel


Senin, 26 November 2012
Segera Lakukan Survei 
MAKASSAR,-- Pemerintah Norwegia melalui Deputi Perminyakan melakukan kunjungan ke Sulawesi Selatan. Ini merupakan bagian dari rencana negara itu, untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sulsel dalam waktu dekat ini.

"Rencananya di Kabupaten Enrekang juga akan dibangun PLTA yang lebih besar. Mereka (alon investor) terkagum-kagum mendengar peningkatan daya listrik Sulsel yang tahun 2008 420 MW dan pada 2011 sudah mencapai 826 MW," kata Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang usai memenerima Deputi Perminyakan Pemerintah Noregia Ane Hansdetter Kismul, Sabtu malam, 24 November, di rumah jabatan Gubernur Sulsel.

Agus menjelaskan, peningkatan penggunaan daya listrik di Sulsel yang begitu cepat, tidak lepas dari pertumbuhan ekonomi yang selalu di atas rata-rata nasional. Untuk triwulan III 2012 saja, lanjut mantan Ketua DPRD Sulsel ini, angka pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 8,46 persen.

Kunjungan Deputi Perminyakan Norwegia ke Sulsel ini, merupakan rangkaian kunjungannya di Jakarta pada September lalu. Saat itu, di Jakarta Pemerintah Norwegia menyatakan, minatnya untuk berinvestasi pada pengembangan PLTA di Sulsel karena didukung ketersediaan sumber daya air.

Pertemuan saat itu, merupakan program Ambassador Norwegia dengan tujuan kerja sama antara dua pihak bisa tercapai. Sulsel sangat membutuhkan teknologi tenaga air untuk PLTA sedangkan Norwegia merupakan produsen terbesar untuk pembangunan PLTA. Duta Besar Norewegia saat itu diterima Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.

Sementara Sekretaris Deputi Perminyakan Norwegia Ane Hansdetter Kismul mengatakan, mulai pekan ini, pihaknya bersama sejumlah pimpinan perusahaan listrik di Norwegia akan melakukan kunjungan di beberapa wilayah, termasuk di Enrekang.

"Kita akan lihat dulu, setelah itu kita berinvestasi. Yang jelas Sulsel ini memiliki potensi besar untuk bidang kelistrikan. Apalagi ditopang dengan sumber daya alamnya yang baik," kata Ane.
Menurut dia, Sulsel sangat terkenal dengan hydro power, sudah sebagian besar listriknya disuplai dari hydro power. Pihak sangat tertarik untuk mengembangkan listrik hydro power ini. (aci/upi)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121125230848-norwegia-incar-plta-di-sulsel
Read More >>

Pinjaman Pemprov Sulsel-Kemenkeu-Kemendagri Setujui Pencairan Dana


Selasa, 27 November 2012

MAKASSAR – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan lampu hijau kepada Pemprov Sulsel untuk mencairkan dana pinjaman Rp500 miliar dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Hanya saja, sebelum dicairkan, Kemendagri dan Kemenkeu merekomendasikan agar Pempro dan DPRD Sulsel duduk bersama untuk menentukan titik-titik ruas jalan yang perbaiki dengan menggunakan anggaran pinjaman tersebut. Persetujuan tersebut dikeluarkan setelah Tim DPRD Sulsel melakukan konsultasi terkait rencana pinjaman pada dua lembaga Negara ini.“Akhir pekan lalu kita sudah konsultasi dengan Kemendagri dan Kemenkeu.

Pada prinsipnya, tak ada masalah. Kita hanya disarankan untuk duduk bersama mencari titik temu terkait jalan yang akan diperbaiki ,”kata Sekretaris Tim Panitia Khusus (Pansus) Pinjaman Daerah DPRD Sulsel Ariady Arsal kemarin. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebutkan, dugaan pelanggaran yang dilakukan pemprov yang melakukan pengusulan pinjaman tanpa melalui DPRD, juga dianggap bukan masalah.

Baik DPRD dan Pemprov Sulsel juga disarankan untuk melakukan persamaan persepsi, sehingga pinjaman multiyears ini bisa betul-betul merata dimanfaatkan oleh masyarakat. Ariady menambahkan,jika nantinya pinjaman Rp500 miliar ini dikabulkan,maka tidak akan masuk pada APBD Pokok 2013 mendatang.Pasalnya, sekarang ini DPRD telah melakukan pembahasan anggaran tahun mendatang.

Kendati demikian, dana pinjaman ini bisa dimasukkan pada APBD Perubahan parsial, jika pencairannya dilaksanakan pada pertengahan tahun 2013, melalui Keputusan Gubernur. Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Buhari Kahar Mudzakkar mengaku tetap akan melakukan penolakan jika peruntukan atau alokasi utang setengah triliun rupiah itu tidak merata.

Pasalnya, dalam usulan pemprov yang dikirim ke PIP, pengalokasiannya hanya untuk 11 ruas jalan dan satu jembatan.Sementara ruas jalan di Luwu Raya tidak dimasukkan. “Itu yang kita nilai tidak adil. Harusnya jalan di Luwu Raya juga dimasukkan di alokasi perbaikan dan pembangunan jalan dari pinjaman tersebut,”bebernya kemarin di DPRD Sulsel. ● wahyudi
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/news/pinjaman-pemprov-sulsel-kemenkeu-kemendagri-setujui-pencairan-dana
Read More >>

Sulsel Bisa Tutupi Kekurangan Daging Di Pulau Jawa


Sel, 27/11/2012 
Sulawesi Selatan berpeluang menutupi kekurangan pasokan daging sapi di Pulau Jawa, menyusul melonjaknya harga daging sapi di pasaran. Sulsel yang selama ini selain memenuhi kebutuhan lokal,  juga mengirim ke daerah lain, sebenarnya berpeluang mengisi kekurangan daging sapi di Pulau Jawa. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Peternakan Sulsel,  H Murtala Ali di Makassar, Senin, 26 November.

Menurut Murtala, peluang tersebut dapat dimanfaatkan para peternak dan pedaging sapi di daerah ini. Hanya saja, kendalanya karena biaya transportasi masih lebih mahal dibandingkan pengiriman ke daerah lainnya di Kawasan Timur Indonesia, maka hal tersebut belum dilakukan.

Untuk memenuhi target produksi satu juta ekor sapi di Sulsel, pihaknya terus mendorong petani menginpestasikan pembiakan ternak baik secara alamiah maupun dengan sistem inseminasi. Hal ini dilakukan di sejumlah sentra produksi sapi seperti di Kabupaten Sidrap, Soppeng, Bone, Maros, Pangkep, dan Sinjai.

Hr/Tn (Selasa 27 November 2012)

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/sulsel-bisa-tutupi-kekurangan-daging-di-pulau-jawa
Read More >>

Gubernur Resmikan Science Center TSTP


Sel, 27/11/2012 
Wahana Science Center atau wahana bermain bagi anak sekolah. Trans Studio Theme Park (TSTP), Senin, 27 Nopember 2012 diresmikan oleh Gubernur Sulsel, H. Syahrul Yasin Limpo di Trans Studio Makassar. Peresmian ini dihadiri oleh Direktur Trans Studio Makassar, Eka Firman Wrmawan, Deputy General manajer TSTP, Fauziah Zulkifli, dan Perhimpunan Guru RepublikIndonesia (PGRI) Sulsel.

Menurut Fauziah Zufitri, wahana tersebut merupakan bentuk komitmen TSTP mengembangkan pendidikan di Sulsel melalui taman bermain.  Kami ingin menjadikan Trans Studio sebagai pusat pendidikan luar sekolah buat anak-anak sekolah. Jadi anak-anak bisa bermain sambil belajar di Trans Studio. Dalam wahana Science Center telah disiapkan 28 peragaan atau eksibit sains. Untuk masa promo, pihaknya menawarkan harga khusus, yakni harga Rp75 ribu untuk anak-anak sekolah barmain plus makan.

Sementara itu, Gubernur Syahrul Yasin Limpo yang meresmikan langsung wahana Science Center tersebut mengatakan, dengan hadirnya wahana bermain yang mengandung ilmu pengetahuan ini bisa merangsang anak-anak sekolah untuk merasakan langsung bagaimana fenomena-fenomena alam bisa dijelaskan dengan ilmiah. Sekarang kita sudah menuju pada pendidikan berbasis teknologi Olehnya itu, anak-anak kita tidak boleh tertinggal dengan kemajuan teknologi.

Syahrul juga berpesan kepada para guru, bahwa peranan pendidikan sangat penting dalam membangun bangsa ini. Olehnya itu sektor pendidikan selalau menjadi fokus utam pemerintah dalammembangun karakter bangsa yang maju dan bermartabat.

Hr/Tn (Selasa 27 November 2012)
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/gubernur-resmikan-science-center-tstp-0
Read More >>

Wagub Tutup MTQ Korpri Nasional I


Sel, 27/11/2012 
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Korpri Nasional I  yang berlangsung 23-26 November dan diikuti 32 kontingen dari 22 provinsi dan 10 kementerian dengan total 126 peserta secara resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, H.Agus Arifin Nu.mang, Senin, 26 Nopember 2012. MTQ ke II akan berlangsung 2014 di Nangro Aceh Darussalam.

Wagub didampingi Sekprov, Andi Muallim menyerahkan piala bergilir kepada pimpinan rombongan Provinsi Sumut, Prof Dr H M Hatta sebagai juara umum. MTQ ini memperlombakan empat cabang yaitu Hifzhil Quran, Daiah, Tilawah, dan Kaligrafi. Kafilah Sumatra Utara meraih  juara di tiga kategori, juara pertama di Hifzhil Quran adalah Irham Taufik, juara kedua Daiah oleh Hj.  Rahmadaniar, dan Juara Harapan satu Tilawah Putri St Rahimah.  Kontingen Sulsel hanya menggondol Juara II Tilawah Putra atas nama Baharuddin. Qari dan qariah tebaik diraih Juadi (Kalimantan Barat) dan Faridah (Jawa Barat).

Ketua III Dewan Pengurus Korpri Nasional, Iskandar Muhun, sangat mengapresiasi kesuksesan Sulawesi Selatan selaku tuan rumah. Korpri merupakan satu-satunya wadah bagi PNS di seluruh Indonesia yang jumlahnya 4,7 juta orang. Korpri punya peranan besar dalam membangun bangsa sejak terbentuk 40 tahun yang lalu.

Sementara H.Agus Arifin Nu’mang mengatakan, untuk cabang Tilawah, Hifzhil, Daiah, dan Kaligrafi sebaiknya tetap dilaksanakan dua tahun ke depan di Aceh. Kegiatan ini member keuntungan bagi daerah kami karena peserta sudah berkeliling melihat beberapa tempat wisata di Makassar. Sebab, Makassar dijuluki Serambi Medinah.

Hr/Tn (Selasa 27 November 2012)
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/wagub-tutup-mtq-korpri-nasional-i
Read More >>

Sulsel Butuh Tujuh Juta Rumah


SELASA, 27 NOVEMBER 2012
MAKASSAR,  – Pemerhati masalah perumahan di Makassar, Salma Ruslan mengatakan, pihak terkait harus menjawab kebutuhan warga Sulsel yang membutuhkan tujuh juta unit rumah.
“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, jika ingin warga di Kota Makassar dan sekitarnya banyak turun ke jalan, karena alasan tidak memiliki rumah,” kata Salma yang juga Badan Pekerja Lembaga Studi Kebijakan Publik di Makassar, Minggu, 25 November.
Ia mengatakan, kebutuhan rumah yang laik huni sangat mendesak, karena menjadi sarana untuk beristirahat dan hidup tenang.
Menurut dia, masih banyak anak maupun usia dewasa yang turun ke jalan, karena tidak memiliki rumah yang layak huni, ataupun masih hanya berstatus sebagai yang pengontrak rumah.
“Selain kebutuhan sandang dan pangan yang harus menjadi perhatian pemerintah setempat dan pihak yang berkompeten,” katanya dikutip dari Kantor Berita Antara.
Sementara itu, pihak Pemrov Sulsel yang diwakili Wagub Sulsel H Agus Arifin Nu’mang mengatakan, pihaknya cukup menyayangkan pengemban yang terkesan lamban merespon kebutuhan rumah bagi warga Sulsel.
Padahal menurut dia, pemerintah sudah menyiapkan bantuan dana bagi para pengembang. Namun dana tersebut belum dinilai mencukupi.
“Jadi tinggal menunggu pihak pengembang untuk menyiapkan rumah sederhana, khususnya bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah,” katanya. (*/ami)
Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/sulsel-butuh-tujuh-juta-rumah
Read More >>

Sayang Fokus Jalan Pintas Maros-Takalar


SELASA, 27 NOVEMBER 2012 
MAKASSAR,  – Infrastruktur jalan sebagai sarana transportasi di Sulsel saat ini memang membutuhkan perhatian khusus.
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) untuk lima tahun ke depan akan meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan dan transportasi demi mengakselerasi laju perekomian rakyatnya.
Setelah berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk realisasi flyover poros Bone-Maros yang akan mulai direalisasikan pada 2013 mendatang, Sayang sementara akan berencana membangun bypass atau jalan pintas untuk poros Maros-Gowa-Takalar.
“Itu akan dilaksanakan pada tahun 2014. Itu pak Syahrul selaku gubernur sudah meminta ke pemerintah pusat, dan dijanji akan direalisasikan pada tahun 2014,” kata Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Sulsel, Abdul Latief, Senin, 26 November, di Makassar.
Panjang jalanan bypass tersebut sekitar 50 km. Dengan estimasi anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp800 miliar. “Jadi anggarannya kemungkinan masuk dalam APBD 2014 mendatang dan mulai dikerja secara bertahap, termasuk pembebasan lahannya,” kata Latief.
Syahrul saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, bypass jalan pintas tersebut sudah sangat mendesak dilakukan untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas, khususnya di Makassar.
“Jadi kendaraan tidak padat. Insya Allah, tahun depan kita sudah rancang designnya,” kata Syahrul.
Selain itu, tambah Syahrul, jalan trans Sulawesi Parepare-Makassar akan dirampungkan. “Poros Pare-Makassar tinggal 2 atau 3 kilometer saja. Tinggal spot-spot kecil aja yang belum karena masalah pembebasan lahan .Insya Allah akan kita selesaikan secepatnya,” kata Syahrul.
Jalur pelebaran jalan ke selatan-selatan akan menjadi prioritas Sayang ke depan. Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Bulukumba akan dirampungkan pelebarannya.
Khusus untuk jalan rintisan, Sayang akan merampungkan jalan rintisan jalur Sabbang-Sae-Tallang yakni jalan tembus Luwu Utara dengan Sulbar.
“Sabbang-Tallang-Sae adalah terobosan jalan di Luwu Raya. Tidak ada jalan ini sebelumnya. Dan Alhamdulillah Pemprov Sulsel mampu menembusnya tahun ini, dan akan kita tuntaskan perampungannya tahun depan,” kata Syahrul.
Diharapkan dengan terwujudkanya jalan ini akan meningkatkan akselerasi ekonomi masyarakat di Sulsel khususnya di Luwu Raya.
Khusus Tana Toraja dan Toraja Utara, Sayang akan membangun jalan provinsi di Toraja poros Seseng -  batas Sulbar. (*/soe)
Sumber: http://cakrawalaberita.com/politik/sayang-fokus-jalan-pintas-maros-takalar
Read More >>

Urai Macet, Sayang Prioritaskan Jalan


Ditulis Oleh Akbar on  
Khususnya Program Jalan Pintas Maros-Takalar
MAKASSAR,–Infrastruktur jalan sebagai sarana transportasi di Sulsel, saat ini memang membutuhkan perhatian khusus. Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang (Sayang), untuk lima tahun ke depan akan meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan dan transportasi demi mengakselerasi laju perekomian rakyat.
Setelah berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk realisasi flyover poros Bone-Maros yang akan mulai direalisasikan pada 2013 mendatang, Sayang sementara akan berencana membangun bypass atau jalan pintas untuk poros Maros, Gowa dan Takalar. “Itu akan dilaksanakan pada 2014. Itu pak Syahrul selaku gubernur sudah meminta ke pemerintah pusat, dan dijanji akan direalisasikan pada 2014,” kata Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Sulsel, Abdul Latief, Senin (26/11). Panjang jalanan bypass tersebut sekitar 50 km. Dengan estimasi anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp800 miliar.
“Jadi anggarannya kemungkinan masuk dalam APBD 2014 mendatang dan mulai dikerja secara bertahap, termasuk pembebasan lahannya,” katanya. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, bypass jalan pintas tersebut sudah sangat mendesak dilakukan untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas, khususnya di Makassar. Jadi jika jalanan tersebut jadi, maka masyarakat yang dari utara dan ingin ke daerah selatan, tak perlu lagi masuk ke Kota Makassar. “Jadi kendaraan tidak padat. Insya Allah, tahun depan kita sudah rancang designnya,” terangnya.
Selain itu, Syahrul menambahkan, jalan trans Sulawesi Parepare-Makassar akan dirampungkan. “Poros Pare-Makassar tinggal 2 atau 3 km saja. Tinggal spot-spot kecil aja yang belum karena masalah pembebasan lahan .Insya Allah akan kita selesaikan secepatnya,” ujarnya. Jalur pelebaran jalan ke selatan-selatan akan menjadi prioritas Sayang ke depan. Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Bulukumba akan dirampungkan pelebarannya. Khusus untuk jalan rintisan, Sayang akan merampungkan jalan rintisan jalur Sabbang, Sae dan Tallang, yakni jalan tembus Luwu Utara dengan Sulbar.
“Sabbang, Sae dan Tallang adalah terobosan jalan di Luwu Raya. Tidak ada jalan ini sebelumnya. Dan Alhamdulillah Pemprov Sulsel mampu menembusnya tahun ini, dan akan kita tuntaskan perampungannya tahun depan,” kata Syahrul. Diharapkan dengan terwujudnya jalan ini akan meningkatkan akselerasi ekonomi masyarakat di Sulsel khususnya di Luwu Raya. Khusus Tana Toraja dan Toraja Utara, Sayang akan membangun jalan provinsi di Toraja poros Seseng dan batas Sulbar.
Terus terang, tambah mantan Wagub Sulsel ini, pada periode ini dirinya bersama Agus sebetulnya tidak fokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Tapi fokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM). “Pendidikan dan kesehatan gratis menjadi alokasi yang begitu banyak menyedot anggaran APBD. Tapi kalau Syahrul itu yang penting dulu. Membangun manusia cerdas itu yang utama dulu. Itulah gunanya pemerintah,” tandasnya. (mg10/ade)
Sumber: http://www.ujungpandangekspres.co/makassar-hari-ini/urai-macet-sayang-prioritaskan-jalan
Read More >>

Soal PIP : Gubernur Kembali Tegaskan Tidak Ada Kepentingan Politik


Makassar - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kembali menegaskan bahwa pinjaman investasi pemerintah (PIP) sebesar Rp 500 M, demi untuk kepentingan masyarakat.
Tterutama dalam membangun infrakstruktur ,seperti jalan dan jembatan. penegasan ini disampaikan gubernur saat menyampaikan jawaban atas tanggapan Fraksi terkait dengan PIP dalam paripurna DPRD sulsel selasa 16/10/2012.
Gubernur menjelaskan bahwa, pinjaman tersebut diberikan oleh pemerintah pusat setelah Sulsel mendapat prestasi WTP dalam masalah keuangan.
“Pinjaman ini akan dicairkan tahun 2013,sehingga tidak ada kepentingan pilgub atau politik didalamnya, tapi saya serahkan kepada masyarakat,” ujar Gubernur.
Dalam paripurna tersebut, sebanyak tiga  Fraksi DPRD Sulsel masih menolak PIP  sebesar Rp 500 Miliar . Frasksi yang menolak adalah PKS, Hanura dan Demoktra.[km2]
Read More >>

Senin, 26 November 2012

Ikuti Lomba Konten Blog Lovely Toraja, Hadiah Jutaan Rupiah


Senin, November 26th, 2012 


Setelah sukses menggelar lomba penulisan di Blog bertema Ekspedisi Takabonerate, kini Lingkar Penulis Pariwisata (LPP) menggelar lagi lomba penulisan di Blog bertema “Lovely Toraja.” Hadiah jutaan rupiah.

Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan citra terhadap event Toraja Lovely December yang dihelat setiap bulan Desember setiap tahun dan meningkatkan kunjungan wisata ke Toraja sebagai destinasi wisata unggulan di nusantara.

Tema Tulisan “Lovely Toraja”

Periode Lomba 16 November sampai dengan 26 Desember 2012 Hadiah Pemenang yakni Uang tunai jutaan rupiah, Peserta bebas mengangkat aspek apapun yang menarik di Toraja, dengan memasukkan juga konten event Toraja Lovely December dalam tulisanPeserta bebas mengambil dan mengolah bahan tulisan dari sumber-sumber manapun, asalkan bukan plagiat.

Syarat Lomba
1. Peserta menuliskannya di blog/webblog
2. Tulisan terdiri dari minimal 1.000 karakter
3. Memperbolehkan penggunaan tulisan untuk kepentingan promosi pariwisata
oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan
4. Memasukkan primelink http://www.mymakassar.com/ di kepala atau kaki
tulisan

Kriteria Penilaian
- Aspek menariknya tulisan
- Rating yang baik di mesin pencari

Untuk daftar tulisan bisa dengan klik link di bawah ini:http://mymakassar.com/in/menu-warga-lpp/lomba-blog. [KM03]

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=19823
Read More >>

Jalan Santai dan Temu Alumni ESQ Se- Sulawesi Bersama Gubernur Sulsel


Jalan santai dan temu alumni Emotional Spiritual Quotient (ESQ) Se-Sulawesi berlangsung meriah. Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Gubernur Sulsel, H. Agus Arifin Nu'mang, Kepala Kantor Kementerian Agama Sulsel, Gazali Suyuti, turut hadir pada acara Gerak Jalan Santai Hijratul Rasul yang digelar di Celebes Convention Center, Minggu, 25 November 2012.
Gubernur Sulsel dalam sambutanya dihadapan ribuan peserta mengatakan bahwa kita harus mengambil ibrah dari peringatan Hijratul Rasul. Kalau yang baik-baik harus wajib untuk diulang. Sesuatu yang diulang itu akan menjadi sempurna. Alumni ESQ harus menjadi terampil membuat orang menjadi cerdas dalam garda terdepan.
Sementara Pendiri ESQ, Ary Ginanjar dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk senantiasa menjaga prilaku dalam keseharian.  Dari perilaku yang baik, menghasilkan harapan besar terhadap target Indonesia emas 2020 mendatang.
Peringatan tahun baru Hijriyah yang diikuti ribuan peserta ini membanjiri Gedung CCC hingga bertumpah ruah di jalan raya. Menurut ketua panitia Hijratul Rasul, peserta berasal dari dinas-dinas, badan, swasta, siswa-siswi, mahasiswa, tokoh agama dan masyarakat.
Dorprize berupa umrah gratis bagi dua orang pemenang, hadiah motor beserta hadiah menarik lainya. Hadirnya musisi Band Padi juga turut menghibur Temu Alumni ESQ.
Yy/Sv/Dw (Senin, 26 November 2012)
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/jalan-santai-dan-temu-alumni-esq-se-sulawesi-bersama-gubernur-sulsel
Read More >>

Rehabilitasi Gedung Mulo Butuh Rp 4 Miliar


Senin, 26 November 2012


MAKASSAR, --Rencana rehabilitasi Gedung Mulo, Jalan Ratulangi, Makassar, membutuhkan dana sekitar Rp 4 miliar.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel, Jufri Rahman, mengatakan sudah mengajukan proposal anggarannya ke Kemendikbud.

Menurutnya, Gedung Mulo sudah mulai rusak sehingga harus segera di rehabilitasi. Sebab, gedung ini salah satu peninggalkan sejarah. Gedung Mulo, juga dijadikan kantor Disbudpar Sulsel.

"'Kalau tidak segera direhabilitasi akan semakin rusak," ungkapnya, Senin (26/11/12).

Penulis : Hasan Basri
Editor : Imam Wahyudi

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/11/26/rehabilitasi-gedung-mulo-butuh-rp-4-miliar
Read More >>

Realisasi Penyaluran KUPS Sulsel Capai Rp52 Miliar


SENIN, 26 NOVEMBER 2012 

MAKASSAR, CAKRAWALA — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak) Sulsel mengaku realisasi penyaluran kredit usaha pembibitan sapi (KUPS) di Sulsel sepanjang tahun 2012 telah mencapai Rp52 miliar.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Murtala Ali menjelaskan, program tersebut telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan populasi sapi di Sulsel.
“Penyaluran dana KUPS melalui dua perusahaan penjamin, yakni PT Berdikari United Livestock Indonesia (BULI) yang beroperasi di Kabupaten Sidrap dan satu lagi perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Enrekang,” jelas Murtala Ali, di Makassar, Minggu, 25 November.
Dia mengaku, terdapat sejumlah perubahan persyaratan bagi peternak yang ingin mengakses program tersebut. Diantaranya penghapusan agunan dan penyaluran dana tidak lagi melalui lembaga berbadan hukum, tetapi cukup dengan membentuk kelompok.
Perubahan persyaratan tersebut, kata Murtala,  telah disosialisasikan ke perbankan sehingga penyaluran dana KUPS bisa lebih meningkat.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel menargetkan realisasi KUPS sampai akhir tahun 2012 mencapai Rp250 miliar.
“Sejak program KUPS diluncurkan 2010 lalu, peternak masih kesulitan mengakses kredit pengembangan sapi karena ketatnya persyaratan yang ditetapkan perbankan. Meskipun pemerintah pusat telah memberikan subsidi bunga,” katanya.
Lebih jauh, Murtala Ali mengatakan, realisasi penyaluran dana KUPS tahun 2011 lalu mencapai Rp53,8 miliar. Khusus untuk tahun 2012, program tersebut direncanakan akan diperluas ke empat kabupaten lainnya, seperti Maros, Bone, Sinjai, dan Barru.
Sebelumnya diketahui, Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian  telah menurunkan tim untuk mensurvey program tersebut. Khusus untuk Provinsi Sulsel, ada lima perbankan yang melakukan penyaluran dana KUPS di antaranya,  BRI, Mandiri, BNI, Bukopin, dan Bank Syariah Mandiri dengan suku bunga 5 persen pertahun. (eky/ami)
Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/realisasi-penyaluran-kups-sulsel-capai-rp52-miliar
Read More >>

Hingga Oktober, Pendapatan Sulsel Rp3,82 T


SENIN, 26 NOVEMBER 2012 
MAKASSAR,  — Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Sulawesi Selatan mengaku  hingga Oktober 2012, realisasi pendapatan Sulsel telah mencapai Rp3,82 triliun.
Sementara sepanjang tahun 2012, Pemprov Sulsel dari awal telah menetapkan target pendapatan Sulsel mencapai Rp4,66 triliun.
Kepala Seksi Evaluasi dan Pelaporan Dispenda Sulsel, Harmin mengatakan, dari jumlah realisasi sampai Oktober itu, pendapatan tertinggi bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan jumlah Rp1,57 triliun dari target PAD tahun ini senilai Rp2,3 triliun.
“Target PAD tahun ini Rp2,3 triliun, dan sejauh ini sudah mencapai Rp1,57 triliun,” jelas Harmin, di kantor Dispenda Sulsel, Jalan AP Pettarani Makassar, pekan lalu.
Lanjut, ia mengatakan, dana perimbangan daerah merupakan tertinggi kedua dengan jumlah yang mencapai Rp1,14 triliun.
“Sementara pendapatan lain-lain yang sah, sampai Oktober kemarin realisasinya sebesar Rp882 miliar dari target yang ditetapkan yakni Rp969 miliar,” katanya.
Lebih rinci, Harmin menjelaskan, khusus PAD, sektor yang paling berkontribusi besar adalah dari sektor penerimaan pajak kendaraan bermotor, dengan realisasi yang mencapai Rp1,57 triliun.
Tingginya pendapatan dari sektor tersebut, kata dia, dipengaruhi pesatnya pertumbuhan kendaraan di Sulsel dalam beberapa tahun terakhir.
Dari data yang dikeluarkan Dispenda Sulsel, jumlah kendaraan sampai saat ini mencapai 2,4 juta unit, dan sekitar 1,1 juta unit diantaranya adalah kendaraan roda dua.
Tahun 2013, pendapatan Sulsel ditargetkan akan mencapai Rp4,8 triliun, sebesar Rp2,7 triliun di antaranya bersumber dari PAD. Sementara sisany diharapkan dari dana perimbangan, pendapatan lain-lain yang sah, serta pinjaman pembangunan infrastruktur jalan ke Pusat Investasi Pemerintah sebesar Rp500 miliar. (eky/ami)
Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/hingga-oktober-pendapatan-sulsel-rp382-t
Read More >>

Disnakertrans Bakal Intensifkan Pengawasan UMP


SENIN, 26 NOVEMBER 2012 

MAKASSAR, – Pemerintah Sulawesi Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel akan mengintensifkan pengawasan penerapan Upah Minimum Provinsi (UMP) per 1 Januari 2013 mendatang.
Pengawasan ini dilakukan untuk meminimalisir adanya perusahaan yang tidak menerapkan UMP yang baru ditetapkan. Jika ada perusahaan yang tidak membayar gaji karyawannya sesuai UMP, akan dikenakan sanksi tegas.
Kepala Bidang Pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Hasman Mansyur mengatakan, UMP Sulsel tahun 2013 telah ditetapkan sebesar Rp1.440.000.
“Sebagai langkah untuk mengoptimalkan penerapan UMP, pengawasan akan diintensifkan mulai Januari mendatang. Kalau ada pengusaha yang tidak mematuhinya, akan dikenakan sanksi tegas karena telah melanggar undang-undang tentang ketenagakerjaan,” tegas Hasman Mansyur, melalui telepon genggamnya, Minggu, 25 November.
Dia mengaku sampai saat ini belum ada satu pun perusahaan yang mengajukan permohonan penangguhan penerapan UMP tahun 2013.
“Untuk itu, kami akan memberikan batas waktu hingga akhir Desember nanti,” jelasnya.
Khusus UMP 2012, masih kata dia, ada dua perusahaan yang tidak menerapkan pengupahan sesuai aturan yakni PT Katingan Timber Celebes di Kota Makassar dan satu perusahaan lagi di Kota Palopo.
Diketahui sebelumnya, Ketua APINDO Sulsel, La Tunreng menjelaskan, penerapan UMP Sulsel 2013 telah sesuai mekanisme yang diatur undang-undang ketenagakerjaan.
Salah satunya, kata dia, yakni memasukkan 16 item tambahan selama survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dilakukan. Sehingga, upah minimum tahun depan meningkat signifikan dibanding tahun ini yang hanya Rp.1.200.000. (eky/ami)
Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/disnakertrans-bakal-intensifkan-pengawasan-ump
Read More >>

Dirlantas-Diknas Sulsel Workshop


Senin, 26 November 2012



Pendidikan Etika Berlalu Lintas
Makassar, upeks–Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulsel dan Dinas Pendidikan (Diknas)  Sulsel didukung PT Astra Honda Motor (AHM) , menggelar
Workhsop Pendidikan Etika Berlalu Lintas Terintegritasi Dalam Kurikulum Tingkat, SMP, SMA, dan SMK se Sulsel, di Makassar Golden Hotel (MGH), Senin (26/11), diikuti 150 peserta. Hadir dalam kesempatan itu, GM Corporation Communication AHM, Kristanto.Dirlantas Polda Sulsel, Drs H Agus Salim,  Diknas Sulsel diwakili Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Menengah Atas, Drs Amir.(jabbar).

Sumber: http://www.ujungpandangekspres.co/makassar-hari-ini/dirlantas-diknas-sulsel-workshop
Read More >>

Pesilat Asal Sulsel Rebut Emas di Thailand


Senin, November 26th, 2012


Makassar, – Johan, atlet Pencak silat asal Bantaeng, Sulawesi Selatan berhasil menjuarai kejuaraan dunia pesilat kelas B di Thailand. Keberhasilannya meraih medali emas di kejuaraan dunia ini, diapresiasi oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel khususnya Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sulsel.

“Hasil yang dicapai oleh Johan sebagai peraih medali emas pada kejuaraan dunia, adalah sesuatu hal yang sangat membanggakan bagi IPSI dan KONISulsel serat Masyarakat olahraga Sulsel” Kata Sekertaris KONI Sulsel, Nukhrawi Nawir, melalui pesan singkat Senin (26/11/2012).

Nukhrawi yang juga Sekrearis IPSI SUlsel ini, berharap agar Johan tetap berlatih terus dengan baik karena ada event penting yang akan diikutinya, yaitu SEA Games 2013 dan PON 2016 di Jawa Barat.

“Harapan kami Johan tidak cepat puas dengan hasil yang di capai, dan berharap bisa melanggengkan prestasinya seperti atlet karate sampai tiga PON. Untuk itu harus senantiasa berlatih keras karena Johan masih muda usianya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Johan telah mempersembahkan medali emas pada Pekan Olahraga Nasional XVIII di Riau untuk Sulsel, dan kali ini di Thailand ia merebut Emas untuk Indonesia. [KM05]

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=19866
Read More >>

Minggu, 25 November 2012

Anggar - Isnawati Raih Perunggu di Kejuaraan Asean


Minggu, 25 November 2012 
Makassar (ANTARA News) - Atlet Anggar asal Sulawesi Selatan Isnawati Sir Idar menyatakan tetap bangga meski hanya meraih medali perunggu pada kejuaraan Anggar Asia Tenggara (SEAFF) di Vietnam, 9-17 November 2012.

Isnawati di Makassar, Sabtu, mengatakan, medali yang diraih pada nomor beregu tersebut merupakan hasil terbaik yang bisa dilakukan. "Kami kalah di babak semifinal melawan tim beregu Singapura. Tim Indonesia pada kejuaraan ASEAN ini berhasil meraih empat perunggu dari nomor degan dan sabel perorangan dan beregu putri," jelasnya.

Setelah tampil di kejuaraan ASEAN, peraih emas PON 2012 tersebut selanjutkan akan fokus mempersiapkan diri tampil di kejurnas anggar antar-klub, Maret 2013. Dirinya tetap berupaya menggelar latihan rutin untuk terus mematangkan kemampuan bertarungnya.

"Agenda kejurnas baru kembali bergulir Maret 2013. Namun kita tetap menjalankan agenda latihan seperti biasa untuk lebih mematangkan kemampuan dan teknik kita," katanya.

Sementara untuk SEA Games Myanmar 2013, Isnawati mengaku tidak terlalu berharap banyak. Alasannya karena cabang olahraga anggar merupakan salah satu cabang yang tidak lagi dipertandingkan di SEA Games.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Ikasi Sulsel Iksan, juga sangat menyayangkan jika anggar tidak dipertandingkan. Kondisi itu dinilai justru akan berpengaruh terhadap prestasi Indonesia di SEA Games 2013.

Sedangkan bagi Sulsel, hal itu juga berdampak terhadap peluang menyumbangkan lebih banyak atlet untuk memperkuat Indonesia. Pengprov Ikasi Sulsel juga mengaku kecewa mengingat anggar justru selalu dipertandingkan di olimpiade atau Asian Games,¿ katanya.

Pada PON 2012, sejumlah atlet anggar Sulsel berhasil meraih medali diantaranya Isnamawti Sir Idar (emas), Haerullah (emas), Arianto, Okky Setya, Sukri, Alwi, Ilham serta Seto, yang merebut emas dan perunggu di nomor beregu.

"Seluruh atlet yang kita turunkan berhasil merebut medali untuk Sulsel sehingga membuka peluang. Namun kita tetap berharap apalagi sejauh ini belum ada surat keputusan PB soal kepastian anggar di SEA Games," ujarnya. 
(T.KR-DF/F003) 
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/43603/anggar--isnawati-raih-perunggu-di-kejuaraan-asean
Read More >>

Pencak Silat - Pesilat Sulsel Tembus Final di Thailand


Minggu, 25 November 2012 

Makassar (ANTARA News) - Pesilat andalan Indonesia asal Sulawesi Selatan, Johan, berhasil menembus babak final kejuaraan dunia pencak silat di Chiang Mai, Thailand, 18-26 November 2012.

Pelatih Silat Sulsel Muhammad Ashary di Makassar, Sabtu, mengatakan, pesilat peraih emas PON Riau 2012 tersebut memastikan satu tiket final setelah mengalahkan wakil Vietnam di babak semi final.

"Johan dari Thailand menghubungi kami (24/11) dan mengatakan sangat bersyukur bisa sampai ke final. Kita juga berharap agar Johan pada babak final nanti bisa kembali mengeluarkan kemampuan terbaik sekaligus mempersembahkan medali emas bagi kontingen Indonesia," katanya.

Keberhasilan Johan sampai ke final, menurut Ashary, pada dasarnya cukup mengejutkan. Selain menghadapi lawan yang memiliki kualitas, juga karena kejuaraan ini merupakan ajang internasional yang pertama kali bagi pesilat yang berasal dari Kabupaten Bantaeng, Sulsel tersebut.

"Namun apa yang telah diraih sejauh ini justru makin membuktikan jika dirinya memang layak mewakili Indonesia. Mudah-mudahan keberhasilan Johan dapat memberikan pengaruh positif, khususnya bagi perkembangan atlet Sulsel ke depan," ujarnya.

Ketua KONI Kabupaten Bantaeng Ahmad Karim, sebelumnya sangat menjagokan Johan dapat meraih emas pada kejuaraan dunia tersebut. Pihaknya juga cukup optimistis mengingat penampilan menawan yang diperlihatkan Johan saat tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012.

"Johan merupakan salah satu atlet paling potensial yang kami miliki. Modal sebagai pemegang emas PON juga akan semakin meningkatkan kepercayaan dirinya sehingga bisa menampilkan kemampuan terbaiknya," ujarnya.

Menghadapi kejuaraan tersebut, Kontingen Indonesia juga menurunkan sejumlah pesilat terbaik dari berbagai daerah diantaranya Wewey Wita, Yulinar Tikasari, Wahyudi Lukman, Yudi Purwadiono (Jabar) serta Wenny Sasmita dari Sumbar. (T.KR-DF/D011)
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/43604/pencak-silat--pesilat-sulsel-tembus-final-di-thailand
Read More >>

AirAsia Tertarik Promosikan Toraja


Minggu, 25 November 2012

MAKASSAR– Presiden Direktur PT Indonesia Air Asia Dharmadi mengaku tertarik dengan tawaran untuk mempromosikan pariwisata Tana Toraja.Karena itu,pihaknya akan membicarakan kemungkinan AirAsia untuk menjajaki kerja sama bidang pariwisata dengan Dinas Pariwisata Sulsel.

Dharmadi mengaku, pihaknya sering menyiapkan travel untuk membawa turis Australia untuk kunjungan wisata ke Bali. “Kita bawa ke Denpasar, makanya kita pertimbangkan dan kaji lebih jauh pangsa pasarnya seperti apa untuk Tana Toraja,”ujar Dharmadi.

Dia juga memuji perkembangan Sulsel yang luar biasa. Menurut dia, jika akses transportasi sudah terpenuhi, termasuk akses ke Tanjung Bira, maka junmlah wisatawan ke Sulsel akan semakin pesat. Gubernur Syahrul Yasin Limpo sebelumnya mengajak AirAsia untuk bekerja sama dengan Pemprov Sulsel terkait pelaksanaan Lovely December di Tana Toraja.

Perusahaan penerbangan internasional itu diminta untuk mempromosikan kegiatan wisata itu di negara- negara yang berjaringan dengan AirAsia. ● abd salam malik
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/news/airasia-tertarik-promosikan-toraja
Read More >>

Renang - Sulsel Siap Meriahkan Krapsi Bandang


Minggu, 25 November 2012 

Makassar (ANTARA News) - Sejumlah klub renang asal Sulawesi Selatan siap ambil bagian pada Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia (Krapsi) di Bandung, Jabar, 27 Desember 2012.

Sekretaris Umum PRSI Sulsel Aksa Amir di Makassar, Sabtu, mengatakan, sejumlah klub renang, khususnya yang berada di Makassar seperti Poetere dan Garuda Laut, juga terus mematangkan persiapan atlet. Klub poetere akan mengandalkan perenang andalan Sulsel Muhammad Hamgari, sedangkan Garuda Laut diperkuat Siti Nurhaliza dan Rezkyanto.

"Selain dari Makassar, klub renang yang berada di daerah juga hingga kini masih membuka pendaftaran untuk menghadapi kejurnas di Bandung. Terkait pelaksanaan kejurnas, seluruh klub tetap di bawah koordinasi Pengprov PRSI Sulsel," katanya.

Mengenai keterlibatan sejumlah perenang di kejurnas 2012, menurut dia, merupakan hal yang positif. Kejurnas tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai ajang seleksi untuk mencari atlet yang akan memperkuat Sulsel di tingkat nasional.

Terkait pencapaian tim renang Sulsel di PON 2012, lanjutnya, memang masih jauh dari harapan. Namun pihaknya cukup yakin akan meraih hasil yang lebih baik. Salah satunya dengan komitmen sejumlah klub untuk melakukan pembinaan atlet secara berjenjang.

Pengprov Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sulsel juga optimistis terhadap peluang atlet asal Sulsel bersaing di kejurnas 2012.

"Hamgari merupakan salah satu atlet yang telah diusulkan PB PRSI untuk tampil pada SEA Games 2013. Mudah-mudahan penampilannya bisa tetap terjaga sehingga peluang tampil di SEA Games semakin besar,¿ jelasnya.

Muhammad Hamgari, kata dia, merupakan salah satu perenang yang potensial. Hal itu sudah dibuktikan saat dipercaya memperkuat Indonesia di ajang Asian School Games (ASG) dan SEA Age Group Swimming Championships 2012.

Hamgari juga telah membuktikan kemampuannya dengan meraih sejumlah prestasi dengan meraih emas di babak kualifikasi PON 2011. Hamgari bahkan pernah dinobatkan sebagai perenang terbaik pada Kelompok Umur (KU) II Piala Menpora Seri II 2010, di Makassar dengan merebut 9 medali Emas. (T.KR-DF/F003) 
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/43602/renang--sulsel-siap-meriahkan-krapsi-bandang
Read More >>

Sabtu, 24 November 2012

Pemprov-Garuda Bangun Sekolah Pramugari


SABTU, 24 NOVEMBER 2012 
alt
Pakai Eks Kampus IPDN di Jalan Cenderawasih 
MAKASSAR,  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel bekerja sama dengan Garuda Indonesia Group akan membangun sekolah pramugari sekaligus merekrut calon pramugari di Makassar.
Rencananya, gedung eks Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jalan Cenderawasih, akan dijadikan sebagai lokasi pusat training para calon pramugari.
“Kami melihat prospek yang cukup besar, apalagi melihat kebutuhan pramugari dengan adanya hubungan di Indonesia bagian timur,” kata Kepala Pusat Pelatihan dan Training Garuda Indonesia Group, Muhammad Fajar Sidik, usai bertemu Gubernur Syahrul Yasin Limpo, di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat, 23 November.
Fajar mengungkapkan, Garuda dan Pemprov Sulsel sedang menyusun tahapan-tahapan untuk membangun sekolah pramugari tersebut. Antara lain, merekrut pramugari untuk wilayah Sulawesi, baik untuk Garuda maupun Citilink.
“Biasanya kalau kita merekrut di provinsi, trainingnya di Jakarta. Tapi, karena Pak Gubernur kemarin sudah menyatakan bahwa dia mau membantu Garuda, dan mau memberikan tempat, maka kami sedang melakukan kajian untuk training di sini,” ungkapnya.
Sementara, Gubernur Syahrul Yasin Limpo menginstruksikan agar dibentuk desk atau tim yang terdiri dari pemprov dan pihak Garuda. Desk tersebut bertugas membahas regulasi dan aturan, kelembagaan non struktural, sistem personal, budgeter, hingga agenda aksi.
“Rekruitmen jangan hanya untuk Garuda, tapi sekolah ini untuk semua maskapi penerbangan yang membutuhkan pramugari,” tandas Syahrul.
Dia berharap, desk yang terbentuk nantinya sudah bisa menyusun agenda-agenda apa saja yang akan dilakukan selanjutnya. Apalagi, langkah awalnya sudah ada. Sehingga, evaluasi bisa dilakukan setiap tiga bulan.  (eky/ism)
Sumber: http://cakrawalaberita.com/provinsi/pemprov-garuda-bangun-sekolah-pramugari
Read More >>